
Duduk di malam hari yang Tenang Meski Lucius awalnya Begitu takut hampir menjadi runtinitas nya sekarang Untuk malam hari yang biasanya dia akan menutup jendela nya tetapi sekarang dia membukanya untuk membiarkan dirinya bisa dengan tenang duduk di balkon dan Menatap Kota.
Meski situasi ini bukanlah situasi yang aneh Tapi Lucius pada awalnya sangat takut tetapi dia mulai cukup terbiasa.
7 hari sudah terlewati semenjak Kejadian itu lucius masih bejerja dengan Normal pekerjaannya lamcar dan dia bahkan telah Mengirim naskahnya pagi ini.
Muridnya tekah berkembang dengan baik juga dan tidak ada masalah apapun selama ini.
Lucius tidak berpikir hal aneh tetapi dia tetap memikirkannya karna dia juga penasaran.
Meski 7 hari telah terlewati bagaimana dia bisa untuk tidak memikirkan apa yang terjadi.
Selain rasa penasarannya dengan Kekuatan semacam Berkat darah Lucius yang telah melihatnya sendiri bagaimana manusia bisa sangat kuat dan hebat telah membuktikannya Juga tentang Apa yang ada di dunia ini.
Selain itu Lucius juga telah memperlajadi beberapa hal tentang Monster yang ternyata sebenarnya ada di dunia ini.
Itu membuat Lucius makin kaget lagi karna monster seperti Goblin, Zombie , beberapa Serigala itu ternyata ada dan mereka bisa di temukan di tempat tempat yang rawan akan Monster seperti Hutan Gelap di Timur kota ini.
Meski dia belajar dari Buku Lucius memahami dengan baik penjelasan itu dan dia lebih kaget lagi karna itu di jelaskan dengan baik seperti ciri-ciri nya dan kelemahannya.
Tentu saja Untuk Mengalahkan Monster seperti itu Akan sangat sulit bagi seseorang yang bahkan belum pernah belajar bertarung.
Itu menjadi sangat menarik dan Lucius semakin penasaran lagi tentang dunia ini.
Jika Di dunia ini Elf, Kurcaci atau beberapa Ras lainnya ada dia sebenarnya penasaran seperti apa mereka.
“Mungkin….. mungkin mereka akan terlihat cukup cantik?” Menyeringai sendiri Lucius menjadi Cukup Fantasi dengan Pemikiran Gila nya.
Meski ini hanya Fantasinya jelas dia merasa Fantasinya Cukup Tidak senonoh dan Bahkan Cukup Buruk.
Meski begitu Lucius masih ingin membuktikannya dan membuat dirinya bahkan Ingin lebih dan Lebih lagi dalam Menjelajahi dunianya.
Rasa antusias nya selama ini tidak pernah sesemangat itu meski begitu ini juga cukup berbahaya.
Mempertimbangkan Ramuan untuk membangunkan Berkat Darah nya Lucius masih berharap karna ini Mungkin cara satu-satunya.
Jika dia setidaknya mempunyai Kekuatan Berkat dia akan tenang menjelajahi dunia apalagi jika dia bisa dengan Nyaman pergi tanpa khawatir akan bahaya.
Tentu saja itu hanya pikirannya karna ini Mungkin juga Bisa gagal .
__ADS_1
Dia tidak yakin apakah dia bisa membangunkan Berkat darah nya meski begitu jika dia Cukup beruntung setidaknya dia ingin mencoba nya karna dia juga begitu Ingin menjelajahi dunia ini
Mungkin Jika memikirkan Tedy Antara mengajaknya atau dia akan meninggalkannya di sini.
Meski ini jalan yang sulit di terima Tedy jika Lucius bisa memikirkannya dan terus menghubunginya dia juga akan tenang.
Tentu saja Lucius tidak akan meninggalkan Begitu saya Mungkin dengan Alasan Dia akan pergi mencari Inspirasi dan dia juga akan mengirimkan Duit melewati Surat untuk Tedy.
Banyak rencana di susun tapi Lucius masih penuh dengan Bimbang.
Melihat Duitnya yang Masih terkumpul sedikit Juga membuatnya harus mengumpulkan setidaknya beberapa Minggu Lagi untuk dia bisa membeli Ramuan Berkat.
Sedikit mengernyit Lucius merasa bahkan jalan panjang selalu Ada di depannya dengan Penun rintangan.
Setidaknya Untuk saat ini dia bisa menemukan Jalan Untuk mencari Uang dan mendapatkan uang dengan begini itu membuat Lucius cukup senang.
“Ya setidaknya akan menyenangkan Jika saya bisa terus mendapatkan Uang dari Musik, meski tidak banyak ini Bahkan Lebih besar dari beberapa Gaji biasa, jika Karya Moonlight tersebar luas dengan cepat …..bayaran atas Musik saya pasti akan sangat besar” merasa kemenangan dan duit akan datang dengan Mudah Lucius merasa itu cukup menyenangkan tetapi dia Juga merasa cukup sedih dengan Duit nya Karna mungkin itu akan Hilang dengan cepat lagi.
Tersenyum pahit Lucius dengan lembut menatap ke belakang nya melihat Bunyi aneh terdengar.
“??” Dengan Bingung dia terdiam melihat pelan apa yang sebenarnya terjadi di sana.
Dia sangat bingung apakah itu suara tedy?
Meski ini sudah tengah malam ini seharusnya menjadi Waktu di mana Tedy sudah Tidur karna dia membangun kebiasaan menatap langit dan Kota di malam hari Lucius merasa aneh bahwa dia mendengar sesuatu
Berdiri dari Balkon dan tempat duduknya Lucius masuk ke Ruang Aula yang besar di lantai dua yang menjadi tempat Istirahat dengan bebas itu dan tempat banyaknya rak buku.
“Di mana suara itu?” Berusaha mencari tahu beberapa denyitan dan beberapa Suara seakan akan Botol dan air mengalir terdengar.
Lucius dengan pelan Terus mencari dia tidak menemukan nya di lantai dua jadi Lucius mencoba untuk naik ke lantai 3 dimana Tedy tidur di sana.
Menaik dengan pelan Lucius memanggil Tedy dengan lembut mencari dimana Tedy berada.
“Tedy?… apakah Anda di sana?” Tanya Lucius.
Dia naik tangga kecil dengan Pelan dan mendapatkan dirinya telah sampai pada anak tangga terakhir.
“Huft…..” meski cukup menegangkan Lucius terus bergerak dan melangkah dengan tenang.
__ADS_1
Melihat kamar yang besar dan beberapa jendela yang menghadap ke atas di bawa Sinar Bulan yang tenang Lucius hanya menyaksikan Kegelapan di sini.
Dia berusaha dengan tenang melihat dan mencari titik lampu di nyalakan.
“Tedy?” Seakan Merasa bahwa dia melihat seseorang yang duduk Lucius memanggilnya dengan Pelan.
Penglihatannya masih gelap tapi Lucius bisa merasakan bahwa di depannya dia meluhat seseorang dengan jelas.
Berusaha tenang Lucius mengernyitkan pelan Hidung nya dan Dia Menarik penarik Lampu kecil yang menerangi Kamar di Lantai tiga ini.
Kegelapan itu dengan cepat Hilang dan Tatapan Lucius dengan lembut menatap Ke Tedy yang duduk di depannya itu di ranjang yang cukup besar.
“Tedy? Kenapa kau bangun? Apakah Anda Tadi pergi di Toilet?” Tanya Lucius yang masih tidak menyaksikan wajah Tedy karna dia menghadap ke arah sebaliknya dimana tatapan Luciu mengarah ke arahnya.
“Tedy?” Lucius masih merasa aneh dia cukup hati-hati tetapi dengan tenang mendekat.
“Apakah ada yang salah?” Lucius berpikir di dalam hatinya dengan lembut menatap Tedy yang rasanya tidak ada yang aneh.
“Hey tedy?” Lucius masih dengan lembut Memanggil Tedy yang aneh.
Merasa Tedy seperti melakukan hal yang belum pernah dia lakukan Lucius jadi berpikir apakah Tedy mengalami Gangguan Pendengaran atau Shock parah karna kejadian konser.
Meski begitu ini aneh jika itu terjadi sekarang yang bahkan telah 7 hari berlalu.
Mendekat dengan lebih cepat lucius membalikkan Badan Tedy yang memegang di bahu dan menarik bahu nya itu.
“Tedy?” Melihat Tedy yang tampak Pusing dan baik-baik saja itu Tedy dengan aneh bangun dan menatap Lucius.
“E-eh? Lucius?” Tanya Tedy dengan aneh.
“Apa yang kau lakukan? Aku mendengar Suara jadi ku Kira itu dari mu Tedy” tegas Lucius sembari merasa ada yang janggal.
Tedy terdiam tanpa mengetahui apapun dia bahkan lebih Bingung karna dia duduk dan bangun di sini.
“Maaf Lucius, saya tidak tahu, ketika saya bangun saya tiba-tiba melihat Anda dan saya cukup kaget dan kepala saya juga sangat Pusing” lucius memperhatikan Tedy yang memegang kepalanya itu dengan Runyam dan Lucius terdiam menghela sedikut nafasnya lalu menyeringai kecil.
“Baiklah maafkan saya, silahkan Lanjutkan tidur Anda” menatap Bongkana Kecil Cermin di depanya yang sedikit gelap itu Lucius hanya menyeringai dengan lebar tanpa kejelasan yang jelas.
Dia pergi meninggalkan tedy memastikan dia tidur kembali dan Mematikan Lampu kecil itu.
__ADS_1