Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 54: Hati Yang Hancur


__ADS_3

“Tidak… ini Boong! Ini Boong bukan?” Matanya sangat merah dan tangannya penuh darah.


Wajah Tedy yang penuh darah dan Tubuhnya yang tergeltak di depannya itu dengan jelas terlihat.


“Tidak, tedy!” Lucius berusaha memanggil Tedy lagi dengan pelan tetapi tangisannya terus keluar dari matanya mihat darah mulai turun dan mengalir ke tubuh nya.


“Fillip!!” Berteriak sangat kencang Lucius memanggil Fillip.


“T-tuan dia di bunuh! Seseorang datang dan dia berkata dengan jelas ‘Kematian Akan di Balas Dengan Kematian’” suara Fillip terdengar dan Wajah Transparannya juga terlihat jelas.


Lucius berusaha bangun memegang perut nya yang lemah itu.


“A-apa yang terjadi? Tubuh Anda! Anda juga terluka!” Fillip tampak lebih khawatir kali ini karna kejiwaannya yang Polos dia lebih suka di pimpin dan menjadi bahawan seseorang.


Ketika dia tidak mendapatkan Banyak Instruksi dia bahkan lebih bingung karna dia memang orang yang sangat kaku dan hanya Hidup menjadi peneliti.


Ketika dia melakukan penelitian jiwa nya terasa sangat hebat dan dia bahkan begitu menyukai meneliti.


Tetapi karna kesalahannya dan terjebaknya Dia, dia menjadi Bingung dan tidak memiliki tujuan dan arah kemana dia harus pergi.


Peneliti tanpa tujuan hanya akan menjadi Cangkang Kosong tanpa isi.


Dan dia adalah cangkang Kosong yang berusaha mencari isi dan arah tujuannya yang jelas.


Lucius tidak banyak Bicara dia berjalan dengan sangat kaku memegang Tubuh Tedy.


“Ini bukan mimpi…. “ wajahnya sangat kaku darah terus mengalir dan tetesan demi tetesan keluar dari mata Biru nya.


“Jiwa! Jiwanya! Apakah kau melihat jiwa nya? Apakah dia masih bisa di hidupkan kembali? Bagaimana dengan penelitian mu tentang jiwa?” Seakan otaknya sudah kehilangan arah Lucius memberikan banyak pertanyaan dengan tergesa gesa dan membuat suara yang tegas.


“Itu…. Dia telah mati… penelitian saya terhadap Jiwa sangat Kekurangan banyak Bahan dan Kebutuhan, selain itu Saya harus setidaknya memiliki Kekuatan Spiritual dan terlepas dari Jeratan Ritual baru saya bisa mendapatkan dan meneliti tuan” seakan Lucius sudah di anggap sebagai tuan baru nya Fillip sangat serius dalam menjawab dan juga berbicara dengan halus seperti dia sedang berbicara dengan atasan.


Lucius terdiam.


Mati?…..


Hahahahah…..


Seakan akan semuanya hancur dunia yang rasanya gelap itu semakin aneh di kepalanya dan wajahnya sangat kaku.


Jadi pada akhirnya ini hanyalah permainan takdir?…..

__ADS_1


Lucius tertawa lagi dan wajahnya terbentur kencang dan jatuh karna kehilangan darah yang sangat banyak.


“Tidak tuan!” Wajah Fillip yang Khawatir itu di lihat Lucius dengan kabur dan dia dengan cepat kehilangan Penglihatan dan kesadarannya itu.


Darah terus mengalir dan rumah itu menjadi kotor dengan penuh darah.


Pintu masih terbuka dan Fillip menjadi sangat bingung.


“Apa yang harus dia lakukan?” Dia bingung dan mondar mandir di Langit langit dengan bingung.


Dia tidak bisa melakukan apapun bahkan meski dia bisa merasuki tubuh Lucius itu hanya akan sebentar dan itu juga akan mempengaruhi Jiwa Lucius jika dia masuk ke tubuh yang memiliki Jiwa.


Jika dia masuk ke tubuh Tedy itu juga menjadi hal aneh karna Tedy telah mati dan Hampir Mustahil dia bisa merasuki Tedy karna memasuki tubuh seseorang membutuhkan banyak kekuatan dan tanpa kekuatan Jiwa dan Spiritual yang Kuat dia tidak akan bisa melakukannya.


Tidak dapat melakukan apapun Fillip berkedut pelan merasa sangat Frustasi tetapi menyipitkan Matanya dengan serius.


………


Di Jalan Kota Area Timur.


Oliver berjalan dari atap ke atap seperti bayangan yang sangat cepat.


Dia berlari dan terus berlari menelusuri jejak Dari Lucius yang dia lakukan dengan teliti.


Karna Ksatria tingkat Tinggi seperti dapat dengan Mudah menelusuri Jejak Lucius dia bisa cepat menemukan beberapa jejak kaki, keringat, dan hal hal yang berkaitan dengan Lucius dengan sangat cepat.


Karna pada dasarnya Warga biasa tidak dapat menutupi jejak mereka di hadapan Ksatria tingkat tinggi itu akan dengan sangat mudah di temukan apa lagi ksatria yang memiliki dan membangkitkan Kekuatan darah mereka.


Terus berlari dia menyipitkan matanya merasakan jejak nya berhenti di tempat aneh yang mengarah tepat di menara jam besar.


“Apa ini?…..” Oliver yang sangat Anggun itu menyipitkan Matanya dan mulai menyebar kekuatan Bayangannya menelusuri jejak jejak sekitar.


“Darah?” Dia menyipitkan matanya laku memegang darah itu dengan tangannya.


Kekuatan spiritual mengalir yang berwarna Warni aneh dan penuh cahaya bintang itu.


Itu seperti partikel yang bergerak dengan hebat dan mulai menyebar ke sekitar.


“Ini darah Orang itu” dia menyipitkan matanya mulai berpikir apa yang terjadi mempertimbangkan apa yang dua dapat dan analisa dari sekitar.


peluru , angin, Darah.

__ADS_1


Jelas sekali bahwa Lucius telah di tembak! Tapi siapa yang menembak nya? Apa tujuannya menyakiti Musisi?


Oliver terdiam merasa bahwa Insting Putri Riestine sangat hebat dalam menganalisa kejanggalan.


Merasa ada yang aneh Oliver berlari menelusuri darah di setiap tembok dengan cepat dan bayangannya menyebar juga je seluruh Atap kota dengan cepat membuat tubuhnya transparan akan bayangan dan berlari sangat cepat .


Setelah berlari dia meluhat jejak darah terakhir berada di sebuah Tembok besar dan itu mengarah ke Sebuah Rumah Yang tampak gelap dan Pintu yang terbuka.


Memegang Pedang panjang nya dia mengeluarkannya dengan serius .


Bayangan mulai menyebar masuk ke pintu itu dan Tubhh nya dengan cepat menghilang dan berpindah ke bayangan yang masuk itu.


…….


“Apa?” Menyipitkan matanya Oliver menatap Dua orang yang terluka sangat parah itu.


Di sisi lain Fillip melihat seseorang masuk secepat bayangan dan muncul dari bayangan itu membuat dia semakin ragu tetapi Juga takut.


Haruskah dia meminta tolong orang itu?…. Apakah dia jahat?….


Dia memutuskan untuk diam dan bersembunyi di sebuah Pena bulu dengan takut.


…….


Oliver berkerut menurunkan pedang nya dan menyebar kekuatan Spiritual nya ke sekitar.


Hanya untuk mengetahuai bahwa tidak ada siapapun di sana.


“Yang satu telah mati, dan Musisi ini tampaknya hanya akan memakan waktu sebentar lagi Untuk mati, jika begitu ada baiknya membawa nya dan menyelamatkannya mungkin dia akan memberi tahu Informasi yang bagus, jika dia tidak ingin bicara saya bisa menggunakan dan memanggil Para Kardinal untuk memeriksa ingatannya.” Langsung mendapatkan Arahan yang tepat ke otaknya dia dengan cepat memberikan Ramuan Penyembuh yang keluar dari Botol Hijau muda dan tampak sedikit kusam.


Dia menuangkan ke Lucius dan dengan cepat membawa Lucoua dengan bayangannya.


Dia juga tidak menghapus jejak di Rumah itu karna mungkin kardinal dan gereja akan memeriksa.


Dia hanya menutupi dan menghapus jejak dari dirinya dan segera pergi dari Rumah itu dengan sangat cepat.


Bayangan-bayangan mulai menutupi tubuhnya itu dan menghilang dengan kecepatan yang luar biasa.


Fillip di sisi nya melihat itu sangat bingung dan hanya bisa terdiam dengan pucat dan hanya bisa berharap dan menunggu .


Malam semakin gelap dan Bulan yang terang menghiasa malam yang gelap itu.

__ADS_1


__ADS_2