Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 53: Waktu Yang Kabur


__ADS_3

Ketika Detik itu berganti dan Jarum jam panjang tepat berada di Pukul 12 dunia Lucius menjadi Kabur dia merasa waktu sangat dangkal dan semua hal menjadi sangat aneh.


Dia tidak mengerti mengapa tetapi Ketika dia menatap di tengah Kota dan berhenti di antara Bangunan bangunan Coklat legam Lucius metapa menara Jam yang sangat tinggi.


Kerika hendak Jarum detik mulai bergerak Semuanya menjadi Sangat tidak nyata dan tumpang tinding.


Waktunya menjadi sangat lambat dan jantung nya berdebar berpuluh-puluh kali cepat.


Lucius tidak bisa berhenti Berdetak dan Bahkan hanya dalam Waktu yang tifak bisa di hitung dengan jelas dia merasakan Jantungnya berdetak sangat cepat.


Apa ini?…


“Ada yang tidak beres”


Benar merasa ada yang tidak beres Lucius mengecek tubuhnya yang Kaku dan tidak bergerak dan dia bahkan meraba raba seakan akan waktu berhenti dan semuanya menjadi sangat tidak jelas dan kabur.


Apa apaan ini?….


Dia tidak paham Dan Lucius masih menatap lagi berusaha dengan jelas berpikir.


Dia jelas bisa berpikir tetapi kenapa tubuhnya kaku?….


Apa yang salah?


Ketika jarum jam mulai Bergerak itu Langsung berdetak ke 1 Detik dan Semuanya kembali normal.


Pada saat itu Peluru yang sangat cepat Muncul merusak Organnya dan Menembus perut bawah Lucius.


“Apa?” Secara tidak sadar Lucius melihat Peluru yang tertembus itu memegang perut bawahnya yang berlubang dan Penuh darah.


“Apa?…. Apa ini?….” Dia berpikir secara tidak jelas di mana pikirannya sangat kabur dia terjatuh dan menekan perut bawah nya dan melihat orang yang mengenakan Jubah tinggi besar dan topi hitam.


Dia sangat kabur dan menghilang sangat cepat dengan Revolver nya.


Lucius terjatuh di tanah dengan rasa sakit nya lalu mengeluarkan seteguk darah dari Mulut nya .

__ADS_1


Darah merah segar keluar dan matanya sangat kabur.


Tubuhnya dingin dan mati rasa tetapi juga sangat sakit….


Lucius merasakan Rasa sakit ketika dia mengingat Kekhawatirannya itu yang datang ketika dia berada di Toilet.


Ketika dia bermain piano.


Semuanya Muncul dan rasa tidak Ingin menyerahnya membara damam Hatinya yang rasanya terbakar oleh darah dan Gumpalan darah yang segar.


Lucius berdiri berjalan penuh darah itu melangkah demi langkah ke Rumah nya.


……..


“Putri, saya Telah memantaunya dan meninggalkan Pria itu ketika dia pergi keluar dari mansion tetapi tidak ada yang aneh” Oliver Muncul di situ dengan Pakaian bersih dan Pakain Gaun Ksatria nya yang indah.


Ketika mata nya menyipit dia melupakan sesuatu yang penting karna Kesenangannya dengan Pedang yang dia dapat lalu menyipitkan matanya dan Berpikir sembari memegang dan Menggaruk dagunya dengan lembut.


“Apakah kau melihat sesuatu yang Janggal Oliver?” Tanya Putri Riestine.


Riestine terdiam dan rambut perak nya dan Mata Ungu nya yang cerah itu masih Sangat tenang.


“Saya merasa ada yang aneh bisakah Anda memeriksanya kembali Oliver?” Restine berpikir dengan tenang dan menatap Oliver .


Oliver mengangguk dengan singkat dan pergi.


“Ada yang tidak beres…. Saya yakin…. Ketika ayah bilang bahwa Duke Misley tewas semuanya menjadi sangat kacau dan saya rasa itu bukan hanya Komplotan pemuja Sesat” merasa ada yang aneh dia hanya duduk tenang menyipitkan matanya dan berpikir secara menyeluruh.


“Mungkin ada Seseorang di balik ini semua….” Hendak berpikir dengan tenang dia masih terus menyipitkan mata dan memegang dagunya dengan keras


“Saya tidak bisa tahu siapa itu…..” menghela nafas dia menggosok pelipis nya dengan rasa kesal dan berbaring lelah di ranjang besar.


…….


“Hah… hah….” Jalan menjadi kabur dan suara lucius yang lemah itu terdengar.

__ADS_1


Malam yang tebal di ikuti kabut itu sangat gelap dan Matanya menjadi semakin lemah.


Tangannya yang menopang dan memegang dinding itu di penuhi darah tebal yang menempel di setiap dinding yang dia pegang.


Dia terus berjalan menuju rumah besarnya di Timur yang jaraknya tidak jauh darinya.


“Tedy….” Seakan akan semuanya menjadi sangat tidak masuk akal Lucius kehilangan semua Harapannya .


Ketika dia balik apa yang akan dia lakukan?…. Apakah dia akan mati?…. Apakah dia sudah mati setelah Sampai di Rumah?…..


Semua pikiran muncul ketika dia mengingat Bagian terakhir di mana Semua kekhawatirannya menjadi semakin tinggi.


“Sial! Sial! Sial! Br*ngs*k!” Suaranya sangat kencang dan lucius mengepalkan Tinju dan tangannya itu.


“Aku pasti akan membunuh kalian sial!” Merasa sangat marah dia terus berjalan dengan putus asa.


……


Distrik Timur .


“Fillip!”


“Fillip!


Berusaha memanggil dengan pelan suara Yang serak dan lemah itu di keluarkan Lucius.


“Fillip!” Memanggil lagi Lucius berusaha keras fokus .


Dia memegang pintu Hitam itu di depannya dan siapmembukanya tetapi Tubuhnya terlalu lemah.


Mengambil nafas yang dalam Pintu itu terbuka dengan keras dan tubuh lemah Lucius itu jatuh dan menatap Pemandangan Lantai pertama.


Matanya terbuka dengan lebar dan Lucius masih dengan pagah memegang Luka di perut nya itu.


Ketika dia hendak mengangkat kepalanya untuk bangun dia sedikit tersentak dan dengan cepat menjadi sangat marah.

__ADS_1


__ADS_2