Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 8: Menjiwai Musik


__ADS_3

“Malam Tn. Hartpart, terimakasih Atas Bimbingan Anda” dengan segala Hormat Lucius membungkuk Ke Tn. Hartpart itu di depan rumah Tn. Hartpart itu.


Tn. Hartpart terdiam dengan senyumannya dan memberhentikan Lucius yang ingin segera pulang itu.


“Ini Lucius” ucap Tn. Hartpart yang dengan segera mengeluarkan 10 Bronz dan 5 Silver.


“Apa? Tapi, ini belum sebulan Tuan” lucius menatap Bingung dengan Koin yang ada di tangannya itu dan menatap Tn. Hartpart.


“Aku ingat ide yang kau berikan ketika berada di taman itu, aku tidak menyangka Musik yang kau bayangkan andalah Musik yang seperti itu, kau membuka wawasanku juga Lucius dan aku mendapatkan Saran Musik yang sangat hebat dengan Bimbingan Anda, Saya belajar banyak dari Musik Anda hari ini dan Saya Akan terus belajar dan Sekaligus mengajari Anda juga Lucius.”Tn. Hartpart memberikan Koin itu dengan tulus ke Lucius dan Lucius mengangguk dan membungkukkan Badannya sekali Lagi Untuk meninggalkan Malam yang indah itu dan segera Pergi.


……


Tedy duduk diam menatap langit malam dengan Rasa kantuk dan lelahnya itu menunggu Lucius tiba di Apartemen kecilnya itu.


Dia menunggu di anak tangga menatap malam yang cukup indah itu, dengan Beberapa Kereta kuda dan orang yang Terlihat Mulai pulang dari pekerjaan mereka.


“Hah….. Apakah aku bisa mempunyai Rumah dan kehidupan yang layak? Aku merasa sangat iri melihat orang-orang itu” sambil menatap kereta kuda dan beberapa orang yang terlihat Kaya dia cukup merasa kesal dan berdiri sembari bersandar diam.


Lucius menatap dari kejauhan melihat Tedy yang berdiri dan bersandar di anak tangga itu sambil menatap Kota yang indah.


Jujur saja daru Anak tangga memang dapat dengan jelas melihat pemandangan yang indah sekaligys cocok Untik tempat bersantai.


Tetapi entah kenapa karna hawa nya begitu buruk dia melupakan untuk menikmati malam nya menatap langit dan hanya berfokus untuk tidur.


Entah seperti apa orang di dunia ini di didik, mereka semua aneh dan Lucius merasa semua memang terasa aneh.


Dia benar-benar harus bersabar dan menahan dirinya Untuk Tetap Fokus menjaga Pikirannya Untuk beberapa hari mendatang.


Mengambil langkah Untuk naik ke anak tangga dia menyapa Tedy yang Menunggunya dan Mulai masuk ke Apartemen kecil itu.


“Kau membawa makanan Lucius?” Tanya Tedy.


“Tidak, apa kau Ingin membeli makanan Tedy?” Tanya Lucius.

__ADS_1


“Lupakan, sebaiknya Kita Tidur dan Pergi membeli makan di Esok hari” menjawab pertanyaan Lucius Tedy masuk ke kamarnya dengan lesu dan sesekali menguap karna mengantuk.


“Hey Tedy, aku telah memdapatkan Gaji ku, besok kita bisa membeli makanan yang sedikit baik, mungkin roti dengan selai Kita bisa membelinya” Ucap Lucius itu yang tersenyum ke Tedy.


“Kau serius? Kau bahkan belum bekerja selama 1 bulan Lucius! Kau tidak melakukan hal aneh bukan? Gereja pasti akan Menghukum mu jika kau mencuri Lucius.” Tegas Tedy itu yang menatap kaget ke lucius.


Lucius tersenyum dan menggelengkan kepalanya itu lalu berbicara dengan Sopan.


“Aku sudah Bilang bukan? Sahabat mu ini akan menjadi musisi yang baik, dan aku Di bayar karna Aku melakukan tugas ku dengan baik, aku di berikan Upahku 10 Bronz dan 5 Silver, kau tak perlu Khawatir lagi Untuk makan tedy!” Seakan akan mereka denang Tedy juga terharus dan memeluk Lucius.


Lucius tersenyum meninggalkan Koridor kecil untuk pergi ke kamar nya dan Melepaskan Pakaian-pakaiannya.


“Ya ini akan menjadi hari yang panjang…..”


………


1 Bulan terlewati, Lucius dengan baik melakukan semua pekerjaannya Mulai dari Belajar Musik, membantu Tn. Hartpart dan menyusun Komposisi lagunya untuk di serahkan dalam waktu yang tersisa 1 Bulan Lagi.


Ini berada di Bulan Cahaya Rembulan ( February)


Moonlight Sonata, lucius mengingat dengan jelas Bagaimana Karya itu benar-benar membuat Dirinya terpukau dan terpesona dengan Alunan-alunan pernada dan melodi nya.


Mengingat hari-harinya yang dia fokuskan untuk menjiwai Karya musik ini dan sesekali mendapatkan Bimbingan dan Arahan dari Gurunya itu dia terus menulis lanjutan dari Musik nya itu dan beberapa kali mengubah nada Untuk menyesuaikan dan mencocokan dengan Tema yang akan dua mainkan dan Tema Musik di dunia ini.


Meski ini Bukanlah Musiknya dan dia hanya mengambil musik seseorang rasanya cukup senang untuk bisa mengubah dan terus merekreasi musik ini.


Dia juga mengingat kembali hari-hari dimana dia membuat Msuik di dunianya dulu yang belum sempat dia mainkan lagi di dunia ini.


“Mungkin aku akan Merilis Lagu yang akan Kubuat itu Di beberapa hari kedepannya.” Mengambil insiatif dengan rasa semangatnya itu Tn. Hartpart juga telah menyelesaikan Musik keduanya.


Total lagu yang akan di kirim Tn. Hartpart adalah 3 Lagu Dan 2 lagunya telah selesai, kini Dia sedang mulai menuliskan lagi lagu Ketiga nya ini.


“Lucius apa kau tidak keberatan Jika di Lagu ini aku menulis bahwa kau yang menciptakannya?” Tanya Tn. Hartpart itu ke Lucius yang duduk di sampingnya itu.

__ADS_1


“Apa? Tapi ini kan Lagu yang Anda Buat tuan” lucius kaget, ini benar-benar di luar dugaannya dia tahu bahwa dia Memang Membawa musik dan Tren Musik yang jauh dari peradaban sekarang dan dia tahu bahwa Musiknya pastikan akan membuat banyak orang melihat Dan membuka Musik Ke lembaran baru.


Meski begitu dia sebenarnya tidak begitu Ingin untuk Melakukan ini, dia hanya memainkan Piano dan bekerja karna dia menyukainya, dia bahkan tidak berpikir untuk memulai karier nya sebagai Musisi dan Pianist di dunia ini.


Meski dia memang berniat untik setidaknya merilis lagunya di dunia ini tetapi memikirkan bahwa dia akan menjadi Musisi membuat dia cukup senang tetapi juga cukup khawatir.


Karna karya yang terbit adalah Karya orang lain dia ragu bahkan dia bisa membuat Lagu yang sama baiknya dengan Karya-karya yang akan dia terbitkan.


Meski dia cukup mengingat banyak Musik Dan Simfoni simfoni di Dunianya dulu tetap saja untuk itu dia memiliki karaguan dak ketakutannya sendiri.


“Ya, aku hanya harus menjalankannya” mengambil keberanian yang besar itu dia menatap Guru nya itu.


“Aku dengan senang hati memohon Bimbingan Anda Tuan Hartpart” Membalas dengan Senyuman di wajah Hartpart Lucius juga tersenyum.


“Bagus, Kau akan menjadi Musisi yang hebat Lucius, aku menantikan Bagaimana Kau bermain di Aula Flizo.” Mengangguk kecil Hartpart sangat puas dengan hari-harinya belakang ini dan dia tidak bisa terus menghilangkan senyuman di wajahnya itu.


“Tuan, bisakah saya Bertanya kepada Anda? Ada Sesuatu yang Saya Inginkan” dengan Cukup gugup dan Malu Lucius bertanya ke Tn. Hartpart itu dengan rasa Canggungnya.


“Saya melihat, kau bisa bilang apa yang Anda Mau Lucius” mendengar Pertanyaan lucius dan sikapnya yang malu itu, itu membuat Dia terlihat Cukup lucu dan membuat Tn. Harpart tidak bisa menarik perhatiannya ke tempat lain.


“Itu, saya Ingin belajar Membaca dan menulis, bisakah Anda Merekomendasikan Saya Dimana Saya Bisa belajar Membaca Tn. Hartpart?” Sedikit Rasa Canggung mungkin ini pertama kalinya dalam hidup dia belajar Membaca Dan Menulis Di Umur 17 Tahun.


Cukup terkejut dengan apa yang di Inginkan Lucius , Tn. Hartpart hanya bisa tersenyum dan Mengambil sebuah Kertas kosong dan Pena Bulu


Dia menulis sesuatu di kertas itu dan memasukannya ke Serpecik amplop kecil dan memberikannya ke Lucius.


“Anda Bisa belajar Kepada Ny. Grace, dia Akan Memberi Anda Diskon Setidaknya itu mungkin Akan di Kenakan Biaya 5 Bronz 10 Silver” tegas Tn. Hartpart itu.


Lucius mengangguk , dan berterimakasih kepada Tn. Hartpart dan dengan malu-malu mulai sedikit mengucapakan sesuatu kembali.


“I-itu…. J-jadi bisakah Saya meminta Izin Untuk masuk Ke sini 4 Kali seminggu dan 3 hari lainnya Ku habiskan Untuk belajar?” Dengan Malu-malu itu dia meminta Izin ke Tn. Hartpart itu.


Hartpart hanya tersenyum mengangguk dan Membiarkan Lucius berlari pergi.

__ADS_1


“Lucius, kau harus belajar dengan baik, karna belajar itu membutuhkan waktu dan Proses yang relatif lambat.” Memberikan Sedikit nasihatnya itu Tn. Hartpart meminum Secangkir gelas Teh Hangat itu yang Bernama Teh Herley dengan Aroma yang begitu harum, dia memandang keluar dari Kaca Jendela Lantai duanya itu dan memandang rumah-rumah kota dan beberapa cerobong asap yang mengeluarkan Beberapa Asap Hitam.


__ADS_2