
Masuk ke gereja yang Indah di sana Lucius meluhat ruang besar yang Penuh dengan Bangku dan beberapa Salib terlihat.
Di dalam gereja ini sangat besar dan megah selain itu Bangunan Gereja ini di buat dengan baik dengan Warna Perak yang indah dengan Campuran Kebiruan. Dekorasinya yang indah itu juga benar-benar mengesankan tetapi Juga sedikit menakutkan.
Banyak Bangku terlihat di gereja ini juga terdapat dua Jalan yang mengarah ke ruang berbeda-beda.
Di kanan dan Kiri gereja juga terdapat beberapa patung Yang terlihat, itu seperri patung Ksatria yang memegang pedang tetapi sangat banyak.
Selain itu wajah-wajah di patung itu terlihat dengan jelas tetapi Lucius tidak mengetahui siapa itu.
Mengambil Tempat duduk ke aula di depannya itu Lucius duduk bersama Tedy dan banyak orang lainnya Juga duduk.
“Hey Tedy apa yang akan terjadi selanjutnya?” Tanya Lucius yang sedikit Berbisik dengan Bingung.
“Kau tidak tahu? Kita di sini Untuk Melakukan Penyucian, kita hanya perlu diam dan sebisa Mungkin jika memiliki suatu Penyesalan dan Pengakuan mengakulah di dalam Hati, maka Segala dosa dan Hal-hal negatif akan hilang dan itu benar-benar terbukti efektif.” Jawab Tegas Tedy yang Berkata ke Lucius sembaru menggerakan tangannya ke Dada Lucius.
“Kau bisa berdoa atau melakukan apapun, Dewa akan mendengarkan Kita Dan kau hanya perlu Berdoa dengan Tulus Lucius.” Kata Tedy .
Lucius diam mendengarkan Tedy dan memegang dadanya dengan Lembut.”baiklah Tedy” jawab Lucius.
Lucius mulai menaruh satu tangannya di dadanya lalu menutup matanya dengan pelan.
“Saya berharap saya Bisa Menjadi jauh lebih tenang dan jika bisa saya Ingin Kembali ke dunia saya..” berdia dengan tulus nya ith Ruangan Gereja Hening dan seorang Pendeta tua terlihat.
Dia mengenakan Pakaian Putih dan salib yang mengganting di leher nya.
Salib itu di pegang dan di lambungkan ke atas dan secara Anehnya Sebuah Kelembutan menemani dan hadir di Seluruh orang.
Jiwa dan Kehangatan tubuh mereka kembali dengan Normal dan seakan akan Semuanga menjadi Lebih baik rasa lelah atau bahkan tidak tenangan di hati benar-benar menghilang dengan ajaib.
Lucius merasakan itu dengan baik seakan akan Tubuh dan Jiwanya dengan aneh di rasuki oleh sesuatu Yang sangat aneh.
Dengan Bunyi sebuah Lonceng yang di bunyikan getaran itu menusuak dari telinga para Pengikuti gereja dan masuk secara mendalam ke hati mereka.
Bahkan Lucius juga merasakan Bunyi lonceng itu sangat aneh bahkan menggetarkannya hingga ke Tuhuh-Tubuhnya dengan aneh.
Ini benar-benar baru pertama kalinya Lucius merasakannya.
“Apa ini? “ dia bertanya tanya di dalam hatinya dengan Bingung.
“Sihir? Apakah di dunia ini ada sihir?” Lucius tidak tahu tetapi dalam matanya yang tertutup dia terus mendengarkan Bunyi Lonceng itu terus berbunyi dan menggetarkan seluruh tubuh Hingga ke Organ-organnya.
Bunyi Lonceng itu lembut dan menenangkan sekaligus, Menghapus Roh-roh jahat dan jejak-jejak kekuatan jahat di hati manusia.
Dalam keheningan yang nyaman itu ruangan gereja terasa di penuhi dengan Sinar Keemasan yang indah.
__ADS_1
Beberapa meneteskan air matanya dan mereka mulai membuka mata sembari memanggil Nama “Dewa” berkali-kali.
“Anda Terlihat Baru di sini” sapa Seorang Pendeta itu yang datang ke Lucius Tanpa Lucius sadari.
Dia adalah Pendeta Hilir Yang tampak Cukup Tua tetapi memiliki Senyuman Lembut di Wajahnya.
“Oh Tuan Hilir, Lucius kenalkan, dia Adalah Pendeta Hilir “ Kata Tedy dengan bangga dan mulai menggenggam tangan Pendeta Hilir dengan wajah Imutnya itu.
“Senang bertemu Anda , Saya Pendeta Hilir, apakah ada alasan Khusus kenapa Anda Datang ke Sini?” Tanya Pendeta itu yang menatap tipis dengan matanya ke Lucius.
“Saya ingat dia adalah Pemuda yang berjalan Di malam hari itu” batin Pendeta Hilir yang menatap dengan Penuh senyuman ke lucius.
Meninggalkan kesan yang sangat aneh Lucius hanya bisa jujur dan tidak menutupi apa yang dia alami itu.
“Itu…. Sebenarnya saya mengalami mimpi yang sangat aneh dan terasa sangat Nyata, ketika saya mendapatkan Saran dari Teman saya, dia bilang bahwa saya Hanya perlu datang ke sini, saya Cukup senang bahwa saya datang ke sini karna saya merasakan perasaan yang menyegarkan karna datang ke sini.” Jawab Tulus Lucius yang berterimakasih dengan Wajah Penuh kehangatan dan Keceriannya itu.
“Itu adalah Hal yang Sangat saya Syukuri, Jika Anda Ada Masalah apapun Anda bisa datang, Gereja akan membantu Anda dengan baik” jawab Tulus Pendetia itu yang merasa turut senang juga.
“Waw! Kau tidak pernah bilang kepada ku Lucius, Mimpi apa itu? Aku sangat penasaran!” Dengan Nada Kesal Tedy nampak sedikit cemburu dan Iri kepada Seseorang yang Lucius bicarakan itu.
“Hahaha, seseorang terkadang Memiliki Rahasia nya sendiri Bukan? Mr. Lucius” dengan senyumannya itu , Pendeta itu tertawa dan sesekali menyapa para Pengikuti Gereja yang juga berterimakasih dan Menyapa Nya.
Lucius yang nampak canggung hanya tertawa dan berterimakasih kembali lalu segera pamit.
Lucius segera menarik Tedy dengan cepat meninggalkan Gereja itu dan Berlari dengan kencang.
Wajah pendeta itu…..
Dia sangat ingat bagaimana Wajah pendeta itu begitu Mencolok di Mimpinya.
Dan itu benar-benar nyata, dia melihat Wajah yang bahkan belum dia kenal masuk Ke mimpinya dengan aneh.
“Apa itu? Apa di dunia ini terdapat sesuatu yang mengancam tanpa di ketahui banyak orang?” Lucius tidak tahu tetapi dia berusaha terus menarik Tedy hingga mereka duduk di sebuah taman Yang luas.
“Hey tedy, Aku ingin bertanya Apakah di dunia ini ada sihir? “ tanya Lucius.
“Di dunia ini? Sihir? Apa itu?” Mengerutkan kening dengan Bingung Lucius tersadar dan mengganti kembali pertanyaannya dengan cepat.
“Tidak maksudku apa kau mengetahui sesuatu yang aneh begitu? Apakah ada semacam Sesuatu yang Supernatural?” Tanya Lucius.
“Hm…. Pertanyaan mu sangat Sulit di mengerti Lucius, jika yang Kau maksud Semacam Pemujaan Sekte sesat dan beberapa Kasus seperti Penbunuhan misterius dan Penampakan hantu itu memang ada.” Tegas Tedy.
Lucius kembali berkerut kali ini lebih dari hari-hari lainnya dimama dia berkerut.
Kali ini pikirannya kacau dan berusaha memikirkan apa yang ada di dunia ini.
__ADS_1
Sekte sesat? Apa itu?…..
Meski secara singkat Lucius memahami Pemujaan Sekte sesat Mungkin saja yang dia ketahui bahkan lebih kecil dari informasi sebenarnya
Kali ini keterbatasan Informasi lagi-lagi membuat Lucius sangat tertekan dengan Keadaannya.
Dia sekarang benar-benar memahami Bahwa kebutuhannya Membaca dan Menulis bukan karna dia Butuh Untuk kedepannya tetapi Juga Butuh karna keadaannya yang Menyulitkan.
“Aku harus mencari Banyak Informasi, dan Tentu saja Informasi Untuk Kembali Ke dunia ku Juga harus ku cari.” Ini benar benar menyebalkan sekarang Lucius terdiam memikirkan Banyak hal.
“Apakah kau mengetahui sesuatu yang Lebih Spesifik Tedy?” Tanya Lucius yang Bingung.
“Saya tidak tahu Lucius , Kau tahu kita tinggal bersama dan Mungkin karna Ingatanmu yang Kacau kau tidak Mengingatnya tetapi Saya hanya Mengingat Satu yang menurut saya cerita itu tidak masuk akal.”
Memikirkan Sesuatu Tedy menjawab nya dengan Memegang dagu nya dan membuat wajah yang Bingung.
“Katakan , aku Akan mendengarkan” jawab Lucius.
“Baiklah, kau sebaiknya tidak tertawa karna ini Ku dengar ketika aku masih sangat Kecil Lucius” mengambil Nafas pelan dia mulai berbicara di Taman yang Ramai dan Bising ini.
“Ketika Aku masih Kecil aku mendengarkan Cerita aneh dari Ayah ku, itu cerita yang sangat lama yang ku dengar dan tidak masuk akal. Ayah ku berkata kepada ku Bahwa di masanya dulu Dia pernah Melihat seseorang yang aneh, dia memegang sebuah Kepala Seseorang dan berjalan dengan Setengah Tubuh yang Hancur, dia melihat itu ketika malam hari dia pulang bekerja dan Semenjak Itu dia Tidak pernah Pulang lebih dari jam 10 Malam.” Kata Tedy yang Sedikir Bingung juga.
“Itu tidak masuk akal Tedy” itu sangat tidak masuk akal , jawab tedy juga.
“Tapi begitulah Satu-satu nya Cerita yang Tidak masuk akal yang Ku Tahu, aku tidak Tahu apakah Ayah Ku berbohong atau Tidak, tetapi Aku yakin bahwa Dia hanya menakut-nakuti ku saja.” Dengan senyumannya dia berdiri menatap Lucius yang terdiam dengan raut wajah kusam.
“Setengah Hancur? Memegang kepala seseorang?” Memikirkan Ucapan Tedy, Lucius masih berpikir dan terus membenamkan dirinya dengan banyaknya kemungkinan yang terjadi.
Dia berjalan ke Arah Apartemen mereka dan Pamit pergi meninggalkan Tedy sendiri.
Dia berjalan ke Rumah Tn. Hartpart untuk memulai Latihan Musiknya dengan Pikiran yang Kacau.
…….
“Lucius, bisakah kau ambilkan Teh?” Kata Tn. Hartpart dengan Sopan, Lucius mengangguk dan Berdiri di kejauhan Lalu turun Untuk menyeduhkan Teh hangat dan membawanya kembali ke atas Di mana Tn. Hartpart sedang Melanjutkan Menulis Simfoni nya.
“Lucius, Mr. Leopard berbicara kepadaku, bahwa Sebaiknya Anda Menyiapkan Lagu Anda dengan baik karna Itu Mungkin akan menjadi Kesempatan Terbesar Anda, apakah Anda Sudah menyiapkan Lagu Anda dengan baik?” Tanya Tn. Hartpart.
“Saya sudah menyiapkan dengan baik, tetapi Bisakah Saya Mengirimkan Dua lagu kepada Tn. Leopard?” Tanya Lucius.
“Apa?! Anda membuat Lagu lagi Lucius?” Tercengang dengan Ucapan Lucius dia Menumpahkan Teh hangat di Mulutnya Itu ke Pakaian Lucius.
“Ah! Saya minta Maaf, Anda Bisa menggunakan Pakaian saya Dulu Lucius” kewalahan dengan Sikapnya itu Lucius hanya tersenyum dan tertawa.
“Anda Sangat perhatian Tn. Hartpart, saya menyadari itu memang sangat tidak masuk akal, tetapi Lagu ini saya Mendapatkan Inspirasi dari Kehidupan saya” jawab Lucius.
__ADS_1
Jujur saja lagunya itu adalah Lagu yang dulu dia buat di Dunianya dulu yang belum sempat dia Publish.