Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 31: Memberanikan Diri


__ADS_3

Salib?….


Lucius berpikir pelan memandang Salib perak yang terasa sangat dingin dan Juga panas di tangannya itu.


Tanpa bisa berbicara apapun lagi Uskup tewas di tempat dan Tubuh nya terjatuh.


Pelindung Mulai Hancur dan Hujan terus turun memadamkan Kebakaran dan Asap yang Tebal itu.


Memegang salib di tangan Kiri dan Revolver di tangan Kanan Lucius berdiri dengan bingung dan memandang kw Uskup.


Sekarang semua Orang menatap Lucius dan Lucius masih terdiam dengan Bingung.


“Apa yang harus ku lakukan?” Itu terlintas di Pikirannya bahkan dia tidak mengerti Apa itu Fungsi salib ini.


Semuanya sangat Kacau dan Lucius berharap Bahwa setidaknya Akan ada seseorang yang dapat menjelaskan Situasinya sekarang.


“Lucius! Mari tetap Menunggu kita harus menunggu sampai Bantuan tiba” Ungkap Salah Satu Musisi yang mendekat ke Lucius.


“Saya Juga berpikir begitu, Tapi kita harus berhati-hati, saya Tidak mengerti situasinya tetapi bisakah seseorang menjelaskan dengan baik apa situasi ini?” Tanya Lucius.


Dia benar-benar bingung tetapi bangsawan di depannya juga terlihat jauh lebih Bodoh lagi ketika Melihatnya.


Salah satu Mencemooh dengan tatapannya dan salah satu juga ragu.


Mereka senua terdiam tanoa memiliki Nyali yang banyak Hingga salah satu Bangsawan mengangkat tangannya.


“Saya pikir saya tahu, Ini pasti Ulah para Bidah, dan duke serta Grand duke Ingin melawan Bidah itu dan saya Yakin ini lah yang terjadi dari hasil pertikaian itu.” Ungkap bangsawan Muda itu.


Lucius tidak menatap Wajah nya lebih detail tetapi berfokus mendengarkan Pendapatnya.


Karna Grand duke sendiri Juga Bilang bahwa para Bidah muncul dia Juga merasa sangat tidak nyaman.


Sekarang apa yang harus di lakukan nya?….. dia benar-benar Bingung, tetapi berfokus mengalihkan Pandangannya ke asap tebal.


“Ini satu-satu nya cara” batin Lucius memandang Asap Lebat yang perlahan Menghilang seiring Tetesan air hujan yang terus menerus datang.


“Tedy saya Ingin Anda Tetap di sini Melindungi Charline dan yang lainnya”


Tedy menggenggam Revolver juga tetapu berbeda dengan Lucius yang tenang dua sangat Gugup bahkan Kaki nya genetar dengan takut.

__ADS_1


“Hey Lucius! Bisakah kau tetap di sini?” Tanya Tedy , dia memasang Ekspresi Kaku merasa bahwa sesuatu akan terjadi dengan Buruk.


“Saya akan kembali dalam 5 menit, Jika 5 menit saya belum kembali saya Harap Anda Tidak datang mencari saya Tedy.” Senyum di wajah Lucius membuat beberapa orang Kaku dan dia berjalan dengan salib dan Revolver di kedua tangannya itu.


……..


Kabut sangat Tebal dan Beberapa Puing terinjak oleh Lucius yang mulai berlabu di Antara tebal nya Kabut dan Asap yang ada di sini.


Bangunan hancur dan beberaoa Daging dan darah benar-benar kacau terlihat di sini.


“Semuanya sangat kacau” suara itu pelan dan Lucius bahkan merasa bahwa melihat Daging benar-benar membuat dirinya tidak tahan lagi.


Ini pertama kalinya dia melihat sesuatu semengerikan ini dan Dia dengan tenang terus berjalan memegang Salih itu.


“Apa Duke selamat?” Lucius bertanya di dalam batinnya dengan Bingung sekaligus berharap, Karna Duke dan Grand duke sepertinya adalah orang yang bertarung bersama maka dia harap setidaknya mereka selamat, meski Lucius tidak tahu seberapa Gila pertarungan itu dia bisa menyaksikan bahwa tanah rusak, bangunan hancur dan kekacauan di mana mana.


Ini adalah pemandangan Gila seumur Hidupnya yang dia lihat untuk pertana kalinya.


“Saya harap ini akan menjadi Pemandangan pertama dan Terakhir untuk saya” itu adalah sedikit harapan dan doa nya meski dia Terlihat sangat kesal dan Jijik dia masih terus berjalan di asap dan Kabut tebal itu.


Dia berjalan terus tanpa tahu sudah berapa lama, karna Terlalu Sunyi dan Kabur dia bahkan tidak bisa melihat jauh karna Kabut yang sangat tebal.


Harusnya ini adalah hari yang membahagiakan dan hari di mana Konser nya sukser besar.


Tetapi apa-apaan ini?…. – semua sangat Kacau dan Ini adalah yang terburuk.


Lucius tidak memahami ini karna Dia masih tidak mengetahui dengan jelas apa dunia ini.


Bidah?….. apa yang sebenarnya mereka lakukan?…. Lucius bertanya tanya apakah mereka hanya pemuja sekte sesat tetapi yang kegilaan nya sedikit di luar nalar.


“Ini benar-benar Misteri” bertanya sendiri dan menjawab sendiri Lucius terus menggumamkan beberapa pertanyaan terus sembari terus berjalan.


……


“Apakah Mereka baik-baik saja Charline?” Tanya salah Satu pembantu yang membantu Charline yaitu Lylia.


“Saya tidak Yakin tetapi mereka harusnya akan jauh lebih baik” dia Membalut luka beberapa Ksatria dan menekan Luka mereka, meski pengobatannya cukup susah di lakukan itu mengurangi pendarahan dari banyak Ksatria yang masih Hidup itu.


Armor mereka Hancur dengan jelas dan Tubuh mereka benar-benar terkena beberapa Luka bakar yang sangat parah.

__ADS_1


Charline terus berfokus dan beberapa Bangsawan Musisi dan Bahkan Presdir asosiasi sangat Putus asa.


“Leopard adakah yang bisa kita Lakukan di sini?” Tanya Tn. Jilgo dengan jelas dan cukup putus asa.


“Tidak ada Kecuali membantu dan Melindung Wanita Bangsawan itu yang sedang Menyembuhkan.” Jawab Leopard tegas dan mengerutkan kening nya.


“Baiklah Bisakah Kita membantu, karna Nyawa semua orang di pertaruhan Aku akan membantu nya” Jawab Tn. Jilgo meski dia cukup tua energik dab semangat nya masih sangat jelass.


Bahkan meski dia putus asa sekalipun dia benar-benar sangat baik di sini dalam Mengambil Keputusan.


Karna apapun yang akan di Pilih dia harus mengutamakan keselamatan nya dan banyak orang lainnya.


Jika mereka hanya diam menunggu seperti orang Yang tertelan keputusasaan maka itu benar-benar akan menjadi yang terburuk .


Setidaknya berusaha sekuat tenaga akan jauh Lebih baik dalan Keadaan Terdesak ini.


Waktu sisa 5 menit dan Dalam 5 Menit Para Ksatria seharusnya sudah tiba.


Meski dalam Keadaan yang sulit beberapa Bangsawan Juga mengikuti Keputusan Tn. Jilgo dan membantu sedangkan Para Wanita hanya menunggu dan berlindung.


Beberapa dari mereka Juga Membantu Charline dan beberaoa Menyisahkan Untuk berlindung di Aula yang gelap itu.


Karna kekacauan yang datang Permainan Dari Fellway dan Tn Hartpart juga di akhiri dan dia bahkan Sekarang berada di Belakang Tn. Hartpart yang tampak putus asa karna Murid nya berjalan ke Kabut dan asap yang sangat tebal itu.


“Apakah Kau takut Bung?” Tanya Fellway.


Fellway jelas jauh lebih muda tetapi Dia terlihat sangat tenang dan Hanya beberapa Nafas yang cepat terdengar.


“Saya Takut Bahwa Di Hari Yang hebat ini hanya akan ada Pemakaman Murid ku di esok harinya.” Dia tampak Jujur tetapi juga sangat lemas.


Dia duduk di bangku merah tua itu yang beberapa debu terlihat di Bagian atas bangku.


“Anda Bisa tenang , Musik Anda sangat hebat dan Murid Anda adalah seorang Jenius yang pemberani, saya Yakin dia tidak akan mati setidaknya di Hari yang indah ini Tuan Hartpart.” Senyum tulus terlihat di wajahnya dan rasa kekagumannya terhadao Musik benar-benar terlihat jelas di wajah Fellway.


Karna Musisi sangat menghargai Musik, setiap mereka merasa musik itu sangat hebat dan Indah mereka akan dengan senang hati menghormati musisi itu bahkan meski kadang Popularitas nya bisa saja di bawah nya.


Karna Musik adalah segalanya dan Begitulah untuk Musisi yang Hidup hanya Untuk membuat dan Menciptakan Musik.


Mereka Hidup dengan Musik dan Musik Hidup untuk mereka.

__ADS_1


Ini adalah Cara mereka terus terjalin selama beberapa ratus Tahun dalam sejarah Musik yang panjang.


__ADS_2