Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 48: Manor


__ADS_3

Merapikan Pakaian dan Rambutnya Lucius berdiri di Depan Kaca besar di kamar Lantai Pertama dengan Jaz hitam kemeja putih nya yang indah .


Mata Biru nya bersinar terang dan Lekukan tubuh dan Badannya yang sekarang terlihat jauh lebih baik dan menjadi Terlihat Cukup tampan.


Lucius sedikit tersenyum mencoba memasang Ekspresi dan mengekspresikan perasannya yang terlihat tampak mengerikan dan melepas senyumnya lagi.


“Anda tersenyum sangat Buruk Lucius” itu datang dari Fillip hantu yang bahkan baru dia kenal belum 1 Minggu.


“Jadi apa urusan mu? Apakah kau sudah mendapatkan rahasia jiwa?” Setelah Lucius berdiakusi dengan Fillip dia mendiskusikan tentang rahasia jiwa dan mencari apa hal yang berkaitan dengan Jiwa,


Sayangnya waktu yang dia pakai selama sepuluh tahun tidak pernah dia coba Untuk mencari rahasia jiwa yang merupakan tujuan utama dari Buku itu dan Lucius terkadang berpikir apakah ada yang salah dengan Pemikiran dan Otak dari Fillip.


“Saya masih berusaha tapi saya tidak bisa terlalu banyak berusaha, sepertinya ini sangat sulit terutama karna saya juga tidak pernah bisa keluar dari rumah ini” ini juga menjadi alasan pertama dari pertanyaan Lucius juga kepada Fillip.


Jika Fillip bisa merasuki seseorang kenapa dia tidak merasuki dan mengambil tubuh orang?…..


Jujur saja Lucius juga cukup bingung tapi jawaban itu bahkan datang lebih cepat darinya setelah dia bertanya.


“Itu karna Setiap saya merasuki seseorang saya tidak akan pernah bisa berada di dalam Tubuh itu terlalu lama, jika saya lihat itu membutuhkan Kekuatan yang namanya Kekuatan Spiritual” itulah penjelasan dari Fillip dan Lucius cukup percaya karna dia merasa juga sangat aneh kenapa dia tidak mencoba mengambil tubuh seseorang.


Selain itu karna Ritual itu Fillip juga tidak pernah bisa keluar dari rumah nya dan terkunci jiwa nya di rumah ini seperti Jiwa penjaga rumah yang mengerikan.


Membayangkan itu Lucius sedikit merasa aneh tapi Juga merasa semakin tertarik untuk memecahkan lebih banyak Misteri itu.


“Baiklah kau tidak sebaiknya Menggangguku, Carilah Rahasia Jiwa lebih dalam dan Beri tahu kepadaku” karna Lucius menjadi satu-satunya orang yang bahkan Bisa melihat dan berbicara dengannya Fillip tidak pernah keberatan untuk membantu Lucius lagi pula dia membuat kesepakatan jika Nantinya Lucius pasti akan Membantu Fillip keluar.


Tentu saja Lucius membuat kesepakatan itu dengan serius meski sekarang dia Hanya Manusia biasa dia berencana Untuk Membeli Ramuan di Awal Bulan berikutnya Untuk membangkitkan Kekuatan darahnya dengan begitu dia bisa mempunyai setidaknya kekuatan Spiritual untuk memahami dan mencari lebih dalam lagi mengenai banyak hal -Hal misterius


Merapikan keras dan Jaz nya Lucius menatap wajahnya sekali lagi dan berjalan.


Lucius meninggalkan Fillip yang tampak Geli dan sedikit merinding itu lalu dia pergi dengan cepat ke Distrik bangsawan.


……


Lucius berdiri di hadapan Manor besar Berwarna Putih cerah dengan beberapa Lampu terang dengan taman besar yang di hiasi banyak Lampu beserta beberapa air mancur dan lingkaran Melingkar di depan Manor itu.

__ADS_1


Rumput besar dan tanah yang Luas juga terlihat di rumah ini yang tampak besar.


Lucius berjalan melihat Pelayan berdiri di depan Pintu dengan tenang.


“Selamat Malam tuan.” Sapa Pelayan itu.


“Malam, Saya Lucius Cromwell Dimana duke?” Tanya Lucius lembut.


“Duke berada di dalam Sedang menyapa beberapa bangsawan lainnya, silahkan Masuk” di tuntun oleh Pelayan itu Luciua dengan tenang masuk melihat aula yang megah , karpet merah, Lampu besar dan bahkan Tangga indah yang melingkar.


Beberapa Meja juga terlihat beserta cemilan dan makanan seperti Kue, air yang tampak cukup aneh berwarna Oren pekat dan beberapa hal lain seperti buah-buahan.


Lucius tersenyum memandang beberapa bangsawan yang menatap nya dan dia melihat Wajah yang terlihat Begitu indah di depannya itu.


“Anda Lucius bukan?” Sapa Orang di depannya itu yang bersemangat.


Rambut Pirang pria itu dengan sedikut kerutan dan Wajah yang tampak seperti Ksatria sejati dan wajah yang tampan itu.


Lucius tersenyjm dengan ramah mengingat Sedikit Informasi yang dia dapat dari Asosiasi.


“Saya sangat senang Anda menerimanya Lucius, saya Sangat menyesal tidak datang ketika Konser di Aula Flizo, saya mendengarkan Musik Anda dari beberapa Kenalan saya dan Juga berita yang menyebar itu dengan cepat.”


“Saya sangat senang Anda Menyukai Musik saya Duke” lucius masuh tersenyum berusaha berbicara dengan baik menghilangkan sedikit ketegangannya.


“Fufufu, Anda sangat tegang ya?…. Tenanglah Ini adalah Pesta saya, Kebetulan Anak saya di sini Akan Ulang tahun dan karena itu saya mengundang Anda Untuk bermain sebagai Hadiah untuk anak saya, dia menyukai sekali Musik Anda Lucius.” Duke tampak cukup senang dia selalu tersenyum dengan hangat memberikan Penjelasan yang mendetail.


Lucius hanya bisa mendengarkan dengan seksama tidak berusaha menghindar hingga dua akhirnya berhenti dan pergi meninggalkannya untuk menyapa beberapa bangsawan lain.


“Fuh….. betapa Besarnya” manor ini sangat besar dan Lucius tidak bisa bilang bahwa ini adalah Manor yang buruk.


Sangat jelas bahwa Manor ini sangat hebat melihat kebersihannya dan bahkan Dekorasi dan Perabotan di manor ini yang mewah .


Mulai dari Lampu, Kaca, Karpet bahkan Lukisan-lukisan yang indah itu juga terlihat sangat hebat.


Lucius berjalan ke meja Dengan banyak ya mata bangsawan dan bangsawan yang berbicara.

__ADS_1


Dia mengambil Gelas Oren pekat itu dan berjalan dengan gelas di tangannya.


Karna dia telah melihat Cara berminum di pesta dengan baik untuk tampil elegan lucius tidak meminumnya dengan banyak dan hanya memunum sedikit untuk mencoba Rasa Minuman itu.


“Apakah ini akan menjadi rasa yang menjijikan?” Meminum dengan. Lembut cairan oren itu dengan cepat masuk Ke tenggorakannya dan seakan tenggorakan nya di aliri air yang sangat panas itu membuat tennggorokannya sedikit terasa panas tapi tidak menyakitkan.


Cairan itu dengan cepat turun dari tenggorokannya ke Tubuhnya dan perasaan yang sangat aneh seakan akan tubuh nya merasakan Tekanan aneh itu benar-benar terasa sangat aneh.


Itu membuat tubuhnya sesekali panas perutnya sesekali bergetar dan bahkan tenggorokannya merasakan perasaan yang sangat aneh.


“Sangat aneh, tapi juga enak” melihat rasa yang tidak begitu terasa minuman itu membuat perasaan aneh tapi juga membawa beberapan peraan manis yang aneh entah itu perasaan apa yang tidak bisa di jelaskan.


“Mungkin ini rasa jeruk” hanya menebak Lucius memandang Botol di tangannya yang dia pegang dengan lembut.


“Guru?” Suara yang akrab terdengar.


Orliana terlihat mengenakan Gaun indah berwarna Hitam transparan yang tampak sangat elegan dengan beberapa hiasan dan anting nya itu.


“Oh….. Anda datamg, Dimana yang lain?apakah Anda datang sendiri?” Lucius sedikit mengerutkan kening dan mendengus dengan aneh tetapi dia tersenyum ramah ke Orliana yang tampil sangat elegan dan cantik.


Mengingat Umurnya yang tidak berbeda jauh dari Orliana itu membawa kesan aneh sedikit ke Pemikiran Lucius tetapi dia hanya tersenyum mengingat sebelumnya dia memanggil Lucius guru.


“Tidak saya bersama ayah saya dia sedang berbicara dengan Beberapa bangsawan lainnya, sedangkan Untuk Yang lain sepertinya Belum datang” ungkap orliana yang tampan serius.


Lucius terdiam laku memegang dagungnya dengan lembut.


“Tidak apa-apa Lagi Pula Pesta belum di mulai” lucius tidak menjawab banyak tetapi hanya memberikan sedikit tanggapannya dan menatap ke aula yang besar.


“Apakah Guru tidak keberatan membahas tentang Musik saya?” Tanya Orliana.


Lucius terdiam lalu menoleh.” Tidak masalah Anda bisa berdiskusi dengan saya” lucius tidak menolak mengingat dia hanya bjsa diam tanpa banyak yang berbicara ke arahnya jadi dia menerima dengan senang hati tawaran yang begitu saja datang terutama Karna Orliana juga adalah Muridnya lucius menjadi memiliki tanggung jawab yang dalam terhadap nya .


Berdiskusi dan menghabiskan waktu nya itu Lucius terus menjawab membagi pendapatnya dengan Orliana itu yang tampak senang dan sesekali tersenyum tetapi serius


“Guru ini sudah di Mulai lihat itu!” Berbicara serius Orliana menunjuk ke Tangga melingkar dan Sepasang mata Indah wajah cantik terlihat

__ADS_1


__ADS_2