
Ruang Rapat Kerajaan di Kastil Kerajaan Dawnridge.
Meja besar terlihat di tengah itu, itu adalah Meja bundar dengan beberapa Cangkir gelas di setiap Bangku yang ada.
Di sini terdapat Total 6 Bangku yang terlihaat dan Tempat ini di jaga cukup ketat dengan Beberapa Dekorasi dan Pelindung Ilahi yang Kuat.
Beberapa Ksatria tingkat 5 ke atas juga berdiri menjaga di sini dan beberapa Ksatria lainnya Juga berjaga di setiap Pintu.
Dari total 6 bangku di situ 3 Tempat telah di duduki dan hanya menyisahkan 3 Bangku lagi yang belum di duduki.
Di bangku pertama Terlihat seorang Pria yang tampak Tua tapi cukup serius dan Juga Penuh tatapan dingin.
Dia adalah Raja Dari Kerajaan Dawnridge Fluell Ridge dengan Wajah yang indah mata Kuning gelap dan Hidung mancung dengan Rambut yang panjang dengan sedikit keriting.
Di bangku kedua yaitu Duke Trutis Dengan Wajah yang Jauh lebih tua berkisar 50-55 Tahun dengan Rambut Pirang nya .
Di bangku ketiga Yaitu Terdapat Pemimpin Tertinggi Dari Pasukan Kerajaan Sekaligus Penjaga Perbatasan Kerajaan Marquess Phopion , dia tampak Cukup muda memiliki Kumis tebal di Bawah Hidung nya yang pesek dengan Mata gelap dan wajah yang tampak serius.
Beberapa orang lainnya juga hadir yaitu Penasihat Kerajaan William , dan beberapa dari dapartemen lainnya seperti beberapa Bangsawan penting yang mengurus keuangan dan hal-hal lainnya.
Setelah 5 menit menunggu Beberapa Ketukan terdengar dan Pintu besar di Buka.
Aula Rapat yang Sunyi itu menjadi cukup serius dengan kedatangan beberapa orang yang hadir itu.
“Uskup Agung dan Duke Viladine datang!” Ucap salah satu Ksatria.
Ketika Uskup agung berjalan dengan santai seseorang di sisi lain juga Muncul.
Dia adalah Kardinal Righliam Yang mengenakan Jubah Putih merah besar yang Indah itu .
Tatapan matanya sangat terang dengan warna ke-emasan dan Bahkan Kehadirannya sangat kuat dan menekan di beberapa orang itu.
Setelah berjalan Kardinal Rughliam duduk di 6 Bangku dan Viladine juga begitu mengikuti Duduk di 6 bangku itu.
Sekarang Bangku hanya tersisa satu yang Kosong dan itu adalah Milik Grand duke Orion.
__ADS_1
“Baiklah Karna Anda Mengusulkan Rapat darurat Pasti ada yang sangat penting Bukan? Uskup Agung Antonion?” Tanya Raja dengan nada serius.
Beberapa Tatapan Para Bangsawan dan Petinggi Kerajaan yang duduk di Meja bundar itu juga menatap Uskup Agung dengan serius sedangkan Kardinal yang duduk masih santai terdiam dengan mata tertutup.
“Ini akan sangat Menyakitkan untuk di dengar yang mulia, Tetapi Duke dan Grand duke tewas di Aula Flizo karna serangan para Bidah.” Nada itu cukup lembut tetapi juga sedikit mengkhawatirkan.
“Apa?! Kau bercanda?” Viladine teriak dengan cepat lalu berdiri memegang Kerah Uskup seakan akan itu tidak nyata.
“Tenang lah Viladine!” Raja berteriak dengan keras membuat bulu kuduk Viladine sedikit bergetar dan dengan cepat menunduk.
“Maaf yang Mulia saya h-hanya tidak percaya!” Tegas Pelan Viladine.
“Bukan hanya Anda yang tidak percaya di sini, bahkan belum lama saya duduk dan Berminun teh bersama dengannya kenapa dia bisa meninggalkan Kita begitu cepat?” Duke Trutis juga cukup kaget dan sedikit Shock mendengarkan.
Bahkan Meski Duke Misley mati itu bukanlah hal yang dengan mudah bisa di lakukan.
Karna dia adalah Tingkat 6 seharusnya sangat mustahil para Bidah membunuhnya.
Ksatria Tingkat 6 dengan Berkah adalah sesuatu yang sangat Kuat.
Bahkan Jika itu adalah serangan yang Tiba-tiba itu tidak seharusnya membunuhnya dengan cepat.
“Ketika saya Menggunakan Sealed Artifak 5-7 untuk Membaca Ingatan seseorang yang sudah mati saya Melihat pertarungan di Mana Duke dan Grand duke Tewas selain itu meski Mayat Duke tidak di ketahui sudah di Konfirmasi bahwa Grand duke Tewas dan mayatnya Pun ada di bawa Oleh Pemuda yang sebelum nya Anda tangkap” melirik pelan ke Viladine Uskup agung terdiam menatap ke orang yang berada di rapat itu sembari menunggu tanggapan nya.
“Pemuda? Siapa itu?” Fluell bertanya dengan Pelan menyipitkan matanya.
Adipati Trutis juga terdiam mendengarkan dengan seksama Dari pertanyaan Raja Nya itu.
“Dia adalah Salah satu Musisi Yang bermain di Aula Flizo, saya melihat dia cukup berani dan Bahkan memiliki Keberanian Untuk memimpin di mana semua nya telah kacau.” Tegas Viladine.
“Dan sedikit tambahan, Ketika dia tidak sengaja ingin mencaritahu apa yang terjadi dia mengalahkan Pemimpin Bidah itu yang telah berubah menjadi Semacam Monster aneh yang tampak seperti Zombie.” Lanjut Uskup agung masih dengan serius
Beberapa orang terdiam bahkan Viladine juga tampak sedikit mengerutkan keningnya.
“Tapi dia bukanlah Pemilik Berkah, bahkan Dia tidak Mempunyai Kekuatan Spiritual terasa dari dalam Tubuhnya.” Viladine mengaskan dengan serius merasa tidak benar.
__ADS_1
“Benar, dia mengalahkannya Menggunakan Revolver yang di Miliki Para Pengawas malam yang Tewas dan Dia bahkan Tampak bertarung dengan baik.” Tegas Uskup membuat beberapa orang terdiam.
“Ini adalah cerita kecilnya tetapi alasan Utama saya Memanggil Yang Mulia dan yang lainnya karna masalah penting menyangkut kematian Duke Misley dan Grand duke Orion. Jika kerajaan lain tahu dengan Ketidakstabilan Kekuatan Kerajaan ini akan menjadi berita Buruk, selain itu Serangan Bidah dan Organisasi Sekte-sekte sesat masih terus berkembang dan Saya ragu mungkin Beberapa Sekte sesat lainnya akan Muncul Yang Mulia.” Uskup tampak sedikit ragu dan terdiam setelah menyelesaikan Tujuan utama nya.
Meski gereja tidak memuliki kaitannya dengan Pemerintahan, Gereja sendiri Memiliki kewajiban Penting menjaga kerajaan.
Tentu saja Jika terjadi sesuatu yang menyangkut beberapa Pemuja sesat Gereja juga harus bertanggung Jawab sesuai perjanjian antara bangsawan dan Gereja.
Gereja tidak akan mengganggu Perang antara kerajaan ataupun negara lain tetapi Gereja hanya akan Netral tanpa berpihak kepada siapapun.
Tentu saja Itu berlaku di semua gereja yang tersebar entah di daerah manapun.
Paus sendiri yang Mengumumkan itu dan karna Mereka memuja Dewa kebenaran , mereka hanya mengikuti perintah kebenaran dan Menghancurkan sesuatu yang di anggap menurut Dewa kebenaran tidak benar.
Selama Perintah Tuhan tidak ada mereka hanya akan netral dan Menjaga Hubungan mereka dengan para bangsawan sendiri.
Karna bagi Gereja bangsawan Juga penting, kekuatan para bangsawan sendiri sangat kuat entah itu Finansial, Kekuatan tempur dan hal lainnya.
Menunggu Tanggapan Dari beberapa Orang yang duduk Dengan Tegas suara Raja Terdengar tajam tetapi pelan.
“Apakah kau Bermaksud untuk menyembunyikan Kematian Mereka?” Suara itu pelan tetapi mengintimidasi dengan tajam.
“Saya tahu ini tidak pantas tetapi saya hanya menyampaikan Apa yang Ingin di sampaikan, semua Keputusan ada di Tangan Anda Yang Mulia Raja.” Uskup membungkuk pelan dengan Hormat dan Berdiri di samping Kardinal.
“Ini masuk akal, saya tidak menyangka dia akan Mati, Jika Kerajaan lain mengetahui ini Saya Yakin mereka Juga akan Mulai Memperluas dan Menyerang Bagian-bagian dari Wilayah kerajaan yang akan Merugikan Kerajaan.” Trutis dengan santai memegang kepalanya sembari masih berpikue dengan tenang.
Meski kematian duke dan Grand duke tidak di pungkiri lagi mereka masih harus bersikap tenang bahkan Musuh mereka di sini Bukan satu atau dua musuh yang mereka hadapi.
Sangat banyak Musuk mereka di sini dan salah-salah langkah Hanya akan Meninbulkan Hancurnya kerajaan dan Peperangan yang panjang.
Maka dari Itu Duke Trutis terdiam dan memikurkannya dengan baik.
Begitu pula dengan Marquess Phopion yang adalah Ksatria Tertinggi dan Juga penjaga Perbatasan Kerajaan Dawnridge.
“Yang Mulai , saran saya sebaiknya Kita menjaga Rahasia ini setidaknya Selama Mungkin agar Situasi menjadi Sedikit Kondusif” pendapat itu berasal dari Penasihat langsung kerajaan William.
__ADS_1
Fluell Sebagai Raja yang tampak cukup Muda itu sebenarnya berusia hampir lebih dari 70 Tahun meski begitu Karna dia adalah Ksatria Tingkat 8 atau Ksatria Legendaris maka dari itu dia bisa Hidup lama mungkin 400 atau bahkan 500 Tahun.
“Hm….” Terdiam Fluell masih berpikir dengan Tenang.