Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 23: Dua Sisi


__ADS_3

Dalam Hitungan Detik Nada demi Nada mulai terdengar berbeda dari sebelumnya kali ini Nada ini Penuh dengan Rasa putus asa yang dalam.


Mereka dengan cepat di bawa Ke dunia Putus asa Tanpa harapan yang Kuat itu.


Membawa kemedan perang Di selimuti Kesedihan dan Putus asa ,Nada selanjutnya terus bergerak dan membuat banyak orang merasakan Bagaimana Rasanya berat nya hidup, menetukan masa depan yang tanpa harapan dan Terus berjuang Melawan Rasa Putus asa.


Mereka Terus bermain dan Nada demi nada di mainkan lagi.


Di lain sisi


Di luar aula Flizo seorang Pengemis datang dia tampak tua Dan wajahnya tertutup.


Dia menunduk dan berjalan dengan aneh membuat beberapa Ksatria memberhentikannya dan Beberapa Penjaga Malam yang bersembunyi di Setiap Bagian Sisi Aula itu menyaksikan.


“Anda Tidak bisa ke sini Tuan, ini Bukan Daerah Untuk Pengemis” Ucap Ksatria yang berbicara dengan Lembut dan memberhentikan Pengemis itu.


Terkikik pelan Dia tertawa dengan aneh masih dengan Wajah yang Tertutup dan Tidak terlihat itu.


Menyaksikan ada yang Tidak benar Penjaga malam mengamati sekitar dan Aktivitas aneh energi yang Tidak bisa dia deteksi .


Dia terus melihat menyuruh beberapa Pendeta Inquisitor terus mencari dan berjaga .


Dalan Iringan Nada yang terus bergerak di lain sisi beberapa Keanehan Muncul di luar aula di Mana nada Putus asa terus bergerak para Pendeta dan Ksatria yang berjaga Juga mulai merasa aneh seakan akan Dunia Nya hancur di penuhi Ilusi lemah.


Hanya dalan Sekejap Nada kembali Menjadi begitu tegang dan di sisi Luar ledekana dengan Sangat Kencang Meledakan Salah Satu Ksatria Tingkat 2 yang Mati Tanpa perlawanan.


Ledakan itu sangat kencang menghancurkan Beberapa penjagaan tetapi masih tidak Cukup Kuat Untuk menghancurkan Aula Flizo.


Pendeta dan para Penjaga malam terus bergerak mengikuti Perintah Para Pendeta Inquisitor dan Pendeta Hilir.


Uskup di sisi atas Gedung juga menyaksikan dengan cermat memperhatikan sekitar nya .


Tidak ada tanda-tanda aneh lagi dan tidak ada banyak Pergerakan.


Dia terus memperhatikan dengan baik melihat Kepingan Tubuh Ksatria itu membusuk dan Hancur di Tanah yang membuat nya Terlihat sangat Kotor dan Menjijikan.


Darah juga terlihat di tanah yang Kotor dan Amis itu dan beberapa Kstaria lainnya bersiaga .

__ADS_1


Uskup dan Pendeta Hilir berjaga menyaksikan Tidak ada Banyak hal aneh Yang terjadi dan Perlindungan Ilahi juga masih menyala dengan baik.


Itu membuat seperti Kejadian yang tidak ada meski ledakan Itu cukup besar Tetapi dengan cepat seluruh kejadian kembali menjadi Tidak terjadi apa-apa dan Daging daging yang Membusuk dan menyebar itu dengan Cepat di musnakan menjadi Abu Oleh Uskup Wilsom.


“Uskup Sepertinya Ini Perbuatan Sekte sesat” ungkap Pendeta Hilir.


“Benar, Mereka Bergerak Malam ini” melihat suara ledakan yang kencang Beberapa Kataria juga datang dan menemani sisa 2 Ksatria yang masih Hidup dan Bersiaga di belakang Para Uskup dan Pendeta.


“Kalian Beri tahu beberapa Ksatria Dan perketat Penjagaan, Pengawas Malam Telah berjaga juga di Sekitar Aula” ungkap Uskup Wilsom dengan tenang ke seorang Ksatria wanita yang tampak Cantik dan lembut tetapi memiliki Wajah yang sangat serius.


“Saya adalah Alien Pengawal Duke , Saya Ksatria Tingkat 6, Jadi saya akan Berjaga dan Memimpin Para Ksatria, Saya Harap Gereja dapat mengerti dan Memberikan Solusi atas kejadian ini” Alien sangat Hormat kepada Uskup tetapi dia tampak serius juga dengan Pedang di Pinggang nya .


“Ya saya tahu, beberapa pengawas malam Telah berjaga dan beberapa melacak Di sekitar Kota, mereka Telah di lengkapi Oleh senjata Baru Yaitu Revolver jadi mereka akan baik-baik saja setidaknya Jika Musuhnya Bukan Pengguna Berkat Dengan tingkat 3 atau 4” ungkap Uskup dengan tenang di Mana Cahaya Suci terasa begitu bersinar dengan Penuh kemarahan di Sekitarnya.


“Saya mengerti, Saya Akan Berjaga dengan baik, Terimakasih Atas Bantuan Anda Uskup Wilsom” membungkuk pelan dengan tangan di Salah satu dada nya dia pergi dengan cepat memerintahkan Para Ksatria yang tersisa Untuk memperketat Penjagaan.


Uskup Wilsom menatap Malam yang tenang itu Hingga salah Satu Pemdeta Inquisitor Datang.


“Yang Mulai Uskup, Aktivitas Sekte terdeteksi sepertinya mereka Berniat membuat Kekacauan dan menyebar di Seluruh Kota, Tidak di ketahui apa Tujuan mereka , Tetapi mereka Menggumamkan Sesuatu yang aneh.” Ungkap Pendeta Inquisitor itu.


“Mereka menggumamkan “Demi Serraphel” dan “Demi Mimpi Abadi” “ ungkap Pendeta Inqiusitor itu.


“Tangkap dan Bunuh mereka Semua, Malam ini, Jangan Sisakan Apapun Tentang Mereka!” Dengan amarah yang dalam Uskup itu berbicara dan Pendeta Inquisitor itu menghilang.


Pendeta Hilir di sisi Uskup terdiam dengan Cepat dan juga tampan sangat marah.


“Kita akan Pergi Hilir” Ungkap Uskup Wilsom.


“Dengan Senang Hati Uskup, Para Orang-Orang Sesat itu harus mati demi Kebaikan Tuhan” memegang Salib nya dia Mengeluarkan dari Dari leher nya dan memegang Di tangan Kanan nya salib yang sebesar Telapak Tangannya dan berwarna Perak itu


Menghilang Dari Sisi Jalan itu, Uskup dan Pendeta Hilir pergi.


Di sisi lain Alunan Musik Lucius memasuki Bagian kedua.


Itu adalah Kerja keras melawan Keputusasaan .


Tanpa mengetahui apa yang terjadi di Luar Lucius terus membuat Ratusan bangsawan iru terfokus ke setiap Nada dan Musiknya itu.

__ADS_1


Musik nya itu Keras tetapi penuh dengan perasaan itu bukan musik yang hanya bersuara keras tetapi itu membawa rasa perjuangan yang dalam.


Di setiap Musik itu setiap detik perjuangan dan kerjas keras Orang terus di perlihatkan.


Entah dimana mereka terus berusaha keluar dari rasa Putus asa, dari kehancuran Keluarganya dan bahkan Apapun


Kerja keras terus di gambarkan di lagu itu membuat setiap nada dan Pertempuran di Lain sisi benar-benar terasa begitu terhiraukan tanpa di ketahui oleh siapapun.


Lucius benar-benar Fokus Hingga Nada itu lagi lagi mengirim semua orang kekepurus asaan dari Hasil kerja keras mereka.


Gagal.


Gagal.


Dan terus gagal


Nada itu benar-benar menyentuh setiap Pendengar bahkan mereka benar-benar merasakan hasil kerja mereja dengan cepat di Buat gagal dan Kembali ke keadaan Putus asa


Bukan hanya rakyat miskin.


Semua orang yang duduk di sini pernah mengalami itu.


Memasuki Putaran ketiga di Permainannya Lucius mulai membuat kerja keras itu mnghasilkan Hasil yang mereka Inginkan.


Meski begitu beberapa Masalah terus berdatangan seperti sebuah Cerita tanpa kebahagiaan Lagi lagi Hal yang mereka Inginkan Terus di Buat hancur Hingga mereka mencapai ke Titik terendam dalam Hidup mereka.


Begitu terpuruk dengan sesuatu yang gelap dan tidak bisa mereka hadapi.


Mereka menatap seakan akan mereka melihat sebuah Dinding yang sangat besar yang Dengan jelas terpapar Sebuah Hal yang membuat mereka gila dalam Kegelapan dan keterpurukan yang dalam itu.


Putus asa.


Dengan Cepat Permainan berakhir membuat sebuah Bagian penutup dengan Kegagalan tetapi membawa semua perasaan yang menyakitkan datang dari setiap bait dan Nada di lagu itu.


Para Bangsawan Terdiam karna begitu larur dengan Permainan Lucius bahkan sebelum mereka bisa sadar kembali sebuah Permiann di mainkan lagi.


Valse Sentimentale No. 2 lagu yang Lucius mainkan sekarang dengan Judul yang di Ubah menjadi My Soul.

__ADS_1


Alasan Lucius memainkan nya di bagian terakhir adalah Karna kenyamanan Lagu ini membuat Sangat Cocok di mainkan di penutup musik dan Lucius berpikir lagu Sebagus dan Senyaman Ini sabgat Cocok Untuk menenangkan Pikirannya dan bahkan Untuk Lucius sendiri itu lagu yang nyaman dan sangat Efektif menghilangkan kepenatan dan dengan Tema dunia abad ke 18 ini Lagu ini sangat coxok untuk menggambarkan dunia ini yang rasanya Lucius sendiri Tersesat dalam Keanehan dengan ratusan Pertanyaan yang ada di Kepalanya.


Terus bermain Lucius memencet Not demi not tetapi kali ini dia Bermain solo Piano tanpa adanya Team Orkes.


__ADS_2