CEO Belok Vs Colonel Cantik

CEO Belok Vs Colonel Cantik
Kondangan siapa?


__ADS_3

Pagi ini kakek Rio membuka kunci kamar mandi dan menyaksikan ke uwuwan dua orang yang tengah meringkuk saling berpelukan, kakek Rio tersenyum mencoba membangunkan Aliya dan Chandra.


"Hei ayo bangun, pindah tempat tidur kalian, sarapan di dalam kamar sudah," Chandra sedikit mengerjapkan matanya, Chandra mengangguk kemudian mencoba bangun. Tapi sepertinya Chandra lupa kalau saat ini pelukannya tak bisa terlepas begitu saja.


Chandra melepaskan jaketnya, dan membaringkan tubuh Aliya dengan pelan, setelah itu segera berdiri dan menggendong Aliya. Chandra meletakkan Aliya ke tempat tidur, kemudian berniat meninggalkannya.


"Tadi papa kamu bilang kamu ga usah kerja dulu hari ini, istirahat, itu sarapannya sudah di atas meja," kakek Rio segera meninggalkan Chandra dan Aliya di dalam kamar.


Chandra bangun mendekat ke arah meja, dan melihat dua piring nasi goreng, air putih dan susu. Chandra memakannya dengan lahap. Setelah piringnya habis, Chandra segera mendekat ke arah Aliya dan membangunkannya.


"Al bangun dulu yuk, kamu kan mau minum obat," Chandra membangunkan Aliya dengan pelan.


Aliya segera mendudukkan dirinya dengan mata yang masih terpejam. "Al ni minum dulu," Chandra memberi musuh bebuyutannya itu segelas air putih.


Aiyla dengan mata yang terpejam hanya menganga saja, menerima air putih dari Chandra. "Pelan pelan nanti kesesakan air putih."


Aduh Chandra benar benar perhatian kepada Aliya, bahkan saat ini Chandra menghapus air yang sedikit tumpah di pinggir bibir Aliya.


Setelah meminumnya hingga tandas, Chandra segera menyuapi Aliya dengan nasi goreng, sementara Aliya hanya menerima suapan Chandra dengan menyenderkan kepalanya di bahu kekar Chandra. Ah, benar benar bak seorang kekasih yang bermanja dengan pasangannya, dan bahkan mereka terlihat sangat romantis jika orang tidak tahu mereka.


Bagaimana? Apakah lelaki yang selalu berperang dengan Aliya kini terlihat romantis kan? Bahkan melakukan hal se uwuw ini. Apakah pasangan kalian pernah melakukannya? Ah, belum tentu. Jangan tanya othor cuantek, karena masih jomblo, doakan saja supaya cepat ketemu jodoh (sesi curcol)


Kembali ke topik, setelah nasi goreng di piring telah habis, Chandra segera menyuapi Aliya obat, dan kembali memberikan Aliya air minum, dan membaringkan tubuh Aliya di tempat tidur.

__ADS_1


"Masih ngantuk ya?" Pertanyaan unfaedah dari Chandra keluar begitu saja. Aliya hanya bergumam dan segera memeluk tubuh Chandra, membuat Chandra kembali tersenyum.


"Hangat ya," hanya itu yang di ucapkan Chandra sembari mengeratkan pelukannya, membuat Aliya semakin nyenyak di dalam tidurnya. Chandra terkekeh sedikit kemudian mengecup puncak kepala Aliya.


Udara dingin yang tercipta dari ac, semakin membuat Aliya terhanyut dalam dekapan hangat Chandra. Chandra pun begitu kini tertidur pulas mendekap Aliya dengan erat, menjadikan lengannya sebagai bantalan untuk Aliya.


......................


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, ini sudah terlalu siang untuk sepasang kucing dan tikus tersebut, yang masih bergulung dalam hangatnya dekapan dan pelukan saling menghangatkan, yang ada di balik selimut tebal tersebut. Kakek Rio segera menyusul ke kamar Aliya, berencana membangunkan Aliya dan Chandra untuk segera makan siang, sekalian meminta kedua anak itu untuk datang ke acara seminar bagi calon pengantin.


Ah, sepertinya para orang tua memang lebih cepat bertindak, bahkan saat ini Chandra dan Aliya seja sebagai calon mempelai wanita dan pria saja tidak tahu tentang jadwal tersebut.


"Ayo bangun," kakek Rio membangunkan kedua sejoli yang masih berada di dalam selimut. Kakek Rio segera menyingkap selimut tebal tersebut dan mendapati cucunya di jadikan bantal guling oleh Chandra di balik sana. "Astaghfirullah ya Allah."


"Ngapain meluk Aliya, tu lihat antena kamu sinyalnya kekuatan," kata kakek Rio rancu tak ingin kuping cucu kesayangannya ternodai dengan kata kata ful*gar dari mulutnya. Bagaiman tidak berada yang di sebut antena tersebut mengacung, akibat gesekan gesekan halus dari Aliya, yang membuatnya sedikit te*rang*sang.


Chandra yang menyadari itu menjadi sangat malu, akhirnya memilih untuk ke kamar mandi, Chandra menatap pantulan wajahnya di kamar mandi dan merutuki kebodohannya.


"Aish Thor sabar dulu kenapa sih, main ngacung ngacung aja," Chandra bergumam memandang ke arah bawah.


Aliya yang masih setengah sadar kembali berbaring, kini memeluk guling dengan erat. Kakek Rio hanya menggeleng kemudian memanggil Chandra yang ada di dalam.


"Chandra kamu sudah mandi ya? Kalau belum ini ada paper bag buat kamu, ada pakaian di dalam," kakek Rio segera meletakkannya di samping kamar mandi. "Jangan keluar pakai handuk, antena kamu itu jangan di liatin dengan cucu ku yang polos."

__ADS_1


"Kamu juga Al, ayo bangun udah siang juga, masih malas malasan aja di kasur, sana siap siap, baju kamu itu di gantung bibi," kakek Rio segera meninggalkan Aliya, sembari mengocehi kedua manusia yang hobi bertengkar, namun diam diam suka berpelukan uwuw, yang sanggup membuat para reader cemburu.


"Polos apaan? bar bar iya," ingin sekali Chandra berteriak seperti itu, namun memilih untuk menahannya, dan menelan teriakannya.


Setelah mendengar pintu tertutup akhirnya Chandra segera membuka pintu kamar mandi, Chandra membukanya perlahan lahan kemudian segera mengintip ke segala arah, dan segera mengambil paper bag yang di tujukan untuknya. Chandra pun segera mandi dan mengenakan pakaian, yang cukup formal, membuatnya sedikit bingung.


"Al bangun dong," Chandra menarik lengan Aliya untuk bangun. Namun tiba-tiba Chandra teringat bahwa Aliya semalam menggigil, bahkan suhu tubuhnya juga naik. Candra segera meletakkan punggung tangannya di kening Aliya, memastikan bahwa gadis itu tidak sakit. Setelah memastikan Aliya baik-baik saja, Chandra kembali membangunkan Aliya dengan menepuk-nepuk pelan pipinya.


"Hm, iya iya," Aliya bergumam sembari berdiri ke arah kamar mandi.


melihat Aliya telah berjalan ke kamar mandi, Chandra segera bergegas keluar dari kamar tersebut, Chandra harus menanyakan kenapa ia harus mengenakan pakaian semi formal ini. Saat berjalan ke ruang keluarga, Chandra di kejutkan dengan kehadiran kedua orang tuanya.


Bukan cuman Chandra, namun Alia juga bingung karena harus mengenakan pakaian semi formal, padahal seingatnya dirinya tidak punya acara ataupun pertemuan hari ini. Tapi anehnya asisten rumah tangganya justru mempersiapkan baju semi formal.


"Kek untuk apaan ini?" Aliya tampaknya tidak mengetahui bahwa Candra masih ada di situ, Aliya hanya berfikir bahwa Chandra telah kembali ke kediamannya. Namun ternyata bahkan saat ini ada nyonya Mona dan tuan Omer.


"Lah, hai om tan," Aliya segera menyalami nyonya Mona dan tuan Omer. "Ada apaan ni? kok kayaknya kita semua rapi, ada kondangan ya?"


Aliya segera mendudukkan dirinya di samping tempat duduk Chandra, bahkan dirinya sedikit mengenai Chandra, yang hanya bergeser sedikit.


"Bay the way kondangan siapa? Kok Al ga tau ya?" Aliya memandang mereka satu persatu, membuat kakek Rio, nyonya Mona dan tuan Omer tersenyum manis.


"Iya sebentar lagi kita akan membuat kondangan untuk kalian."

__ADS_1


__ADS_2