CEO Belok Vs Colonel Cantik

CEO Belok Vs Colonel Cantik
K-Pop Vs Dangdut


__ADS_3

"Baik Ky, oh ya maaf ya soalnya kami sudah mau makan siang nih, papa udah nunggu di bawah," kata Chandra segera merebut ponsel Aliya dan mematikan sambungan telfon tersebut. "Habis ini kita ganti hp kamu."


"Idih aku kamu? Kesmbet setan couple lo?" ledek Aliya kandang Chandra dengan kesal, ketika mereka memasuki lift khusus CEO.


"Mana ada setan gituan," bantah Chandra memandang Aliya dengan pandangan heran bercampur kesal.


"Lah lo buktinya," jelas Aliya memandang Chandra dengan santai.


"Engga Al, gue sehat," bantah Chandra dengan kesal, Chandra kini menatap Aliya dengan sinis.


"Lah pakai aku kamu ngapain? Mau nyanyi koboi Junio?" Aliya kembali mengejek Chandra.


Mereka sama sama berjalan ke parkiran, menuju restoran yang sudah mereka tentukan.


"Idih gue g pernah suka sama yang namanya boy band atau girl band gitu, apa lah itu, apalagi apa tuh BTS, black pink, sama EXO," kata Chandra menyebut boy band dan girl band yang tengah ramai di perbincangkan di khal layak umum.


"Ih kok lo tau sampai segitunya?" Aliya memandang Chandra dengan pandangan curiga.


"I, iya sering liat mama nonton itu," Chandra sedikit tergagap, di belakang, sontak membuat Aliya memicingkan matanya memandang Chandra dengan curiga.


Sementara pak Ujang sudah setengah mati menahan tawanya, karena tahu tuan mudanya ini adalah pencinta K-Pop, bahkan kemarin saat tengah galau Chandra sempat memutar lagu Korea, bernuansa galau.


"Tapi ga sampai hapal nama juga kali," kata Aliya semakin memojokkan Chandra.


"Kan sering nemenin mama," kilah Chandra tak ingin kesukaannya di ketahui oleh Aliya.


"Idih kan ada om Omer," ejek Aliya, semakin membuat Chandra terpojokkan.


"Ga ya, pokoknya gitu, udah jangan di tanya lagi," kesal Chandra tak ingin di tanya lebih banyak.


"Lo K-Pop pers ya? Ayo ngaku," goda Aliya sembari menaik turunkan alisnya.


"Ga ya sorry," kesal Chandra sembari keluar dari mobil, meninggalkan Aliya yang sejak tadi mengejeknya, Chandra lama lama tidak akan tahan jika terus menerus di pojokkan.


"Ah masa? Tadi gue buka galeri laptop lo ada drama Korea" goda Aliya kembali sembari menyusul Chandra.


"Buat mama," kilah Chandra. Chandra segera menarik Aliya untuk menggandeng tangannya.


Saat mereka masuk ke dalam cafe, tiba tiba semua mata pengunjung mengaran kepada mereka. Kedua makhluk tuhan yang sibuk bertengkar itu, tidak menyadarinya. Untung saja saat ini mereka masih tahu tempat jadi mereka hanya saling berbisik dalam pertengkaran tersebut.

__ADS_1


"Idih ketahuan kan? Padahal aku ga liat sama sekali loh," bisik Aliya tersenyum mengejek.


"Ga usah ngejek," kesal Chandra memandang Aliya dengan pandangan kesal.


"Nah kan beneran, salam sama anak dangdut," kata Aliya dengan bergaya meletakkan dagu di antara telunjuk dan ibu jari.


"Dangdut dangdut, pantes muka lo kayak kampungan," ejek Chandra segera mencengkram pipi Aliya.


"Idih dangdut is music on my country," kata Aliya melepaskan tangan Chandra dari dagunya.


"Apaan," ejek Chandra sembari menarik Aliya menuju meja tuan Omer.


Mereka segera duduk di hadapan tuan Omer, membuat tuan Omer memandang kedua manusia yang sama sama memasang wajah jutek.


"Kenapa lagi? Kalian berantem lagi?" Tuan Omer yang tahu betul tabiat kedua orang ini, membuat tuan Omer mampu menebak keadaan keduanya.


"Ini pa ngejek dangdut kampungan," Adu Aliya sembari menunjuk ke arah wajah Chandra.


"Idih apaan lo manggil bokap gue papa? Lo anak nya?" Chandra memandang Aliya dengan sinis, tak terima jika papanya di panggil papa juga dengan Aliya. Chandra segera menepis tangan Aliya yang menunjuknya.


"Iya kenapa? Gue anak bungsunya, makanannya papa Omer lebih sayang gue ketimbang lo," jawab Aliya degan santainya.


"Ih apaan? Pa tau ga hp Al rusak gara gara dia," Aliya kembali mengadu, kali ini Aliya kembali mengadu dengan membawa porsel nya.


"Dasar tukang adu ya lo, udah gue bilang nanti gue ganti," kesal Chandra memandang Aliya dengan sinis.


"Suka suka gue dong, gue kan cuman cerita," balas Aliya mengabaikan tatapan sinis Chandra. "Pa dia suka K-Pop kan?"


"Kok tau? Dia itu bi... bi, bisa kalau ga salah namanya," jawab tuan Omer sedikit bingung, dan berpikir keras.


"Bias maksudnya?" Aliya memandang tuan Omer penasaran.


"Ha biasnya itu Jenny black pink, Do EXO, sama V BTS," tuan Omer benar benar membongkar rahasia Chandra di depan Aliya.


Sungguh wajah Chandra menjadi memerah, Aliya kini mengetahui rahasia terbesarnya, yang selama ini di sembunyikan Chandra.


"Idih bener kan oh wait til' i do what i do hit you with that ddu-du ddu-du du," pancing Aliya.


"Ddu-du ddu-du di," benar saja Chandra secara refleks menyanyikannya.

__ADS_1


"Ih bener bisa lo ngomong Korea?" Aliya justru menantang Chandra.


"Engga," jajar Chandra, Chandra bersyukur Aliya tidak mencibir hobinya.


"Ih anak K-Pop tu jangan cuman suka orangnya tapi belajar bahasanya, gue aja bisa baca hangguka masa lo ga bisa," Aliya mulai membanggakar dirinya.


"Gue ga punya waktu," jawab Chandra asal.


"Alah bilang aja ga bisa," cibir Aliya memandang Chandra remeh. "Eh gue kenal V BTS, gue pernah masuk ke video anak BTS loh, lo ga tau ya?"


"Masa mana?" Chandra tiba tiba sangat penasaran, Chandra sudah membuang jauh jauh gengsinya, karena percuma toh Aliya juga sudah mengetahuinya.


"Balikin dulu hp aku yang retak seribu, entar aku kirimin videonya," pinta Aliya sembari menengadahkan tangannya.


Chandra mengembalikan ponsel Aliya tanpa pikir panjang, yang terpenting bagi chandra saat ini mengetahu kebenarannya.


"Ini nih," Aliya mengirimi Chandra video dirinya yang kemarin jadi pengawal BTS, dan akhirnya memiliki banyak waktu untuk berbincang bincang dengan anggota BTS. Terlebih Aliya yang sedikit lancar berbahasa Korea.


Aliya saat itu menjadi penerjemah sekaligus pengawal dari pada para penggemar anggota BTS yang menyerangnya.


fYI : Ini cuman halu gaes, dan entah benar atau tidak hanya karagan othor cantek.


"Ih kok bisa," Chandra Sungguh penasaran.


"Bisa dong, gue kan jago bahasa Korea," sombong Aliya.


Aliya memana bisa berbahasa Korea dan juga bisa dibilang jago untuk orang awam, namun tak sejago yang di sombongkan.


"Apa? Kok ga bilang?" Chandra memandang Aliya penasaran. Jujur saja Chandra semakin salut dengan gadis yang tengah menyombongkan diri ini. Sungguh kemampuan yang luar biasa.


"Lumayan gue bisa bawa si kutil buat buka cabang di korea, jadi ga usah keluar duit deh buat nyewa penerjemah," Ah, tampaknya Chandra benar benar mulai berfikir memanfaatkan calon istrinya ini.


"Masa gue harus bilang sih, promo gitu?"


......................


Hai give awey telah berakhir nih, mohon bersabar untuk menunggu pengumumannya


ya, kalau ga ada halangan besok deh bakalan di umumin.

__ADS_1


__ADS_2