
Pagi hari.
Beberapa Muridnya Datang dengan Baik seperti biasa Lucius bisa merasakan perasaan menyenangkan dalam Menulis.
Beberapa Murid nya seperti Aylin, Tirtis Dengan anggun masih bermain piano sesekali melatih gaya dan teknik yang Lucius ajarkan.
Sedangkan Untuk Orliana Lucius memberikannya Tugas Untuk Mengarah Musik dengan kecil-kecilan.
Karna Orliana cukup pandai bermain pengajaran Lucius untuk dia berbeda dan jauh lebih dulu di ajarkan karna dia sendiri yang telah melangkah Jauh dari Banyaknya Murid di sini.
Sedangkan Camil dan Theo masih sibuk menghafal dan mencatat Not demi not sekaligus alat-alat musik dengan nada nya.
Di sisi Lucius dia memegang Teh dengan cangkir kecil yang tidak Terlalu mewah dan Minum teh hangat dengan santai.
Di depannya terdapat banyak tumpukan kertas dan Lucius masih fokus mengingat dan mencari dengan cermat ingatan demi ingatannya.
Karna karya ini pasti akan sangat Populer Lucius memilih Untuk Setidaknya Menunda pengiriman Lagu ini setelah 2 Minggu dari Penyelesaian Musik nya yang dia tulis.
Karna karya nya itu adalah Karya dari Musik Ludwig Van Beethoven Yaitu Moonlight Sonata.
Musik indah yang lembut dan elegan dengan perasaan sedikit rasa romantis yang aneh.
Lucius entah kenapa sangat menyukai Musik ini dan musik ini cukup terkenal di Kalangan Musik-musik dari banyak nya Musisi di dunia Lucius.
Setelah menyelesaikan Tulisannya yang baru setengah selesai Lucius sedikit menghela nafas dan memegang pelan dahi nya dengan lembut.
“Anda sedang Menulis Mr. Cromwell?” Tanya Orliana dengan Khas.
“Ya, ini akan menjadi Musik baru saya yang akan saya Kirimkan” jawab lembut Lucius menutup Mulutnya dengan tangannya pelan.
“Bisakah saya melihatnya?” Tanya Orliana dengan serius.
Karna antusiasi dan kesukaan nya terhadap Musik dia bener-benar menyukai musik sampai-sampai dia bahkan penasaran dengan Orang yang mengubah gaya dan Tren musik di sejarah Musik ini.
“Tentu Anda Bisa membaca nya, tetapi Jangan pernah menyebarkannya” jawab Tulus lucius dan Pergi dari tempatnya.
Dia naik ke atas Untuk mengambil beberapa kertas lagi dan Tinta untuk Melanjutkan Menulisnya.
__ADS_1
Di bawa lantai terlihat Theo Dan Camil tampak sedikit akrab meski kepribadian Camil dan wajahnya yang terlalu datar membuat Theo yang polos cukup gugup karna Camil jarang mengungkapkan perasaannya.
Di sisi Lain Tirtis dan Aylin bahkan menjadi Cukup dekat sesekali bercanda tetapi Juga Fokus bermain meski musik mereka terdengar sangat Buruk.
Tempat Lucius benar benar menjadi Tempat anak-anak untuk belajar bahkan orang yang melihatnya pasti akan sedikit Bingung karna Yang di sini bukanlah anak-anak tetapi mereka orang orang yang masuk dan bahkan segera masuk Dewasa.
Selain itu ini adalah orang-orang bangsawan dengan kehidupan dan Kecantikan yang baik tetapi mereka bahkan bercanda dan bermain sembari belajar dengan konyol di ruangan itu.
Lucius tidak menyadari tetapi dia bisa merasakan kehangatan yang dalam di rumah nya yang bertingkat 3 itu.
Setelah mengambil kertas dan tinta baru Lucius turun melihat Orliana masih terus membalik-balikan halaman dan dengan segera menatap Lucius tang turun di anak tangga kecil itu.
“Tuan, tidak Mr. Cromwell bisakan Anda menuliskan lanjutan nya lagi? Saya sangat terpukau hanya dengan membayangkan bagaimana karya ini dan saya bahkan bisa melihat keindahan yang hebat di dalam musik ini!” Suara Orliana tampak terburu buru dan Lucius tidak ragu bahwa Orliana tampak sangat menyukai Musik itu.
Lucius dengan senyumnya masuh berjalan dulu menaruh tinta dan beberapa kertas nya.
“Apakah Anda telah Membaca nya?” Tanya Lucius.
Dengan tergesa-gesa, Orliana mengangguk.
Camil dan yang lainnya bahkan juga sedikit penasaran apa yang mereka berdua diskusikan karna Orliana tampak terburu-buru.
Dia yang paling antusias di sini tetapi dia bahkan tidak tahu kenapa Orliana jauh lebih antusiasi darinya.
“Karya Musik baru Tn. Cromwell! Ini sangat bagus saya ingin melihat lanjutan karya ini!” Tegas Orliana dengan berbinar-binar.
Lucius kembali diam, dia sekarang bingung apakah mereka di sini sebenarnya Untuk belajar atau untuk melihat karya nya.
“Cukup, saya tidak akan membiarkan Anda Melihat lagi, Anda harus menulis karangan Anda, karna Anda di sini untuk belajar bukan, saya merasa bersalah Jika saya mempunyai Murid yang tidak sesuai standar yang saya inginkan” ungkap Lucius memberhentikan Antusias Aylin dan Orliana yang bahkan menjadi semakin tinggi.
Ketika mendengar itu Orliana tampak pucat dan Aylin sedikit kecewa karna dia bahkan belum membaca nya.
“Ketika Anda Bisa menyelesaikan Karangan Anda dengan baik saya akan memberikan Lagi kertas saya untuk Anda baca tetapi itu hanya ketika saya Puas “ jawab tegas Lucius.
Terkadang untuk bisa memdapatkan Murid berbakat paksaan dan sedikit dorongan harus di berikan jadi Lucius tidak menyiakan kesempatan ini untuk membuat mereka lebib bersemangat lagi.
Karna Camil tampak Tidak memiliki Ekspresi sama sekali tetapi di dalam hatinya dia tampak sedikit gugup karna dia juga sebenarnya menyukai musik dan dia hanya tidak pandai mengapresiasikan Perasaan Dan Mimik wajah nya.
__ADS_1
Setelah cukup tenang Bersantai Lucius menulis kembali Note yang merepotkan itu dan memperhatikan Juga Murid-muridnya.
Semuanya tampak bersemangat dan Hidup dan entah kenapa Lucius menjadi semakin menyukai mengajarkan mereka musik.
Dia bertanya-tanya apakah dia Bisa menjadi Musisi yang akan di kenang oleh banyak orang karna Musik nya yang indah.
Meski hasil karyanya hanya di buat melalui Meniru dari Karya musik di dunianya dulu, lucius kali ini bahkan tidak peduli tetapu memanfaakan Mereka untuk membuat diri ya berkembang.
Setidaknya ini membuat Lucius bisa mendapatkan banyak uang meski dia tidak cukup suka terkenal dia lebib menyukau mendapatkan banyak uang dan ini juga cara termudah karna Lucius sendiri cukup ahli bermain piano dan insturmen musik di dunianya dulu.
Meski begitu dia berharap kali ini dia bisa merilis setidaknya beberapa lagu yang adalah hasil karyanya sendiri juga.
Meski dia telah merilis satu, rasa ketidakpuasan Juga masih tersimpan karna yang dia Rilis hanya satu.
Tidak tampak kecewa lucius malah melanjutkan Menulisnya dengan santai dan berfokus.
Dia bahkan hampir menyenggol tinta hitam karna terlalu larut berpikir.
Setelah beberapa kali tenang Lucius menghabiskan harinya dengan biasa tanpa ada masalah apapun.
…….
Gereja bagian Barat.
Kardinal Righliam berdiri di depan Gereja besar dengan santai memandang Uskup Agung Antonion di situ.
“Apakah Team Inquisitor berhasil memgamankan Kastil di hutan gelap?” Tanya Kardinal.
Halm atau kita sebut antoinion dengan singkat menjawab.
“Ya, para Inquisitor dan Pengawas malam telah memeriksa dan tidak menemukan apapun di kastil itu.” Kata Antoinion dengan jelas.
Kardinal masih terdiam dan Dengan tenang Menyipitkan Matanya.
Berpikir dalam Hati Kardinal Righliam bertanya apakah masih banyak Pendosa yang terus berbuat dan ingin menjatuhkan Kemuliaan Tuhan.
Selain karna Tidak jelasan Informasi yang di dapatkan Ingatan terpenting tentang Ritual aneh yang ada di Ingatan terakhir dari penjelasan Antonion bahkan lebih membingungkan.
__ADS_1
Apakah Ritual itu Adalah sesuatu yang berbahaya?…..
Jelas Kardinal tampak Khawatir karna Ketidaktahuan apa yang terjadi Dengan ritual itu karna seperti tidak ada apapun yang terjadi bahkan di tempat kejadian hanya ada mayat jelek dan rumah yang hancur.