CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 10 KEGIATAN LAPANGAN


__ADS_3

Dino mondar mandir di depan pintu masuk lantai satu di kantor Hijau Lestari. Dia senang sekali Adnan dkk sudah kembali dari Wisma Asterik setelah makan siang. Dia sangat menantikan Anna. Dia menyapa Adnan dan Bu Dian, lalu menarik tangan Anna ke pantry.


“Apa-an sih loe ?” pasti ada maunya. kata Anna sambil merebahkan punggungnya di kursi makan.


“Tolong gue May. Gue pengen ikut loe ke lapangan minggu depan”. Kan loe tau sendiri kalau gua orangnya cekatan, pinter bahasa inggris, Dayak native speaker (hadeuuh), jago foto, jago masak…pokonya loe tau gue daach gue bisa bantu banyak tim eloe".


Anna: “SO WHAT ?”


Dino: " Gua udah jelasin sama Pak Ben. Gue ingin membantu. Hal ini juga akan berguna buat gue mengembangkan modul pelatihan yg bagus nanti, klu Proyek ini jalan tahun depan. Tapi babeh bilang, no Dino. It’s all covered hiks hiks"


“Ya udah. Babeh sudah bersabda.” Anna ngeloyor pergi menuju ruang logistik.


" Lilianaaaa. Teganya loe pergi padahal gue lagi menderita. Sobat macam apa loe ?" Dino terus merengek nguntit Anna yg lagi bawa sejumlah ATK buat dibawa ke wisma.


Anna kesal diikutin terus. Dia tiba tiba berhenti dan menghentakkan satu kakinya. “Ok sekarang loe bilang apa alasan yg sebenarnya ! bukan alasan bullshit yang loe bilang tadi. Otherwise, loe ke laut aja !.” Anna mengepit dua gulung kertas flipchart dan satu tangan lain meraih 2 box spidol.


Dino tertegun. Dia sudah mau mencari alasan tapi Anna menggelengkan kepala. Dia terlalu tau sahabatnya itu dan begitu pula sebaliknya.


“Gue mau PDKT sama Cecen.” kata Dino dengan muka merona.


Anna nyengir kuda. “Ya udah nanti gue cari cara ngomong sama babeh. Apa untungnya buat gua ?” Anna menantang Dino.


" Gue bersihin motor loe dua kali seminggu selama satu bulan !". Anna tampak bimbang padahal cuma pura pura…


“Iyaaa…iyaaa…gue ganti-in eloe pas giliran motong rumput di rumah loe. Dasar kompeni !” (penjajah). Dino ketakutan Anna menolak.


Anna tampak puas…“ya udah ambil tuh papan flipchart dan bawa ke mobil !”


____________________***_______________________


DR. Ririn Handayani baru tiba di Wisma Asterik menjelang maghrib. Beliau adalah Team Leader untuk riset persiapan Proyek Prospect. Beliau orang jawa asli yang menetap di Lombok dari sejak SMA. Beliau merupakan Gender Specialist yang punya reputasi tinggi karena dedikasinya untuk perlindungan anak dan perempuan khususnya di Nusa Tenggara Barat.


Maraknya pernikahan anak dan kekerasan pada perempuan selalu mengiris hatinya dan membuatnya berjuang siang malam.


Suami dan anak - anaknya sangat mendukung perjuangannya. Beliau sering diundang ketemu presiden untuk memberikan masukan bersama para pegiat pemberdayaan perempuan dan anak.


Tim sudah menyambutnya di loby. Mereka saling bersalaman dan cipika cipiki dengan anggota tim perempuan. Bu Dian dan Anna juga ada disana. Pak Ben dan Adnan rencananya akan bergabung pada saat makan malam sekitar jam tujuh.

__ADS_1


" Pak Ben dan rekan - rekan semua. Saya mohon maap sebesar - besarnya. Saya sakit gigi dan terpaksa dioperasi sehari sebelum acara. Oleh sebab itu, saya terrpaksa batal datang dan baru hari ini bisa bertemu". Bu Ririn memulai obrolan di meja makan.


Hidangan khas Dayak seperi oseng daun kelakai, sop juhu - juhu patin sungai dan ikan seluang goreng menjadi menu favorit tim Prospect.


Setelah meja dibersihkan dari peralatan makan, Bu Dian menggelar peta provinsi dimana lokasi riset dan persiapan proyek berada. “Jadi sebaiknya kita mulai dari Kabupaten X. Ini lokasi terdekat dari kota kita sekarang. Jarak tempuh normal sekitar 3 jam. baru kita lanjut ke V, Z, dan Y. jarak antar kota dari X sekitar 1 sampai dengan 2 jam…” rapat berjalan sampai jam 10 malam.


______________________***_____________________


H-1 Anna menjelaskan bahwa dirinya memerlukan bantuan Dino untuk back up wawancara dengan responden atau pemberi informasi. Dia masih memerlukan photografer pada saat wawancara. Hal ini karena jadwal yang padat, sehingga tim dibagi tugas dan berpencar.


Pak Ben tidak banyak tanya. Beliau menyetujui permintaan Anna. Dino tentu suangat senang. Dia dan Anna melakukan tos tangan secara sembunyi.


Adnan juga berhasil meyakinkan Pak Ben bahwa dia perlu ikut di kunjungan perdana ini meskipun sudah ada Bu Dian sebagai koordinator sekertariat.


Ada dua mobil SUV atau jenis mobil besar yang masing masing diisi 5 orang. Mobil satu terdiri dari: Omar di kursi depan dengan sopir, baris tengah Triana dan Cecen. Baris belakang Anna dan Adnan. Mobil dua terdiri dari: Deni dengan sopir. Nukila dan Bu Ririn baris tengah. Bu Dian dan Deni baris belakang. Deni dan Dino termasuk yang kecewa dengan pengaturan ini. Namun mereka tidak berdaya karena Adnan punya kuasa. Deni menghibur diri: trip berikutnya Adnan tidak ikut. Jadi dia tidak akan mengganggu upaya Deni mendekati Anna lagi.


Mobil ketiga berupa mobil double gardan yg populer disebut Ranger. Bagian tertutup hanya muat 4 orang terdiri dari baris supir dan satu baris penumpang. sisanya bak terbuka yang memuat perbekalan, P3K dan kotak obat serta peralatan darurat jika harus bermalam di perjalanan. Dino duduk bersama sopir.


Setelah dua jam perjalanan, mobil pertama pecah ban dan mobil kedua akinya mati. Bu Ririn minta tim memasang tenda dan kursi di tepi sungai setelah melewati kebun karet. Sementara kedua mobil diperbaiki.


“May sejak kejadian di dekat Mushola seminggu yang lalu. Kita belum benar benar punya waktu untuk ngobrol yang panjang dan tuntas. Seminggu terakhir kita begitu sibuk sampai lembur. Dalam enam bulan ini kakak ingin memastikan bahwa Anna tau perasaan kakak.” Adnan menghela napas dulu.


Anna mendengarkan penuh perhatian. Dalam hatinya dia berjingkrak jingkrak…asiiik kayaknya bentar lagi aku punya pacar nih. Kak Adnan pula ! 💞 " Iya kakak. Aku gak marah kok sama kakak. Aku waktu itu cuma kaget aja". Kata Anna pura pura gak tau maksud sebenarnya dari perkataan Adnan.


Adnan menatap Anna penuh arti. Perlahan dia mencondongkan wajahnya mendekati Anna.


Anna memejamkan matanya dan perlahan dia memonyongkan bibirnya…“May kenapa kamu monyongin bibir ?” tanya Adnan heran. Sontak Anna membuka mata dan menarik bibirnya yang sudah monyong tadi. " Lah kakak ngapain deket deket ke mukaku ?" Anna balik nanya kesal. Wajahnya merona karena malu. " Kakak barusan melihat binatang kecil hinggap di pipimu. Kakak ingin memastikan apakah itu nyamuk atau siraru (mirip nyamuk tapi tidak menghisap darah)".


Anna kesal dan mendorong Adnan. Adnan tertawa geli. Dia lalu berdiri. " Kakak ke sana dulu ya". Adnan menunjuk semak semak agak jauh dari tempat mereka. Dia melangkah cepat.


“Kakak mau pipis ?” Anna setengah berteriak. “Bukan” kata Adnan sambil terus berjalan menuju semak. " BAB ?" …(hadeuuuh si Anna ini. Pantes gak punya pacar 😌). Adnan memberi jawaban “bukan” dengan lambaian sebelah tangannya.


Anna duduk menghadap sungai. Dia mengacak ngacak rambutnya. “O-on ! O-on !” kutuknya pada diri sendiri.


Adnan senyum senyum sendiri sambil memetik aneka bunga liar yg ada di balik semak semak itu. Dia memetik banyak bunga sebagai alibi untuk Bu Ririn dkk klu dia dan Anna pergi untuk memberi hadiah mereka bunga. Selain itu, tentu untuk menutupi bahwa dia juga ingin memberi Anna bunga.


Adnan merasa girang. Perasaan cintanya hari ini terkonfirmasi. Anna ternyata tidak sekedar suka padanya tapi juga jatuh cinta. Ahh indahnya …Adnan berencana akan mendeklarasikan cintanya pada Anna besok malam pada saat pesta di rumah jabatan Bupati. Dia akan membawa Anna keluar dan menyatakan cintanya disinari kerlipan bintang

__ADS_1


____________________****______________________


Bupati Kabupaten X itu senang berpesta. Apa apa dirayain. Judulnya syukuran. Ada tiga hal yang disyukuri: tim bola volly kabupaten jadi juara 3 pada kompetisi tingkat provinsi, menyambut tim Prospect, dan selesainya jembatan besar penghubung kabupaten X dengan V (khusus jembatan, ini pesta kedua kalinya). Para pejabat, tokoh masyarakat, perwakilan macam macam organisasi dan para pengusaha yg beroperasi di kabupaten tersebut telah hadir. Tari dan musik memeriahkan suasana pesta. Mungkin karena rajin bersyukur, bupati ini sudah dua kali terpilih 😌


Anna memakai baju terusan selutut dari kain ciffon bermotif bunga bunga kecil dengan siluet perak. Bajunya lembut bergoyang klu dia bergerak. Dia dan Dino mulai memperhatikan penampilan sejak keduanya kasmaran. Mereka berdua termasuk tipe orang yang gak hobby belanja. Semua barang yg mereka miliki kalau masih bagus atau layak tetap dipakai. Jumlahnya pun secukupnya saja. Hal ini bukan karena mereka kekurangan uang tapi mereka memang anak - anak yg dibesarkan untuk hidup secukupnya, tidak bermewah mewahan atau boros. Kalau urusan sedekah mereka sangat dermawan.


Untuk kegiatan lapangan selama dua minggu di lima kabupaten, dia dan Dino telah belanja di Toko Yuliana. Toko baju paling lengkap dan terkenal lebih murah dibanding toko lain di kota P, dimana mereka tinggal. Dari baju daster sampai gaun pengantin, ada di sana. Anna membeli dua baju baru dan Dino juga membeli dua kemeja batik.


" Cecen iiih blazernya keren banget. Kamu shopping gak ngajak aku ya ?" Nukila tampak takjub dengan penampilan Cecen. Dia menggunakan baju terusan merah semacam cocktail dress gitu dikombinasikan dengan blazer bolero dengan motif batik dayak. “Ini hadiah dari kawanku Lina Karolin. Dia kawan S2 di Australia. Sekarang bekerja di Pemprov Setda, Bagian Ekonomi. " Waah kawan baik kaya gitu musti dikenalin ke aku Cen” mereka tertawa.


Pesta eh syukuran ini model standing party. Bupati menyanyi dan para tamu juga dipersilahkan sumbang lagu. Dijatah 6 orang dari semua latar belakang profesi. Dino langsung mengangkat tangan mewakili tim Prospect. Dino mengerahkan segenap kemampuan untuk membuat Cecen terpesona. Dia membawakan lagu sulit, Aku Jatuh Cinta yang dinyanyikan Halu Adiguna. Halu memang penyanyi dengan teknik vocal hebat seperti Judika. Walhasil bukan hanya Cecen yang terpesona tapi semua hadirin berkumpul dan bertepuk tangan ketika Dino meninggikan suaranya.


Ketika semua orang sedang fokus pada Dino yang sedang menyanyi, Adnan membawa Anna keluar. Di belakang rumah jabatan bupati ada taman dengan jalan setapak dari conblock di tengahnya. Di sebrangnya ada rumah betang (adat Dayak) mungil dua tingkat. Di sampingnya ada tangga. Adnan membawa Anna naik tangga dan menyusuri teras kayu ke belakang bangunan di lantai 2.


“Tuh lihat bintangnya banyak bertaburan. Cantik ya?” kata Adnan sambil menoleh pada Anna yang sedang berdiri disampingnya. Pagar hias rumah betang lantai 2 itu cuma selutut. Di bagian belakang beberapa ruas pagar sudah rusak dan ompong. Jadi mereka melihat bintang sambil berpangku tangan. Adnan berbalik menghadap Anna dan Annapun mengikutinya." Anna…I love you !" kata Adnan sambil meremas kedua jemarinya. Anna terkejut ditembak langsung seperti itu." Aduuh kakak ehmm…to the point banget!" wajah Anna merona. Hatinya berdebar kencang. Oohhh… gini rasanya diajak jadian, batinnya.


Adnan gemes banget lihat tingkah Anna yang salah tingkah. Rasanya ingin dia mencium Anna sampai pagi.“Jadiiii ?” tanya Adnan tidak sabar. “Iya” jawab Anna terus menunduk. Adnan senang dia maju untuk memeluk dan mencium Anna. Anna makin grogi dan mundur lagi


“Aaaaaaaa…” BRUK Anna terjatuh ke bawah tanah …“Awwwbbbbb…” suara laki - laki teriak dan terhenti seperti di sumpal.


Adnan panik. Dia teriak, “Maaay”


Adnan berlari memutar ke bagian gedung menuju tangga.


Sementara itu Anna jatuh menimpa seorang laki laki. Bibirnya tepat mendarat di bibir pria tersebut. Perlahan Anna mengangkat mukanya. Dia shock dan kakinya lemas. Dia langsung bergeser dan mencoba bangun tapi malah kepeleset dan jatuh telentang disamping pria itu. Si laki laki langsung duduk…" Kamu ba…loh Anna ?" rupanya pria itu adalah Pak Rye, CEO PT. Eka Prakarsa.


“Pak Rye!” Anna juga terkejut. Anna mencoba bangkit. Rye berdiri mencoba membantu Anna bangun. Anna tertatih karena sepatunya lepas sebelah. Rye pikir kaki Anna pasti terkilir. Maka dia langsung menggendong Anna ala bridal style…untuk yang ke dua kalinya.


Anna bingung tingkat dewa. Alasan apa yang bisa dipakai untuk menutupi kejadian sebenarnya. Pasti sangat memalukan dan bisa jadi trending topik di sosmed jika orang banyak tau. Maka dia membenamkan wajahnya di dada Rye dan tangannya dikalungkan di leher CEO tampan itu.


Adnan tampak merah padam antara khawatir dan marah melihat pria di depannya sedang menggendong pujaan hatinya. Napasnya memburu…


Di ruang pesta Deni celingukan mencari Anna. Pasti si ikan buntal itu yang bawa Anna menghilang, batinnya. Maka Denipun pergi ke taman belakang rujab untuk mencari mereka.


Sementara di rumah betang lantai satu…


Satu persatu kancing baju penyanyi dangdut itu di buka. Dadanya yang ranum menonjol keluar. Para pria menelan ludah. Mereka sudah tidak sadar keadaan sekitar. Satu persatu pakaiannya di lepas… siapa perduli acara pesta bupati ! sementara petualangan di sini baru di mulai…

__ADS_1


__ADS_2