CEO Belok Vs Colonel Cantik

CEO Belok Vs Colonel Cantik
Tau tahan aja


__ADS_3

"Masa gue harus bilang sih, promo gitu?" Aliya benar benar tak habis pikir dengan jalan pikiran calon suaminya.


"Ga kan bisa, cuman bilang gitu," kata Chandra memandang wajah Aliya dengan seksama.


Sebenarnya dapat tuan Omer lihat, tatapan pancaran kasih sayang yang terlihat dari tatapan mata Chandra, setiap kali memandang Aliya, namun gaya mengungkapkan sesuatu dari Chandra memang begitu, terkadang luar biasa, membuat Aliya emosi.


"Ga ah gue lebih suka ngomongin masalah Fildan," Aliya tampak tersenyum ketika membicarakan idolanya, yang sangat piawai dalam bermain alat musik, bergoyang, serta bernyanyi dengan suara merdu. Baik India, Melayu, dangdut apalagi. Bagi Aliya Fildan itu sudah melebihi idol Korea.


Ah, othor pun salah satu penggemar Fildan, Daria audisi, rela rela menonton TV hanya untuk menonton aksi Fildan.


"Siapa itu Fildan?" Chandra tampaknya hanya dirinya yang tak tahu siapa Fildan.


"Yah pa ga tau dia," ejek Aliya, bagi Aliya orang tak tahu siapa Fildan adalah orang yang kampungan, dan ketinggalan berita. Ah, pencinta dangdut memang begitu, setiap bintang muda harus ia ketahui. Sama halnya dengan para KPop pers, yang setiap ada boyband baru, atau film drama terbaru, maka dirinya harus mengetahui siapa saja bintangnya.


"Itu loh penyanyi dangdut muda," tuan Omer juga berpikir demikian, karena tuan Omer juga pencinta dangdut. "Karto kamu, ketinggalan berita," ejek tuan Omer.


"Tau, cintai prodak Indonesia," Aliya mengeluarkan wajangan, seperti iklan ketika produk Indonesia yang keluar.


"Apaan sih, kan gue juga membantu perekonomian Indonesia," bantah Candra tak ingin di kalahkan.


"Iya in aja pah, malas berdebat sama orang ga mau kalah," jawab Aiyla, memandang remeh ke arah Chandra.


Tiba tiba fokus mereka terhenti, saat seorang pelayan datang mengantarkan makanan tuan Omer. "Maaf pak ini makanannya, anak anak bapak mau mesan apa lagi ya?" Pelayan tersebut menunduk sopan kepada penghuni meja tersebut.


"Kami bukan kakak beradik," Chandra dan Aliya berucap serentak, tak ingin di kira kakak beradik. Pelayan tersebut sedikit terkejut, namun juga merasa tidak enak.


"Sama aja mbak," tuan Omer segera melerai pertengkaran tersebut.


"Iya maaf saya permisi," pelayan tersebut menunduk tanda izin membuat pesanan dan meminta maaf.


"Pecat tu orang," kesal Candra tak terima di katakan kakak beradik dengan Aliya.


"Idih segitunya lo ga mau kakak adik sama gue, kebelet nikah sama gue lo? Pikiran lo nikah mulu, kawin dulu sana," kata Aliya mengejek, tampaknya Aliya tak menyadari kata katanya.


"Hah maksudnya?" Chandra dan tuan Omer bertanya secara serentak, tak sanggup rasanya otaknya memikirkan maksud dari kata kata Aliya.


"Eh salah kebalik," kata Aliya menutup mulutnya dengan tangan, ketika menyadari kesalahannya.

__ADS_1


"Otak lo emang error," Chandra segera mengetuk sedikit kepala Aliya, membuat Aliya berdecak kesal.


"Error error gini calon bini lo," kesal Aliya memandang Chandra, tak terima kepalanya di ketuk oleh Chandra.


"Baru nyadar lo," Chandra menjawabnya dengan santai.


"Idih dari awal gue emang sadar," kesal Aliya.


Sungguh pertengkaran mereka memang selalu begitu, imbang dalam hal saling menjatuhkan satu sama lain, imbang dalam hal saling memojokkan.


Makanan pun datang, pelayan tersebut segera menata hidangan Aliya dan Chandra di meja. Setelah pelayan tersebut pergi, barulah mereka bertiga segera makan.


"Chandra bagaiman dengan kontrak kamu dengan Mr. Kang?" Tuan Omer segera membuka suara tentang perekonomian anaknya.


"Itu pah, tinggal nungguin penerjemah aja," Chandra melirik Aliya yang saat ini hanya diam menyimak percakapan kedua orang itu.


"Apa lo?" Aliya yang merasa di lirik Chandra, segera menyentak Chandra.


"Apa? Gue cuman ngelirik," Chandra sedikit terbatuk, karena hampir saja tersedak makanan yang di pesan.


"Lirikan lo penuh dengan ke kelicikan," sebut Aliya, sembari memutar bola matanya dengan malas.


"Engga, emang gitu lo," jawab Aliya dengan pandangan tajam.


"Udah udah, kapan kamu akan ke Korea Chandra?" Tuan Omer segera melerai pertengkaran kedua insan manusia yang akan menikah itu.


"Rencananya satu bulan lagi, kalau lancar langsung bawa Al, buat bulan madu," jelas Chandra membuat Aliya sedikit tersedak, Chandra segera memberikan air minum kepada Aliya.


"Bulan madu? Mana bisa cari dulu siapa pengirimnya," tantang Aliya, sontak membuat Chandra terkekeh.


"Udah lagi di selidiki," kata Chandra menghapus keraguan di hatinya.


"Kira kira siapa?" tuan Omer kini ikut menyelidiki, demi kebahagiaan anak tunggalnya.


"Paling juga Riky, kan Riky suka sama dia," tuduh Chandra membuat Aliya terkejut.


"Idih, cemburu bae lo," Aliya menanggapi enteng, membuat Chandra mencubit pipi Aliya, kemudian menghapus noda daus di bibir Aiyla.

__ADS_1


"Ha ya, gue cuman menduga," jelas Chandra.


"Oooooooooh," Aliya ber oh ria. "Hm ngomong ngomong besok Al mulai kerja di tempat kakek om, Al udah ga bisa jagain Chandra."


"Kok lo baru bilang?"Candra tampaknya sangat tidak terima. "Ga, ga ada ya."


"Tapi kan gue tetap harus kerja, bantuin kakek," kesal Aliya memandang Chandra, karena di larang bekerja di perusahaan miliknya sediri.


"Ga lo bisa bisa bantuin kakek dari kantor gue," Chandra sedikit mengalah mencoba mencari kemungkinan.


"Mana ada semacam itu curut, mereka juga harus kenal dong siapa calon CEO nya,"kesal Aliya membaut Chandra terkekeh.


"Ga ga ada, lo tetap ikut gue, biar gue yang bantuin perusahaan kakek dari jauh,"Chandra kembali mencoba memberi saran.


"Sarap lo ya pingin dekat deket sama gue," Aliya segera mengungkap gelagat modus Chandra. "Halalain adek dulu bang."


"Eh berisik lo ya, makan aja lagi, nanti biar gue bilang ke kakek," kata Chandra kesal mendengar kata kata dari Aliya. "Lo mau pengirim tu cepat tertangkap ga? Lo mau kita cepat nikah ga?"


"Ga, gue masih mau milih, siapa tahu V BTS bisa kecantol sama pesona Aliya kan?" sanggah Aliya terkekeh kepada Chandra.


"Mau gue ikat lo kecentilan banget jadi cewek, V mana mau sama cewek bar bar kayak lo," terang Chandra membuat Aliya tersenyum kemenangan.


"Idih tau dari mana? Lo kenal aja ga," Aliya masih berharap mendapat izin dari calon suaminya, untuk membantu kakek Rio di perusahaan keluarganya.


"Ya tau tau an aja..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Yu hu pengumuman giveaway...



Senja berwarna jingga silahkan follback ya, biar bisa chant tentang hadiahnya.



Yus Neni silakan follback ya, biar bisa chant tentang hadiahnya.

__ADS_1


Nah kedua orang itulah guys pemenang give away kali ini, bagi yang belum menang jangan sedih, nanti ada kok othor buat give away lagi, rajin like komentar dan kasih dukungan atau vote aja, biar nanti ketika ada ngadain giveaway lagi, punya kesempatan menang. Terimakasih yang telah berpartisipasi, walaupun hadiahnya sedikit tapi melihat partisipasi kalian otot sungguh senang.


__ADS_2