CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 20 DEFINISI CINTA


__ADS_3

Zaky menyimpan koper milik Rye dan Anna di depan pintu kamar Rye. Dia pamit menuju rumah kecil di halaman belakang Villa. Rumah itu ditempati dia dan Daniel.


Anna merasa segar setelah mandi. Dia hampir tertidur di bathtub. Dokter telah memeriksanya dan dia baik baik saja. Sebaliknya Rye, ada beberapa memar kecil di tubuh dan kakinya.


Makan siang telah tersaji di meja makan. Mejanya cukup kecil tapi agak panjang. Kursinya cuma dua di ujung kanan dan di ujung kiri. Ada capcay, sapi lada hitam, dan goreng ayam kampung 4 potong. Rye tampak di pantry. Dia sedang memasukkan daging dan sayuran ke kulkas. Anna begitu terkesan. Sejak petualangan sampai hari ini, Anna melihat Rye sebagai pria bersahaja. Dan dia sepakat dengan Hesty, dia sedikit misterius dengan muka poker facenya itu (ekspresinya tidak dapat dibaca). Dia juga suka, ternyata Rye tidak merokok. Ketika berciuman, mulutnya segar dan tidak bau.


“Ini dikirim Bu Jum atau bapak yang masak ?” kata Anna sambil duduk.


“Bu Jum. By the way jangan panggil bapak dong. Masa sudah pelukan, sudah ciuman masih formal aja” Rye tersenyum sambil mengambil ayam.


“Emang status kita apa sekarang ?” Anna baru kepikiran.


Rye juga baru sadar. Semuanya terjadi begitu saja dan rasanya terjadi begitu cepat. Dia terdiam sejenak lalu dia berkata, " Bagaimana kalau kita pacaran ? terus menikah dan saling menjaga sampai mati ?"


“Idiih gitu doang ? gak romantis” kata Anna mencibir.


“Oh maunya malam hari sambil lihat bintang, terus jatuh dari lantai ?” Rye mengolok


Sesaat mereka terdiam dan kemudian pecahlah tawa mereka. Anna dan Rye sama sama geli mengingat kejadian malam itu.


“Eeh terus jawabannya gimana nih ?” Rye hampir lupa gara gara tadi.


“Mau” Jawab Anna pendek. Dia menyuap nasinya dan menunduk malu.


Rye tersenyum puas mendengarnya, … “Oh ya kamu masih berhutang penjelasan ttg kejadian malam itu”


“Nanti habis makan kuceritakan” Anna mengangkat kepala dan tersenyum


____________________***______________________


Mereka duduk rebahan di sofa dengan posisi miring berhadapan.


“Beneran serius ?” Rye masih belum percaya


“Iyaa…dia memang mau nyatain cinta. Kalau dia mau ngelecehin aku, pasti kulawan lah. Aku gak akan menyembunyikan hal itu karena takut atau malu. Alhamdulillaah aku dibesarkan oleh orang tua yang menanamkan kepribadian yang kuat selain budi pekerti. Abah bilang laki laki dan perempuan diciptakan Allah sama mulianya. Maka siapapun yg mengancam dan melecehkan kita, harus dilawan” Anna menjelaskan dengan menggebu gebu.


Rye mengangguk sambil tersenyum. Dia merasa gemes lihat tingkah Anna


“Oh ya soal panggilan, jangan panggil aku pak !” Rye merajuk


(Anna - Rye)

__ADS_1


“Mas ?” - " Di Nabire" (tambang emas Freport di Papua)


“Kakak ? oh Gege aja (kakak dlm Bhs Mandarin) kan bapak orang Cina !” - “Aku gak mau punya adik”


“Oppa ?” - " Aku Cina Bengkulu bukan Korea" Rye ngeyel


Anna kesal. “Ya udah maunya apa ? ini kesempatan terakhir…Engko atau Koko kayak pemilik toko mebel deket rumahku. Mau ?”


Rye tertawa geli. Dia mencubit pipi Anna. Anna menepisnya sambil tertawa geli


“Ya udah panggil aku bao bei artinya sayang” Rye menatap mesra. Anna merasa jengah


“Alaaah nama panggilan kok lebih panjang dari nama asli” Anna melengos. Rye tertawa geli.


“Oh ya nama mandarinmu apa mas eh bobei ?” Anna belepotan


“Eur Kwi Gie” tatapan Rye gak lepas dari Anna dengan senyum tersungging di wajahnya itu.


lalu dia berkata, " I love you Liliana Soraya Noor"


“I love you too, Eur Kwi Gie”


____________________***______________________


Riska telah berhubungan dengan Adnan sudah 3 bulan.Itu sejak Adnan diputuskan oleh Anna. Sulit mengatakan mereka berpacaran karena yang terjadi hanya kegiatan seksual yang menyakitkan buat Riska. Tapi Riska tetap meyakini Adnan mencintainya. Adnan hanya terlalu gengsi mengakuinya. Riska merasa menjadi perempuan di novel novel laris yang dia baca. Dan Adnan adalah CEO dingin yang kejam. Namun akhirnya Adnan akan jatuh cinta dan bersikap baik kepadanya. Seperti di cerita novel itu.


Dr. Ramy adalah dokter kandungan yang merawat Riska ketika pertama kali datang karena pendarahan. Waktu itu Riska mengaku pengantin baru. Dr. Ramy sudah menasehati bagaimana hubungan seksual yang aman. Dia bahkan meminta Riska mengajak “suaminya” untuk konsultasi. Namun Riska tidak pernah datang lagi apalagi bawa suami.


Dokter Ramy berparas cantik dan sangat ramah. Makanya pasiennya antri. Kulitnya kuning langsat seperti Anna. Gigi putihnya berderet rapi seperti di iklan pasta gigi. Dia menghela napasnya dalam, ketika melihat Riska tertidur lemah dengan wajah pucat. Badannya lebih kurus dari 3 bulan yang lalu. Riska baru saja dikuret karena keguguran.


Riska memilih bayar tanpa menggunakan asuransi. Dia takut orang orang di kantor tau kalau dia keguguran.


Dr. Ramy memegang kertas resep yg sudah dia tulis. Riska duduk di hadapannya.


“Mbak Riska. Seperti saya sampaikan dulu, Tuhan telah menciptakan alat seksual kita untuk bisa menerima berbagai ukuran batang. Namun hal itu tetap membutuhkan cara yang baik. Salah satunya proses penetrasi harus cukup pelumas. Dialog sangat penting agar kegiatan itu bisa memuaskan kedua belah pihak”. Dr. Ramy berhenti dulu…lalu dia melanjutkan …" Banyak pasangan yang menyukai kekerasan sebagai perangsang. Tapi ingat, kita harus menyayangi diri kita. Ketika kekerasan itu terjadi, potensi kerusakan lebih banyak pada perempuan. Dampaknya bisa rumit karena organnya ada di dalam. Sedangkan laki laki ada di luar"


Riska hanya mengangguk. Dia berterima kasih dan beranjak mau pergi.


“Sebentar…ini nomor hotline sebuah LSM pendamping untuk perempuan. Disana banyak psikolog yang jadi konselor. Kalau mau ngobrol ngobrol bisa gratis dan dijaga kerahasiannya” dr. Ramy menyerahkan sebuah kartu nama pada Riska.


Riska menerimanya. Dalam hati dia kesal. Dr Ramy dianggap usil. Dia mau cari dokter lain aja biar gak ketauan.

__ADS_1


_____________________***_____________________


Rye memeluk Anna dari belakang.


“Ini baru jadian kok nonton drakor melulu sih ?” Rye protes sambil mengecup kepala Anna


“Sori mas pak bei…” Anna masih belum ingat nama panggilan Rye… " soalnya kita dua minggu di lapangan mana sempat nonton. mana kena gempa, jadi relawan, diculik pula …hadeuh "


“Berapa lama lagi ?” tanya Rye masih memeluk Anna.


" dua lagi untuk yang judul ini. Nah masih ada tiga judul yang masing masing aku ketinggalan 4 episode. Jadi total 14 episode. Tapi gak usah khawatir nanti kucepetin kok yg gak pentingnya" Anna tetep khusyu nonton.


“Selesai gak selesai jam 7 malam berenti ya. Itu waktunya kita dinner ya qin.” Rye berlalu menuju ruang kerjanya.


Makan malam menunya steak buatan Rye. Mereka makan sambil ngobrol. Jam 9 malam Anna baru selesai sikat gigi. Rye mengetuk kamar minta izin masuk.


“Happy birthday sayang” Rye menyerahkan sebuah kantong beludru kecil dengan simpul tali yang ditarik.


“Loh ini memang tanggal berapa ? astaga aku sampai lupa ultahku sendiri !” Anna heboh sendiri. …" dan kamu ingat…", Anna merasa terharu…“Terima kasih bobei”, Anna memeluk Rye. Matanya berkaca kaca. Dia mengurai simpul tali kantong tersebut. Dia senang melihat sebuah kalung dengan liontin yang unik. Sebuku jari batubara dilapis oleh kristal.


"Kamu selalu baik dan terlalu baik malah padaku Bei. Bagaiman aku membalasnya ? Anna mendongakkan kepalanya dan melihat wajah Rye sangat dekat.


Rye membalas pelukan Anna dan tatapan mereka beradu…“cintai aku sampai tua” jawabnya lembut. Anna mengangguk. Rye kemudian mengecup bibir Anna, Lalu menyesap dan mengulumnya. Ciuman itu begitu nikmat membuat Anna merasa melayang dan lemas. Untung Rye memegang pinggangnya. Rye melanjutkan aksinya. Satu tangannya membuka kancing piyama Hello Kitty Anna. Ciuman itu masih berlangsung. Baju dan BH Anna sudah terlepas. Rye memapah Anna dan menidurkannya di ranjang. Anna sangat deg degan. Setiap sentuhan Rye seperti aliran listrik.


Rye seperti mau gila ketika melihat gunung kembar yang kencang dan ranum. Setiap inci dari tubuh Anna belum pernah tersentuh. Rye adalah yang pertama. Rye begitu rakus. Bibir, muka, leher dan dada Anna sudah habis dilumatnya. Rye meninggalkan tanda kepemilikannya disana. Anna sudah basah.


“Bei aku basah…” Anna mendesah. Rye semakin menggila. Dia membuka kaosnya. Dia menarik celana piyama Anna. Tampak celana dalam warna coklat muda. Rye membuka celana trainingnya. Dia membuka boxernya dan tampaklah batang yang kokoh…


Anna memandangnya dan wajahnya bersemu merah. Rye menindih Anna. Ciuman lembut dimulai lagi. Sedetik lagi batang Rye mau masuk ke intinya tapi dia tiba tiba kesadarannya muncul.


“Shittt” teriaknya. “Sorry aku gak mau menghamilimu. Tidak sekarang.” Katanya sambil memakai kaos.


"Aku mau menemui orang tuamu. Kita menikah bulan depan! "…Rye berlalu sambil membawa celananya.


Anna masih kebingungan tentang apa yang baru saja terjadi. Dia barusan sedang melayang layang menuju langit ke tujuh. Tiba tiba terhenti. Dia merapatkan kakinya yang tadi sudah terbuka lebar.


Anna mendengar Rye berteriak tertahan menyebut namanya. Dia turun dari ranjang dam keluar menuju toilet di ruang kerja.


Setelah membasuh dan mengelap intinya di toilet. Anna memakai bajunya di ruang kerja. Dia duduk di sofa. Dia sekarang bisa berpikir jernih. Oh Tuhanku apa yang baru saja terjadi, batinnya. Dia bersyukur Rye laki laki baik dan bertanggungjawab. Anna memejamkan matanya dan dia tutup dengan kedua tangannya.


" I love you bou bei"

__ADS_1


__ADS_2