Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 46: Ritual Jiwa


__ADS_3

“Itu…. Saya juga Bingung” Fillip diam sejenak melihat kertas itu yang terus di Buka Lucius tapi tidak menampilkan apapun.


Selain itu wajah dan kerutannya juga menandakan bahwa dia sedang berpikir dengan keras dan Lucius tidak merasakan adanya kebohongan di situ


“Bisakah kau Menulis nya? Atau menjelaskannya apa yang ada di buku itu?” Tanya Lucius.


Meski dia tampak dia paham dia berusaha keras bertanya mencari tahu apakah Fillip mengingat dengan baik kertas itu.


“Saya mengingat semua Isi kertas itu dan saya dapat menulis, saya akan Merasuki Pena Bulu aoakah tidak masalah ?” Tanya Fillip yang membuat Lucius smtertegun sejenak dan sedikit Lupa bahwa dia adalah hantu yang dapat merasuki seseorang.


Karna Keluguannya Lucius menjadi sedikit senang karna Itu Bukanlah Hantu yang jahat atau Mungkin Lucius pasti tidak akan pernah bisa melihat Langit berbintang dan Hidup di dunia ini lagi.


Mengeluarkan selembar kertas Kosong Lucius membawa mereka ke meja Kantor Lucius yang di depannya terlihat Lampu kecil pena Bulu dan Kotak tinta hitam


“Silahkan” ungkap Lucius memperhatikan Fillip masuk menjadi Partikel aneh dan Tubuh transparan yang bisa dia lihat itu mulai dengan cepat tersedot masik ke Pena Bulu besar.


Lucius masih diam tidak memperhatikan apapun di situ dan menatap.


“Apakah Anda baik-baik saja?” Tanya Lucius.


Tidak menjawab, Pena Bulu itu dengan cepat bergerak melayang dengan aneh seakan akan kekuatan aneh membantunya melayang dan menempel di kertas Putih kecoklatan kecil.


Kertas itu Mulai menulis banyak hal seperti Penjelasan , Rumus pola Ritual dan bahan-bahannya.


Dari Halaman pertama hingga ke lembar-lembar lainnya.


Lucius membantu memindahkan kertas dan memberikan beberapa kertas Kosong Untuk Pena itu terus menulis.


Setelah beberapa menit Pena bulu jatuh dan Tulisan berhenti.


Fillip di pena Bulu itu juga keluar membuat Tubuh Transparannya lagi dan keluar dengan hawa Lelah.


“Saya sangat Lelah, ketika Saya merasuki sesuatu itu akan membuat saya sangat ngantuk” seakan Jiwa nya memudar itu membuat partikel Putih terang lama-lama Pudar dan Jiwa nya seakan akan mengecil dengan aneh.


Lucius menatap itu dan mengernyitkan kening nya merasa segala realitas tampak konyol di depannya.


“Apakah ini masuk akal?” Lucius tidak mengerti tetapi dia mengambil kertas itu dan Mulai membaca dengan lembut.

__ADS_1


“Apa kau tahu Kenapa Manusia itu Hidup? Bagaimana mereka mati? Dan seperti apa kematian mereka?”


Lucius berkerut dan melanjutkan bacaannya lagi.


“Jawabannya mudah! Manusia Hidup karna Jiwa! Mereka mati juga jarna Jiwa! Di sinilah Kalian harus mengerti semua Hal tentang jiwa” itu meledakan kepala lucius dengan kencang seakan akan Dia membaca sesuatu yang Konyol.


“Jiwa, ini adalah Bagian terdalam dari Misteri dunia , ketika Anda Mencoba membaca nya hanya jalan panjang penuh teka teki dan Misteri yang dalam yang akan menunggu Anda, ketika Anda terus berjalan Badai akan datang dan Keputusasaan akan terus datang, tetapi di jalan yang Panjng Keabadian selalu menjadi Misteri dan Tujuan di balik teka teki ini.”


“Semua Misteri Jiwa, kehidupan Manusia, Kematian, dan Bahkan Keabadian selaku tersembunyi di balik Misteri yang bernama Jiwa”


“Lalu pertanyaan nya adalah apa itu Jiwa? Apakah manusia Bisa Hidup tanpa jiwa? Apakah Manusia Semuanya memiliki Jiwa?” Tulisan itu seakan berhenti membuat Lucius tertegun tapi menanti Tulisan berikutnya.


“Ketika Semua Misteri di Jelajahi tidak ada yang tahu apa itu Jiwa, semua menganggap Manusia memiliki Jiwa dan Hidup dengan Jiwa itu adalah Jawaban atas Pertanyaan yang ada, lalu apakah manusia bisa hidup tanpa jiwa?”


Pertanyaan lain Muncul lucius semakin antusias dan tetap Membaca dengan cermat.


“Jawabannya adalah Tidak, manusia tidak akan pernah Bisa hidup tanpa Jiwa, karna Fondasi Utama kehidupan Adalah Jiwa ini adalah Ilmu yang saya pelajari dan Ingin saya sampaikan”


“….. lalu pertanyaan Ketiga Muncul, kemana Jiwa pergi ketika mereka mati? Apakah Umur manusia adalah Umur yang di ambil dari Jiwa? Atau Tubuh?”


“Apakah itu berkaitan?” Semua pertanyaan membuat banyak argumen dan pertanyaan lain membuat Lucius sendiri merasakan antusias penelitian yang dalam.


“Ini adalah sesuatu yang saya cari ,saya berusaha Mencarinya melalui Bangak hal tapi Jiwa adalah sesuatu yang tidak bisa di Eksplorasi, Hanya dengan Mempunyai Kekuatan Darah Seseorang bisa mengeksplor jiwa, tapi ini adalah Sebuah Percobaan dan Di sinilah saya menemukan Sebuah Ritual yang menuntun saya Kemisteri Jiwa manusia” tulis itu berakhir dan banyak Kalkulus, mematika, Beberapa tulisan Simbol aneh yang tidak di ketahui artinya dan Terakhir adalah Akhir dari Kertas itu.


Sebuah Ritual yang berhasil di buat dengan Mengandalkan Bahan ajaib dan Pola Gambar tertentu .


Meski ritual sangat Terlarang dan beberapa Sangat berbahaya Penelitian di sini jelas tidak Peduli pada apapun dan Lucius merasa Jiwa seseorang yang menulis ini sangat kreatif dan penuh antusiasme.


Sayang sekali Hasil Percobaan dan penelitian tidak di terapkan hanya ada Sebuah Pola, Bahan, Dan Tata cara ritual tersebut.


Lucius dengan cepat menjatuhkan Tulisan itu masih terlarut dari beberapa Hal yang di jelaskan.


“Jiwa, Ritual, abadi” itu terasa seperti Hal aneh bagi Lucius.


Meski di dunianya Kemajuan Teknologi sudah berkembang dengan cepat tetapi Baginya Hal supernatural seperti ini terasa begitu aneh.


Meski mungkin dia percaya di masa depan dunianya sesuatu semacam Keabadian mungkin bisa di capai dengan Teknologi yang berkembang .

__ADS_1


Tetapi dia tidak menyangka akan sesuatu yang seperti ini.


Rasanya sangat sulit untuk banyak melakukan hal dan berpikir dengan nyaman.


“Bahan Ritual: Satu Kantung Tanah Kematian(Kuburan), Satu Tulang Manusia,50 Ml Darah Diri Sendiri”


“Syarat Ritual: Kesiapan Mental yang Kuat dan Mulai Ritual di Akhir Bulan dan Malam hari.”


Merasa banyak hal aneh itu Lucius tidak bisa melupakan Pola ritual itu dan bahan itu yang dia baca dan Dia menatap Fillip yang tamoak seperti Hantu aneh yang tidur seperti bayi.


“Kenapa aku bisa melihat Jiwa? Apakah Bentuk Fillip adalah Bentuk Jiwa? “ lucius tidak tahu tetapi dia hanya mengerutkan Kening nya Lalu Mengambil kertas-kertas itu dan menyembunyikan Jauh di Rak Meja dan menguncinya.


“Ini melelahkan “ merasa lelah tetapi juga cukup senang Lucius tertidur.


…….


Esok hari


“Tuan. Lucius! Anda Mendapatkan pesan!” Orliana Berjalan mengambil Pesan dari Seseorang itu dan datang ke Depan Lucius yang tampak sangat lesu.


“Dari siapa ?” Tanya Lucius.


Meski Lucius telah mengajarkan mereka Dalam Beberapa hari mereka telah menjadi Cukup dekat selain itu Umur Mereka yang bahkan tidak Cukup jauh juga membuat Lucius cukup dekat dengan Murid lainnya seperti Aylin, Tirtis, Camil, dan Theo.


Meski raut wajahnya hari ini Cukup kusam menjaga Citranya menjadi Pengajar gang Baik Lucius mulai mengajarkan tentang Biola dengan singkat dan Juga irama apa yang di mainkan Biola.


Melodi nya, Genre musik nya dan Bahkan Cara pengenalan Musik menurut Lucius.


Dia tidaj mengambil Pengenalan Musik dari Studi zaman ini tetapi menambahkan sedikit Studi dari dunianya untuk meningkatkan Kualitas musik yang rendah di dunia ini.


Beberapa dari mereka belajar dengan Giat dan Camil,theo, Aylin masih sangat Fokus belajar Piano di bimbing Lucius.


Sedangkan Untuk Orliana masih sangat Fokus mengarah Musiknya yang sesekali di bimbing Lucius.


Setelah seharian penuh karna Kekacauan Otaknya itu Lucius mengambil kertas dari Orliana dan membukanya,


“Tn. Presdir?” Melihat surat itu dari Tn. Jilgo Lucius membukanya dengan pelan.

__ADS_1


“Lucius, musik Anda sangat Hebat dan Setelah saya Menyebarkan ke Beberapa Musisi mereka tampak sangat suka dengan Moonlight Anda, jadi Anda di Undang untuk Bermain di Manor Duke Trutis Sebagai Acara Pembuka Untuk Musik baru mu dan Perilisannya, Jika Anda Tertarik datang ke Kantor ku hari ini” pesan itu dengan cepat berakhir dan Lucius masih terdiam membuat Orliana tampak bingung.


“Sial Ini Hebat!” Merasa tidak bisa berkata-kata Lucius memasang Ekspresi kaget nya dan membuka mata dan mulutnya lebar-lebar.


__ADS_2