
"Iya gue lihat lo sampai nangis nangis kan pak Ujang liat kan malam itu," kata Aliya menyinggung senyumnya menatap Chandra. "Lo cengeng banget," sergah Aliya sembari terkekeh
"Gara gara siapa?" kesal Chandra segera keluar dari mobil yang mereka tumpang.
"Gara gara lo sendiri," ucap Aliya membuat Chandra segera merangkul lehernya, agar segera menuju lift khusus untuknya.
Semua mata karyawan tertuju pada mereka, terlebih lagi saat ini video Chandra yang mengejar mobil Aliya saat itu tengah viral, belum lagi akibat foto dan video saat mereka perang sosmed kini juga menjadi bumbu perbincangan. Perlahan rumor tentang Chandra seorang gay mulai tergerus, orang orang mulai mempertanyakan tentang berita itu.
Chandra sendiri tak mengetahui tentang hal tersebut, terlalu malas dirinya mengetahui tentang berita heboh, selain tentang berita bisnis yang sering di sajikan di tabloid khusus, berita acara tv tertentu, serta koran koran pagi, yang menampilkan tentang berita acara bisnis. Itulah semua langganan Chandra. Aliya? Jangan di tanya lagi, Aliya terlalu sibuk mengurusi bisnis keluarganya, meskipun jarang ke kantor, sibuk mengurusi sahamnya, dan sibuk mengurusi jadwal latihannya. Tidak tertarik sedikitpun dengan berita gosip, majalah gosip, dan lain sebagainya.
"Jangan banyak omong lo ya entar gue malu sama mulut ember lo," kesal Chandra membekap mulut Aliya.
"Ih apa apaan sih lo, emang kemarin lo nangis nangis, ngejar mobil gue sama kakek," jelas Aliya membuat Chandra sedikit gemas. Bisa turun harga dirinya jika karyawan nya mengetahui hal itu. Padahal mereka telah viral di dunia maya.
"Diam Al," perintah Chandra. Membuat Aliya semakin ingin menggoda Chandra.
"Iya lo itu bucinaya gue," ejek Aliya sembari menjulurkan lidahnya.
"Maksud lo?" Chandra tak terima dengan hal tersebut.
"Lah emang iya kan? Buktinya kemarin lo nangis," terang Aliya berjalan masuk ke dalam ruangan Chandra.
"Eh bukan cuman gue yang nangis tapi lo juga ya," kesal Chandra mengingatkan tentang Aliya juga yang ikut menangis.
"Itu tangis simpati karna lo nangis," kilah Aliya tak ingin di bilang ikut nangis.
"Alah alasan bilang aja lo takut kehilangan gue," kata Chandra menyudutkan.
"Idih yang sampai berlutut siapa?" Aliya kini kembali menyudutkan Chandra.
"Yang nangis duluan lo," jawab Chandra berusahaa mengalihkan perhatian.
__ADS_1
"Yang ngejer mobil lo," balas Aliya menantang Chandra.
"Sayang sabar ya kita akan sama sama berjuang," kata Chandra menirukan gaya bicara Aiya ketika hendak menenangkan Chandra yang sudah menangis kemarin, karena akan di pisahkan oleh kakek Rio.
"Kakek Chandra sayang sama Al, tolong jangan pisahkan kami,'' balas Aliya tak ingin kalah. "Terus lari ngehadang mobil."
"Kayaknya mending kalian kerja dulu deh baru berantem, soalnya pagi ini kamu ada meeting Chandra," kata tuan Omer yang baru saja masuk, dan menjadi saksi pertengkaran mereka.
Chandra dan Aliya segera menghentikan pertengkaran mereka, Chandra segera bergegas menuju ruang rapat.
"Tunggu gue di sini lo jangan ke mana mana," pesan Chandra ketika hendak keluar dari ruangannya.
Tuan Omer hanya menggeleng, tuan Omer tahu betul bahwa anaknya saat ini protektif kepada Aliya. Hanya saja cara mengungkapkannya saja yang berbeda.
Aliya hanya merengut tak suka, langkahnya seakan di batasi oleh Chandra Si tukang atur. Aliya mengintari ruangan Chandra mencari sesuatu yang bisa di cari. Namun tiba tiba perut Aiyla berbunyi, sepertinya gadis yang berstatus sebagai calon istri dari Chandra Kostak ini sedang lapar. Aliya segera membuka pintu tersebut ingin keluar dari ruangan Chandra, namun seorang pegawai menghentikan Aliya yang akan keluar.
"Maaf nona anda di larang keluar dengan tuan Chandra," kata pegawai itu sopan.
"Ayo lah kak lapar nih, ga kasihan ya?" Aliya merengek ingin di perbolehkan.
Sebenarnya Aliya bisa saja menerobos, wanita dan laki laki di hadapannya ini tak ada apa apa nya, namun ini tentang pekerjaan. Akhirnya Aliya menyetujui Saja.
"Tapi lapar beliin makanan ya," pinta Aliya dengan wajah memelas.
"Baik non, non maunya apa?"
"Makanan ringan aja, sama spageti, minumnya jus jeruk hangat," ucap Aliya kemudian menutup pintu ruangan Chandra.
Aliya kemudian membuka laptop Chandra untuk membuka emailnya, mencoba membantu kakek Rio mengerjakan tugas kantor dari ruangan Chandra. Tak lama kemudian ketukan pintu mengejutkan Aliya, membuat Aliya segera memandang ke arah pintu.
"Masuk," ucap Aliya membuat pintu segera terbuka, terlihat seorang wanita mengantarkan makanan Aliya.
__ADS_1
"Letak di situ aja kak, bentar lagi deh makannya," kata Aliya tersenyum. "Ya sudah silahkan keluar."
Wanita tersebut segera keluar ruangan Chandra, dan menutup kembali pintu ruangan tersebut. Setelah lima belas menit Aliya segera menyelesaikan pekerjaan kantor tersebut, setelah itu menelfon kakek Rio. "Halo kek itu sudah Al kirim ke email kakek, yang lain kirim aja lagi ke sini."
"Iya sayang, bentar lagi kakek kirim ya," ucap kakek Rio terkekeh.
"Siap bos i love you," kata Aliya tersenyum ke arah ponselnya, kemudian mematikan ponselnya.
Aliya kemudian segera menyantap makanannya, dan tampa Aliya sadari ada seseorang yang mendengar kata kata terakhir dari Aliya. Siapa lagi kalau bukan Chandra.
Terlihat wajah Chandra sangat kesal, Chandra segera mendekat ke arah Aliya dan merebut spageti Aliya.
"Curut apa apaan sih lo?" Aliya sangat kesal memandang Chandra.
"Hp lo mana? Sini gue pinjem," pinta Chandra segera menengadahkan tangannya. Aliya hanya acuh, membuat Chandra segera merebut ponsel dari saku depan Aliya.
"Lo kenapa sih aneh banget," kesal Aliya merebut kembali ponsel miliknya. Namun di tahan oleh Chandra.
Chandra segera membuka ponsel Aliya dan melihat panggilan terakhirnya, ternyata itu dari kakek Rio. Chandra sedikit mendesal merutuki kebodohanny. Cemburu dengan sesuatu hal yang tidak di perlukan. Tapi tunggu! Aliya bilang i love you? Lalu kenapa dengannya Aliya tidak pernah mengatakannya? Chandra kembali memandang kesal Aliya.
"Kenapa lagi lo?" Aliya segera menarik spagetinya dari Chandra.
Ah, tampaknya Aliya tak peka dengan kecemburuan tak berdasar dari Chandra, itu lah yang di pikirkan Chandra.
Chandra hanya diam memandangi wajah Aliya, sungguh kesal dirinya bahwa Aliya tak menanyakan apa apa tentang penyebab dirinya cemberut. Aliya justru saat ini terlihat asyik memainkan ponselnya. Sunguh semakin membuat Chandra kesal, karena merasa tidak di perhatikan.
^^^"Jangankan i love you, peka dan pengertian aja engga. Ga becus banget jadi tunangan," Chandra emosi sendiri melihat Aliya.^^^
Aliya kemudian tersenyum ke arah Chanda, sontak membual Chandra semakin kesal.
" I love you," ucap Aliya kemudian mengecup sekilas bibir Chandra, berhasil membuat wajah Chandra memerah.
__ADS_1
......................
Hai besok adalah hari terakhir give away, Sebelum ketinggalan segera ikut gabung yuk, dengan cara memberi hadiah dan vote. Serta memberi komentar di setiap bab dari novel CEO belok vs colonel cantik.