CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 9 CEMBURU


__ADS_3

Adnan mengagumi penampilan Anna.“Waah ini Cinderella ya?”. Adnan menilik gaum sutra putih berlapis tafetta dengan hiasan brokat hitam di bagian ujung rok. Anna tersipu sipu.


“Terima kasih ya kak. Bajunya indah banget. Tapi gak usah kali. Pasti kakak keluar uang banyak.” tembak Anna menginvestigasi.


Adnan terkejut mendengarnya. “Aduh May, kakak mau sih beliin baju sebagus ini tapi kakak belum sanggup sekarang ini.” katanya tersipu. Anna meminta maap. Dia tidak bermaksud mempermalukan Adnan.


Setelah lagu Indonesia Raya selesai dikumandangkan, MC mempersilahkan sambutan - sambutan. Sebagai puncak acara pidato pembukaan oleh Menko Perekonomian.


Sesuai judulnya welcome dinner, ada 25 meja bundar berisi masing - masing 5 orang. Anna dan teman temannya duduk satu meja paling belakang, di pojok kiri. Anna merasa bingung siapa yg mengirim baju padanya. Satu satunya tersangka adalah Adnan tapi ternyata Adnan tidak tau. Apalagi harga baju di mall itu memang banyak yg pake dollar karena memang barang asli.


Makan malam diiringi lagu jass dan alunan piano dengan penyanyi Jessy Gita dan pianis Gina Adrianty.


Selesai acara sekitar jam 9.15 malam. Anna segera menemui manajer banquet. Si manager bilang kalau dia hanya terima titipan dari resepsionis dan stafnya langsung mengantarkan ke kamar Anna. Dia memutuskan akan bertanya langsung ke Butik Dior di mall itu besok.


Adnan merenung di atas kasur di kosannya. Dia begitu terpesona dengan kecantikan Anna dengan penampilan seperti tadi. Dia heran kenapa Anna bicara seperti itu. Apakah memang ada orang yg memberikan baju padanya ? atau dia bercanda saja.


______________________***____________________


Acara launching atau kick off Program Prospect dimulai jam 9. Peserta dari lima kabupaten: V, W, X, Y, Z sudah lengkap.

__ADS_1


Peserta dari provinsi malah masih berdatangan. Beberapa sudah gelisah antri di ruang registrasi sementara suara sepatu Bu Wagub sudah terdengar keluar dari lift. Bu Wagub memang orang yg tegas. Jika beliau sudah di ruangan, maka pintu harus ditutup. Daftar hadir akan diminta dibawa ke dalam dan beliau akan absen satu per satu perwakilan per instansi.


Kegiatan lokakarya dipimpin oleh Wagub. Sedangkan para mentri dan pejabat konsorsium donor melakukan kunjungan lapangan dengan gubernur.


Pada saat rehat, Anna kabur ke mall ingin mencari tau siapa yang membelikan bajunya. Pegawai butik mengatakan bahwa pesanan dari manajer VVIP hotel dan dibayar lewat corporate account. Anna tersenyum lega. Wah hotel ini baik banget. Dia terus terusan diberi hadiah.


Waktu rehat masih berlangsung ketika Anna datang. Deni menghampirinya. Adnan sangat kesal karena Deni terus nempel Anna dari sejak pagi. Dia memilih duduk dekat Anna dan makan dekat Anna juga. Pada saat foto bersama setelah penutupan, Deni berhasil menjegal Adnan dan berdiri disamping Anna. Walhasil semua orang tampak ceria melihat kamera. Hanya Adnan yg cemberut sambil memandang Deni.


Adnan sudah gak tahan lagi. Ketika tim Prospect akan berangkat menuju Wisma Asterik. Deni masiiiih saja nempel pada Anna. Entah Anna bicara dengan siapapun maupun mengerjakan apapun, Deni ngikut aja.


Akhirnya Adnan menghampiri dan menarik tangan Anna. Dia membawanya ke koridor menuju mushola yang sepi. Deni terperangah dan gak bisa ikut.


“Kakak apa-an sih ?”. Adnan tidak menggubris dan berjalan cepat. Nafasnya memburu menahan marah. “Kakak !!” Anna mencoba menarik tangannya tp tidak berhasil. Akhirnya dia berhenti dan menarik balik tangannya. “Kakak tau perbuatan kakak ini termasuk pelecehan ?” Anna membentak. Adnan langsung melepaskan genggamannya. Mereka sudah di koridor dekat mushola.


“Ha…ha…ha…bener itu”. Anna dan Adnan kaget. Tiba tiba terdengar derap langkah dan orang ngobrol menuju mushola di tikungan koridor.


____________________***_______________________


Anggota tim sudah tiba di Wisma Asterik. Guess house dengan 10 kamar ini benar benar asri dan nyaman. Dino turun dengan cepat dari motor. Dia langsung menuju mini bus yang bagasinya sudah terbuka. Si sopir sudah mulai menurunkan koper koper. Dino langsung menyambar koper warna pink…

__ADS_1


Omar, Deni sudah mengambil kopernya dan Nukila tampak sumringah. “Aduh Dino thank u ya. Kamu memang pria idaman”. kata Nukila sambil membawa satu tas kulit sedang dan satu ransel dari sopir. Dino bingung. Loh bukannya koper warna pink ini milik Cecen, batinnya. Dia berjalan mengitari mobil dan di pintu tengah dia melihat Cecen turun dari mobil dan menurunkan kopernya yg berwarna pink. Dino super bete. Ternyata ada dua orang yg punya kopor warna pink.


“Dino sebelah siniiiii…” Nukila melambaikan tangan. Dia ada di depan kamar 7. Dino manyun dan berlalu menuju Nukila.


Wisma Asterik itu dirancang dengan memperhatikan privacy para tamunya. Bagian depan itu loby dan ruang receptionis. Di loby ada empat set kursi empuk untuk menerima tamu penghuni wisma. Di ujung loby kiri ada koridor menuju toilet umum. Di ujung loby kanan ada ruang petugas kebersihan dan gudang logistik wisma. Para tamu yang bukan penghuni tidak bisa keluar masuk seenaknya. Ada pintu kaca yang membatasi loby dengan kamar tamu. Pintu itu klu dari luar harus dibukakan oleh resepsionis dan satpam yg bergiliran 24 jam.


Setiap kamar di dalam wisma menghadap taman. Ketika masuk dari pintu loby, sebelah kanan berjejer lima kamar menghadap taman. Di sebrangnya ada lima kamar juga. Sedangkan di sebelah kiri terdapat ruang makan merangkap cafe. Di sebrangnya ada gym.


Triana di kamar nomor 1, Omar ngotot tukeran kamar dengan Deni di nomor 2, Deni mau tukeran dengan Omar di nomor 4. Nomor 3 dan 5 sengaja kosong untuk tamu dari konsorsium donor yang berkunjung dan tinggal beberapa waktu dengan tim.


Sedangkan di sebrang, Nukila kamar 7, Cecen kamar 9. sedangkan kamar kamar 6 untuk team leader yg belum datang. Kamar 8 dan 10 diperuntukan untuk tim Hijau Lestari jika darurat pulang tengah malam dari lapangan, atau harus kerja lembur bersama tim.


Pagi itu Adnan sudah pinjam mobil kantor. Dia menjemput Bu Dian dan Anna. Sebagai tuan rumah, LSM Hijau Lestari memberikan perhatian penuh dan memberikan pelayanan terbaik mendukung tim Prospect. Hal yang mudah buat Adnan minta izin Pak Ben untuk turun langsung mengawasi kerja tim di hari pertama. Alasan lainnya tentu saja dia ingin mengawasi Anna agar tidak ditempel Deni yg dia juluki ulat bulu.


Tim Prospect sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi. Adnan dkk bersalaman dengan semua orang dan ikut bergabung di meja makan panjang.


“Ih aku baru ngeuh kalau Kak Adnan itu mirip Reza Rahadian. Cuma bibirnya tipis.” Bisik Triana pada Anna yg duduk disampingnya. “Iya kah ?” kata Anna sambil membayangkan bagaimana tampang Reza Rahadian dengan bibir tipis…nop ! gak kebayang ! batinnya wkkk…wkkk


Dua pelayan dengan nampan besar telah datang. Pelayan pertama datang membawa salad buah dan di belakangnya pelayan kedua membawa kopi dan teh. Entah kenapa si pelayan pembawa salad terpeleset. Maka saladnya berhamburan. Beberapa tumpah di meja dan sebagian hinggap di jas Omar di bagian dada dan cipratan di lengan atas.

__ADS_1


Triana menyambar serbet di pangkuannya dan membersihkan salad itu di dada eh jas Omar. Si pemilik dada eh jas sontak menjadi demam. Badannya hangat dan mukanya memerah (duuuh orang ini. Gak diimunisasi kali waktu kecil 😌deket cewek cakep aja demam. Hadeuuuh). Omar bimbang haruskah dia membiarkan Triana membersihkan bajunya (pasrah gitu) atau mencegahnya (ja-im). Triana mengangkat wajahnya (duuuh deket bo).“It’s done”. Katanya. Omar mengangguk kayak anak kecil yang baru dilap ingus sama emaknya.


Deni berharap seandainya itu adalah dia dan Anna. Deni mendelik kesal ke arah Adnan disampingnya. Pria itu langsung nyelonong aja duduk disampingnya. Padahal Deni sudah melambaikan tangan ke Anna untuk duduk disampingnya. Deni mulai curiga kalau Adnan sengaja mau menjauhkan Anna darinya. THIS IS WAR ! batinnya geram.


__ADS_2