CEO Belok Vs Colonel Cantik

CEO Belok Vs Colonel Cantik
Kembali Bersiteru


__ADS_3

Aliya sore ini sudah di perbolehkan pulang, setelan meminta pengajuan tadi pagi, Aliya sudah bosan berada di rumah sakit. Akhirnya dokter memperbolehkannya dengan syarat harus banyak istirahat, rajin cek, dan minum obat. Aliya saat ini sudah berada di dalam mobil di temani kakek Rio, tuan Omer dan nyonya Mona.


Setelah sampai di rumah Aliya segera di antar ke dalam kamar, Aliya di minta untuk istirahat agar cepat sembuh, sementara itu tuan Omer dan nyonya Mona memilih untuk pulang ke rumah.


Penasaran di mana Chandra saat ini? Chandra saat ini tengah berada di ruang rapat, untuk membahas tentang laporan bulanan. Chandra bahkan tak tahu kalau Aliya saat ini sudah kembali dari rumah sakit. Setelah rapat selesai, memang cukup larut, karena Chandra harus mendengar secara seksama laporan dari anak buahnya, bahkan dari berbagai cabang. Memang begitu Chandra, jika rapat bulanan maka setiap anak cabangnya harus mengirimi perwakilan, agar Chandra lebih bisa mengerti dan bertanya jika ada sesuatu yang membingungkan.


Setelah selesai rapat Chandra bergegas pulang takut jikalau Aliya sendirian di rumah sakit, Chanda segera memasuki mobilnya, di mana pak Ujang sudah berada di dalam untuk membawa nya pulang. Sesampainya di rumah Chandra melihat orang tuanya sedang menonton tv, sudah Chandra duga gadis itu sendirian lagi di dalam ruangannya. Chandra segera masuk ke kamar dan mandi. Chandra sudah terbiasa makan malam bersama Aliya di rumah sakit, jadi Chandra segera memasukkan bajunya ke dalam paper bag. Saat turun Chandra segera pamit untuk berangkat ke rumah sakit.


"Mah pah, pamit mau ke rumah sakit," Chandra segera menyalami nyonya Mona dan tuan Omer. Namun saat menyalami tuan Omer, tangannya di tahan oleh tuan Omer.


"Mau kemana? Buru buru sekali," tuan Omer mencoba menggoda Chandra.


"Mau ke rumah sakit pa, kenapa?" Chandra masih bingung kenapa papanya menahan tangannya.


"Mau ngapain?" Tuan Omer sedikit mengulum senyum.


"Mau jenguk si Aliya," Chandra tampaknya benar benar tak mengerti godaan dari papa nya.


"Dia udah ga di rumah sakit lagi," kali ini nyonya Mona yang memberitahunya.


"Udah balik? Tapi kok ga bilang?" Chandra terkejut mendengar berita itu.


"Iya kamu yang ga bisa di hubungi," nyonya Mona balik menyalahkan Chandra.


"Lah kan ada kerjaan tadi," Chandra menselonjorkan kakinya.


"Lah jadi kamu ga mau ke sana?" Nyonya Mona menelisik Chandra dengan lekat.


"Ga lah orang dia udah balik kok," Chandra bergidik seolah tak peduli.

__ADS_1


"Oh ya udah, tapi kamu kenal teman Aliya yang kemarin datang ke rumah sakit ga?" Nyonya Mona tampaknya memancing sesuatu yang lain di diri Chandra.


"Yang mana? Kan temen Aliya banyak ma," Chandra bingung dengan maksud mamanya.


"Yang datang dengan muka panik, pas Aliya datang pertama kali ke rumah sakit," jelas nyonya Mona dengan se jelas jelas nya.


Mendengar hal tersebut, pikiran Chandra beralih kepada Riky teman satu profesi Aliya. "Riky kenapa ma?" Chandra nampak penasaran.


Ah, rupanya umpan telah di makan ikan besar. Umpan tersebut di sambut baik oleh Chandra.


"Tadi saat Aliya ganti baju ga sengaja Riky masuk, dan melihat Aliya ganti baju," nyonya Mona tampak memanas manasi mereka.


"Apa?" Chandra shok mendengarkan nya, bagaimana tidak, tubuh Aliya telah ternodai dengan pandangan mata Riky.


Chandra segera menarik kuncinya, ingin rasanya marah kepada gadis ceroboh itu. Chandra segera berjalan dan menuju mobilnya, membuat nyonya Mona dan tuan Omer tersenyum. .


Chandra segera menancapkan gas ke rumah keluarga Aliya, sesampainya Chandra di sana, Chandra segera segera masuk, ternyata kakek Chandra telah beristirahat, karena ini memang hampir larut malam.


"Beli di mana? Enak banget," Chandra kembali memastikan tetes terakhir benar benar habis.


"Di tempat langganan gue," jawab Aliya ketus.


Chandra mengalihkan perhatiannya dan memandnag Chandra dengan tatapan tajam. Chandra baru teringat rasa kesalnya tadi, setelah perutnya di isi dengan mie ayam hasil rampasan.


Aliya yang makannya telah di jajah Chandra pun kini memandang Chandra dengan sengit, kini pandangan mereka beradu, seolah mengukur kekuatan masing masing.


"Kita harus bicara," Chandra mengatakannya dengan ketus, kini Chandra bak seorang kekasih yang menceburi kekasihnya yang terpergok selingkuh.


"Bicara sih bicara, ga usah habisin mie ayam gue dong," Aliya kini menuntut mie ayam nya yang di habiskan oleh Chandra, padahal baru saja beberapa sendok ia makan, kini sudah lenyap akibat keberingasan Chandra.

__ADS_1


"Ya elah kan bisa di pesan lagi," Chandra tidak mau kalah.


"Kalau ada malam ini, itu baru gue cicipin dua sendok, eh lo langsung nyosor kayak buaya ketemu mangsanya," protes Aliya dengan sangat kesal.


"Nih kita pesan lagi," Chandra segera membuka aplikasi pesanan onlinenya, dan memesan mie ayam di tempat yang sama. "Puas lo?"


"Belum sebelum mie ayamnya di sini," ketua Aliya.


"Dasar rakus, entar lo melar baru tau rasa lo," Chandra memandangi perut Aliya. Chandra baru menyadari bahwa baju Aliya terlalu seksi untuk di pakai. Chandra tak suka itu.


"Eh cil, lo ngapain pakai baju sekecil ini? Mau pamer apaan lo? Berapa banyak pembantu cowok di sini?" Chandra segera menunjuk bagian bagian yang nampak di matanya. Bahkan perut Aliya yang tak sengaja tersingkap juga ikut di tunjuk Chandra.


"Ih mesum lo ya? Dasar cowok ramah, enak aja lo megang megang badan gue," Aliya segera melindungi dirinya.


"Pakaian lo yang kayak mau di sentuh sentuh," kesal Chandra melihat baju minim kain Aliya. "Lagian tadi siang lo ngapain ganti baju di depan Riky."


"Idih kapan dia ke rumah sakit, orang dia lagi tugas, dapat naskah drama di mana lo?" Aliya memandang bingung ke arah Chandra. "Kalaupun iya mau apa lo? Jangan jangan lo suka ya sama gue, cie apa gue bilang Lo bucinya gue."


"Eh enak aja, ga ya, gue cuman penasaran, lagian lo sih kecentilan," sanggah Chandra sembari memalingkan wajahnya ke segala arah.


"Alah bilang aja lo cemburu," Aliya segera terkekeh melihat tingkah Chandra yang seperti orang gugup.


"Ga, udah deh diam tungguin pesanan lo," kata Chandra mengalihkan topik pembicaraan.


"Eh udah di pesan belum?" Aliya segera melihat ke arah ponsel Chandra. "Ih curut ngeselin lo ya, ini belum di pesan, lo liat ga udah tutup."


Aliya seketika memukuli Chandra dengan kesal, membuat Chandra segera menggenggam tangan Aliya. Chandra tak tinggal diam, Chandra juga ikut membalas pukulan Aliya, hingga terjadilah pertengkaran besar, yang membuat akhirnya mereka saling adu kekuatan.


Entah bagaiman caranya, saat ini Aliya telah duduk di atas meja makan, sementara Chandra sudah berdiri di hadapan Aliya. Aliya berusaha memukul Chandra, namun tangannya di tahan oleh Chandra, begitupun sebaliknya, kini mereka bermain pertahanan dan penyerangan. Mereka saling mengejek dalam pertengkaran tersebut, sehingga menimbulkan keributan yang sangat gaduh.

__ADS_1


"Astaghfirullah ya Allah kalian sedang apa?"


__ADS_2