Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 11: Berusaha Fokus


__ADS_3

Di pagi yang cerah dan indah ini seharusnya kabar baiklah yang datang dan senyumanlah yang datang menyambut Keindahan Pagi ini.


Lucius diam di pojokan menatap bengong dan terdiam seperti orang yang bodoh.


Dia telah belajar dan sedang menghabiskan waktunya untuk Beristirahat dan melanjutkan Belajarnya lagi nanti.


Begitulah seharusnya dia menghabiskan Waktunya ini, tetapi Lucius di sini terdiam menatap bengong ke Kaca yang tertutup Kordeng kecil itu dengan Bodoh.


“Apa yang kau Lakukan ? Kau terlihat sangat aneh! Sudah ku duga dia tidak baik-baik saja” sedikit menyindir dan tertawa Jaena menatap Lucius dengan senyumannya itu.


Charline Di sisi lain hanya diam dan mengalihkan perhatiannya sedikit ke Lucius dan membaca Bukunya lagi dengan Fokus


“Bukankah kau juga merasa begitu Rui? Dia Pasti tidak bisa Belajar dengan baik dan membuat dirinya seperti orang Bodoh itu yang membayangkan duitnya habis tetapi tidak bisa belajar apapun!” Tertawa Kecil , Jaena benar-benar tidak pernah Tidak mencaci dan menghina Lucius, dia secara terus menerus merendahkan dan mencaci lucius itu dengan Bodoh nya.


Rui terdiam sembari duduk menatap Lucius dan melihat kembali ke Jaena.


“Bukankah Omonganmu seperti mencaci dan menghina Ny. Grace? Kau tidak sopan Jaena, lebih baik kau belajar sopan santun dan meminta maaf ke Ny. Grace karna Anda menghina Secara tidak langsung ke Ny. Grace.” Dengan raut kesal Nya Rui menatap Jaena itu yang secara mendadak kaku dan memasang wajah Yang tampak marah itu.


“Apa maksud mu? Hahaha, aku tidak pernah Menghina Ny. Grace” dengan kesalnya itu dia menatap Rui dan berbicara.


Rui yang tampak Kusam itu menatap tajam ke Jaena seakan mengintimidasinya dan Menatapnya dengan Sorot mata yang Tajam.


Seakan kesal Jaena hanya bisa mengigit bibirnya dengan lesuh dan cemas.


“Baiklah saya Minta maaf, saya tidak akan berbicara seperti itu” seakan di sadari oleh Kata-katanya sendiri, ruangan itu kembali hening dan Lucius masih diam tanpa mendengarkan sekecil apapun Ucapan dari ketiga gadis itu.


“Ada apa? Kalian tampak Kusam, melihat yang lain tampak aneh , Ny. Grace berdiri memperhatikan ke 4 Siswanya itu yang tampan sangat aneh.


“Charline apakah ada masalah?” Tanya Ny. Grace.


“Tidak ada , hanya Sedikit Intropeksi diri” dengan kalimat anehnya itu Ny. Grace dengan Bingung tetap diam dan menatap yang lainnya.


“Baiklah, sudah saat kembali belajar mari bersiap!” Menepuk tangannya Semuanya kembali Bersiap kecuali Lucius yang masih terdiam.


“Lucius! Lucius!” Memanggil nama lucius beberapa kali Ny. Grace berseru diam menatap Lucius.


“Lucius!” Dengan nada kencang nya itu Ny. Grace memanggil Lucius dan Lucius terkaget dan tersadar diam.


“Ah…..” memegang pelan Kepalanya , Lucius menatap Ny. Grace dan ketiga wanita lainnya itu yang duduk diam.


“Maaf Lucius kau bengong dari tadi, apakah ada masalah?” Bertanya pelan Ny. Grace tampak khawatur ke Lucius


“Hahaha, maaf Ny. Grace Saya hanya sedikit memikirkan sesuatu” dengan meminta maaf Lucius membuat wajah yang sedikit malu dan terdiam meratapi Ny. Grace.

__ADS_1


“Jika pelajaran terlalu Sulit Anda bisa bicara Lucius, saya bisa menurunkan Tingkat Kesulitannya” dengan khawatir Ny. Grace berbicara lembut dan memegang tangan Lucius.


Lucius hanya mengangguk dengan sopan dan tersenyum.” Tidak ada yang salah, saya memahami pelajaran dengan Baik Ny. Grace” dengan lembut nya itu Lucius tersenyum.


“Itu bagus, saya melihat Anda memang Dapat mudah memahami Sesuatu Lucius, baiklah Anda harus fokus di pelajaran selanjutnya.” Mengambil Buku lagi ketiga Wanita bangsawan itu juga berbaris rapih Untuk bersiap belajar kembali.


Lucius membuka Buku besar dengan beberapa Corak garis itu dan Mulai fokus belajar lagi.


“Fokus…… fokus….” Berusaha mensugesti dirinya Untuk fokus Lucius terus berusaha dengan keras Hingga dia Cukup Fokus dan kembalu Belajar.


……


“Malam Yang Indah Lucius” menuangkan Secangkir Alkohol Tn. Jirgo duduk menatap Lucius.


“Ada kabar apa ? Kenapa kau tidak datang dengan Tedy Bung” dengan sedikit kesal Tn. Jirgo duduk meratapi Lucius


“Saya hanya Butuh sedikit ketenangan, kau tahu, aku baru saja mengalami Mimpi yang sangat aneh” mulai dengan suasana yang cukup suram Tn. Jirgo duduk dan mendengarkan Lucius dengan baik.


“Kau bisa melanjutkannya Lucius, aku tahu kau pasti memiliki Cerita yang menarik.” Dengan Hangatnya itu Tn. Jirgo memasang senyum lebar dan sedikit mengerutkan Keningnya .


“Ya, jadi baru baru ini aku mengalami mimpi, itu sangat aneh, saya merasa Mimpi itu nyata dan sangat nyata, aku bahkan mencubit Pipi dan Tubuh ku dan itu semua terasa begitu nyata.” Dengan rasa anehnya itu Lucius memegang kepalanya dengan Pusing.


Ini kejadian aneh yang sudah cukup sering dia rasakan.


“Saya melihat, banyak juga orang yang bercerita seperti itu dan mereka jauh lebih baik setelah mereka pergi Ke Gereja Lucius.”dengan memegang dagunga dan berpikir Tn. Jirgo menatap Sosok Lucius itu yang tampan pucat dan tidak Sehat.


“Saya khawatir Anda Terkena Sesuatu yang Jahat Lucius, Anda sebaiknya segera ke Gereja Untuk melakukan Penyucian” dengan nada Yang Tulus Tn. Jirgo menasehati Lucius dengan Serius.


“Apa yang bisa saya dapatkan Dari gereja Jirgo? Penyucian? Apa itu? Saya tidak tahu apapun tentang itu.” Dengan nada Bingung Lucius terdiam menatap Jirgo dengan Ekapresi serius dan juga sedikit bingung.


“Penyucian adalah Ritual untuk menghilangkan Anda dari Roh-roh atau energi Jahat, itu di lakukan Oleh gereja Kepada Semua orang setiap hari Minggu, Anda hanya perlu datang ke Gereja di hari Minggu Lucius.” Menanggapi pertanyaa Lucius Tn. Jirgo menjawab nya dengan santai sembari terus menuangkan Alkoholnya.


“Hah…. Aku akan melihat ke sana Nantinya jirgo, terimakasih atas saran Anda” menaruh beberapa Koin Silver , Lucius jalan Meninggalkan Pub itu dan pergi.


“Gereja kah?…. Justru Aku khawatir ini akan semakin Buruk” mengambil langkah pelan dia Menatap dan terus berjalan di Jalan yang sepi dan Kusam itu.


…….


“Lucius kau datang, kau sedikit telat” tanya Tedy.


Lucius berjalan terus dan duduk di Bangku di depan mejanya itu lalu menatap Tedy.


“Hey tedy aku lupa memberitahu mu tetapi aku belajar membaca” memikirkan Lagi Lucius lupa memberitahu Tedy bahwa dia belajar membaca dan menulis di sini.

__ADS_1


Jujur saja belajar membaca dan menulis adalah keinginan Tedy juga yang sebelumnya dia tidak bisa lakukan.


Keinginan nya itu memuat pengetahuannya yang dalam yang bercita-cita bisa menjadi Penasihat penting Kerajaan Meski itu hanya Mimpi nya semata.


“Apa! Itu berita besar Lucius! Anda selain Belajar Musik Anda bahkan belajar membaca! Saya sangat Iri….” Mendengarkan Tedy yang memasang ekspresi kaget dan juga Iri nya itu membuat Lucius tersenyum.


“Anda tidak perlu khawatir, saya akan membantu Anda juga membaca dan Menulis Tedy, saya sudah cukup memahami sedikit demi sedikit untuk menulis dan membaca.” Menenangkan Tedy dan sedikit menghiburnya , Lucius memberikan catetan yang dia bawa Untuk belajar bersama Tedy menghabiskan malamnya itu dengan senyuman.


“Keren! Kau hebat Lucius! Aku akan terus belajar! Kau juga harus Fokus pada pembelajaran mu Lucius.” Lucius terdiam sejenak dan tersenyum, dia tahu bahwa Tedy khawatir tetapi dia juga harus bisa menyelesaikan masalahnya untuk segera menyelesaikan Naskah Lagu nya yang akan di Kirim di Awal Bulan depan.


Berniat Menulis lembaran Baru di Naskahnya dia menatap keluar dari jendela melihat Kota yang sunyi.


Rasanya aneh melihat Semua ini, dia yang datang dan Transmigrasi ke sini Lalu belajar Musik di dunia ini dan bahkan belajar membaca.


Menghela sedikit Nafasnya dia Mengambil Sebuah Gantungan Tua yang terlihat aneh dan membuang nya.


“Lucius?….” Tanya Tedy yang terdiam membaca Beberapa Tulisan yang tidak dia mengerti itu.


“Ah tidak apa tedy kau bisa melanjutkannya” benar…. Ini bukan Dunia nya yang sama seperti dulu.


Dia harus bisa bertahan dan Jika dia memiliki Kesempatan dia Harus bisa mencari tahu Bagaimama Caranya Agar dia pergi kembali ke dunia nya “Mari Lanjutkan Besok, Hey tedy apa kau Luang Minggu ini? Bisakah kau menemaniku ke Gereja?” Tanya Lucius yang berpikie sembari memegang dagunga.


“Ya aku luang Lucius, aku memang berniat mengambil Libur Minggu ini” Jawaban cepat itu membuat Lucius tersenyum ke arah Tedy.


“Ada apa lucius? Apakah ada sesuatu yang membuat mu Ingin Pergi ke Gereja?” Dengan Ekspresi Bingung Tedy terdiam menatap Lucius yang tersenyum.


“Hanya beberapa masalah” jawab Singkat Lucius.” Ini bukan hanya masalah kecil karna aku Juga Ingin memastikan Sesuatu” batin Lucius yang mulai mengantar Tedy keruangannya dan kembali ke kamarnya Untuk tidur.


…….


Minggu Pagi.


“Mari pergi” dengan pakaian rapih nya Lucius mengenakan Kemeja Putih san Overcoat.


Di sampingnya Tedy juga mengenakan Pakaian yang mirip Lucius dan cukup rapih, dia juga memakai Tambahan Topi Hitam di atas kepalanya yang membuatnya terlihat mempunyai Style yang sangat Kuno.


Berjalan menuju Ke arah Barat mereka pergi di Kota yang ramai itu.


Tidak cukup jauh dari tempat mereka berada , mereka segera melihat bangunan perak Kuno dan Sebuah Salib besar yang ada di atas bangunan itu terlihat


Gambar salib itu indah dan bangunan itu memiliki Karakteristik yang Elegan dan Menawan.


Banyak orang mulai masuk ke Gereja dan Lucius bersama Tedy melihat mereka yang cukup rapih.

__ADS_1


Bukan hanya beberapa bangsawan dan Beberapa orang yang rapih, tetapi para gelandangan Juga memasuki Gereja dengan santai mengikuti Barisan yang masuk secara pelan ke Gereja.


__ADS_2