
“Hah…. Kau Pikir semudah itu?” Tertawa sangat kencang Duke melihat kebelakang Pria Berjubah itu yang masih diam menatap ke arahnya.
Mr. Dwinties kali ini berdiri di Ratusan darah yang nengalir dan genangan darah itu.
Dia menatap Duke dengan Bingung seakan akan dia berbicara dan tertawa dengan sangat tidak masuk akal.
Tidak mengetahui apapun Mr.Dwenties Menoleh kebelakang Melihat Dua pedang bergerak menusuk ke Tubuh nya itu.
Pedang itu membuat X di Tubuh nya dengan kedua Bilah itu Hingga bahkan tubuh Nya dan Jubah nya hancur.
Jubah nya yang tergerak itu terjatuh dan Wajah yang di tutupi Jubah itu sekarang Terlihat dengan jelas.
Wajah yang Sangat mengerikan seakan-akan Melihat sebuah Kematian dan Monster.
Tubuh penuh Luka, Pola aneh dan Rune-rune yang tidak bisa di mengerti.
Tubuh nya seperti Bangkai monster dan Wajah nya membengkak sangat aneh seperti Sebuah Monster dan Zoombie.
Belatung-belatung keluar dari Matanya dan Senyuman Muncul lagi dan arah senyuman itu berada Ke arah Duke .
“Anda Sangat Bodoh Duke” Hanya dalam Sekejap Pola yang terukir Itu bersinar gelap ,Dan Gelombang Spiritual membentuk pusaran aneh lalu berkeliling dan Bahkan pusaran itu terus membesar dan membesar bahkan Hingga memasuki Pelindung yang di Lindungi Uskup.
“Demi Serraphel!” Melantunkan Sebuah Nama Dia tersenyum penuh Kemenangan.
“ Tidak !Mundur!” Berteriak Penuh Putus Asa Duke menatap Tubub Penub Rune dan Huruf huruf aneh itu bercahaya terang seperti Memanggil sebuah sesuatu yang aneh.
Darah di sana yang tergenang juga terhisap ke Langit gelap dan Hujan yang terasa begitu dingin itu Bahkan menjadi sebuah Pemandangan yang lebih mengerikan lagi.
Darah terus terhisap ke Sebuah Langit gelap aneh dan Rune di tubuh Mr. Dwenties terus bercahaya .
Tubuh nya melayang dan dengan cepat membuat daya ledakan yang sangat besar.
Itu seperti Bom Kota yang sangat mematikan dan Dengan cepat meledak.
Kotak Hancur dan Aula Flizo bahkan hancur dengan parah.
Sebagian Bangunan di sana Hancur dan orang-orang yang tinggal di sana Mati.
Ratusan darah dan Mayat tergeletak menjadi bagian daging-daging segar yang mengerikan.
Lucius di sisi nya memandang penuh dengan rasa kaget berlari cepat keluar melihat Uskup Wilsom yang melindungi Para Bangsawan dengan susah payah.
__ADS_1
Tubuh nya terkorosi menjadi Kehitaman dan Muka nya setengah hancur.
“Lucius! Apa yang kau lakukan tidak jangan mendekat!” Tedy memperingati Lucius tetapi Lucihs terus mendekat ke arah Uskup wilsom.
Tidak Banyak Ksatria dan Bahkan Para Pengawas malam telah Tewas.
Lucius hanya memberanikan diri mengambil Revolver Hitam di dekat Uskup wilsom dan mendekat ke arahnya yang berlutut pelan berusaha mempertahankan Aliran Spiritual nya.
“Anda baik-baik saja?” Tanya Lucius.
Rasa takut nya benar-benar ada sangat dalam tetapi Rasa keinginan hidupnya Jauh lebih tinggi.
“Tn. Hartpart Adakah yang Bisa menyembuhkan seseorang! Banyak orang terluka! Kita harys segera menolong nya!” Meski berbicata begitu, Banyak bangsawan mendengarkan Lucius juga tetapi tidak banyak yang berbicara Hingga Charline mengangkat tangannya .
“Anda Bisa Merawat orang terluka Charline?” Tanya Lucius.
Tidak banyak hal harus di Lakukan, dia tidak Ingin membuang waktunya melakukan hal aneh, Lucius hanya bertanya penuh dengan Harapan bahwa Charline gadis pintar itu bisa merawat seseorang.
“Ya, aku bisa meski tidak Seahli Dokter tetapi aku belajar” ungkap Charline.
Ayah nya Grayson memegang charline di Bahu nya dengan erat dan melepas nya pelan.
“Tolong lah dan Bantu dia Charline” ayah nya penuh ketulusan dan Ibu nya hanya berdia memegang Charline dengan erat.
“Ya Ibu!” Dengan serius Charline mengangkat sedikit gaun panjang nya dan berlari melewati banyak Puing-puing.
Lucius juga memanggil beberapa orang lainnya seperti Tedy, Tn. Leopard dan beberapa orang yang bisa menjaga diri.
Meski umur nya 17 Tahun itu benar-benar mencolok perhatian banyak bangsawan karna Kepemimpinan Lucius yang berani.
Di depan Bangunan yang hancur lebur itu , Kabut dan Asap masih menutupi mereka dan Lucius sendiri masih belum bisa memastikan Apa yang terjadi di dalam asap itu.
Dia memegang Revolver nya memastikan Peluru nya ada dan dengan erat memegang nya.
Meski Dia ragu, Jika memang dia harus membunuh Maka dia harus melakukan itu di dunia gila ini.
“Dia Terluka sangat parah dan banyak Ksatria Terluka, aku tak bisa menangani ini Sendirian Lucius” ungkap Charline.
“Bisakah orang yang tidak berpengalaman membantu? Jika bisa Anda bisa meminta tolong kepada beberapa bamgsawan untuk menyembuhkan dan membantu Anda.” Jawab Lucius.
“Ya dia bisa meski hanya membantu benerapa hal kecil itu akan membantu!” Jawab Charline.
__ADS_1
“Hey adakah yang ingin Sukarelawan membantu? Ini adalah hal darurat!” Ungkap Charline.
Meski beberapa bangsawan tidak senang dan tidak Cukup nyaman karna mereka di Pimpin Oleh bocah ingusan dan Tidak di ketahui itu, mereka hanya bisa pasrah melihat keadaan yang tidak menentu ini.
Beberaoa Wanita mengajukan diri membantu Charline mereka adalah beberaoa Anak bangsawan yang cukup Cantik dan kaya.
Yang pertama adalah Fleydrin Fort , Ayah nya adalah Pembisnis Pakaian Di Daerah selatan dan Ayah nya juga seorang Viscount.
Kedua adalah wanita Muda cantik berusia 20-22 Tahunan , dia adalah Liylia Weslim, Keluarga nya Menyandang Gelar Count dan mereka Termasuk Cukup kaya dengan beberapa Wilayah mereka.
Beberapa orang lainnya juga sangat banyak dan Tidak dapat di jelaskan satu persatu.
Karna asap yang tebal dan daya ledak sangat besar itu, Mereka masih cukup aman karna Pelindung yang di Buat oleh Uskup
Lucius bahkan bertanya-tanya apa itu? Kekuatan apa itu?….. dia penasaran tetapu memandang Orang Yang tampak seperti pendeta itu terlihat sangat terluka.
“Bisakah saya Tahu siapa dia?” Tanya Lucius, lucius hanya berpikir Dia mungkin adalah pendeta tetapi dia sangat penasaran seperti apa peran Pendeta dan gereja di dunia ini, karna dia selalu merasa bahwa Gereja Menjadi Pusat penting di peradaban Zaman dan Sejarah yang dia pelajari.
“Uskup, dia adalah Uskup Wilsom” Jawab Charline pelan tetapi tergesa-gesa dengan suaranya.
“Uskup? Apa kah Mereka dari gereja?” Tanya Lucius.
“Ya mereka adalah Orang gereja yang penting Lucius, bisakah Anda tidak bertanya? Saya sedang sibuk di sini” tegas Charline dengan bantuan beberapa Temannya itu yang membantunya.
“Maaf, saya tidak akan mengganggu lagi.” Menatap Uskup itu Lucius memegang tubuhnya yang gemetar dan Tangannya yang Pucat.
Karna dia masih dalam Posisi berlutut Lucius penasaran aoakah dia masih hidup atau tidak.
Karna beberapa yang sedang di rawat Oleh Charline adalah Para Ksatria dia sangat berharap Bahwa Uskup masih Hidup di sini.
“Apakah Anda masih Hidup Uskup wilsom?” Tanya Lucius menatap Dari bawah di mana kepala Uskup menunduk dengan mata yang kabur dan wajah setengah kebakar.
Matanya benar-benar kabur dan suara terasa berdengung tidak jelas di pendengaran Uskup Wilsom
Matanya Berwarna Abu-abu kabur yang terus berputar dengan aneh dan Lucius menatao Wajah terbakarnya itu dan terus bertanya dengan pelan.
“Anda mendengarkan Uskup Wilsom? Apakah Anda Baik-baik saja?” Tanya Lucius serius, dia melihat Matanya bergetar pelan tetapi dia tidak bisa berkata-kata dengan baik.
“S….sa” suaranya terpatah-patah dan Tangannya berusaha memberikan sesuatu dengan sangat pelan.
“A-am…Ambi….Ambil…in..i” Suara itu sangat pelan dan Tangan Kanan nya itu terletak di Genggaman Tangan Lucius.
__ADS_1
Lucius terdiam pelan membuka Telapak Tangan Uskup Wilsom yang tamoak sangat lemah itu.
“Ambil ini?” Tanya Lucius pelan memandang Benda di depannya itu.