
Dengan cepat Lucius berhenti membalikan badannya dan megang Revolver itu dengan erat dan mengarahkan ke Monster itu yang berlari.
Tembakan pertama melesat.
Itu melesat dengan Cepat tetapi Berhasil di hindari oleh Monster itu.
Peluru itu meledak di tanah yang Jauh dengan ledakan cukup besar dan tembakan kedua di tembakan lagi.
Peluru kali ini melesat dengan cepat lagi dan mengarah ke bagian di antara kaki Monster itu.
“Melemahkan Kelemahan Monster itu adalah langkah terbaik” itu jelas yang di pikirkan Lucius karna melemahkan Monster yang jelas tubuhnya sudah kacau akan menguntungkannya.
Selain itu meski Monster itu tidak bisa merasakan sakit setidaknya Jika tubuh mereka Hilang . Jika begitu apa yang bisa di lakukan Monster itu?…..
Lucius menyeringai seakan akan dia sudah mendapatkan kemenangan yang indah dan tembakan itu terus di tembakan dengan total 5 peluru melesat membuat banyak ledakan dasyat di tubuh Monster itu.
Meski beberapa Peluru meleset itu setidaknya meledak di bagian Kaki monster itu dan Lucius yakin bahwa ledakan yang di buat sudah cukup membuat Kaki monster itu hancur.
Menunggu dengan penantian yang dalam lucius terdiam Melihat tidak ada pergerakan dari Asap tebal dari Hasil ledakan Peluru yang dia tembakan.
“Apakah berhasil?” Lucius bertanya pelan masih memegang Revolvernya dengan Baik.
Dia diam tidak bisa bergerak karna ragu akan sesuatu yang buruk Jika dia maju.
Terus berdiam Lucius masih sangat takut dan hanya bisa memilih menunggu hingga asap sepeneuhnya Hilang.
30 detik berlalu asap Hilang dan Monster itu masih merangkak Dengan Mengerikan saat ini.
Lucius tidak bisa berkata-kata lagi dia melihat tulang dan kaki nya yang masih menggantung dengan mengerikan itu di seret oleh Monster itu yang meraung dengan Gila.
“Apakah kau Gila? “ lucius berbicara dengan nada kesal Memegang Revolvernya.
Total Peluru nya ada 7 peluru karna dia menembakan total 6 peluru sekarang seharusnya menyisahkan satu peluru tersisa.
Memegang dengan baik dan menjaga jarak juga Lucius menembakan Peluru terakhirnya itu dengan Perasaan Yang menjijikan .
Dia ragu bahkan masih bisa bertahan melihat sesuatu yang mengerikan begitu.
Dia bahkan sangat ragu apakah dia masih Lucius atau Klonel yang sangat baik hati ini?….
__ADS_1
Berdiam melihat Mayat yang mengeluarkan Cairan aneh yang meledak-ledak dan membuang gelembung aneh itu benar-benar menjijikan.
Bahkan tubuh nya, matanya, kulit nya semuanya sangat mengerikan dan hancur dengan Darah Hitam pekat.
Lucius mengambil arah Berjalan ke Grand duke yang hanya menyisahkan Mayat yang mengerikan itu mengambil Kepala nya dengan Jiji dia membawanya bersamanya.
Karna Revolvernya kehabisan Peluru dia hanya Menyimpan di Saku Jaz nya dan Berjalan kembali ke Aula Flizo.
…….
Aula Flizo.
Charline duduk menatap Pemimpin Ksatria yaitu Viladine yang sangat terkenal dengan Kepemimpinanya yang tegas dan Juga sebagai Kakak Laki-laki dari Duke yang sangat bermatabat.
“Dimana Misley? “ tanya Viladine tegas.
Disa bersama Total Pasukan Ksatria nya yang ramai itu dan turun dari Kuda mereka semua.
“Cek sekitar! Liat apa yang terjadi di sini dan cari apapun yang Mencurigakan!” Tegas Viladine dengan Nada tinggi berbicara.
Dia menatap Charline yang tampak seperti Gadis lugu itu yang di penuhi lumuran darah bersama beberapa Bangsawan lainnya yang membantu merawat Ksatria.
“Saya tidak tahu, karna Grand duke Menyuruh beberapa bangsawan Berdiam di aula dan Saya Pikir itu adalah Ulah Para Sekte sesat dan Bidah” ucap Charline.
Dia tulus menjawabnya dan Viladine menatap seperti orang Gila yang matanya keluar dengan sangat marah.
Dia lalu menoleh melihat Uskup Wilsom yang sebagai Pendeta Tingkat Tinggi mati di sini dengan mengenaskan.
“Siapa yang berbuat seperti ini?” Dia bertanya ke dirinya sendiri dengan penuh kekesalannya dan Menatap para Ksatria yang Berlari di Kabut tebal .
Dia juga melihat bangunan banyak yang hancur dan Bahkan aula ini Hancur.
Meski dia memiliki Tebakan Kecil dia ragu karna Uskup Di sini bahkan samlai Tewas.
“Saya tidak bisa diam saja, ini akan menjadi Berita besar bagi Kerajaan” menatap kesal dia menatap para Bangsawan yang masih terdiam lesu.
“Apakah tidak ada yang mati lagi di sini?” Tanga Viladine.
“Tidak, para bangsawan di dalam semuanya baik hanya keberadaan Duke dan Grand duke saja bersama Count Eylin yang tidak di ketahui” jawab Charline.
__ADS_1
Dia menjadi seperti Seseorang yang mewakili para bangsawan di sini dan entah kenapa Tatapan Mata Viladine seakan mengancam dan tidak senang.
Tedy di sisi nya memegang Revolver juga menarik perhatian Viladine dan meliriknya dengan tajam.
Tedy sedikit gemetar di tatapan oleh Viladine itu dan hanya bisa terus gemetar.
“Huft….. Anda sebaiknya menjatuhkan itu, itu tidak Baik untuk Anda pemuda” tersenyum kecut Viladine berbalik dan tedy hanya bisa melepaskan senjatanya dengan Perasaan kaku.
Memerintahkan beberapa Ksatria dia terus melindungi dan berfokus menjaga Bangsawan.
Beberapa Kereta Kuda Juga datang di anatara belakang para Kuda Ksatria di belakang dan sekarang semuanya akan sedikit membaik jika tidak ada kekacauan lagi.
Dengan sedikit helaan nafas dia masih bergumam dan bertanya dengan pelan di dirinya sendiri.
“Dimana Anda Misley!” Dia bertanya sedikit kesal juga di dalam dirinya tetapi memilih diam sembari menyilangkan tangannya.
Setelah beberapa saat beberapa Pendeta datang dengan Jubah putih nya itu dengan Kalung salib bersama beberapa Orang mengenakan Jubah putih dengan tudung.
“Yang Mulia Uskup!” Merasa seperti sesuatu menimpa nya dengan Kencang dia berlari ke Uskup yang pucat dan telah mati itu.
Beberapa Orang di belakangnya adalah Para Pengamat Malam Dan Para Inquisitor sedang Mengamankan Beberapa Keadaan di Kota ini.
Meski Pendeta Hilir tidak menyangka akan seperti ini dia sangat menyesal bahwa dia tidak bisa bersama Uskup Wilsom di saat-saat Terakhirnya.
Merasa sangat sedih dia meneteskan beberapa air matanya dan memandang Uskup wilsom dengan rasa bersalah.
“Semoga Anda Tenang di Elysium Paradise Yang Mulia Uskup”Berdia dengan Tangga dia menggambar Salib besar di tengah dadanya dan Sebuah Cahaya bersinar di tengah tengah Hujan yang semakin kecil itu.
Itu menjadi pemandangan yang sangat Indah Untuk semua orang termasuk Tedy, Viladine dan beberapa bangsawan lainnya.
Setelah selesai berdoa dia meminta Pengamat malam untuk membawa Mayat Uskup untuk di makamkan dan segera menatap Ke Viladine.
“Senang Bertemu Anda Duke Viladine” membungkuk sedikit Pendeta Hilir menatap Viladine.
“Tidak perlu memanggil ku seperti itu, cukup Panggil Viladine Tn. Hilir.” Ungkap Viladine yang sopan..
Karna Gereja dan Bangsawan memiliki Hubungan yang cukup baik Bahkan Keluarga Gradinens Atau Keluarga Misley memiliki Hubungan yang erat karna Para Duke dari keluarga mereka seperti Misley sendiri dan Viladine cukup Taat dan menjadi pengikut setia Tuhan kebenaran.
Nama Panjang Misley adalah Misley Gradinens dan Nama Viladine Juga mengikuti nama Misley yang memiliki Belakang Gradinens.
__ADS_1
Keluarga Gradinens telah Cukup berperan penting untuk pemerintahan dan Gereja, bahkan Gereja sendiri tidak Bisa semena-mena dengan Keluarga Graninens karna Kekuatan yang Hebat selalu di Hasilkan dari keluarga itu.