Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 51: Moonlight Sonata


__ADS_3

“Diakah Musisi itu? Saya yakin dia hanya membuat satu Prestasi keberuntungan” ungkap suara Beberapa bangsawan.


Di ikuti Putri Riestine yang keluar dia melihat Lucius dengan Bingung yang berjalan penuh perhatian ke Platform tinggi dimana Piano terletak.


“Putri ku , ini hadiah mu, Anda harus mendengarkannya ,saya mengundang Jenius Hebat Musisi yang bermain Di Aula Flizo!” Duke Trutis tampak bersemangat dan Mereka semua tahu bahwa duke selalu tampak serius ketika menyangkut masalah anak kesayangannya.


“Ayah apakah ini hadiah dari ayah?” Tanya Putri Riestine yang membuat wajah sedikit terharu.


Lucius masih diam membuka piano besar dan menunggu Semua perhatian menuju ke arahnya lagi.


“Saya harus fokus, ini adalah Lagu Moonlight Sonata dan Terdapat Tiga gerakan di lagu ini.” Lucius berusaha fokus dan dia menutup matanya tetapi hanya darah yang selalu muncul di wajahnya.


Dia sangat Pucat dan Bingung tangannya sejenak juga gemetar tetapi dia tetap Fokus.


“Mari kita lihat, saya yakin dia hanyalah anak biasa yang kebantu oleh Gurunya, tn. Hartpart sangat hebat dan saya yakin karya baru dia hanya akan jauh lebih jelek dari Karya yang di mainkan di aula Flizo.


Semua bangsawan tampak setuju karna cukup banyak Musisi hebat hanya menjadi Terlalu sombong karna terkenal dengan satu hal dan membuat dia jatuh karna karya nya tidak sesuai banyak harapan Publik.


Itu hal yang wajar dan bagi mereka pemuda di depannya ini tampak begitu muda .


“Dia adalah Orang termuda yang masuk Dan bermain di Aula Flizo, mari kita lihat apakah karyanya akan sama bagusnya dengan sebelumnya” beberapa Bangsawan berkomentar dengan serius dan beberapa setuju.


Mereka lebih suka menilai dengan mata sendiri dari pada menilai hanya dengan Pendapat yang tidak jelas beserta argumen.


Beberapa bangsawan yang menganggap Pemuda itu pasti bermain jelek tampak tidak senang tetapi dia juga terdiam dan menantikan Lucius bermain.


Duke Trutis menggandeng anaknya dan dia menoton di antara bangsawan dengan serius.


Di sisi lain Putri Riestine terdiam menyipitkan matanya dengan serius


“Apa-apaan dia? Dia tampak gemetar” menyembunyikan Ekspresinya Lucius fokus dan mulai bermain.


Bermain pertama gerakan pertama Sonata Itu dengan cepat terdengar.


Meski perasaan dia sangat tidak tenang dia bermain di hadapan Putri Duke jika dia mengecewakannya dia akan membuat Reputasinya sangat Buruk dan Lucius akan menjadi Cukup buruk dengan itu.


Lupakan semuanya. Anggap mimpi.


Lucius berusaha menghipnotis dirinya dengan fokus dan melodi Moonlight itu jelas bergema di Aula besar membuat banyak orang terpukai.

__ADS_1


Orliana , Aylin, Camil, Tirtis, dan Theo juga mendengarkan dengan seksama.


“Hebat! Guru kita bermain dengan hebat!” Orliana tampak kagum dan Aylin juga sama antusias nya.


Dia tetap fokus mendengarkan Melodi moonlight itu yang terus bergerak sangat lambat mengingat Temponga yang cukup lama tetapi juga memenangkan.


Seakan akan Cahaya Bulan itu berdiri dan ada untuk Lucius, cahaya bukan terang bersinar di malan itu dan Langit Biru cerah penuh Bintang terlihat.


Sinar Bulan beberapa Menembus Kaca besar dan Melodi masih bergema.


Putri Riestine terdiam bersama Ayah nya Duke Trutis yang memperhatikan Lucius.


“Apa-apaan ini?” Dia bertanya dengan serius.


Seakan Musik itu hidup dan beriringan dengan alam bahkan Melodinya membuat Cahaya bulan seakan akan mendukung nya bermain untuk malam yang indah itu.


Pemandangan itu sangat mempesona membuat banyak bangsawan terdiam dengan beberapa gelas di tangan mereka dan bengong dengan Pucat


Mereka menikmati alunan melodi Yang menusuk dengan nuansa tenang santai dan Sedikit rasa Romantis.


Lagu itu sangat hebat dan Bahkan Duke Trutis tenggelaman dalam Musik yang indah itu.


Seakan akan malam yang datang begitu di penuhi melodi semuanya larut dalam Perasaan yang di bawah Oleh Musik Moonlight itu.


Itu berlarut Hingga beberapa menit kemudian dan mengakhiri gerakan pertama dari Moonlight.


Semuanya masih terangsur angsur penuh dengan Melodi dan mereka bengong dengan penuh perasaan dari Lagu itu yang terus berdengung di kepala dan hati mereka.


Lucius yang masuh penuh kekhawatiran hanya bisa terdiam penub keringat tetapi siap untuk mulai gerakan kedua dari Moonlight


Setelah bersiap semua bangsawan kembali ke keadaan kagok dan shock mereka terdiam menatap Lucius tetapi ketika mereka Fokus Gerakan kedua Moonlight di mulai.


Teng!


Melodi yang Jauh lebih cepat di mainkan dan Semuanya kembali lagi di bawa hanyut dalam perasaan Nada deki nada yang di mainkan Oleh Lucius.


Putri Riestine terdiam dia penuh kebahagiaan tetapi juga banyak perasaan yang tersimpan di dalamnya.


Karna dia Begitu menyukai Musik jelas dia mendengarkan semua lagu tetapi karna masalah tertentu dia tidak bisa hadir ke Aula Flizo bersama ayah nya.

__ADS_1


Dia bahagia bahwa Hari ulang tahunya begitu indah dan di hadiahi musik yang sangat indah itu.


Bahkan Alam dan bulan mendukung Semua Keindahan melodi itu dan Lucius yang tampak serius tetapi lelah tetapi juga terus bermain untuk berusaha fokus dan matanya penuh semangat serius sekaligus kekhawatiran.


Meski perasaannya kacau nada dan perasaan yang di bawa sangat bertentangan dengan apa yang sekarang di rasakan Lucius tetapi dia terus Fokus bermain seakan akan perasannya semua di pendam dan membuat dirinya menampung semua perasaan itu dengan kacau.


“Tedy”


Dia terus bergumam pada dirinya memanggil nama tedy dengan khawatir.


“Tedy”


Lucius masih terus memanggil tetapi dia berusaha fokus untuk tidak mengingat hal aneh itu.


Meski tedy adalah Orang asing bagi dirinya yang ada dari dunia lain dia tidak akan pernah percaya hal itu akan membuatnya membiarkan Tedy mati.


Karna dia adalah satu satu nya kerabat dan Keluarganya di dunia ini dia tidak akan pernah bisa menjadi begitu saja membiarkan Orang yang dia anggap penting mati di depannya.


“Tidak aku harus mencari tahu semua setelah ini!” Semangat nya membara itu keluar dari tubuhnya dan tatapannya menjadi jauh lebih serius


Ketika nada menjadi lebih intents itu berhanti dengan tegang dan serius lalu mengakhiri Gerakan kedua dari Moonlight.


Gerakan kedua membawa banyak perasaan intim yang Intens dan penuh Ekspresi tetapi Lucius menjadi lebih serius


Seharusnya jeda antara Gerakan membawa beberapa Menit yang cukup lama tetapi lucius hanya mengambil Satu Menit untuk dia beritsirahat dan melanjutkan gerakan selanjutnya ke gerakan ketiga Moonlight.


Gerakan cepat dan Intens langsung terdengar di Melodi itu.


Gerakan itu cepat semakon cepat dan lebih cepat dari gerakan kedua.


Ruangan di bawa ke medan intens penuh perasaan yang aneh dan cepat dari melodi itu.


Cahaya bulan bersinar semakin terang dan melodi terus bergema cepat ,Keras dan Sangat Intens.


Lucius membawa Moonlight yang hebat dan cepat itu ke semua orang yang Hadir dan Bahkan bangsawan terpana dengan keindahannya.


Lucius terus bermain memencet tuts demi tuts seakan akan ini akan menjadi akhir hidupnya.


Semua kekhawatirannya dia buang dengan perasaan kerasa dan semanag Intens itu ke Dalam Gerakan ketiga Moonlight sonata dan dia terus bermain sangat cepat.

__ADS_1


Putri Riestine yang mendengar itu Terhanyut akan melodi yang sangat intens dan keras lalu juga cepat yang di bawa Oleh gerakan Ketiga dari Moonlight.


Lucius masih berusaha untuk fokus dan terus fokus . Jari-jarinya yang bermain bergerak sangat cepat dan juga indah . Itu menghiasa Semua Ruangan dengan Cahaya Bulan dan Melodi penuh Perasaan.


__ADS_2