CEO Belok Vs Colonel Cantik

CEO Belok Vs Colonel Cantik
Pagi yang menghebohkan


__ADS_3

Chandra dan Aliya kini tengah berada di dalam mobil bersiap untuk ke kantor, seperti sebelumnya Aliya di tugaskan untuk mengawal Chandra.


Sepanjang perjalanan Chandra hanya berdiam diri, Chandra yang tiba tiba teringat semua kenangan manisnya bersama dengan Brayen, kini memilih bungkam. Chandra memikirkan kedepannya hubungan mereka, dan menimbang semua.


^^^"Memang benar kami tidak dapat bersama, dipertahankan lama pun akhirnya tetap seperti ini, atau akhirnya akan menjadi lebih menyakitkan," Chandra terus memandang ke arah jendela, sesekali menghela nafas berat.^^^


Pak Ujang yang melihat kedua orang yang biasanya ribut, hanya bisa berpasrah dan bersorak bahagia di dalam hatinya, setidaknya mereka tidak membuat laju jalan mobil menjadi lambat. Namun itu hanya bertahan sebentar, sebelum akhirnya mulut laknat Aliya mengatakan sesuatu yang sukses mancing Chandra.


"Pak sarapan apa dia tadi pagi ya? Tiba tiba diam, atau jangan jangan dia kesambet lagi, soalnya tadi pagi masih sempat teriak teriak kayak Tarzan ke kota," kata Aliya memancing pertengkaran di antara mereka.


Ah, Chandra yang memang tak bisa di pancing oleh Aliya kini memandang Aliya dengan pandangan sengit, Chandra memandang gadis di sampingnya dengan sengit.


"Lo nyari masalah sama gue? Lo kenapa sih? Semua itu gara gara mulut lo yang lemes," Chandra mulai membalas omongan Aliya.


Pak Ujang hanya bisa menghela nafas panjang, sepertinya mereka akan kembali lambat ke kantor, bersiap siap untuk memberikan penjelasan kepada nyonya Mona dan tuan Omer tentang mobil penyok, bersiap siap akan segala kemungkinan jika mereka menabrak.


"Idih nyalahin gue, lagian tadi gue cuman negur lo doang, ga lebih kok," Aliya memandang Chandra tak kalah sengit.


"Lo ngeselin lama lama, ngelunjak tau ngga," Chandra meletakkan telunjuknya di hadapan Aliya. Terdengar dari nada suaranya, Chandra benar benar geram dan gemas dengan Aliya, yang selalu saja tak ingin di salahkan.


"Idih yang ngeselin tu lo, di tanya baik baik malah jawabnya ga baik baik," Aliya menyingkirkan telunjuk Chandra yang ada di hadapannya.


"Lo memang ngeselin," kata Chandra mengacak rambut Aliya hingga berantakan.


"Maksud lo apa ngacak rambut gue? Lo benar benar ngeselin lo ya," kesal Aliya tak terima.

__ADS_1


"Ini semua lo yang mulai," Chandra benar benar menyerang Aliya kembali.


Dan kembali lagi, seperti kaset lama yang di tonton pak Ujang, kedua orang itu kembali bertengkar. Sehingga jalannya mobil harus di perlambat.


Sesampainya di parkiran kantor khusus direktur, Chandra dan Aliya masih saja bertengkar, hingga akhirnya mereka menyerang, tak ingin kalah dari yang lain. Buru buru pak Ujang mematikan mobilnya, namun sepertinya pak Ujang lupa menginjak rem depan dan belakang, sehingga mobil mereka kembali harus tersungkur kala mobil yang mereka tumpangi menabrak dinding yang ada di belakang.


Chandra segera keluar dan merapikan jasnya, meninggalkan Aliya yang masih harus merapikan rambutnya. Aliya yang sangat kesal segera keluar dan menghampiri Chandra yang sudah berada di lobi.


"Cowok kurang ajar untung gue tunangan lo, ga sabar banget lo ya jadi orang, gue aduin papa Omer baru tau rasa," Aliya sengaja membuat kata kata nya menjadi ambigu, sehingga bisa membuat orang lain menjadi berfikir yang tidak tidak.


Chandra yang menyadari hal itu segera mengejar Aliya, karena geram dengan kata kata Aliya dan malu dengan tatapan mata para bawahannya. Aliya tertawa melihat wajah memerah Chandra, membuat Chandra semakin geram.


"Mampus lo ya kalau gue balas," Chandra menggeram kesal, karena Aliya semakin tertawa mendengarkan ancamannya.


"Ouh takut," Aliya memeluk dirinya sendiri seolah melindungi tubuhnya dari Chandra.


"Boleh juga, tapi pakai cinta ya," Aliya membalasnya dengan menggoda Chandra.


Chandra segera mengapit leher Aliya, membuat Aliya segera menggenggam lengan yang mengapit leher jenjang miliknya, kemudian merampas ponsel Aliya.


"Curut balikin ga?" Aliya benar benar kesal di buatnya.


"Ambil kalau lo bisa," Chandra terkekeh memandang Aliya yang berusaha mengambil kembali ponselnya.


Chandra meninggikan posisi ponsel Aliya, agar Aliya tak dapat menjangkaunya, Aliya segera mencoba menggapainya dengan menjinjitkan kakinya, sementara tangannya memeluk pinggang Aliya. Jika tampak dari pantulan dirinya, mereka tampak seperti bee*ciu*man, membuat Chandra tersenyum dan memandang wajah Aliya dengan seksama.

__ADS_1


Tring.


Pintu lift terbuka membuat Chandra segera memandang ke arah pintu, alangkah terkejutnya dirinya bahwa Brayen dan tuan Omer tengah bersiap untuk memasuki lift.


Perusahaan dari Brayen dan juga Chandra memang bekerja sama, membuat mereka semakin dekat, sehingga mereka mulai menjalin kasih, selama ini tuan Omer telah mencoba mencegah pertemuan mereka, namun tidak bisa karena intensitas pertemuan mereka, dan Brayen yang terus gencar mendekati Chandra.


Karena terlalu terkejut Chandra bahkan meremas pinggang Aliya yang tengah di peluknya. Aliya? Bukannya sadar tapi justru ia terus mencoba meraih ponselnya. Sembari mengalungkan tangannya di leher Chandra.


Tuan Omer diam diam tersenyum melirik wajah Brayen yang tiba tiba berubah pias, tampak raut kekecewaan di wajahnya, apalagi melihat kejadian live tersebut, membuat Brayen membuang wajahnya tak sanggup melihat kebersamaan mantannya dengan wanita lain.


Chandra tampa sengaja menurunkan lengannya dengan perlahan, membuat Aliya segera meraih ponselnya, tampaknya wanita itu tak menyadari kehadiran dua orang lainnya di belakang mereka.


"Ih tangan lo lepas, gatal amat tu tangan, dasar pria ramah lo," Aliya berusaha melepaskan cengkraman tangan Chandra di pinggangnya.


Aliya yang merasa di acuhkan segera memandang ke arah Chandra, Aliya kemudian memandang ke arah pantulan yang terdapat di dalam lift. Aliya tersenyum penuh kemenangan, tampaknya ia akan lebih mudah membalas kelakuan Chandra malam kemarin.


"Eh curut lo jangan keterlaluan ya, lama lama lo gue laporin dengan kakek, dari kemarin lo ya ngeselin, semalam lo nyium nyium gue, tadi pagi lo berantakin baju sama rambut gue, sekarang lo meluk meluk gue," Aliya berkata sembari tersenyum puas dengan nada protes dan intonasi yang cukup tinggi, mampu menyentak kan Chandra dari lamunannya.


Chandra memandang ke arah Aliya seketika dan melihat wajah manusia tercerewet di dunia selain mamanya. Ingin rasanya Chandra membekap mulut gadis itu, yang jika berbicara tidak ada saringannya. Entah lah tapi Chandra juga tidak bisa terlalu lama kesal dengan gadis tersebut.


"Sarap lo ya, lepasin ga tangan lo di pinggang gue, kalau ada orang yang liat kita mungkin udah dikira macam macam kita," Aliya masih saja mengoceh ke arah Chandra. Chandra segera melepaskan pinggang Aliya, sehingga memudahkan Aliya bergerak.


"Nah gini dong curut," Aliya berkata sembari memutar tubuhnya.


"Kan jadi e, eh pa, pintu baru kebuka ya," Aliya menampakkan wajah panik di hadapan tuan Omer yang tersenyum ke arah dirinya dan Chandra.

__ADS_1


Aduh Aliya, kamu memang sangat cocok menjadi seorang aktris.


__ADS_2