CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 19 PENCULIKAN


__ADS_3

Syukurlah siarang langsung adegan mesum itu hanya berlangsung satu ronde. Setelah mereka pergi, Dino dan Anna keluar dari ruang sapu. Mereka duduk di lantai. Anna mengerjap ngerjap matanya seperti ada belekan. Kepalanya terasa kacau. Pantesan pornografi itu dilarang karena bisa bikin rusak otak dan penglihatan.


Pesta berlangsung sampai jam 1 pagi. Orang orang kelelahan dan masih pada tidur ketika matahari sudah terbit. Namun Kapten Arnold sudah bangun jam 6 pagi dan membangunkan anak buahnya.


Mereka melakukan kegiatan rutin lari pagi. Ketika sudah dekat biara, wajah mereka tampak sumringah dan entah kenapa merasa lebih bersemangat. Ketika sudah tiba di depan pagar biara, mereka tidak menemukan satu orang fans pun yang menanti mereka. Kapten Arnold memperlama lari di tempat dan berteriak lebih lantang. Pasukannya menyahut lebih lantang lagi…1,2,3 Indonesia !..dua kali, lima kali … akhirnya mereka pergi dengan hati hampa …dimanakah para cewek cantik berkalung handuk itu ? …yang cekikikan … yang terbatuk batuk karena odolnya tertelan saking mengagumi dada mereka yang bidang ini hiks 😭


Para biarawati sudah selesai ibadah pagi. Mereka memuji para tentara yang pada rajin bersihin lapang bekas pesta tadi malam. Ah mereka memang para pahlawan bangsa ! minimal pahlawan biara he…he…he…


____________________***_______________________


Tim peneliti, tentara Australia dll sudah pergi dari Biara menuju ibukota provinsi, Kota P.


Suplai logistik sudah datang. Seorang tentara menyerahkan paket kecil pada Nukila. Paket itu dibuka dan ada surat di dalamnya. Suratnya pendek tapi menyentuh … “Jeng Nu - sa semoga surat ini menemukanmu dalam keadaan sehat (maksudnya dalam Bhs Inggris, …I hope this letter find you well gitooh). De ajeng mungkin bingung kenapa Mas panggil nu - sa. Itu singkatan dari Nukila Sayang”…glek Nukila nelen ludah…" Saya kirimkan balsem geliga lengkap dengan uang koin koleksi untuk de ajeng kerokan. Sapa tau masuk angin di pengungsian. Oh ya, ada antimo, vitamin C, dan lip balm untuk menjaga bibir jeng Nusa agar tidak kering dan sariawan. Mas gak rela kalau itu terjadi … Salam rindu, Tomo."


Nukila memijat mijat kepalanya. Hidupnya di Kalimantan benar benar apes.


Hesty dan Haya semakin sok akrab pada Rye. Sejak kepergian mereka ke Desa Tumbang Tora dan petualangan, Rye ternyata tidak sombong. Mereka semakin kagum pada Rye karena lelaki itu begitu bersahaja tapi tetap berwibawa. Sikapnya yang kalem dan tampang poker face gitu, membuat dia terlihat misterius. Begitu celoteh Hesty dan Haya sambil menyimpan sayuran yg sudah dibersihkan dan kemudian diserahkan pada juru masak.


Menuju meja makan di teras biara, Hesty dan Haya melihat Rye. Tanpa disangka, Haya langsung lari menyongsong Rye.


“Pak Rye bagaimana kabar bapak pagi ini ?” belum dijawab, Haya sudah ngomong lagi… “Bapak tau gak nenekku itu ada darah cinanya. Makanya kulitku putih dan mataku agak sipit. Kayaknya kita mirip banget deh” kata Haya. Dia berjalan cepat disamping Rye agar sejajar. Rye menggeleng. Haya bersikeras kalau mereka mirip dan Rye bersikeras TIDAK !


Meja makan panjang itu ada tiga dan disusun berderet memanjang. Rye duduk agak jauh dari Anna tapi untung bersebrangan. Jadi Rye masih bisa sesekali melihatnya sambil ngobrol dengan orang orang di dekatnya. Satu ketika, tatapan mereka bertemu. Anna tersenyum manis. Rye membalas dan menghela napas bahagia.


Anna baru keluar dari gudang logistik. Ketika dia sedang berjalan menuju biara, dia melihat ada orang (mungkin penduduk yg jadi relawan) melambaikan tangannya. Dia melambai pada Anna untuk datang padanya. Anna membalas dan berjalan menuruni tangga batu. Dia menuju lapangan bekas pesta tadi malam. Ah mungkin dia mau minta tolong Anna betulin mobilnya. Saat itu si pria berdiri di samping mobil jeep.


“Annaaaa…tolooooong Anna diculikkk !!” Bu Dian dari tembok atas biara berteriak (ingat biara itu posisinya di atas gundukan tanah berbukit jadi jalannya kelak kelok dengan tangga batu)


_____________________***______________________


Suasana gempar dan panik. Kapten Arnold langsung membentuk tim penyelamat setelah mendengar penjelasan Bu Dian tentang kronogi kejadian, lengkap dgn ciri ciri penculik. Tim yang terdiri dari Kapten Arnold dan 4 anak buahnya plus Rye dan Zaki sang pilot. Sersan Edwin dan Sersan Joko menunggu tambahan bantuan dari kepolisian. Dua warga yang pemberani dan masih kuat menawarkan diri untuk ikut. Karena mereka biasa ke hutan. Jadi sudah hapal medan hutan tersebut.


Zaky telah membawa dua ransel berisi kebutuhan lengkap untuk bertualang di hutan. Macam perlengkapan pecinta alam gitu cuma level kopasus. Dia menyerahkan satu ransel ke Rye. Kapten Arnold telah membekali mereka dengan walkie talkie yang jangkauannya mencapai radius satu kilo meter.


Sesuai strategi yang dibuat Kapten Arnold, 9 orang itu berpencar ke tiga arah: kanan, tengah, dan kiri. Rye ada di tim yang ke arah kanan. Kapten Arnold memasang pemancar di titik mereka berkumpul di ketiak dahan pohon yang tidak terlalu tinggi. Setiap satu kilometer, satu tentara yg ada di dalam tim akan memasang pemancar lagi. Demikian terus sampai maksimum 5. Dengan demikian GPS bisa melacaknya.


____________________***______________________


Di dalam bangunan gudang di tengah hutan, Anna duduk terikat dengan mata ditutup.


“Kapan perang Dipenogoro terjadi ?” si penculik atau kaki tangannya (entahlah) mulai bertanya pada Anna. Anna jelas kaget campur bingung …


“Kamu nanya saya ?” kata Anna konfirmasi

__ADS_1


“Iyalah masa nanya tembok !” si penculik sewot


“Yeee jangan sewot dulu. Aku cuma mastiin. Lagian ngapain sih kamu culik aku sampai ke dalam hutan cuma mau nanya pelajaran sejarah ?” Anna gak kalah sewot


“Oh jadi kamu pengen disiksa dan diperkosa ? boleh ! ayo kita lakukan !” terdengar suara buku dibanting


“Aahhh tidak ! tidak ! ampun jangan !..maksudku kalau soal sejarah aku gak tau. Tapi kalau soal matematika, kimia atau fisika bisalah ku coba. Soalnya kalau itu pake rumus bukan hapalan” Anna nyerocos karena panik. Dadanya berdegup kencang.


Si penjahat terdiam beberapa saat. Lalu terdengar dia membuka sesuatu…


“Ya udah matematika deh”


Anna bernapas lega. “Kamu harus buka pengikat tangan dan penutup mataku karena kalau pake rumus kan aku harus ngejelasin”


" Halaaah itu modus ! kamu pikir aku o-on ?" si penjahat menghentakkan sebelah kakinya


“Ya ileh Baaaang. Kalau aku bisa ngalahin kamu dan kabur. Aku gak bakalan disekap disini dong” Anna mencoba meyakinkan


Akhirnya si penjahat setuju meskipun ragu. Dia berulang kali mengancam. Anna memijit mijit kedua lengannya bergantian. Streching dulu…


“Cukuuuup ! kamu malah olah raga !” Si penjahat kesal sekali.


Anna langsung berhenti. Buru buru dia maju dan duduk di dipan tempat si penjahat berdiri.


Si penjahat balik badan dan mengambil sebuah tas kumal yg tertutup jaket di atas dipan. Tas Hello Kitty lusuh. Si penjahat mengeluarkan LKS (Lembar Kerja Siswa) Matematika untuk Kelas 4 SD. Anna tercengang …speechless gitu. Pemandangan itu begitu mengejutkan sekaligus mengharukan.


Lengan kekar, kulit coklat tua terbakar matahari, dan tatto hampir menutup tangan. Ia menyerahkan LKS itu pada Anna. Anna menerimanya. Anna mengajak si penjahat duduk disampingnya. Si penjahat ragu - ragu.


“Abang duduk sini biar kujelaskan. Nanti kalau anaknya ada PR lagi bisa bantu.” kata Anna sambil melambaikan tangan.


Akhirnya si penjahat menuruti Anna. Terbata bata dia membaca soal. Kemudian Anna mengulang dan menjelaskan. Ketika mereka sedang asyik mengerjakan nomor 9 …


BRAAAK !! bunyi keras pintu papan itu di dobrak.


“Annaaa kamu diman…” suara Rye terhenti begitu melihat pemandangan yang tidak diduga. Anna dan penculik duduk berdampingan pegang buku dan pinsil 😲


“Pak Booy " Anna kaget campur senang. Dia langsung berdiri menyerahkan LKS dan pinsil lalu berkata… " Maap ya bang. Jemputan saya sudah datang” …Anna bergegas dan memeluk Rye yang masih terdiam bingung. Si penjahat tampak canggung.


Dua tentara segera masuk dan meringkus si penjahat. Rye meminta rekan satu timnya lebih dulu membawa penjahat. Rye sdh memasang pemancar dari bawaannya sendiri. Dia simpan di beberapa tempat sehingga jumlahnya lebih banyak. Itulah the power of money. Rye bilang mereka gak akan sanggup pulang menuju titik pertemuan. Rye akan mengajak Anna bermalam di gua tempat singgah petani dan perambah hutan. Para tentara setuju dan akan mengirim patroli untuk menjemput besok pagi.


__________________***_________________________


Rye menyimpan ranselnya di pojok dalam gua. Dia mengambil terpal yang menutupi tumpukan kayu bakar. Dia memasang terpal di tengah gua. Setelah itu dia memasang kayu bakar di bekas tempat api unggun. Letaknya di mulut gua. Hal ini dilakukan selain untuk menghangatkan udara di dalam gua, juga untuk menangkal binatang buas. Rye meminta Anna membuka ranselnya.

__ADS_1


Anna membantu Rye menyiapkan makanan dan minuman. Ketika malam tiba, Rye menuang garam di mulut gua membentuk garis pembatas. Itu untuk penangkal ular katanya.


Rye memberikan sleeping bagnya ke Anna. Rye sendiri mengalah tidur di atas terpal. Bersikap gentleman gitu. Dalam hati, dia nyesel juga kenapa lupa gak minta sleeping bag punya Zaky.


Anna menjaga jarak agak jauh dari Rye. Anna ingin membuat statemen politik bahwa perempuan itu juga kuat, pemberani, dan bisa mandiri di hutan. Sikap Anna ini mungkin terdorong dari alam bawah sadarnya, bahwa sesungguhnya dia tidak merasa cukup percaya diri di depan Rye. Hal ini bisa dimaklumi. Secara Anna selalu dalam situasi yang…gimana ya ngomongnya …ehmm apes kalau ketemu Rye he…he…he. Tapi baru juga 15 menit, Anna tiba tiba berteriak, “Aaaaaaa kadaaal…!”


Rye yg belum lelap tidur langsung terbangun. Dia melihat Anna berguling ke arahnya.


“Kadal ! kadal !” Anna pucat pasi dan bicara penuh ketakutan. Rye memeluknya.


“Aman aman. Kadalnya sudah pergi” Rye menenangkan…" lagian sok tidur pengen jauhan" katanya sambil terkekeh


Rye menjulurkan tangannya dibawah leher Anna agar kepala Anna tidak kena tanah. Tangan itu kemudian merengkuh Anna ke dalam pelukannya. Anna diam tak bergerak. Napasnya dag dig dug. Lima menit kemudian, Rye sudah tertidur. Napasnya terdengar lirih teratur. Anna heran kok bisa bisanya dia tertidur pulas. Bukannya dia pengen diapa-apain sama Rye. Pria normal pasti sudah tegang itu batang, meluk perempuan cantik berumur 24 tahun. Pada usia itu kondisi fisik dan seksualitasnya dalam kondisi puncak atau prima. Mengingat hal itu, Anna jadi kesal. Dia merengut dan memukul dada Rye pelan.


Rye anteng aja tidur. Tapi kemudian Anna berpikir, mungkin saja kalau Rye itu seorang gay. Makanya memilih pilot yang botak nan sexy seperti Mas Zaky. Dengan kesimpulan itu Annapun tidur.


Anna tidak berpikir, Rye telah berlari kiloan meter menembus hutan mencarinya. Dengan adrenalin yang berpacu dalam tegangan tinggi, semuanya sangat menguras energi. Orang yang staminanya biasa biasa mungkin sudah pingsan atau jatuh sakit.


Jam 6 pagi Zaky dan sersan Joko sudah berangkat menjemput Rye dan Anna di hutan. Jam 7 mereka sudah tiba. Mereka naik ke jalan berbukit menuju gua. Di depan gua. Api unggun telah lama mati dan hanya tersisa gundukan arang kayu.


Zaky menarik lengan Joko untuk keluar lagi ketika mereka melihat Anna dan Rye masih bergelung tidur nyenyak.


Mereka duduk duduk di tebing halaman gua. Tiga puluh menit kemudian Rye dan Anna sudah bangun. Mereka terkejut para penjemputnya sudah datang.


Di mobil jeep itu, Anna dan Rye sudah menyantap sandwich yang dibuat Bu Dian. Gak kira kira satu tupperware isi 6 tangkep. Mereka makan dengan lahap dan diakhiri dengan minum teh manis hangat dari tumbler. Sisa roti dikasihkan untuk Zaky dan Sersan Joko yang sedang menyetir.


“Koper sudah masuk heli Zak ?” tanya Rye sambil mengelap mulutnya dengan tissue.


“Sudah pak” kata Zaky dengan mulut penuh.


Rye memalingkan wajahnya melihat Anna, " kita langsung ke villaku di site. Nanti setelah istirahat dan diperiksa dokter di site, kita pulang ke kota P". … Anna hanya mengangguk.


Di tepi hutan orang orang sudah berkumpul menanti kedatangan Anna dan Rye. Mereka bertepuk tangan gembira ketika mobil sudah tampak keluar hutan. Anna disambut dan dipeluk oleh timnya, para biarawati dan penduduk yang jadi relawan di posko perawatan pengungsi. Hesty. Haya, dan Nukila tadinya ingin ikut naik helikopter tapi ditolak. Bu Dian menegur mereka.


Seharusnya mereka peka, Anna baru saja diculik dan pasti trauma. Dia perlu ruang dan waktu khusus untuk mendapat perawatan. Hesty dan Haya menyadari dan menyesal. Nukila entahlah. Dia diam saja.


Rye naik heli setelah Anna. Dia duduk rapat dekat Anna. Pesawat perlahan take off. Udara begitu cerah. Langit biru dengan sedikit awan putih. Rye memasukkan jari jari tangan kirinya ke sela jari tangan kanan Anna. Anna menoleh. Wajahnya merona melihat tatapan Rye. Perlahan wajah Rye mendekat dan diapun mencium bibir Anna. Anna hanya terpana. Rye mencium hanya sebentar lalu tangan kanannya mengangkat dagu Anna sedikit


“Buka mulutnya” Rye berbisik. Anna menurut. Perlu tiga kali untuk menyesuaikan diri agar mulut dan bibir mereka sinkron. Setelah itu, pengangan tangan mereka semakin erat. Tangan kanan Rye ditempelkan di leher Anna. Sedangkan satu tangan Anna mencengkram kemeja Rye.


Pesawat semakin tinggi dan pergi menjauh menuju Kab. X. Zaky tersenyum sambil mengemudikan helikopter itu. Dia tau dibelakang ada dua sejoli yang sedang memadu kasih


Ternyata dia bukan gay, batin Anna. Ah do’amu akhirnya terkabul Anna...

__ADS_1


__ADS_2