
Di Jalan yang sangat Gelap Lucius masih terus bergerak melihat tidak ada apapun di sana.
Beberapa bau amis, darah, dan Bahkan Beberapa Kekacauan terus ada.
Beberapa sel Otak bahkan terlihat sangat menjijikan.
Lucius benar-benar tidak bisa berbuat apapun.
Dia terus menatap dengan Jijik, dan berjalan di kabut yang sangat tebal itu.
Salib peraknya terkadang Bersinar sangat terang tetapi Juga sangat panas Membuatnya merasa sesuatu yang aneh di telapak tangan nya.
“Saya …..saya menyesal Tetapi Sepertinya Tidak ada yang selamat di sini” berbicara sendiri dia terus melihat nya dan menyodorkan revolvernya untuk Berjaga-jaga jika situasi tidak terduga terjadi
“Apakah tidak ada kehidupan di sini?” Lucius bahkan bertanya Di mana banyak Rumah hancur apa yang dia lihat hanya beberapa barang yang hancur parah dan beberapa Busa dari Boneka yang rusak.
“Sungguh Mengerikan” melihatnya dengan mata kepalanya sendiri Lucius kali ini benar-benar paham bagaimana Dunia ini jelas sangat mengerikan.
Terus berjalan dia hampir berjalan lebih dari 3 menit tanpa tahu di mana dia berada.
Satu-satunya jalan yang terus dia ambil adalah Jalan Lurus yang sangat sepi itu.
“Duke? Grand duke?” Lucius berbicara sangat kencang memusatkan suaranya agar duke mendengarkannya Jika masih hidup
Dia terus berjalan melihat Sebuah Tempat yang tampak tidak Tertutup Kabur tebal itu.
Dia berlari mendekatinya di banyak jalan yang rusak dan Beberapa Puing itu.
Dia berjalan sangat sulit tetapi berusaha fokus menyeimbangkan Kekuatan dan Keseimbangannya dalam berjalan.
Beberapa jalanan sangat berbahaya karna beberapa benda taham juga mengancam nya jika dia tidak berhati-hati.
Saking berhati-hati nya Lucius berjalan sangat pelan di Mana banyak paku dan beberapa Material tajam lainnya.
Ketika dia sudah dekat dia berlari dengan sangat cepat dan melihat ke arah Tanah Kosong yang terluhat Hancur penuh Bebatuan dan Beberapa Tempat yang Gosong.
Ketika dia berjalan pelan penuh dengan Rasa Khawatir Lucius sangat Fokus memperhatikan sekitar yang tampaknya seperti Tempat pertempuran Yang kacau.
Dia berjalan menjaga Suara Langkah Kaki nya itu dengan pelan dan berjalan ke kabut lagi di depannya.
Dia melangkah melihat kabut seperti pemisah di antara tempat yang ingin dia Lihat
__ADS_1
Sebelum sempat menoleh dan berbalik melihat kedepannya Lucius melihat sesuatu yang menarik perhatiannya itu.
Itu adalah Baju Dari Grand duke yang terlihat jelas sangat hancur.
Dia tidak melihat mayat atau Darah tetapi dia berfokus kembali menoleh ke depannya.
Sejenak Pikirannya terhenti melihat pemandangan mengerikan di depannya.
Itu adalah Monster aneh seperti manusia dengan Kepala Hancur dan Mulut lebar.
Kaki nya kacau dan dia bahkan lebih mirip Zombie.
Dia memakan beberapa Bagian Tubuh Grand duke yang hancur! Bahkan Kepala nya Telah Copot dan hancur tepat di samping Monster itu
Tangannya gemetar dan Lucius memperhatikan lagi dengan detail monster itu.
Kepalanya benar-benar Kacau dan Tubuhnya Hitam kecoklatan bercampur Beberapa bintik hijau.
Dia sangat menjijikan Dan Lucius yang melihat itu dengan segera berusaha Menodongkan Revolvernya.
Tangannya gemetar, kaki nya kaku bahkan nafas nya terengah-engah
Satu Kesalahan akan membuatnya mati dan Untuk pertama kalinya dia melihat Makhluk yang menjijikan seperti itu.
“Anda harus fokus Lucius! Fokus!” Menghipnotis dirinya Lucius sangat fokus tetapi masih sangat Gugup.
Dia cepat mengarahkan revolvernya dengan Insting dan Juga perasaannya dia berusaha menargetkan Monster aneh itu. Tangannya masih sedikit gemetar tetapi tetap fokus menentukan jarak dan ketepatan Akurasi revolvernya.
Meski ini pertama kalinya dia melakukan Dan memegang Revolver Lucius cukup percaya diri dengan Tembakannya.
Bersiap pelan, dan mengambil nafas dia dengan ceoat menekan pelatuk kecil hitam nya itu.
Suara tembakan terdengar sangat kencang , peluru emas melintas sangat cepat berbeda dengan Peluru yang Lucius ketahui tetapi peluru itu seakan akan membuat ledakan yang Besar ketika mendekati targetnya.
Ledakan terdengar dan Lucius masih berusaha memperbaiki Posisi Revolvernya yang Terdorong sangat kencang Oleh tembakan nya itu.
Melihat dan membuka Matanya lebar-lebar kabut dan adap Putih menutupi Penglihatannya dan hanya kabut yang terus dia lihat.
Dia sedikit mundur 5 langkah dari tempatnnya dan bersiap kembalu dengan Revolvernya.
Dia masih diam dan tempat itu sangat sunyi.
__ADS_1
Terus berusaha fokus dia menekan Salib besar itu dan tangan Kanannya masih berusaha fokus dengan Revolver nya.
“Apakah dia mati?” Lucius bingung tetapi diam, dia masih belum berani untuk mendekat bahkan dua sangat ragu bahwa monster seperti itu akan mati dengan mudah.
Menjadi sangat ketat seperti seorang Ahli, Lucius benar-benar membuat dirinya terkesan seperti pemberantas Kejahatan yang Hebat seperti Di Film-Film Dunianya.
Dia masih Fokus tetapi Tubuhnya masuh cukup takut dan tidak tenang.
Pemandangan itu bukanlah hal manusiawi untuk di lihat manusia bahkan Monster itu juga terlihat sangat aneh, Lucius masih fokus tetapi dia ragu apakah dia harus tetap di sini atau kembali menyampaikan bahwa Grand duke telah mati.
Memikirkan Banyak hal lucius masih Fokus tetapi terus tenang dan tidak mengambil Langkah Bodoh.
Terus menunggu dan menunggu hingga 1 menit berlalu tanpa apapun yang terjadi.
Ketika Lucius cukup tenang menganggap semuanya Baik-baik saja Kabut seakan berjalan dengan aneh dan Monster itu keluar Kembali dari kabut lebat!
Kali ini tangannya sangat rapuh dan bahkan jelek, tubuh nya kehilangan Kulit-kulit nya dan Organ-organnya seakan terlihat sangat aneh itu jelas terlihat di mata Lucius
Jantung, hati, sel, dan beberapa bagian mengerikan lainnya terlihat
Bola Matanya sangat besar dan itu seperti di dorong ke depan dengan menjijikan.
Meski wajah nya sangat hancur mulut nya itu juga sangat besar dengan lidah yang terus menjulur keluar.
Tidak Sanggup menenangkan Dirinya Untuk Menarik Pelatuk Lucius memiluh menghindar daru terkamanan Cepat Monster aneh itu
Dia berusaha menghindar dengan melompat ke kiri dengan tumpuan Bahu kiri nya yang menjadi tempat Untuknya menahan Tubuhnya terjatuh.
Dia sangat cepat dan Bahunya sedikir merasa sangat sakit dan mati rasa tetapi berusaha tegap tenang.
Karna Salib besar itu menggantung di Tangan Kiri Lucius dia masih dengan jelas menggantung dengan Tali Perak kecil yang Indah itu menahan Salib yang cukup besar itu.
Salib itu memiliki Vertikal panjang dengan Horizontal yang kecil.
Itu masih terus bersinar dengan Lembut dan menerangi Lucius tetapi terasa cukup panas dengan ameh.
Lucius tetap Fokus menahan Panas di tangan Kiri nya yang sedikit mati rasa itu untuk fokus berlari kencang sembari melihat kebelakang Monster yang mengejarnya dengan cepat.
Karna Tubuhnya Hancur dan Kakinya sangat Rusak parah Jalan Monster dan Lari nya terkesan sanbat Buruk dan Cukup lambat meski begitu entah kenapa lucius merasa Monster itu seperti tidak memiliki Rasa sakit bahkan di tengah kaki nya yang hancur seperti itu dengan Kulit-kulit dan beberaoa Tulang yang retak dia masih terus berlari mengejar Lucius dengan Gila nya.
Lucius bahkan bertanya-tanya apakah sekte sesat dan Bidah itu adalah Monster atau semacamnya , karna Jika itu bukan Monster dia sangat penasaran Bagaimana Monster seperti itu ada di tengah Kota.
__ADS_1
Berlari sangat cepat Lucius bersiap menembakan Tembakan berikutnya di Revolvernya.