
"Setelah Al sembuh kalian akan melangsungkan pernikahan."
"Beneran kek? Dengar kan? Jadi Lo harus cepat sembuh," Chandra antusias ketika mengatakan hal tersebut, sontak membuat kakek Rio menggeleng tak percaya.
"Ngebet banget kamu Chandra," ejek kakek Rio segera mendekati Aliya.
"Biasa kek," Chandra hanya terkekeh kecil ketika mengatakan hal tersebut sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
......................
Sudah satu minggu lamanya Aliya di rawat di rumah sakit, akhirnya Aliya diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Seperti biasanya Chandra akan selalu menginap di rumah sakit, kemudian siangnya akan bekerja di kantor, begitulah kegiatan Chandra selama Aliya di rawat di rumah sakit.
Banyak media yang sudah mengetahui tentang hubungan antara Chandra dan Aliya, pasalnya mereka merupakan crazy rich nya Indonesia, sehingga jangan heran mereka sering menjadi sorotan publik. Di tambah video beredar antara Aliya dan juga Chandra, ada beberapa dari sosial media Aliya dan Chandra, belum lagi para jari netizen yang lentik, yang diam diam mengambil kebersamaan mereka. Belum lagi video viral yang beberapa Minggu belakangan ini menjadi tranding topik. Seorang Chandra mengejar sebuah mobil, dan meneriaki nama Aliya, dari plat mobilnya dapat di lihat bahwa itu adalah milik dari keluarga Winata. Ya nama kakek Rio adalah Rio Winata. dan kepanjangan Aliya adalah Aliya putri Winata.
Karena berita tentang masuknya Aliya ke rumah sakit, membuat beberapa wartawan sering berkunjung ke rumah sakit Bhayangkara. Mereka mencari tahu tentang kebenaran informasi tersebut, belum lagi di kabarkan Chandra akhir akhir ini menginap di sana. Bahkan karena terlalu nekat, salah satu wartawan ada yang berpura pura membersihkan ruangan tersebut, dan menangkap moment yang paling sakral, di mana Chandra tengah menyuapi Aliya sekali kali mengecup bibirnya dengan lembut.
Ya, sesuai yang kalian tahu, bahwa Chandra memang sedikit bucin jika Aliya sedang sakit, karena itu Chandra sering sekali mengambil kesempatan dalam kesempitan, dan ya Chandra suka sekali menyuapi dan mengecup bibir Aliya ketika tengah makan. Hal itu di manfaatkan wartawan yang tengah mengambil gambarnya dari luar pintu, yang terdapat sedikit kaca di kedua daun pintu.
Akhirnya berita tersebut tersebar luas, dan seluruh orang menggambarkan bahwa Chandra merupakan orang yang sangat so sweet, sementara Aliya merupakan orang yang sangat beruntung. Aliya yang melihat berita itu hanya menggeleng.
"Wah di sini kita belajar bahwa berita tak selalu menunjukkan kebenarannya," ucap Aliya mengangguk angguk, sontak membuat Chandra mencebikkan bibir melihatnya.
"Aish jangan gitu lah, emang nya lo ga beruntung bisa dapatin gue," kesal Chandra.
"Beruntung, beruntung banget," jawab Aliya memandang Chandra.
"Tu kan," Chandra mengangguk pasti ke arah Aliya.
__ADS_1
"Beruntung banget punya kakak yang bisa di manja," Aliya terkekeh renyah mengatakan hal tersebut.
"Al gue ga mau ya jadi kakak lo," kesal Chandra.
"Iya lo mau jadi suami gue, gue paham," kekeh Aliya.
"Sudah ga usah bertengkar, hari ini kamu Al boleh pulang, nanti di bawah kemungkinan banyak wartawan, kalau ga penting jangan di jawab," tegur kakek Rio memandang Aliya dan Chandra bergantian.
"Siap kakek," jawab Aliya dan Chandra secara serentak. Ah, memang mereka sangat kompak dalam berbagai hal, termasuk bertengkar.
Kakek Rio meminta anak buahnya untuk membawa pakaian Aliya, yang di bawa ke rumah sakit, sementara Chandra terus saja menggandeng tangan Aliya dengan mesra. Sontak saja membuat kedua orang yang tengah mendampingi mereka mengolok olok dari belakang. "Dasar bucin."
Benar saja saat dirinya sampai di parkiran mobil, ternyata sudah banyak wartawan yang mengincar. "Tolong klarifikasi tentang hubungan kalian, benarkah kalian berdua merupakan sepasang kekasih?" Mereka terus menjejalkan dengan banyak pertanyaan, hingga akhirnya mereka memasuki mobil. Kakek Rio, nyonya Mona dan tuan Omer berada di satu mobil, sementara Aliya dan Chandra berada di mobil lain.
"Mereka ngapain sih?" tanya Aliya setelah duduk di kursi, di samping Chandra.
"Lo ngapain sih curut," tanya Aliya ketika kepalanya tepat berada di dada bidang Chandra.
"Biar kepala lo ga banyak guncangan," jawab Chandra enteng.
Sementara juru bicara kedua keluarga tersebut, sibuk menenangkan para wartawan. Meminta agar mereka memberi jalan, karena Aliya masih harus beristirahat.
"Nanti kalau ada waktu di usahakan ya untuk klarifikasi, namun sekarang ini nona Aliya masih dalam keadaan pemilihan, mohon bersabar," pinta juru bicara tersebut.
"Ya kapan kira kira?" para wartawan tampaknya sangat kecewa.
"Secepatnya," jawab juru bicara tersebut sekenanya.
__ADS_1
"Apakah mereka akan melangsungkan pernikahan dalam dekat ini?" Wartawan lainnya menanyakan hal tersebut.
"Kemungkinan, kita doakan saja kesehatan nona Aliya membaik, sehingga bisa berjalan dengan baik," jawab juru bicara tersebut, memasuki mobil lain, yang akan mengawal kedua keluarga tersebut.
Karena sejak adanya penyerangan tersebut, keluarga Kostak maupun keluarga Winata, kini menjadi lebih ketat. Mereka biasanya akan mempatkan berbagai bodyguard untuk anggota keluarga mereka, karena bahaya tidak pernah bisa di prediksi. Hingga akhirnya pada hari ini berbagai mobil maupun motor pengawal dari kedua keluarga memenuhi tempat parkiran pinggir jalan, maupun parkiran di dalam lapangan parkir rumah sakit tersebut.
Mobil dan motor tersebut di mengawal depan maupun kanan dan kiri mobil keluarga tersebut. Sehingga menimbulkan macet, beberapa orang sempat mengira itu adalah pengawalan persiden, ada juga yang mengatakan itu adalah seorang artis luar negri. Ya, mereka hanya bisa menebak, karena kaca mobil tak tembus pandang dari luar, hingga para penumpang tak terlihat sama sekali.
"Chandra gue ngantuk banget, efek obat ni," keluh Aliya menutup matanya.
"Ya udah tidur, kenapa laporan," kata Chandra sembari mengusap lembut kepala Aliya.
"Iya biar lo nangkap gue, kalau mobil harus ngerem mendadak," jawab Aliya mencoba mencari kehangatan di sana.
"Iya gue peluk," Chandra segera membaea Aliya ke dalam pangkuannya, dan memeluknya erat. Bahkan Chandra memasang seatbelt dengan memangku Aliya.
Aliya tampak sangat nyaman dengan posisi tersebut, membuat Chandra tersenyum. "Kutil kancil gue sayang, tidur aja ya," Chandra mengecup puncak kepala Aliya, sembari membetulkan duduknya agar Aliya merasa nyaman.
Aliya tak lagi menjawab bertanda gadis itu telah tertidur. Membuat Chandra terkekeh, kali ini tujuan utama mereka adalah rumah keluarga besar Winata. Aliya akan di bawa kemana, dan memulai prosesi pungutannya hingga satu minggu kedepan.
Ah, jika mengingat hal tersebut, sontak saja membuat Chandra merasa tidak sabar hingga Minggu depan, dan juga membuatnya berat hati karena harus berpisah dengan pujaan hatinya untuk sementara.
Sesampainya di kediaman Winata, para wartawan juga telah menunggu di depan gerbang, ada juga yang rela memanjat pohon, hanya untuk mendapatkan gambar yang bagus.
Pintu pemeran utama terbuka, membuat beberapa pengawal dan para orang tua terkejut, ternyata Aliya tengah tertidur dengan berada di pangkuan Chandra. Wartawan yang naik ke atas pohon, dengan lensa , tentu saja mendapatkan gambar dengan menggunakan lensa tele. Mereka terus merekam dan memotretnya. Moment terbaik dari kejadian itu, adalah Chandra yang berusaha melepaskan seatbelt agar dirinya dan Aliya bisa keluar mobil, kemudian Chandra yang menggendong tubuh Aliya untuk masuk ke dalam rumah, dengan mengecupnya sebentar, sebelum keluar dari mobil.
......................
__ADS_1
Nah ini kan mau klean? Ada sweet sweetnya gitu, dengan Chandra yang buchen minta ambayr.