CEO Belok Vs Colonel Cantik

CEO Belok Vs Colonel Cantik
Wawancara yang meresahkan


__ADS_3

Chandra siang ini berencana untuk melakukan konversi pers, terkait dengan berita yang beredar tentangnya.


"Apakah benar video yang viral, mengejar mobil yang diduga mobil keluarga winata itu anda?" Salah seorang wartawan yang berperan sebagai penanya, segera memulai pertanyaan.


"Hm bagaiman ya, itu memang benar saya, tapi saya tak tahu jika itu akan seheboh ini," Chandra sedikit terkekeh ketika mengatakan hal tersebut. Memang benar dirinya tak menyangka bahwa kejadian itu akan seheboh ini, dirinya juga tak mengharapkan hal tersebut.


"Jika anda tidak keberatan, bisa anda membeberkan tentang kejadian tersebut?" tanya pihak wartawan kembali.


"Ah, baiklah. Karena semua orang mengetahui hal itu, maka saya tidak akan keberatan untuk menceritakannya," Chandra sedikit menjeda Kat katanya. "Sebenarnya saat itu, kakek sudah setuju dengan hubungan kami, jauh sebelum kami saling menyatakan perasaan. Namun ada sesuatu hal yang membuat kakek marah, hingga datang ke rumah, dan tidak memberikan kami restu. Saya sangat sedih saat itu, tidak tahu harus bagaiman. Hanya cara itu yang saya lakukan. Namun paginya teman kami datang untuk menjelaskan kepada kakek, hingga saat sore hari saya datang ke tempat kakek, ternyata mereka merencanakan pesta ulangtahun saya."


"Bagaiman hubungan kalian selama ini," kembali lagi wartawan bertanya.


"Kakek sudah merestui kami, jadi hubungan kami akan semakin lebih baik," jawab Chandra sekenanya.


"Kapan kalian bertemu?" Kembali lagi wartawan bertanya.


"Sekitar lima bulan yang lalu," jawab Chandra tersenyum, ketika mengingat pertemuan pertama mereka.


"Bagaiman anda yakin akan menikah dengannya?"


"Hm, entah lah, dia satu satunya wanita yang membuatku resah, dan tak ingin mengalah denganku, dia berbeda. Dia membuatku selalu khawatir, ketika melakukan sesuatu yang berbahaya, dia selalu ada di saat saya membutuhkannya, dia yang membantu saya bangkit," Chandra sedikit terkekeh mengatakan hal tersebut, wajahnya sumbringah, menandakan dirinya benar benar bahagia ketika mengatakan hal tersebut.


"Bangkit dari apa?" Wartawan tersebut tampak sangat penasaran.


"Dari sebuah kegelapan yang membelengguku selama ini, dia yang meraih tanganku, dan memelukku," Candra sedikit menghela nafas, dan memandang ke arah depan dengan nanar, tanda penyesalan di dalam hidupnya.


"Apa maksud anda itu tentang rumor penyimpangan seksual anda?"


"Hm, saya tak tahu dari mana berita itu datang," kilah Chandra, tak ingin membahas tentang hal tersebut.


"Baiklah, bagaiman dengan kebersamaan Anda dengan tuan Brayen, yang di duga sebagai pacar anda?" Kembali wartawan berusaha mengorek tentang kebenaran rumor tersebut, dengan menampilkan sebuah foto pertemuan Brayen dan juga Chandra.

__ADS_1


"Malam itu adalah waktu di mana saya menyatakan perasaanku kepada Aliya," jujur Chandra, mengalihkan perhatian.


"Apa dia langsung menerimanya?" Benar saja ternyata perhatian mereka teralihkan.


"Tentu saja, kami sebenarnya memiliki perasaan yang sama, meskipun kami lebih banyak bertengkar," jawab Chandra kembali terkekeh, terlebih jika mengingat kembali pertengkaran mereka, yang sebenarnya terjadi hanya karena hal kecil.


"Bertengkar bagaimana?" Wartawan melihat senyum Chandra menjadi tertarik.


"Kalian tahu kami memiliki gelar kucing dan tikus. Tetapi meskipun kami lebih sering bertengkar dan membuatku marah, gadis itu selalu membuatku khawatir," Chandra kembali terkekeh, sembari menggeleng tanda tak percaya dengan kelakuannya sendiri.


"Kapan kalian merasa memiliki perasaan satu sama lain?"


"Saya akan selalu mencarinya ketika dia tidak ada di samping saya, mungkin terbiasa selalu bersama membuat saya selalu merindukan saat saat bersama dengannya," jujur Chandra mengingat ketika mereka bertengkar dan di saat yang bersamaan Aliya juga pergi untuk tugas.


"Bagaiman menurut anda tentang tanggapan di luar sana, yang mengatakan bahwa nona Aliya sangat beruntung bisa mendapatkan cinta anda?"


"Sejujurnya saya lebih beruntung di dalam hal ini, banyak yang menyukainya, tetapi dia memilih saya. Bahkan saya pernah merusak ponselnya, agar dia mengganti nomor ponselnya, dan para laki laki lain tak lagi menghubunginya," Chandra mengatakan hal itu dengan santai, seolah hal itu adalah hal yang biasa.


"Hm, saya hanya berharap agar dia akan selalu bersama dengan saya, dan mencintai saya," jawab Chandra penuh pengharapan, setiap kata katanya mengundang kata harapan yang sangat besar untuk Aliya.


"Wah sangat manis," puji wartawan wanita tersebut sembari memandang ke arah Chandra dengan kagum.


^^^"Sisahin satu aja yang gini," gumam wartawan tersebut.^^^


"Terimakasih," jawab Chandra dengan senang hati.


"Baiklah terimakasih atas waktu anda, semoga kalian mengundang kami di acara pernikahan kalian," canda wartawan tersebut.


"Pastinya," jawab Chandra dengan mantap. Chandra memang ingin seluruh dunia tahu, bahwa Aliya merupakan istrinya. Dan seluruh laki laki yang ingin mendekatinya berfikir hingga dua kali, bahkan para laki laki di luar sana tak berani mendekati Aliya.


Setelah selesai sesi wawancara, Chandra segera bergegas kembali ke kantornya, wawancara yang di lakukan secara live menjadi acara rating tertinggi saat itu. Bukan karena Chandra adalah seorang pebisnis, namun karena rumor yang mengatakan bahwa Chandra sebelumnya adalah seorang gay.

__ADS_1


Di dalam ruangan Chandra segera menghubungi Aliya, wanita itu hari ini tak menemaninya lagi, dikarenakan hari pingitan telah di mulai sejak dua hari yang lalu. Ah, Chandra benar benar merindukan wanita itu.


"Hm, halo," tampaknya Aliya baru bangun tidur, dan belum sadar sepenuhnya.


"Baru bangun ya?" Chandra tersenyum melihat wajah bantal tersebut.


"Iya, ini masih ngantuk banget, pengaruh obat kali," Jawab Aliya, dengan mata yang tampaknya sangat sulit untuk terbuka.


"Kalau masih ngantuk tidur aja lagi," Chandra tersenyum mengatakan hal tersebut. Chandra benar benar sangat perhatian saat ini.


"Kebanyakan tidur, nanti malam takutnya ga bisa tidur," jawab Aliya, segera membawa ponselnya menuju kamar mandi.


"Eh lo mau kemana?" Chandra sedikit terkejut ketika melihat Aliya memasuki kamar mandi dengan membawa ponselnya.


"Ke toilet kenapa? Mau pipis gue," Aliya tampaknya benar benar cuek, bahkan dirinya santai ketika mengatakan hal tersebut.


"Kok pakai bawa hp segala?" Chandra sedikit sewot, namun juga penasaran.


"Lah kan ga nampak curut, orang gue cuman nampakin muka aja,"jawab Aliya santai.


"Ya terserah deh," jawab Chandra tak bisa berbuat apa-apa.


Chandra terkekeh melihat wajah lega Aliya saat baru saja buang air kecil, Aliya terlihat sangat imut di mata Chandra.


"Udah selesai?" Chandra menanyakan sesuatu yang pastinya sudah dia ketahui.


"Hm, mau cuci muka dulu, baru ke bawah," jawab Aliya sembari mendekati wastafel. Aliya mencuci wajahnya. Dengan menggunakan sabun pencuci wajah, kemudian mengenakan skincare dengan cepat.


Aliya segera keluar dari kamar, dan menuruni tangga. "Lo tau ga gue kayak lagi buat video live, terus yang nonton cuman lo," Aliya terkekeh ketika mengatakan hal tersebut.


"Iya lo lagi live sekarang, live-nya calon manten gue, cuman boleh sama gue doang," kata Chandra tersenyum melihat Aliya yang tampak sangat fokus turun dari tangga. "Hati hati, liat tangga nya, gue ga mau di tunda lagi."

__ADS_1


"Idih posesif bin ngebet lo," kata Aliya santai sembari terus memandang ke arah tangga.


__ADS_2