CEO Belok Vs Colonel Cantik

CEO Belok Vs Colonel Cantik
Malam pertama


__ADS_3

Hari ini kedua mempelai telah melakukan pernikahan, dan kini tiba saatnya untuk beristirahat. Aliya segera naik ke atas tempat tidur, merebahkan badannya yang sudah pegal pegal berdiri hampir sehari, dan berlanjut hingga malam hari. Bukan karena berdirinya, namun karena Aliya mengenakan sepatu berhak tinggi.


Acara pernikahan Aliya dan Chandra memang berbeda dari para orang kaya biasanya, mereka memang memperoleh publik datang untuk meliput, namun tamunya di batasi, untuk kesakralan acara tersebut. Karena setiap acaranya hanya di lakukan di rumah, yang di undang pun hanya kolega penting dalam bisnis, tetangga sekitar dan keluarga, serta para wartawan yang tugasnya meliput hanya untuk meliput acara sakral tersebut, yang terkesan sederhana dan lebih seperti masyarakat pada umumnya.


Aliya dan Chandra bukanlah orang yang terlalu suka menghamburkan uang, hanya untuk hal hal yang sebenarnya bisa di lakukan secara sederhana, dan lebih bermakna. Mereka adalah sepasang yang serasi, memiliki pola hidup sederhana, tidak terlalu suka berfoya foya, meski jika mereka mau maka mereka akan sangat mampu melakukannya.


......................


Sementara di bawah Chandra sedang membantu keluarga yang lainnya, untuk membereskan barang barang, bersama dengan kak Ujang.


"Eh Chandra tidak mau berterimakasih kepada pak Ujang? Yang berperan penting dalam hubungan kalian?" Goda tuan Omer saat tengah duduk di sofa, bersama dengan kakek Rio.


Pak Ujang menjadi tersenyum senyum, mengingat setiap kejadian yang telah lalu, saat dirinya mengemudikan mobil dengan berpenumpang kan kucing dan tikus. Chandra sendiri? Chandra benar benar malu seketika, wajah tampannya menjadi memerah, terlebih pak Ujang adalah saksi awal bersemainya cinta di antara mereka, meskipun saat itu tidak mereka sadari.


"Pak Ujang bisa ceritakan perjalanan mereka?" Tuan Omer tersenyum ke arah Chandra. "Pak Ujang duduk di sini aja, pak Ujang kan dari pihak laki laki."


"Ayo pak Ujang cerita, hari pertama mereka," bujuk kakek Rio, mengerti maksud dari tuan Omer.


"Hari pertama mereka benar benar menakjubkan tuan," kata pak Ujang membuat Chandra semakin memerah karena malu.


"Kenapa?" Nyonya Mona tiba tiba muncul dari belakang.


"Iya nyonya mereka sampai ber*ciu*man lima kali di mobil," kata pak Ujang sontak membuat nyonya Mona dan yang lain terkejut.


"Itu tak sengaja pak Ujang, kan pak Ujang juga yang main rem mendadak, jadi saya jatuh di atas Aliya," jelas Chandra, menahan malu.

__ADS_1


"Iya ga apa apa kok, kan kalian sudah sah," jawab kakek Rio tampak santai.


......................


Setelah membantu para keluarga di bawah, Chandra segera naik ke kamar Aliya, tersenyum melihat Aliya telah tertidur hanya dengan mengenakan kemeja tidur seksi, mampu menggoyahkan iman bagi yang melihat.


Entah kenapa saat Aliya telah kembali ke kamarnya setelah seharian penuh berdiri di pelaminan, tiba tiba pakaian Aliya semua raib, dan yang tersisah hanya pakaian tidur seksi saja.


Chandra segera membersihkan dirinya, meninggalkan Aliya sendirian di tempat tidur. Setelah membersihkan diri, Chandra segera keluar kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk kecil di pinggangnya, dan menyaksikan Aliya baru saja terbangun dari tidurnya. Ternyata pakainya itu lebih seksi di mata Chandra ketika Aliya duduk di atas tempat tidur. Chandra segera mendekati Aliya, mengecup puncak kepala Aiyla.


"Lo mau pakai baju? Mau gue siapin?" Aliya tersenyum memandang laki laki yang kini berdiri di hadapannya, dengan hanya mengenakan handuk kecil.


Aliya yang menyadari hal tersebut, membuat Aiyla hanya memicingkan kepala. "Jangan, engga usah nanti juga di lepas," Chandra tersenyum dan mengecup bibir Aliya, perlakuan lembut Chandra sontak membuat Aliya tersenyum. Chandra kembali mengecup bibir Aliya.


"Can I?" Chandra menatap mata Aliya, membuat Aliya merona dan salah tingkah. Chandra tersenyum melihat wajah merona Aliya, hal itu menandakan gadis itu, yang kini menjadi istrinya saat ini tengah salah tingkah. "Bisa kan?"


Setelah merasa butuh oksigen Chandra segera melepas pa*ngu*tan mereka, Chandra menatap wajah Aliya yang terpejam, dengan nafas terengah engah. Chandra segera melepas handuknya, dan menindih Aliya. "Al gue kangen."


Chandra kembali me*lu*mat bibir Aliya, kemudian membuka perlahan baju Aliya, sembari me*lu*mat bibir Aliya dengan lembut. Chandra segera melucuti semua yang di kenakan oleh Aliya. Chandra melepas lu*ma*tan panjangnya dan memandang pandangan indah di depan matanya.


Chandra segera menyentuhnya, dan mengusapnya perlahan. Ah lembut, itulah yang di pikir kannya. Chandra tersenyum puas dan mulai mengecup kembali bibir Aliya, kemudian berpindah ke daerah kuping belakang Aliya. "Ah," lenguhan Aliya membuat Chandra semakin bersemangat.


Chandra semakin menurunkan kecupannya hingga ke daerah paling menonjol Aliya, semakin membuat suara erotis Aliya menggema. Aliya bahkan meremas rambut Chandra, ketika Chandra me*re*mas dan memilih serta menggigit nya.


Aliya dapat merasakan sesuatu di bawah sana yang mengeras, Aliya tidak lah bo*doh, Aliya tahu apa itu. Chandra mengangkat kepalanya memandang wajah Aliya. Namun tiba tiba sebuah telfon membuat mereka berdua terkejut. Chandra tak peduli, ia kembali mengecup bibir Aliya, namun telfon kembali berbunyi untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Chandra yang kesal segera berdiri, dan melihat siapa si penelepon. Ternyata itu adalah sekretarisnya, berani sekali laki laki itu menelfon nya di saat malam pertamanya.


"Hm, langsung saja," Chandra dengan malas menjawabnya.


"Maaf saya ganggu bos?"


"Masih nanya, cepat," kesal Chandra, terlebih dirinya melihat Aliya segera membungkus dirinya menggunakan selimut, dan berjalan ke arah kamar mandi. "Lambat telfon papa aja."


Chandra segera mengejar Aliya, yang belum memasuki kamar mandi. "Mau kemana lo?"


"Mau ke kamar mandi lah," jawab Aliya memandang Chandra.


"Mau ngapain?"


"Mau ipis," jawab Aliya, kembali melangkahkan kaki. Chandra segera menarik selimut tersebut hingga tergeletak di lantai. Aliya terkejut, segera menutupi daerah rawan pandangan. Chandra segera menggendong Aliya ke dalam kamar mandi, dan meletakkan Aliya di closet.


"Curut, ni kita sama sama ga pakai apa apa loh," kesal Aliya menatap Chandra.


"Iya gue tau, pipis aja gue tungguin kok," Chandra terus saja memandang Aliya, sembari tersenyum.


Aliya segera menyelesaikan hajatnya, namun saat dirinya berdiri, Chandra segera memeluk Aliya, dan mendorongnya ke dinding. Dan kita tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Setelah menuntaskan hasratnya di dalam kamar mandi, Chandra segera mengangkat tubuh Aliya ke dalam kamar. "I love you."


"Hm."

__ADS_1


"Besok lagi ya."


"Ketagihan lo, baru nyelup sekali mau terus lo," kesal Aliya, namun Chandra tetap memeluknya dengan erat.


__ADS_2