CEO Belok Vs Colonel Cantik

CEO Belok Vs Colonel Cantik
Habis Ini Kita Ganti Hp Kamu


__ADS_3

" I love you," ucap Aliya kemudian mengecup sekilas bibir Chandra, berhasil membuat wajah Chandra memerah.


Chandra memandang Aliya dengan seksama, sembari tersenyum memperhatikan Aliya yang kembali asyik dengan spagetinya. "Aaa..."


Aliya segera melihat Chandra yang menganga seperti kode ingin di suapi, membuat Aliya menghela nafas berat. Chandra memang seperti anak kecil, persis yang di bilang nyonya Mona tadi pagi, ingin di mengerti setiap kode dan sandinya, seperti seorang wanita yang suka sekali memberi kode kode khusus untuk sang kekasih. Aliya segera menyuapi baby besarnya membuat Chandra tersenyum senang.


Chandra merasa dirinya di perhatikan dan di mengerti oleh Aliya. Membuat Chandra merasa bahagia. Ya, bahagia Chandra sangat sederhana, cukup di perhatian dan perlakukan seperti seorang putri oleh Aliya.


^^^"Otak gesrek, ga terbalik, harusnya aku yang gini, kenapa jadi dia ya? Apa di dunia kami sudah mulai terbalik ya?" Aliya mengumpat Chandra sembari menyuapi dirinya sendiri spageti.^^^


Chandra jangan di tanya sudah seperti seorang wanita, yang mendapatkan kasih sayang dari sang pacar. Terus tersenyum sembari mengunyah makanannya. Pasca di kata kata keramat yang keluar dari mulut Aliya, Chandra tiba tiba berubah bak anak penurut, dan pendiam dengan segala kata kata Aliya.


Sekali kali Chandra menghapus jejak saus di bibir Aliya, membuat Aliya tersenyum mengejek Chandra. Ah, dasar tunangan tak berakhlak, suka sekali mengejek tunangan yang sedang berbunga bunga.


"Hm, gue pesan makan di sini aja ya," kata Chandra menawarkan untuk makan di dalam ruangannya.


"Terserah acs aja deh, gue mah ok ok wae," jawab Aliya kini memperhatikan email yang di kirim kakek Rio. Aliya kembali ke meja kebesaran Chandra untuk membuka emal, ternyata pekerjaannya banyak juga.


"Acs itu apa cil?" Chandra tampaknya masin bingung dengan singkatan dari Aliya.


"Asal curut senang," lagi lagi Chandra di buat memerah oleh Aliya, wanita itu memang pandai mengambil hati Chandra. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah asal curut senang merupakan sesuatu dari kata lain malas berdebat. Alias suka suka lo deh.


"Curut gue pinjam laptop lo lagi ya," pinta Aliya tampa mengalihkan matanya dari laptop Chandra.


"Apa apaan lo, udah minjam baru izin, mana ada orang semacam itu," kata Chandra bermaksud menasihati calon istrinya.


"Iya tapi kalau lo pengecualian, gue pinjam dulu baru izin. Soalnya lo pelit sih," kata Aliya santai.

__ADS_1


"Maksud lo bilang gitu apa?" Chandra tiba tiba di buat emosi dengan perkataan Aliya.


"Lah emang, gue minta tolong aja lo pelit, apa lagi ge numpang," jelas Aliya.


Ah, tampaknya pertengkaran tadi pagi belum selesai juga. Aliya bahkan kini masih mengingatnya.


"Eh masih ingat juga, lagian tadi pagi itu lo bisa sendiri, jangan manja jadi orang," tampaknya Chandra melupakan kejadian barusan, di mana dirinya meminta disuap oleh Aliya dengan manja nya.


"Gue manja? Lo tu yang manja," kata Aliya dengan mata yang tak lepas dari laptop.


"Gue? Dari mana gue lo sebut manja?" Chandra yang tak terima segera melayangkan protes.


"Ga nyadar lo? Dasi aja minta pasangin, makan barusan di suapin," jelas Aliya mengingat


adegan barusan.


"Suka suka lo yang jelas waras ngalah," terang Aliya sembari mengirimi kembali pekerjaannya melalui email.


"Apa lo bilang?" Chandra segera menutup layar laptopnya. Untung saja email telan terkirim, jadi dirinya tak perlu khawatir.


"Sesuai dengan yang lo dengar," ucap Aliya, sontak membuat emosi Chandra semakin meledak.


"Lo nantangin gue?" Chandra kini mendekat ke arah Aliya, dengan berkacak pinggang.


"Ga kok gue justru nurutin lo," jawab Aliya enteng, sembari bersidekap tangan di depan dada.


Chandra menyingkirkan semua barang barang di atas mejanya, kemudian duduk di hadapan Aliya. Chandra jika sudah begitu tidak akan mengalah. Aliya hanya mengangkat bahu malas berdebat, Namun pandangannya sinis ke arah Chandra. Chandra tak suka di pandang seperti itu, kini memandang balik ke arah Chandra. Akhirnya acara tatap tatapan penuh permusuhan terjadi, mereka seolah mengukur kekuatan masing masing melalui tatapan tajam nan sinis. Tiba tiba Chandra berkedip membuat Aliya segera berlonjak dari kursinya.

__ADS_1


"Hah kena lo, kalah kan lo, gue menang, Lo ngedip," kata Aliya membuat Chandra cengong sendiri, bagaiman tidak Aliya bahkan menganggap tatapan permusuhan mereka sebagai ajang lomba tatap mata terlama.


"Engga gitu konsepnya kutil kancil," kesal Chandra sembari menarik pipi Aliya, sontak saja membuat Aliya kesakitan. Aliya segera membalas Chandra, membuat Chandra terkejut, kini aksi mereka beralih kepada saling dorong satu sama lain, membuat Aliya terjatuh.


Tiba tiba bunyi ponsel menghentikan. pertengkaran mereka, membuat Chandra segera memandang ke ponsel Aliya. Aliya segera meraih ponselnya, yang terjatuh dan layarnya tepat berada di lantai. Aliya segera melihat ponselnya, dan terkejut melihatnya.


"Ah retak curut kan, lo parah banget kan gue pakai hp apa dong," kesal Aliya segera mengangkat video call nya.


"Halo Al, lama ga ketemu," sapa Riky jauh dari ujung sana, tampak wajah laki laki itu tengah sumringah.


"Halo kak Ky, iya lama banget, gimana sama kerjaan kakak?" Aliya tampak sangat bersemangat menjawab telfon dari Riky.


Dari suaranya saja Chandra sudah curiga kalau itu adalah Riky, di tambah dengan sapaan Aliya membuat Chandra semakin yakin. Chandra segera ikut bergabung di belakang Aliya, tepatnya sama sama duduk di lantai, namun Chandra dengan posisi memeluk Aliya dari belakang.


"Ih apaan sih lo curut? Lo liat ga ni gara gara lo hp gue retak seribu, udah sana lo jauh jauh," kesal Aliya membuat Chandra semakin mengeratkan pelukannya. Chandra tahu betul bahwa Riky memiliki perasaan yang berbeda dengan Aliya, tampak dari pandangan mata Riky yang menyiratkan sebuah perasaan yang sangat mendamba. Chandra tak suka itu, membuat Chandra segera mendekap Aliya.


"Halo Ky, apa kabar? Lama ga ketemu ya," Chandra menyapa Riky dengan ramah. Dapat Chandra lihat pandangan wajah Riky yang memandangnya dengan pandangan tak suka.


"Halo Chandra, baik kok, apa kabar?" Riky menyapa balik dengan sangat ramah.


Tampaknya Aliya kini berada di tengah tengah perang dingin antara Chandra dan Riky, keduanya saat ini sangat terlihat saling tersenyum ramah, namun hanya mereka berdua lah yang mengetahui keadaan hati mereka.


"Baik Ky, oh ya maaf ya soalnya kami sudah mau makan siang nih, papa udah nunggu di bawah," kata Chandra segera merebut ponsel Aliya dan mematikan sambungan telfon tersebut. "Habis ini kita ganti hp kamu."


......................


Hai hari ini adalah hari terakhir give away, Sebelum ketinggalan segera ikut gabung yuk, dengan cara memberi hadiah dan vote. Serta memberi komentar di setiap bab dari novel CEO belok vs colonel cantik.

__ADS_1


__ADS_2