
Duduk menunggu dengan santai Lucius menyambut beberapa Kereta Kuda Yang datang.
Mereka muncul satu persatu yang pertama adalah Putri Orliana Anak dari Count Wishlim yang datang dengan elegan.
Wajahnya cantik rambut Pirang nya cerah dengan Gaun indah itu dia turun dari kereta kuda.
“Selama Pagi Mr. Cromwell, Saya Orliana” sapa hangat Orlina Ke Lucius.
Lucius mengangguk ramah dan beberapa kereta kuda datang lagi.
Kereta kuda terus datang Hingga 5 Murid Lengkap bersama Lucius sekarang.
Karna hanya 1 Laki-laku di sini Lucius mulai mendengarkan perkenalan mereka dengan tenang.
Setelah Orliana , Terdapat Aylin, Tirtis, Camil, Dan satu anak laki-laki Yaitu Theo.
Mereka jelas adalah anak bangsawan yang kaya dan setelah mendengarkan Musik Lucius Mereka yang memiliki Ketertarikan dengan Musik sangat tertarik belajar musik dengan Lucius.
Lucius cukup senang karna Dia sendiri tidak menyangka Hanya dalam semalam Konser ,namanya akan melambung dengan cepat.
“Baiklah Saya melihat Anda Semuanya sangat cantik dan tampan hari ini mari masuk kita akan Mulai belajar untuk tidak membuang waktu Anda.” Senyum Lucius tampak cemerlang dan dia bahkan tifak begitu tertarik dengan kecantikan mereka.
Meski lucius memahami dengan jelas mereka sangat cantik Lucius sebagai Guru tidak pernah Memiliki ketertarikan mendalam terhadap murid-muridnya itu ,dia juga bisa tahu bahwa umur Lucius dan Murid-murid nya bahkan tidak jauh berbeda.
Orliana yang tampak memiliki Kepribadian yang tenang dan ramah itu berjalan dengan cepat memasuki Rumah Lucius.
Meski tidak seindah rumah Bangsawan jelas Rumah Lucius cukup rapih dan bersih selain itu kenyamanan Yang datang dari Inferior yang Tampak indah itu juga membuat kesan rumah Lucius menjadi sangat baik.
Meski barang mewah tidak banyak terlihat gaya style Ruangan itu jelas indah dan rapih.
“Rumah yang Bagus” orliana memuji dengan santai mengambil Gaunnya pelan agar tidak menyangkut.
Aylin yang memiliki Kepribadian Tampak sedikit Lebih antusias melihat beberapa Barang -barang Lucius yang tamoak tua.
Dia tidak mengejek ataupun melakukan hal aneh karna dia selalu antusias dengan Banyak hal dia Juga melihat beberapa Barang barang dan Buku-buku yang terlihat di Rak-rak.
__ADS_1
“Anda Mengoleksi Buku Mr.Cromwell?” Tanya Aylin.
“Tidak ini hanya beberapa buku dari Orang sebelumnya yang tinggal di sini, Yah… meski saya suka buku, saya Lebih suka buku tentang sejarah” jawab Lucius singkat.
“Oh! Saya juga menyukai Sejarah dan saya tertarik dengan sejarah, tetapi saya merasa Sejarah yang Datang selaku banyak hal yang di sembunyikan dan tidak tercatat….” Jawab Aylin merasa kecewa di wajah nya.
“Tapi itu adalah Keindahan dari sejarah” lucius tersenyum singkat.
Karna keindahan itulah membuat orang tertarik untuk mengulas sejarah yang panjang dan dia bahkan tidak berpikir sejarah membosankan karna dia mau tak mau di sini juga harus mempelajari sejarah untuk kenyamanan kehidupan dan langkah selanjutnya yang harus dia ambil.
“Baiklah Mari kita Mulai dari pengenalan singkat alat Musik kalian bisa mencatat dan mengambil kertas ini, selain itu kalian juga bisa tulis sebarapa Ahli dan sebarapa mengenalnya kalian dengan Alat Musik.”
…….
Setelah menjelaskan dan mengenalkan sedikit alat Musik Lucius juga membaca kertas yang berisi sebarapa paham mereka tentang Musik karna Mereka di sini mendalami Piano Lucius juga melihat dengan detail pengalaman mereka di dalam piano.
Tentu saja Lucius tidak hanya Mengajarkan Piano tetapi di sini Lucius hanya lebih mendalami lebih banyak di Piano.
Theo Memiliki pengalaman yang bagus dan telah belajar Musik cukup baik tapi dia kurang di pengalaman nya secara langsung untuk bermain dan memencet Tuts Piano.
Jika mengambil kesimpulan Theo hanya butuh Latihan untuk Melatih dan bermain secara langsung Untuk meningkatkan Performa nya selain itu pengenalan Musik dan Cara menyusun karangan Musik juga penting Untuk Theo pahamin.
Lucius tidak banyak berkomentar tetapi dia sudah bisa memahami apa yang harus dia lakukan.
Karna dia harus mengajari Kelima Muridnya itu dia harus sedikit serius kali ini.
“Baiklah Mari pergi ke Piano kita akan mulai Untuk melihatnya secara langsung” belajar terbaik adalah belajar dari melihat langsung dan bermain langsung.
Meski mereka bermain sangat Buruk nantinya Lucius tidak akan banyak berkomentar Mungkin dia harus membuat Latihan Khusus untuk mereka bermain dengan baik seperti latihan untuk meningkatkan Jari-jari mereka untuk melenturkan dan memudahkan mereka bermain tuts demi tuts dengan lebih baik.
Tentu saja Musik Etude adalah yang terbaik Untuk melatih jari tetapi Lucius lebih memilih membuat Teknik sendiri dari pengalaman nya mungkin mereka akan sedikit lebih cepat meningkat, mengingat dulu dia Cukup cepat belajar Piano karna mengembangkan Cara melatih tangannya sendiri.
Setelah cukup siap Lucius memencet Tuts demi tuts memeperlihatkan mereka bagaimana Cara melatih dan membuat Teknik Latihan Tangannya sendiri, mungkin itu cukup susah tetapi Lucius menegaskan dengan jelas Untuk memulai dari pelan dan mengulanginya ke cepat untuk membiasakan tangan merena bermain di melodi yang berbeda-beda.
Karna Setiap Suara dan Tekanan saat bermain mengandung perasaan Musik yang dalam
__ADS_1
Lucius juga menegaskan dengan baik dan mengajarkan mereka Tentang Pentingnya intonasi suara Piano mereka yang mereka tekan dan seberapa cepat mereka mengganti Tuts ke Tuts lain.
Karna itu akan mengubah dan menampilkan Genre dan perasaan yang berbeda tentu saja Lucius harus menegaskan bahwa itu sangat penting.
Beberapa Muridnya tampak Sangat senang mendengarkan Dan Orliana yang cukup baik dalam Bermain juga mendapatkan Pemahaman baru yang mendalam.
Setelah menghabiskan banyak Waktu mengajar Waktu telah Menunjukkan Pukul 17.00 PM itu berlalu sangat cepat lucius yang masih duduk diam mulai berdiri dan menepuk tangan nya dengan pelan.
“Baiklah sudah waktunya pulang, kalian Bisa Melanjutkan Menulis ini di rumah, ini akan menjadi Tugas rumah kalian” lucius tersenyum hangat.
“Pekerjaan rumah? Apa itu ? “ tampak sedikit Bingung Camil terdiam dan bertanya.
Dia memiliki raut wajah yang serius tetapi sedikit bingung.
“Itu seperti tugas rumah yang harus di selesaikan di rumah, Anda bisa mengejarkannga di rumah dan saya akan melihat hasil pekerjaan Anda di esok hari” jawab lembut Lucius.
“Itu ide yang menarik Mr. Cromwell” jawab Orliana lembut.
Lucius berterimakasih dan membiarkan 5 Bangsawan itu pergi dari rumahnya.
Senja jelas terlihat dan matahari kali ini terlihat tenggelam dengan Perasaan yang aneh.
Setelah beberaoa kereta kuda datang kelima bangsawan itu tamoan pergi dengan baik meninggalkan senyuman dab kehangatan di sisa-sisa kepergiannya.
Lucius Melambaikan tangannya dengan lembut dan kembali masuk.
“Pekerjaan Hari pertama yang cukup baik, Aylin sangat antusias dan Orliana meski memiliku Sikap yang tenang dia tamoak sedikut pendiam tapi serius, Theo tampan seperti anak lelaki yang Polos tapi tidak ingin kalah sedangkan Camil dan Tirtis adalah Orang yang tampak serius tapi Cukup mudah bergaul dan sering berbicara.
“Ini sedikit lebih baik memiliki 5 Murid yang Berbeda-beda secara sikap” merasa sedikit terhibur Lucius Mulai dengan lembut mengambil kertas.
“Mungkin Sekarang Waktunya Menulis Musik baru, apa yang harus ku tulis?” Terdiam sesaat Lucius masih bingung dengan Pikirannya itu.
Dia tampak sedikit bingung dan beberapa kali berpikir dengan keras.
“Ah mungkin ini musik yang bagus, sayang sekali ini harus ku tulis sekarang Tetapi Ini memang Musik yang indah” bergumam dengan Pelan dia menuliskan Nada demi nada di Kertas besar dengan Pena bulu nya itu yang panjang.
__ADS_1
Dia menulis banyak nada dan Menghabiskan Satu lembar full hanya untuk menulis beberapa nada.
Karna ini termasuk Karya Musik yang Indah dan sangat bagus Lucius jelas harus sesekali Mengingat nada demi nadanya karna Ingatannya cukup Buruk dia terkadang lupa dan keliru antara nada mana yang benar dan salah.