Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 36: Intograsi


__ADS_3

Di sebuah Ruang gelap .


Lucius duduk di Ikat dengan Penuh Tali yang aneh di Bangku Yang buruk dan Di Tatap Oleh Viladine Secara langsung.


“Sekarang Jawab Pertanyaan ku Apa yang terjadi di sana?” Tanga Viladine.


Lucius terdiam dengan tangannya di ikat tetapi Mulutnya terbuka lebar.


“Saya Tidak tahu, ketika Grand duke bilang semua bangsawan di suruh menetap dia hanya berbicara para Bidah datang dan menyerang, setelah itu hanya ada ledakan terus yang datang dan ketika ledakan besar tarjadi saya hanya melihat kekacauan.” Tegas Lucius.


Lucius berbicara tidak ragu di tatap Oleh Viladine bersama Asistennya yang berdiri seperti Ksatria juga.


“Saya melihat dan penasaran kenapa Anda bisa di sana?” Tanya Viladine.


Karna Lucius tidak ragu sama sekali dia berbicara Jujur Untuk menghindari situasi yang tidak di duga dia lebih memilih Jujur karna dia takut dia akan di Curigai sebagai anggota Bidah.


“Saya berada di sana untuk mengecek karna Para Ksatria terluka meski sangat beresiko saya memilih keberanian saya untuk maju dan memeriksa.” Jawab Lucius


“Anda punya Keberanian, saya Baru melihat Musisi seberani ini” kerutan di Wajah Viladine semakin parah dan Dia tampak makin curiga dengan tatapannya itu.


Lucius meski sangat takut dia juga di sini memberanikan dirinya di tatap Oleh sekelompok Bajingan menyiksanya ini.


“Saya hanya mencoba berani, bukan berarti saya cukup berani melihat apa yang terjadi, saya bahkan sangat takut tetapi ketika saya melihat tifak ada siapapun yang berani berjalan keluar saya hanya lebih memilih setidaknya mencari tahu apa yang terjadi ketimbang saya menunggu untuk mati” jawabannya Tegas dan Viladine nampak sedikit tersentak dan menatap lagi.


“Anda Memiliki Keberanian yang hebat Tn. Lucius” ungkap Ksatria di samping Viladine yaitu Wakil Ksatria yang tampan,sedikit muda dengan Wajah tampan, mata Coklat nya dengan pedang Putih perak di pinggang.


“Saya berterimakasih Atas Pujian Anda Tuan K..?” Sebelum sempat melanjutkan Lucius berhenti karna terdiam tidak tahu nama Pria di depannya itu.


“Tn. Hary, saya adalah Hary Wilfret” kata Hary dengan senyum.


“Baiklah terimakasih Tn. Hary, Anda bisa terus bertanya dan saya akan menjawab, tentu saja Anda bebas menggunakan Cara Apapun mencari tahu apa yang terjadi selama itu tidak menyakiti dan Membunuh saya” meski Lucius tahu di dunia ini terdapat Kekuatan ajaib seperti Berkah dia juga tidak tahu seperti apa Berkah itu secara keseluruhannya jadi dia hanya bisa pasrah menunggu Hasil dari Pemeriksaan itu yang merepotkan.


Viladine di depan Lucius menatap Lucius dan seperti membuka Sarung ajaib dengan aneh Tali yang mengikat Lucius terbuka.


“Oh?….” Lucius terkaget menatap tali Ikatannya di Buka dengan cepat seperti itu dan dia masih menatap dengan Bingung.


“Apakah sesi Pertanyaan sudah berakhir?” Tanya Lucius.


“Sudah, kau bisa pergi, Anda akan di temani Hary dalam Perjalanan Anda, ketika saya membutuhkan Anda saya harap Anda bisa datang ke sini dan memberikan Jawaban Anda Tn. Musisi” tegas Viladine.

__ADS_1


“Itu bukan masalah besar, saya akan senang membantu untuk menangkap Para pendosa itu karna saya juga sangat menyesal Bahwa di Konser pertama saya harus terjadi hal seperti ini.” Tegas Lucius.


“Anda Memiliki Keberanian yang Hebat, saya Harap kita dapat bertemu lagi” viladine menatap senyum kecil ke Lucius dan Lucius merasa sedikut aneh hanya membalas senyum dan menunduk lalu pergi meninggalkan ruang gelap.


“Mari ikut bersama saya” berjalan di Penjara yang mengerikan Lucius terus berjalan bersama Hary dengan tenang dan nyaman.


“Jangan Lihat kanan Kiri, itu akan sedikit menyeramkan” nadanya seakan bercanda dan Lucius sedikit tertawa dan mengangguk.


“Itu juga yang ku lakukan” jawab Lucius.


Berjalan tidak Jauh Mereka melihat beberapa anak Tangga Kecil dan Lucius berjalan menaiki anak Tangga itu bersama Hary dan sebuah Pintu menghalangi kecil terlihat.


Membuka Pintu kecil itu Lucius cukup kaget bahwa Melihat pemandangan Yang indah itu.


Karna tempat Lucius berada adalah di Tebing yang cukup jauh tetapi itu memperlihatkan Kota dengan indah dengan Kabut tebalnya.


“Tolong Jaga rahasia mu untuk tempat ini” senyum di wajah Hary muncul dan Lucius mengangguk.


Terkadang senyum bahkan terlihat mengerikan di wajahnya yang terlihat tampan itu.


“Dimana arah rumah mu?” Tanya Hary.


“Baiklah kau bisa memberi tahuku di sebelah mana letaknya nanti” menarik Lucius Hary menggendong Lucius dengan kedua tangannya di depannya dan dia Mulai berlari cepat melompat seperti orang Gila yang benar-benar tinggi.


Lompatannya cepat bahkan Mereka berlari sangat cepat.


Lucius melihat pemandangan Indah sekaligus Gila itu untuk pertama kalinya di Hidupnya itu.


“Sangat indah” tampak tidak bisa menyembunyikannya Lucius bergumam kecik dalam Keadaan masih terpesona.


“Hahaha, Anda sangat Lucu Lucius, indah ya?….. saya juga merasa memang indah” wajah hary terkadang sedikit sedih tetapi senyum masih terpasang di wajahnya.


“Maaf saya terlalu nora, saya tidak pernah Tahu bahwa Ada sesuatu seperti ini” tegas Lucius.


Hary mengangguk memahaminya dengan jelas.


Belum sampai 5 menit bahkan Lucius dan Haru telah sampai di distrik Timur dan Lucius dengan cepat menunjuk ke salah satu bangunan rumahnya itu dan Haru dengan cepat bergegas ke arah bangunan yang Lucius tunjuk.


Berhenti di anak Tangga Hitam yang rapuh dan Lesuh ,Lucius berdiri di anak tangga itu.

__ADS_1


“Terimakasih Telah Mengantarkan saya Tn. Hary, saya adalah Lelaki yang menjaga rahasia saya jadi Anda tidak perlu Khawatir.” Lucius tersenyum dan membungkuk rendah.


“Baiklah Lucius, semoga di saat Kita bertemu lagi itu adalah Titik yang baik .” Membalikkan Badan nya Hary dengan cepat hilang dan pergi seperti Bayangan yang aneh.


Lucius sedikit merasa lelah di Pundak nya bahkan di tubuh nya juga, karna Bahu nya juga sedikit sakit akibat efek dari Pertarungannya dengan Monster, Lucius masih tidak bisa menyangka Bahwa selama Hidupnya dia bisa bertemu dan Melawan Monster aneh.


Mengetuk Pintu pelan dia Merasa lelah menyerang Tubuhnya kembali dengan Intens.


Pintu yang di ketuk itu dengan Cepat terbuka dan Pemandangan Tedy yang Khawatir itu Muncul dan segera memeluk Lucius.


“Ah! Aku pikur kau akan di apa-apain bung!” Tegas Tedy.


“Hahaha, apa yang Kau Pikirkan Tedy, aku bahkan tak tahu apa yang kau maksud dengan di apa-apain” lucius hanya tersenyum masuk memeluk Tedy dengan lembut dan segera masuk ke kamarnya.


“Anda baik-baik saja Lucius? Konser Anda sungguh hebat! “ tegas Tedy yang bertanya lembut.


Lucius terdiam menaruh tubuhnya di ranjang yang lembut itu.


“Saya baik-baik saja, saya Cuma merasa lelah, terimakasih atas Pujian Anda Tedy, tapi sepertinya Konser itu tidak berjalan Cukup baik , saya Yakin kabar akibat penyerangan Para Bidah akan memenuhi Koran dan membuat Konser itu menjadi berita yang di tinggalkan.” Tegas Lucius yang cukup pesimis.


Meski Konsernya secara garis besar sangat hebat, tapi menurut Lucius kekacauan yang datang pasti akan jauh lebih menarik perhatian karna Grand duke sendiri tewas .


“Saya penasaran apakah duke selamat atau tidak?” Bergumam dalam hatinya Lucius hanya bisa menghela nafas dengan lemah.


“Maaf Tedy saya sangat lelah, saya akan tidur lebih dahulu.” Badan Lucius sangat berat dan Tubuhnya juga sangat lemah.


“Baiklah kau melakukaj hal hebat Bung, aku bahkan tak menyangka kau begitu berani! Istirahatlah dengan baik, saya tidak Ingin melihat Anda sakit di sini bung!” Menyodorkan tangannya Pelan lucius menepuk tangannya yang di kepal menjadi batu dan menepuk nya ke tangan Tedy.


“Selamat Tidur Lucius” kata Tedy.


“Selamat Malam Tedy” lucius menjawab lemah dan dengan cepat menutup matanya dengan pelan.


………


Ruang Gelap Jeruji besi.


“Uskup Agung? Apakah ada masalah?” Viladine sedikit shock melihat Antonion Berdiri di depannya dengan sangat serius bersama Anna dari Team Inquisitor.


“Mari Pergi Tn. Viladine, karna Situasi sekarang Cukup Darurat “ tegas Antonion yang tampak Khawatir.

__ADS_1


__ADS_2