
“Senang Bertemu dengan Anda Duke Misley” sapa orang tua Charline dan Putri nya Charline sendiri yang membungkuk dengan Hormat ke Duke.
“Putri Anda sangat Cantik Earl Grayson” Senyum Duke ramah yang menatap Putri Charline itu dengan lembut.
“Senang Mendengarnya, saya Merawat Nya Bersama Istri saya” senyum Di wajah Grayson yang Tampak tua Muncul dengan Lembut bersama Istri nya bernama Arriabel.
“Hahahaha, saya Melihat Istri Anda Memang Sangat cantik seperti Putri Anda, kalau begitu mari masuk” Jalan bersama beberapa bangsawan lainnya Duke dan Grand duke sesekali berbincang dan memasuki Kuri Vip yang di sediakan
Kursi itu tampak berwarna merah Tua dan juga Kelembutan Di kursi-kuris itu terasa sangat jelas
View dari situ menampakan dengan jelas ke Panggun Konser yang tidak terlalu Dekat tetapi tidak terlalu jauh.
Duke duduk dengan lembut bersama Grand duke di sampingnya.
“Anda menikmatinya Duke Misley?” Tanya Grand Duke Orion.
“Saya menantikannya, saya melihat Beberapa Karya di tampilkan di Daftar dan saya penasaran Dengan beberapa Karya dari Tn. Hartpart.” Ucap Duke dengan lembut memegang dagunya.
“Sepertinya Anda Menikmati Karya Tn. Hartpart sebelumnya, saya sebenarnya di sini cukup Menantikan Karya dari Musisi Fellway Yang tidak bisa hilang dari Pendengaran saya semenjak Konser pertamanya 1 Tahun sebelumnya.” Kata Grand duke dengan tawa kecil.
“Ya…. Tn. Hartpart baru kali ini juga Dia masuk ke Aula Flizo Jadi saya menantikan Dua karyanya yang ada di Daftar lagu.” Tersenyum tipis Duke duduk dengan santai sembari sesekali Berbincang.
Beberapa bangsawan lainnya Juga berbincang menghabiskan Waktu menunggu untuk membangun Jaringan sosial dan pertemanan di antara para bangsawan lainnya.
Ini menjadi rutinitas untuk setiap bangsawan dan Meraka juga sesekali membahas konswr dan Musisi Favorit mereka.
Lucius di sisinya masih terus menyapa beberapa Bangsawan yang datang dengan telat sekaligus menunggu Ny. Grace dan Tedy yang berjanji akan datang Di Konser nya.
Dia menunggu dengan perhatian yang dalam karna dia begitu berharap bahwa satu-satunya keluarganya Dan sahabat nya Tedy untuk datang.
Setelah menunggu beberapa lama dia terus menunggu dan menyaksikan kereta Kuda yang Hampir habis.
“Dimana Tedy?” Lucius bertanya dengan Bingung pada dirinya kali ini.
“Anda masih ingin menunggu Lucius? Sudaah saatnya masuk ke panggung” ucap Tn. Hartpart.
“Saya Masih harus Menunggu, teman saya belum datang” terus menunggu tak lama setelah itu Tedy muncul dengan Pakaian Yang cukup rapih itu dan tidak tampak lesuh.
__ADS_1
“Anda datang Tedy saya hampir mengira Anda tidak akan datang” tegas Lucius yang bersyukur dan tak lama kemudian Ny. Grace juga datang dengan penampilan Anggunnya.
“Ny. Grace Anda datang! Ini Tedy sahabat saya, saya akan mengantarkan Anda dan Tedy ke Bangku Anda”
“Senang melihat Anda yang bersemangat lucius, Anda Tampak Tampan dan menawan” Ucap Ny. grace dengan Lembut berbicara ke Lucius.
“Terimakasih Ny. Grace saya merasa Tersanjung” jawab Lucius kecil dan terus berjalan mengantar mereka ke sisi Aula Di bagian Kiri di beberapa Bangku yang sempit tapi masih sangat Nyaman.
“Kalau begitu semoga Anda Menikmatinya” meninggalkan Tedy dan Ny. Grace Lucius pergi dan mulai berjalan ke belakang Panggung.
“Anda datang Lucius” Ucap Tn. Jilgo sebagai Presdir Asosiasi yang Menunggu di belakang panggung bersama Tn. Leopard
“Mengapa Anda Tidak berada di bangku Anda Tuan?” Tanya Lucius
Lucius tampak sedikit Bingung tetapi melihat Presdir dan Wakil Presdir itu berdiri mulai mendekat ke Lucius dengan aneh
“Lucius, Anda Gugup?” Tanya Tn. Jilgo.
Lucius tidak menjawab tetapi menatap Sorot mata Tn. Jilgo yang dalam.
“Sedikit” jawab Lucius kecil.
Tn. Hartpart di sisi lain berdiskusi dengan Team Orkes dan Lucius hanya bisa duduk diam memegang Kertas demi kertas nya yang menuliskan Nada-nada lagu nya.
“Ya…. Saya akan melakukan yang terbaik” berdiam sejenak tak Lama Bunyi kencang terdengar dan Seseorang Yang mengenakan Jaz dan kemeja rapih berdiri di atas Panggung seperti Sebuah Pembawa Acara yang berjalan di atas Platform..
……
Di Luar Aula Flizo
“kunci Semuanya, pastikan Bahwa Kekuatan Divine Terjaga dengan Baik” Berjalan dengan tegas Beberapa Pendeta Inquisitor Mengenakan Pakaian Gelap dengan Salib di setiap Dada mereka yang menggantung di leher.
Mereka Di Pimpim Oleh Pendeta Hilir berserta Uskup Wilsom Yang mengenakan Mozeta Hitam Putih dengan Salib besar di tangannya .
Cahaya Suci terasa bersinar di sekitar Uskup Wilsom bahkan Cahaya suci itu melebihi Pendeta Hilir.
“Uskup , Apakah Kita Perlu menambahkan Penjagaan ketat lagi?” Tanya Pendeta Hilir ke Uskup Wilsom yang melihat dengan di Depan Pintu Aula Flizo.
__ADS_1
“Penjagaan Ksatria Cukup banyak dan Saya Melihat beberapa Ksatria Tingkat 3 sampai 6 Ada di sini , Kita hanya perlu Menguatkan Pelindung Ilahi dan Berfokus memeperhatikan sekitar, kirimkan Beberapa Pengawas dan Penjaga Malam, Malam Ini Saya merasa ada Sesuatu yang Janggal, jadi jangan Lupa terus perhatikan sekitar dan Kota di Malam hari” Tegas Uskup Wilsom yang Berdiri memperhatikan Bulan Biru dengan Kabut Abu-abu yang semakin Tebal.
“Di Malam Yang Indah ini Semoga Tidak Ada Banyak Kekacauan Yang ada.”
……..
“Penampilan Pertama Hari ini adalah Dari Musisi Hebat bernama Spihre Deyla!” Mengambil Perhatian pertama Wanita Muda Cantik berusai kurang Lebih 29 Tahunan Berjalan dengan Gaun indah nya membungkuk di hadapan ratusan Bangsawan yang hadir.
Tn. Leopard, Tn. Jilgo duduk di barisan depan dan sesekali berbicara.
Di sini juga hadir para Wartawan dan Penulis Koran, mereka berdua siap memberitakan Kehebatan malam yang Indah ini dengan Komentar-komentar dari para bangsawan serta Duke dan Grand Duke.
Selain itu ada Juga Pengkritik Musik dan Beberapa Musisi yang hanya sebagian sebagian dari mereka yang sering tampil dan cukup terkenal Saja yang di sediakan beberapa bangku oleh Pihak Penyelenggara.
Lucius melihat Spihre Deyla Yang bermain Musik gaya Regiligus yang sangat baik.
Musiknya anggun tenang dan membawa kehangatan, tetapi tidak ada banyak yang ada di musik itu tetapi Gaya Musik itu benar-benar gaya Musik Klasik yang membuat beberapa orang merasakan Gejolak Iman kuat mereka terhadap ketakwaan dan Kesetiaan mereka.
Musik itu Terus berlanjut Bermain Hingga Beberapa lagu di putar.
Lucius mendengarkan nya dengan baik merasakan perasaan demi perasaan yang tersampaikan dengan baik.
“Ini musik yang bagus, tetapi Terlalu kaku dan Lemah” hanya satu komentar dari Lucius mendengar musik itu.
Dia tidak bilang itu jelek tetapi Musik itu sangat Kaku dan Lemah .
Lucius bertanya-tanya kemapa mereka menyukai Musik religius apakah karna mereka begitu menyayangi Tuhan?…..
Ataukah ada alasan lain?…..
Lucius tidak tahu tetapi beberapa koemntar bangsawan terdengar pelan dan beberapa dari mereka berbisik.
Musik itu akhirnya berakhir dan Wanita cantik itu Menunduk dengan elegan dan pergi.
Wajahnya sedikit kaku tetapi Penuh keharuan dan menangis setelah meninggalkan Panggung.
“Sangat bagus, itu adalah Musik yang Hebat” Ucap beberapa Petugas yang berada di belakang panggung itu ke Spihre Dengan Senyuman dan ketulusan di wajah mereka.
__ADS_1
Lucius berdiri diam menatap Dari Belakang panggung dan terus menunggu . Tatapannya santai tetapi sedikit takut dan Grogi terlihat di wajah Lucius yang tampak berusaha tersenyum