Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 22: Konser (2)


__ADS_3

“Setelah Tn. Fellway saya akan maju, Anda harus menyiapkan dengan baik lucius” berbicara pelan menatap Muridnya yang terdiam itu.


“Saya Akan melakukan nya, saya harap Anda Bermain dengan Baik Tn. Hartpart” menatap dengan Gelisa Lucius menyemangati Tn. Hartpart juga yang tersenyum lembut kepadanya.


“Anda tidak perlu Khawatir, saya akan bermain dengan baik” dengan kepercayaan diri penuh tepuk tangan Berakhir dan Kali ini Tn. Hartpart yang akan segera maju.


Fellway yang berjalan ke belakang Panggung itu terlihat.


Wajah nya Terlihat sedikit tua Tetapi cukup Muda mungkin Usianya Berkisar 25-30 Tahun dan Mata Abu-abunya Terlihat sangat terang dan Begitu menawan.


Dia duduk dengan Tenang menyaksikan beberapa orang berdatangan ke arahnya dan memuji karyanya yang memukai.


Dia hanya tersenyum dengan sedikit rasa lelah dan tetap fokus.


Kali ini Tn. Hartpart maju dan Panggung besar itu Mulai memperlihatkan Tn. Hartpart berjalan.


Tn. Jilgo dan Tn. Leopard memandang Tn. Hartpart di lain sisi itu dengan Senyuman dan beberapa Kedipan kecil di mata Tn. Leopard.


Setelah berjalan Tn. Hartpart membungkuk dengan indah memperkenalkan dirinya dan Berjalan ke Piano besar.


Mengambil Nafas sejenak Lagu dengan Cepat di mainkan.


Musik pertama adalah Religius dan masih bertema sama Seperti beberapa musisi lainnya Tema Musik itu sedikir santai tetapi nyaman selain itu mengandung unsur Keagamaan Yang begitu Kuat dengan Perasaan Dewa yang terasa Begitu jelas seakan akan Memperhatikan lagu yang di Mainkan Tn. Hartpart sebelumnya.


Meski kesannya ini Musik Religius tetapi penambahan Perasaan-perasaan yang Kuat di tanam di Musik itu tetapi tidak menambahkan terlalu banyak penderitaan dan beban yang dalam, dan hanya beberapa Perasaan yang di aliri di musik itu.


Musik itu Terus melantukan Nada-nadanya Hingga 5 menit berikutnya dan berhenti.


Semuanya terdiam sesaat masih merasakan Derasnya perasaan yang ada di musik itu dan dengan cepat memberikan tepuk tangan meriah.


Duke tersenyum dan beberapa jarinya bergerak menepuk sofa-sofa di Tempat tangannya bersandar.


“Sangat bagus, nyaman dan Berkesan” membawa Komentar yang Dalam beberapa Bangsawan tercengang dan beberapa Lainnya juga setuju dengan Musik Tn. Hartpart.


Tidak melanjutkan Lagunya Tn. Hartpart berjalan pelan dan berbicara dengan keras.

__ADS_1


“Lagu kedua saya , Di buat dan Di Inspirasi Oleh Murid saya, Dia bernama Lucius Cromwell yang akan tampil di penampilan Terakhir, dan saya mendidikasikan Karya ini dengan Nama nya karna Dialah yang membawa Inspirasi besar saya dan membuka Wawasan Musik saya yang sempit, dia mengajarkan saya Sisi lain Musik yang indah dan dengan Ini Saya sangat Berterimakasih dengan Nya yang membuat Saya merasakan Kebahagiaan Menulis Musik yang Indah ini.” Berbalik Tn. Hartpart membuat beberapa bangsawan bertanya-tanya siapa itu Lucius Cromwell dan mengambil jeda 30 Detik Tuts Mulai kembali di Mainkan dengan Lantang dan membuat getaran yang Mencengangkan Hanya dalam Beberapa Tuts!


“A-apa!” Seluruh aula bergetar dan Musik di mainkan!


Kesan Pertama Untuk musik itu adalah Perasaan sedih menyiksa yang hampir membuat beberapa orang merasa Ingin memyerah.


Lagu itu benar-benar membuat Seluruh aula bergetar dengan keindahannya dan Perasaannya yang membuat orang -orang yang mendengarkan nya masuk Ke sebuah dunia yang di bangun dari beberapa Tuts-tuts itu!


Lucius di balik Panggung tersenyum menatap Keindahan Musik itu yang di mainkan.


Ratusan Bangsawan terhanyut dalam Musik dan bukan hanya itu bahkan Musisi-musisi yang telah bermain sangat menikmati Musik Tn. Hartpart yang indah itu.


Lucius tidak membantu banyak Untuk Musik kedua Tn. Hartpart tetapi Lucius bisa mengetahuinya Bahwa Tn. Hartpart adalah seorang Jenius musisi yang bahkan bisa membuat Musik seindah itu.


Setelah beberapa Bagian Penyesalan yang dalam itu berlarut bagian kedua musik itu hangat dan indah yang membawakan perasaan sejuk san tenang.


Keindahan itu lembut dan tenang tetapi sesekali membawa rintangan untuk mereka melanjutkan kehidupan.


Musik itu benar-benar kaya akan Perasaan yang di bawa dan Dunia di Musik itu terus berlanjut ke Bagian ketiga.


Itu tercampur aduk membawa beberapa Orang kearah Tiga perasaan yang mendominasi itu.


Meski Musik itu membawa Kebahagian di akhir tetapi rasa penyesalan masih terlonjak dalam Benak semua orang dan beberapa kesedihan tercampur di lagu itu meski tidak banyak.


Lagu itu dengan cepat berakhir ke bagian penutup yang begitu mengejutkan seolah mencapai sebuah ******* yang baik.


Dengan rasa gugup dan Lelah Tn. Hartpart bangun dan Menatap ratusan bangsawan yang terdiam dia benar-benar tidak bisa bekrata kata dan hanya bisa menangis lalu membungkuk dan pamit.


“Ini adalah hari yang indah” benak Tn. Hartpart yang meninggalkan banyak kesan di bangsawan yang Mulai serontak memberikan Tepuk tangan yang Sangat meriah itu ke Tn. Hartpart.


“Sungguh Berilian, Sepertinya Musisi Anda Memang Sangat Menarik Duke” ungkap Grand Duke yang sangat kaget dengan Kehebatan dan Kebrilianan Dari Karya Tn. Hartpart.


“Sungguh menarik, apakah benar Memang Muridnya yang membantu nya? Saya penasaran seperti apa Muridnya” tanya Grand Duke yang membuat wajah penasaran dan memegang dagunya sembari menaruh salah tahu kakinya di Kaki lainnya.


“Benar ini menarik, Saya berpikir dia pasti akan Sangat menarik, saya Melihat Profil nya sebentar tadi dan saya Melihat dia adalah Musisi termuda yang Masuk ke aula Flizo di bawah Umur 20 Tahun!”Ucap Duke dengan wajah yang sangat penuh ketertarikan itu.

__ADS_1


“Sangat di sayangkan Istri saya Pergi Dinas ke Kerajaan lain, Saya sangat berharap dia menyaksikan Konser ini.” Menatap kecewa Grand Duke hanya bisa mendesah dan memperhatikan Panggung kembali di Mana Penampilan Terakhir akan di Mulai.


“Sebelum masuk ke Penampilan Terakhir Kita akan Menunda 5 Menit sebelum melanjutkannya” Ucap seseorang Petugas yang membawa Acara Konser ini dan masuk ke Belakang Panggung.


Berjalan ke Belakang Pembawa Acara itu menatap Lucius Cromwell Yang terdiam itu.


“Anda harus bersiap pemuda,Tampilkan yang terbaik” ucap Pembawa Acara itu yang mengambil Sebotol air kecil dan meminum nya dengan lambat.


Beberapa bangsawan menanti dengan penasaran dan antusiasi tetapi menunggu dengan santai di Sela Istirahat sejenak itu.


“Lucius lakukan yang terbaik” Ucap Tn. Hartpart yang tersenyum ke lucius dan Berdiri di belakang nya.


“Permainan Anda sangat bagus Tn. Hartpart Dan saya merasa aneh jika Anda Menulis Lagu itu dengan Nama saya.” Ucap Lucius yang tersenyum pahit tidak bisa berkata Apa-apa lagi.


“Ini adalah Karya Anda Lucius, dan Anda Pantas mendapatkannya Karna Anda Adalah Musisi yang Hebat.” Tersenyum tipis Tn. Hartpart lalu pergi kembali duduk Melihat Petugas Pembawa Acara Sudah Kembali ke atas panggung


“Majulah Lucius” ungkap Tn. Hartpart dan Lucius dengan penuh percaya dirinya menunggu pelan hingga namanya Di sebut.


…….


“Apakah Itu Teman mu yang akan Muncul di Permainan Terakhir?” Tanya Earl Grayson Ke Putrinya Charline.


“Ya, dia adalah Seorang Jenius hebat, dia Dapat memahami Pembelajaran selama satu bulan dengan baik bahkan Bisa naik ke atas Panggung di usianya yang Hanya 17 Tahun” ungkap Charline yang duduk dengan serius dan menunggu


“Saya melihat, Anda sangat jarang memuji Orang, Apakah Anda Tertarik dengannya Putri ku?” Tanya Earl Grayson.


“A-apa yang ayah bicarakan! Saya Hanya penasaran dengan Musiknya!” Ungkap Charline dengan malunya itu lalu membalikkan wajahnya menatap ke atas Panggung yang megah.


“Dia masih Sangat Malu seperti Diri mu” menatap Istrinya yang cantik itu mereka membuat dunia terasa milik mereka berdua itu dan Charline hanya Bisa menunggu Hingga akhirnya Lucius di panggil.


Di sisi Panggung Lucius berjalan menaiki Platform nya dan menatap para Bangsawan.


Meski Tidak bisa berbuat banyak dia Berusaha Melakukan secara solan membukuk kepada para bangsawan.


“Nama saya Lucius Cromwell saya akan Memainkan Musik terakhir di Konser ini dengan Total Dua lagu, Lagu pertama saya Berjudul Hopeless ,lalu Lagu Kedua Saya Berjudul My Soul Dan saya adalah Murid Dari Mr. Hartpart , Saya sangat Bangga Bisa Berdiri di Aula ini dan saya Harap Anda Semua menikmati Musik saya” Berjalan Pelan Ke Platform Tinggi , Lucius Duduk Di Sebuah bangku Kecil Grand Piano Coklat Kayu itu terlihat dengan Baik dengan Sangat bersih dan Rapih.

__ADS_1


Menaruh kedua tangannya di Tuts Demi Tuts dia tidak langsung memainkan Lagunya.


__ADS_2