Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 39:Pekerjaan Yang Menumpuk


__ADS_3

“Yuri, ini Mr. Lucius, Anda Bisa membawanya Ke ruangannya” ucap Tn. Jilgo sembari menyerhakan Kunci Kantor.


“Dan juga Yuri, Anda nanti Bawakan beberapa Dokumen penting dan Anda harus memilihnya nanti Lucius karna itu adalah Pekerjaan Anda.” Lucius mengangguk dan berbalik.


“Oh ya, Kantor Anda Sekarang Juga bersebelahan Dengan Guru Anda, Jika Anda Ingin Menyapanya Anda bisa melihatnya di sana,” lanjut tn. Jilgo yang tersenyum.


“Baiklah Tn. Jilgo terimakasih, apakah ada tambahan?” Tanga Lucius, lucius merasa harus menanyakannya atau dia mungkin akan berbalik dan di panggil lagi dengan tambahan.


Mendapatkan jawaban ‘Tidak’ Lucius segera di bawah Oleh Yuri yang tampak cantik berusia 25 Tahun dengan rambut Pirang dan Nata Hitam legam.


Setelah berjalan di Lorong panjang Lucius melihat Pintu dengan papan Namanya dan 5 langkah dari tempatnya bersebelahan dengan Gurunya Tn. Hartpart


Lucius melihat Yuri berhenti di Pintu Kantor yang berplat namanya itu dan menghadap ke Lucius.


“Apakah Anda Ingin Ke ruang Guru Anda dulu Mr. Lucius?” Tanga Yuri.


“Jangan Panggil ku seperti itu, cukup Lucius, saya ingin masuk ke kantor saya terlebih dahulu, biarkan saya nanti pergi ke sana sendiri” jawab Tulus lucius dengan nada pelan.


Yuri mengangguk cepat dan membuka pintu Kantornya


Seketika kantor coklat legam dengan meja Kayu dan Bangku besar serta beberapa Buku terlihat.


Kantor cukup rapih hanya menyisahkan beberapa debu yang kotor.


Pena Bulu , lampu bohlam kecil dan Juga beberapa Rak di Meja terlihat.


Lucius masuk dengan perasaan senang sekaligus tidak menyangka


Meski ruangan Kantornya kecil mungkin hampir Mirip seperti ruang Presdir Lucius Harus berkata bahwa ini adalah yang terbaik.


Sejenak bahkan dia Lupa tentang apa yang Terjadi di malam hari itu dan melupakan semuanya dengan Hadiah Uang yang sangat banyak serta Kantor Gratis


Lucius benar-benar senang sekaligus bangga tetapi Juga cukup Bingung harus berkata apa lagi.


Masih dalam keadaan Diam Yuri menantikan Jawaban dari Lucius dan lucius yang masih terpukau menatap malu dan berdehem sebentar lalu berbicara.


“Hm…. Maaf ini pertama kalinya saya mendapatkan Kantor milik saya, Anda bisa segera kembali dan membawa beberapa dokumen-Dokumen penting ke Meja saya, cukup Tumpuk dokumen yang penting dan Buang dokumen yang tidak cukup penting” tegas Lucius.


Sebelum berjalan Yuri bertanya lagi dengan serius ke Lucius.


“Maaf Pak, bagaimana Membedakan Dokumen penting dan tidak penting?” Tanya Yuri

__ADS_1


“Selama Surat dan dokumen itu hanya Berisi Ucapan selamat maka Itu bisa di buang, selain itu bawa beberapa dokumen yang hanya menawarkan pekerjaan selain pekerjaan saya menolak semua dokumen.” Tegas Lucius yang nampak serius seakan-akan dia berubah menjadi Orang Kantor yang cukup Giat.


“Baik , saya akan Membawanya Lucius” yuri tersenyum berbalik dan menutup Kantor lucius.


Lucius hanya terdiam dan Duduk di meja kantor itu


“Ini benar-benar terasa seperti Mimpi yang aneh.”


……..


“Sial sebanyak ini?” Lucius terdiam, sekarang dia memahami kenapa banyak Orang yang bekerja di Kantor terlalu stres dan sering menggunakan Kacamata.


“Mungkin ada Baiknya nanti saya membeli kacamata” bercanda pelan dia membaca Surat satu persatu.


Surat pertama datang dari beberapa bangsawan.


Itu berisi seperti Ucapan dan ketertarikan mereka terhadap Karya dan Musiknya.


Selain itu mereka juga mengundang Lucius untuk datang dan Bermain.


Tidak menarik.


Jujur saja Lucius tidak menyukai banyak pesta bangsawan dan beberapa hal seperti itu karna dia cukup membenci pesta dan bangsawan.


Sekarang pekerjaan nya sangat banyak karna Surat yang tebal dan banyaknya itu Lucius harus memilih pekerjaan mana yang Ingin dia ambil.


Tentu saja hal paling menarik adalah Pekerjaan yang menghasilkan duit .


Jika dia datang ke pesta dia hanya akan bermain tanpa mendapatkan duit tetapi Lucius bisa mengetahui bahwa dia bisa membuat Koneksi dengan Banyak bangsawan.


“Tetapi yang Ku cari sekarang adalah duit, jika Kata Charline benar dan membutuhkan Satu Gold untuk membangunkan Berkat dan mendapatkan Ramuan itu maka aku harus mendapatkannya” tentu saja itu tujuan utamanya.


Dengan membeli Ramuan seakan akan Butuh untuk Temannya dia harus Bisa mendapatkannya.


“Meski berbahaya Tetapi Ini adalah Jalan yang baik.” Lucius tahu bahwa ini akan berbahaya tetapi dia juga tidak bisa terus diam.


Meski Pekerjaannya baik Tujuannya tetap sama yaitu Pulang ke Dunia nya


“Huft……” mengambil nafas yang dalam Lucius menghembuskannya lagi dengan Raut wajah yang sedikit tertekan.


“Aku harus Memikirkan Seperti apa kedepannya sekarang” bergumam pelan dia mengambil kertas demi kertas yang banyak dan membacanya satu per-satu.

__ADS_1


………


“Siang Tn. Hartpart” sapa Lucius berjalan dengan tenang membawa satu Amplop kertas.


“Siang Lucius, apa yang Anda bawa?” Tanya Tn. Hartpart.


“Ini adalah Pekerjaan yang Ku ambil “ jawab Lucius pelan.


“Baiklah kau tahu aku cukup sibuk, tapi pekerjaan apa yang kau ambil lucius?” Tanya Tn. Hartpart dengan penasaran.


“Pekerjaan yang Mudah dengan Bayaran yang cukup besar” jawab Lucius senyum seperri Maniak Uang yang mengerikan.


“Itu adalah hal yang bagus bekerja di mana Anda?” Tanya Tn. Hartpart.


“Saya Bekerja Mengajar, karna Cukup banyak Bangsawan yang Ingin belajar saya membuka Kelas Belajar Musik dan Ini bahkan baru 2 bulan setelah saya belajar Musik, jadi ini cukup Gugup untuk saya.” Jawab Lucius tulus.


Karna ini juga pertama kalinya dia akan mengajar dia cukul kaku dan takut apakah dia dapat mengajar dengan baik.


Selain itu di sisi lain dia tidak takut dia salah tetapi dia hanya gugup karna ini pertama kalinya dia mengajar.


Selain itu Karna sangat banyak Yang Ingin masuk ke Kelas Musik nya Mungkin Lucius harus Menyewa Rumah yang cukup besar dengan Piano di Dalam rumah itu.


“Itu pekerjaan yang baik Anda tidak bisa ragu, saya yakin Anda dapat mengajarkan Murid Anda dengan baik Lucius, Anda bahkan telah belajar dengan baik bersama saya.” Ungkap Tn. Hartpart menepuk Bahu lucius dengan serius.


Lucius mengangguk berterimakasih dan keluar dari Kantor itu.


Dia berjalan di lorong panjang memberikan Surat itu ke Yuri untuk di kirimkan ke Nama-nama yang telah Lucius Catat di Amplop itu.


Setelah itu Lucius pergi dari Asosiasi Berjalan Tidak Cukup jauh Untuk pergi ke Pub.


…….


Bunyi Pintu Pub masih sangat sama yang terlihat rapuh tapi cujup berisik.


Beberapa orang duduk dengan Air putih dan beberaoa tampak Teler karna Mabuk.


Lucius di sisi lain berjalan dengan tenang melihat Tn. Jirgo tampak sangat baik.


“Lihat siapa yang Datang! Musisi kita datang!” Tn. Jirgo tampak sangat senang dan bahkan beberapa orang menatap Lucius


Mereka tampak cukup bangga juga dan bahkan menyapa lucius dengan baik.

__ADS_1


Lucius hanya mengayunkan tangannya menyapa beberapa orang yang bahkan dia tidak kenal.


“Kenapa kau tidak bilang pada ku bung? Aku bahkan tak pernah tahu kau Melakukan Konser Di Aula Flizo! Sial kau membuat ku iri! Musik mu sungguh bagus” mendengar itu Lucius Sedikit malu.


__ADS_2