CEO Belok Vs Colonel Cantik

CEO Belok Vs Colonel Cantik
Kekesalan Chandra


__ADS_3

Chandra terus berdiam diri di dalam kamarnya, rasanya ia tak berniat melakukan apapun selain berguling di tempat tidur, bahkan Chandra rasanya hari ini malas untuk masuk ke kantor.


Chandra saat ini masih asyik memikirkan bagaiman ia mencium bibir Aliya dengan sengaja. Bahkan saat ini Chandra terus teringat hal itu, untung saja musuh bebuyutan nya itu tidak menyadarinya.


Saat tengah asyik berguling guling, merutuki kebodohannya, ponselnya berbunyi nyaring. Ah, rasanya baru hari ini Chandra tak memainkan ponselnya seharian ini.


"Halo," Chandra sedikit mengangkat panggilan dengan nada sedikit malas.


"Enak ya semalam? Kayaknya kamu udah ngambil keputusan," suara tersebut membuat membuat Chandra segera memandang ponselnya, rupanya itu dari Brayen.


"Maksud kamu?" Chandra tampaknya benar benar tak mengerti maksud dari Brayen.


"Iya tadi pagi saat aku manggil kamu malah tunangan kamu yang ngangkat, dan tampaknya kamu nyaman banget ya meluk dia," Brayen terkekeh miris di ujung sana.


"Engga sebenarnya itu ga kayak yang kamu bayangin," Chandra berusaha menjelaskan dengan pacarnya.


"Engga kayak apa? Kayaknya sejak semalam ya dia di sana," Brayen menyinggung soal video status dari Chandra.


"Maksudnya?" Chandra bingung dengan kata kata dari Brayen.


"Maksudnya kayaknya kamu lupa privasi aku deh," Brayen terkekeh mulai muak dengan sikap Chandra.


"Apa nih?" Chandra semakin bingung di buatnya.


"Maksudnya kita putus aja," Brayen segera memutuskan sambungan teleponnya.


Chandra yang bingung akhirnya membuka status di berbagai akun media sosialnya, sungguh Chandra sangat terkejut melihat video tentang dirinya dan juga Aliya, di mana Aliya tengah berada di atasnya.


Ah tidak gadis itu gila, membuatnya putus dengan sang kekasih, baru tiga hari ia mengenal gadis itu, tapi gadis itu terus membuat masalah.


"Kancil," geram Chandra saat melihat semua video nya, pantas saja sang kekasih meminta putus dengannya.


......................


Sementara itu Brayen memilih untuk pergi makan siang sendiri, demi menghibur diri dari putus cintanya, tiba tiba matanya tertuju pada sepasang manusia yang tengah makan siang.


Brayen terus memperhatikan mereka, karena wanita itu tampak tak begitu asing. Ah benar saja, ternyata itu adalah Aliya, tunangan dari mantan pacarnya.

__ADS_1


Ya, mantan pacarnya karena saat ini mereka sudah resmi putus. Brayen tersenyum penuh kemenangan, memikirkan apa yang akan terjadi kepada Aliya dan juga Chandra. Brayen segera mengambil ponselnya dan memotret Aliya dengan Riky hingga beberapa kali, bahkan Riky saat Riky berbalik Brayen tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Brayen kemudian mengirimi Chandra foto foto tersebut, dan tersenyum kemenangan.


"Kita lihat saja Chandra," simrik Brayen.


......................


Di tempat lain Chandra yang masih pusing dengan status statusnya, kembali di kejutkan dengan Brayen mengiriminya sebuah gambar, Chandra bahkan mengira Brayen menarik kembali kata putusnya.


Saat Chandra membuka pesan bergambar tersebut, mata Chandra membulat melihat foto foto Aliya yang tangah makan siang. Chandra sungguh kesal di buatnya, entah apa yang menggemuruh di hatinya, namun melihat hal ini lebih menyakitkan dari kata putus Brayen.


^^^"Enak enakan dia makan sama siapa ni Riky Riky ini, setelah apa yang di buatnya dengan ku, karena dia aku putus sekarang malah begini dia derduaan," Chandra sungguh merasa sangat kesal.^^^


Chandra hendak menghubungi Aliya namun sadar bahwa dirinya bahkan tidak memiliki nomor ponselnya, Padahal ia sungguh ingin melampiaskan amarahnya. Bahkan pesan Brayen pun lupa ia balas karena terlalu kesal.


"Aliya gue bakalan balas semua, liat aja lo," Chandra tampak menyeringai di tengah senyumnya.


Chandra kemudian segera bergegas menuju ruang kerjanya, dari pada pusing memikirkan kelakuan rivalnya, lebih baik ia mengerjakan semua pekerjaan dari rumah, ke kantor pun rasanya sangat malas.


......................


Tok, tok, tok.


"Masuk," kata Chandra memandangi pintu.


Pintu pun terbuka menampakkan wajah Aliya yang tersenyum, Aliya tampak sangat antusias masuk ke dalam ruang kerja Chandra.


"Curut dasar lo ya ga tanggung jawab," Aliya segera duduk di hadapan Chandra.


"Masalah apa?" Chandra tampak bingung.


"Aduh masalah mobil Riky," kesal Aliya memandang Chandra.


Ah rupanya wanita mengatakan tanpa harus di tanyai, lagian sampai kapan pun Chandra tidak akan menayankan nya.


"Hm terus? Tadi aku lupa," Chandra menampakkan wajah datarnya.


"Ih, untung kak Riky baik, jadi tadi gue traktir dia makan," Aliya tampak merenggut kehilangan uang.

__ADS_1


"Idih hilang duit dikit aja lo," Chandra terkekeh melihat aksi protes Aliya.


"Iya tapi kan salah lo," Aliya benar benar protes tak terima.


"Dih dikit doang, gue harus baikin mobil satunya, jadi impas kan," Chand memandang Aliya dengan seksama.


"Iya impas, tapi tetap aja gue gedek sama lu, gue kan malu," Aliya kembali lagi mengeluarkan unek unek nya.


"Alah lagian kayaknya kalian seneng makan bareng, pakai ketawa tawa segala," kata Chandra tampa ia sadari.


"Maksud lo apa?" Aliya tampak benar benar penasaran.


Diam diam Chandra merutuki kebodohannya, bagaimana mungkin ia kelepasan tentang hal itu? Bagaiman mungkin jika Aliya berpikiran macam macam.


"Engga kan kemarin aja kayaknya dia seneng banget sama lo," kata Chandra sedikit gugup.


"Iya sih, gue tau dia punya hati buat gue," Aliya sedikit memandang ke arah berkas Chandra.


"Hm, jadi kalau di nyatain perasaan mau lo terima?" Chandra terlihat sangat penasaran.


"Ga juga sih, tapi kalau dia ajak nikah, gue sikat," Aliya tampak tertawa terbahak bahak membayangkan ke*bo*do*hannya.


"Dasar oon," Chandra menjadi ikut tertawa dengan pemikiran wanita yang saat ini berstatus calon istrinya.


"Oh ya ngomong ngomong maksud lo apa buat status semalam apa?" Chandra tiba tiba membicarakan tentang perbuatan Aliya tadi malam.


"Maksud gue ya balas lo lah," Aliya tersenyum santai.


"Iya tapi kelakuan lo buat gue putus," Chandra menggeram kesal.


"Ya elah, lah kan memang lo harusnya putus sama dia, buat apa lo berobat terus, tapi masih pacaran sama dia. Ibarat lo di rehab tapi narkoba masih lo konsumsi," Aliya tampaknya benar benar sangat santai mengatakannya.


"Tapi tetap aja," Chandra mulai menyerang Aliya di dalam ruang kerjanya.


"Ya lo juga salah, ngapain lo lakuin itu," Aliya tak terima mulai melakukan perlawanan.


"Ya lo nya kan ga punya pacar," Chandra kembali lagi melawan Aliya.

__ADS_1


"Iya tapi gebetan gue kan banyak, lebih berharga dari pacar belok lo," cela Aliya.


Pertengkaran mereka akhirnya berlanjut, dan kembali terdengar hingga ke ruang tengah nyonya Mona dan tuan Omer. Mereka kembali lagi saling memandang satu sama lain, baru saja mereka berdamai tadi pagi, kini kembali lagi bertengkar di sore harinya, itupun karena siang tadi mereka tidak saling bertemu.


__ADS_2