Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 5: Belajar Musik


__ADS_3

Mengambil nafas yang dalam Lucius duduk di Tempat tidurnya itu merasakan hari yang dia lakukan ini seperti mimpi.


Mulai mengambil pekerjaan, menjadi murid musisi dan Mulai beradaptasi pelan-pelan di dunia yang gila ini.


Dia membayangkan akan seperti apa nantinya tapi dia sendiri juga bingung .


Itu benar-benar hari yang Melelahkan untuk Lucius dan dia malam yang tenang ini dia menatap Tedy yang masuk membuka Pintu itu.


“Kau datang sedikit telat Tedy” Sorak Lucius yang Khawatir.


“Ada sedikit pekerjaan Tambahan dengan Bonus Kecil Lucius” jawab Tedy yang tersenyum dan menaruh dua roti dan 2 air putih di depannya.


“Bagaimana pekerjaan mu Lucius?” Tanya tedy, keseharian mereka memakan roti adalah hal yang Umum untuk menjaga Kestabilan keuangan mereka, meski ini makanan yang sangat sedikit tapi untuk mengisi sebuah perut sudah lebih dari cukup bagi Orang-orang di sini.


Lucius awalnya Bingung tapi dia mulai terbiasa, makanan di dunia ini mahal dan benar benar banyak sekali hal-hal yang mahal.


Untuk menjaga dan tetap membiarkan mereka stabil dan bisa terus membayar Apartemen sewaan ini, mereka harus berusaha keras agar tidak Gagal membayar nya.


Karna Seperti Yang Lucius dengar dari Tedy, rumah yang murah sangat sedikit bahkan meski itu apartemen kecil seperti yang mereka tempati, itu bahkan jauh lebih mahal dari yang sekarang mereka tempati.


Ngomong-ngomong harga sewa di sini sebenarnya cukup mahal untuk benar-benar bisa di bayar oleh mereka, tetapi karna keuangan mereka di gabung, itu benar-benar dapat di selesaikan dengan baik meski itu hanya menyisihkan setiap Uang dari tabungan mereka.


Harga sewa Apartemen ini adalah 11 Perunggu atau Bronz dengan 5 Silver atau perak.


Gaji Tedy sebenarnya cukup kecil hanya berkisar 7 Bronz dan 15 Silver.


Karna Lucius telah menganggur cukup lama Tedy berusaha lebih keras lagi Hingga dia mampu membayar Apartemen ini meski cukup susah.


Luciys memahami itu dan dia dengan tenang memegang Pundak Tedy yang duduk lelah.


“Lucius?” Tanya tedy aneh, “ kau tak perlu memaksakan dirimu lagi, Aku telah mendapatkan pekerjaan dan Aku bahkan di angkat menjadi Murid nya dan di ajarkan Cara bermain Piano!” Tegas Lucius yang tersenyum.


Meski keterikatan darah mereka kurang dan Lucius sendiri berasal dari dunia lain, tetapi Baginya Tedy benar-benar seperti keluarga selama 7 hari terakhir di masa-masa terpuruk nya.


“Apa! Kau serius Lucius?” Tanya Tedy yang kaget.


Lucius mengangguk dengan senyuman lebar memeluk Tedy dengan erat.


“Gaji ku cukup besar Dan Aku juga akan belajar musik! Aku pasti akan berusaha keras tedy untuk menjadi Musisi yang hebat untuk Anda dan Guru saya!” Tegas Lucius dengan senyumannya .


“Kau membuat ku terharus Lucius, aku harap kau hanya bisa bekerja dengan baik dan Memiliki Bakat yang baik Untuk bisa bersaing di Dunia musik!” Tegas Tedy yang tersenyum menatap Lucius dan terus mengelus pundak lucius .


Setelah beberapa pelukan Lucius dan Tedy saling berbincang dan Lucius juga membicarakan tentang bagaimana Haru-harinya dan berapa upah yang dia dapatkan.

__ADS_1


Itu malam yang cukup Menyenangkan Hingga akhirnya mereka tertidur dengan lelap Di Malam Yang Begitu Sunyi itu.


……..


“Pagi Tn. Hartpart” sapa Lucius mengetok pintu Rumah Tn. Hartpart.


Sudah 7 hari dia bekerja dan belajar Piano secara bersamaan, Lucius bisa memahami sedikit apa dan Genre apa yang terjadi di dunia ini.


Meski dia tidak bisa membaca Lucius memahami pelan belajar Piano dan Tn. Hartpart juga menjelaskan Buku sejarah Musik dengan baik.


Meski kesannya Lucius bekerja tetapi ini seperti dia belajar Piano ketimbang kerja.


Sesekali Tn. Hartpart juga diam merenung di atas kertas Yang bertuliskan Simfoni-simfoni nya.


Ini tahun 575 Berdasarkan Kalender Elera dan sekarang masih di bulan pertama di tahun yang baru.


Lucius sesekali memencet tuts Keyboard untuk belajar dan ketika saatnya Tn. Hartpart berfokus dia mendengarkan sedikit pendapat Tn. Harpart dan membagikan isi pemikirannya.


Lucius tidak membaginya dengan benar tetapi dia menyampaikan dengan kasar seperti apa Hal yang ingin dia sampaikan dan berikan nasihat untuk Nada nada Musik selanjutnya.


Lucius tahu betapa beratnya untuk seseorang membuat sebuah lagu yang baik terutama dengan banyaknya tekanan yang dia dapatkan dan beberapa Pikiran apakah ini akan sukses atau tidak.


Lucius tidak tahu kenapa dan Mengapa Tn. Hartpart begitu berusaha dengan keras membuat beberapa musik nya dengan baik tetapu dia tahu bahwa Tn. Hartpart berjuang dengan keras.


Setelah latihan berulang dan Lucius membersihkan dan merapikan Rumah Tn. Hartpart sekarang Lucius diam dan berdiri di samping Tn. Hartpart yang memegang kertas nya itu.


“Tuan, bolehkan aku tahu untuk apa Anda berusaha dengan keras Membuat Musik dengan baik? “ tanya Lucius.


Tersontak diam, Tn. Hartpart memandang Lucius dan tersenyum.


“Apa kau Ingat Aula Flizo yang pernah Ku ceritakan Lucius?” Tanga Tn. Hartpart.


“Ya aku ingat tuan” tegas Lucius yang mengangguk Dalam ingatannya yang dengan jelas berusaha menampung dan Mengingat Semuanya.


“Dalam 2 Bulan Para Musisi dapat memberikan kiriman Lagu mereka dan Pilihan yang bagus akan Di Pilih Untuk tampil di Aula Flizo di hadapan Duke dan Grand Duke serta bangsawan lainnya” tegas Tn. Hartpart.


“Ini adalah keinginan terbesar saya Lucius dan saya harap saya bisa tampil di Aula Flizo” tegas Tn. Hartpart itu yang sedikit membuat wajah sedih tetaoi juga penuh tekat.


“Saya melihat, Anda pasti dapat melakukannya Tuan, aku menyaksikan Simfoni yang Anda buat dan itu sangat bagus” tegas Lucius.


Total lagu yang di Buat Tn. Hartpart terdapat 3 buah lagu dan hanya satu lagu yang telah selesai dengan Final.


Dua lagu lainnya masih di perbaiki dan mencari Inspirasi baru.

__ADS_1


Jujur saja 2 bulan itu waktu yang sedikit pastinya untuk memikirkan bagaimana lagu yang dapat di buat dengan baik.


Lucius juga memahami bahwa di dunia ini Genre lagu mereka bertema religius dan Hanya itu yang biasanya mereka lakukan.


Ini terlalu Minim dan perkembangan Musik di dunia ini memang belum semaju di dunia Lucius sebelumnya.


meski begitu Penggemar Musik sangat banyak dan Mendengar dari cerita yang di beritahu Tn. Hartpart, lucius tahu bahwa menjadi Musisi terkenal benar-benar bisa Dapat Terkenal di seluruh dunia.


Aula Flizo bukanlah Aula Terkemuka di Mana Banyaknya Musisi Ingin tampil, karna Tn. Hartpart juga memberi tahu terdapat Kota Musik yang kehidupan di kota itu benar-benar sangat cocok Untuk Musisi, tetapi Tn. Hartpart juga memberi tahu bahwa Kehidupan dan Persaingan di sana sangat sulit dan Untuk bisa terkenal tidak perlu harus ke Kota itu.


Kota Musisi yang di jelaskan memang tempat yang baik, tapi itu adalah tempat yang baik untuk belajar dan mengambil pelajaran Musik, untuk bisa terkenal tidak Harus tampil di sana tetapi memang sangat banyak Musisi yang ingin Bisa tampil di kota yang kaya akan Musik itu.


Lucius yang mengambil nafas diam menatap Tn. Hartpart yang terus memandang Lagu nya itu yang masih kekurangan banyak gerakan dan banyak Kolom yang harus di isi.


“Tuan, bagaimana Jika tuan mencari Inspirasi dengan keluar dan berjalan di kota?” Ucap Lucius itu yang memandang dan memberikan sarannya ke Tn. Hartpart.


“Kau ada benarnya, Tidak baik untuk mengurung diri ketika kekurangan Inspirasi” Tegas Tn. Hartpart yang menghela Nafas dan merapikan Tumpukan kertas itu.


Mengambil jaket besar di gantungannya itu, Lucius dan Tn. Hartpart meninggalkan Lobby Lantai 2 dan Turun ke lantai 1 Untuk segera keluar.


Lucius berjalan di belakang Tn. Hartpart dan sesekali memberi saran untuk pergi dan berjalan di kota.


Hari itu Lucius habiskan dengan berjalan dan menikmati pemandangan Kota, Lucius cukup senang melihat kota yang indah itu dan Tn. Hartpart juga tampak senang melihat wajahnya yang tersenyum dengan ramah itu.


“Terimakasih Lucius, Aku Minta maaf Jika merepotkan mu” tegas Tn. Hartpart yang duduk itu di tengah kota bersama Lucius.


“Tuan, Anda Adalah Musisi yang hebat, bagaimana Jika tuan Mengganti Lagu Ketiga Tuan Dengan musik yang lain” tegas Lucius itu yang sedikit tersenyum.


“Mengganti? Apa maksudnya itu?” Tanya Tn. Hartpart.


“Karna Tema lagu tuan adalah Religius bagaimana Jika menggantinya dengan sesuatu yang lain? Saya melihat bahwa Tuan baru menulis cukup sedikit di Lagu ketiga” dengan senyuman ramah Lucius menjelaskan itu meski secara ambigu untuk mengecohkan dan tidak memperlihatkan bahwa dia memahami dengan baik musik.


Dia menjelaskan genre dengan begitu ambigu nya dan menjelaskan seperti apa lagu yang ada di pikiran lucius


Dia tidak memberikan seperti apa nada dan Simfoni-simfoni itu tetapi dia hanya menjelas penggambaran lagunya itu untuk bisa melihat Lebih ke dalam hati yang dalam lagi.


Karna Religius berfokus pada Keagamaan dan Bertindak seperti lagu yang mengutarakan kepercayaan mereka kepada Tuhan.


“Apakah Itu dapat di lakukan? Aku Pikir lagu Hanya Ada dengan Kepercayaan Kita kepada Tuhan dan lagu inilah yang selalu di mainkan Di Seluruh dunia.” Tegas Bingung Tn. Hartpart meski dia tidak memahami dengan baik penjelasan Lucius tapi dia memahami bagian kecil dari Apa yang Lucius jelaskan.


“Saya tidak memahami nya dengan baik karna saya baru belajar Musik selama seminggu, tetapi saya Pikir Bahwa membuat Karya yang berbeda Akan jauh Lebih baik Tuan” jelas Lucius itu yabg berbicara tetapu dengan nada yang lembut dan Polos.


“Kau ada benarnya Lucius, Aku akan memikirkannya, mungkin Setelah Aku menyelesaikan Lagu kedua ku aku akan mempertimbangkan Saran mu” jawab Tn. Hartpart yang sedikit merenung dan memikirkan saran Lucius.

__ADS_1


“Anda dapat membuat karya Anda dengan pilihan Anda Tuan, saya hanya memberi saran sesuai dengan apa yang ada di Pikiran saya” tegas Lucius yang mengutarakan senyum lembut nya.


__ADS_2