
Rye memutuskan untuk pulang ke Jakarta. Dia tidak punya alasan untuk tinggal di Kota P di hari libur tanpa Anna.
Di Jakarta, Rye menemui kakak sulungnya, Hendra.
“Kasian ko, mamih dan keluarganya jadi bahan gosip di kompleknya.” kata Rye memelas
" Memang sudah keterlaluan si Sonny dan Roby itu. Aku gak bisa ngancam mereka karena mereka juga sudah pegang warisan papa. Mereka punya uang untuk hidup semau gue." kata Hendra mendengus kesal
“Mama gimana ?”. tanya Rye
" Ya namanya Ibu. Telepon sana sini buat nyelamatin anak. Sulit memberikan pengertian sama mama kalau memanjakan anak terus malah menjerumuskan." kata Hendra sambil menyenderkan badannya ke kursi
" Tapi koko pantau terus. Si Sonny sudah kirim tim pengacaranya ke keluarga si Agnes itu. Katanya si Agnes berani nuntut dan ngundang di media itu, karena di provokasi pengacara yang suka bikin sensasi, tapi gak jelas prestasinya itu. Siapa namanya itu…ah itu Farhat Amir !. Dan soal si Roby…tim pengacaranya sudah berhasil meredam media cetak maupun elektronik, termasuk di internet. Gak tau berapa milyar tuh dia keluarin. Tapi proses hukum tetap jalan karena ini Kabareskrim baru." kata Hendra panjang lebar
“Semoga aja mereka berdua kapok dan dapat hukuman yang setimpal. Meskipun mereka kakak kandungku, tapi aku tidak mau ada orang yang hidup semena mena apalagi melanggar hukum.” kata Rye geram
_____________________***_____________________
Hari Senin adalah hari rapat sedunia. Itulah istilah yang digunakan oleh orang orang di LSM Hijau Lestari. Rapat ! rapat ! rapat !
“Persiapan untuk lokakarya akhir Tim Prospek sudah beres. Besok acara dimulai jam 10 di kantor Wakil Gubernur. Pak Ben, sambutan sudah saya siapkan pointernya. Bapak ada masukan untuk presentasi kami besok ?.” tanya Bu Dian mengakhiri laporannya
“It’s all good bu.” kata Pak Ben
Keesokan hari di Lokakarya…
Para pejabat perwakilan lima kabupaten lokasi studi tim Prospek sudah datang. Anna tampak blingsatan ketika melihat Pak Pongky, Wakil Bupati Kab. Z.
“Kenapa sih loe ?.” tanya Dino sambil mengalungkan tanda panitia.
“Aduuh gawat. Tiap lihat Pak Pongky, gue kebayang batangnya yang kayak ulekan jumbo.” kata Anna berbisik ke Dino
" Wkkk…wkkk…wkkk…makanya kalau jadi orang kudu sholeha kayak gua." katanya sambil ngakak
" Iya loe tinggal pake kerudung." kata Anna sambil mencibir
Dino bingung dengan komentar Anna. Dia tidak tau kalau sholeha itu untuk perempuan muslim bukan laki - laki.
Pak Pongky sudah dapat diduga, dia nempel terus dengan Nukila.
Acara lokakarya akhir berjalan sukses. Ibu Wagub mengundang tim Prospect makan malam di kediamannya.
Keesokan harinya, Anna dan Bu Dian mengantar tim Prospect sampai bandara. Omar dan Triana menyampaikan kabar gembira. Mereka akan bertunangan. Pak Deni dan DR. Ririn akan kembali pada rutinitasnya.
Dino dan Cecen masih akan berjuang untuk cinta mereka. Nukila agak unik. Konon kabarnya dia diminta Pak Pongky jadi konsultan UMKM di Kab. Z. Namun based officenya di Kota P. Hal itu aneh karena jaraknya lebih dari 5 jam perjalanan. Tapi tidak ada yang peduli juga. Mereka saling bersalaman dan berpelukan.
“Kalau Anna masih single bulan depan telepon saya ya.” kata Deni bercanda
“Boleh boleh.” kata Anna balas bercanda
_____________________***_____________________
Berita tentang skandal Agnes dan Sonny semakin memanas. Komisi Perlindungan Anak atau Komnas Anak ternyata turun tangan. Pasalnya Agnes mengaku hamil dua bulan saat ini. Sedangkan dia baru berulang tahun ke 18 tahun bulan lalu. Itu artinya, ketika Agnes berhubungan intim dengan Sonny usianya masih dibawah 18 tahun. Maka dia termasuk anak anak. Menurut UU Perlindungan Anak, hal itu bisa dijerat pidana.
Muka mamih sudah pucat. Berita itu ada sepanjang hari dan setiap hari. Bukan hanya infotainment tapi juga berita nasional. Hal itu juga jadi topik talk show dan ulasan berita di prime news.
Friscila Gorin, artis sinetron kecipratan untung dari situasi ini. Wajah dan pernyataannya menghiasi semua saluran TV, media cetak, dan media sosial. Dia adalah mantan istri yang baru saja resmi bercerai dari Sonny, tiga bulan yang lalu.
“Kalian para wartawan bisa ngerti lah. Itu si pelakor sudah hamil 2 bulan. Itu artinya dia selingkuh dengan mantan saya ketika kami masih menikah. Makanya rumah tangga kami hancur.” kata Friscila geram di depan para wartawan
Cuplikan ini diulang terus di berbagai segmen berita
Gile ya masih ingusan sudah jadi pelakor. Orang tuanya ngedidiknya kayak apa ya ? kecil kecil sudah pinter rebut suami orang. begitu cuitan Friscila di akun IGnya. Follower yang tadinya hanya 120 ribu orang, sekarang melonjak jadi dua juta orang.
Sebaliknya, Agnes Monira, penyanyi yang baru ngetop ini menuai banyak hujatan. Infotainment mewawancarai pendapat publik dan semuanya memberi komentar negatif. Jutaan hujatan di sosial media juga terus bergulir.
Para pakar pendidikan, ustad, ustadzah mengingatkan agar setiap anak harus mendapat pendidikan yang baik dan tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan populeritas.
______________________***_____________________
DR. Ririn menjadi pembicara pada seminar dengan tema, Generasi Milenial Menuju Keadilan Gender di Lombok. Ada 200 mahasiswa dari berbagai fakultas atau prodi. DR. Ririn terkenal sebagai pembicara yang menarik. Meskipun judulnya seminar, dia memilih dialog interaktif disela sela ceramahnya.
__ADS_1
“Ok tadi kita sudah membahas kalau gender itu beda dengan kodrat ya. Gender itu peran dan sifat yang dilekatkan secara sosial yang dipengaruhi oleh nilai nilai budaya yang dianut oleh masyarakat. Kalau kodrat adalah pemberian Tuhan. Nah dalam realitanya dibanyak tempat, posisi perempuan lebih rentan. Mereka mengalami ketidakadilan gender. Ini karena pengendali nilai moral dipegang laki - laki. Bingung ya ?” kata DR. Ririn dengan senyum
“Iyaaaaa” jawab para peserta. Hal itu diikuti dengan gelak tawa semua orang di dalam ruangan itu.
“Ok kita ambil contoh kasus yang lagi ngetop sekarang. Ada yang tau kasus Agnes Monira ?.” kata DR. Ririn
'Tauuuuuu." para peserta menjawab serentak lalu disusul komentar bersahutan:
“Pelakorr ! cewek murahan ! wanita durjana !” …nah yang terakhir langsung disambut gelak tawa
“Sekarang saya tanya, dalam perselingkuhan minimal melibatkan berapa orang ?.” tanya DR. Ririn
“Duaaaaa.” kata peserta
“Ok dua. Agnes dan lelaki selingkuhannya. Tapi kenapa yang dihujat cuma Agnes ? bukankah si laki - laki juga bersalah ?.” kata DR. Ririn
“Betuuuul.” kata peserta
“Nah itu yang disebut ketidakadilan gender. Perempuan yang melakukan kesalahan itu harus menanggung hukuman sosial lebih berat dari laki laki. Bahkan pada banyak kasus ketika laki laki itu kaya dan tampan, mereka lebih mudah dimaapkan bahkan dimaklumi. Ada yang mau bertanya sampai sini ?.” kata DR. Ririn
Seorang mahasiswi mengangkat tangan
“Saya Moira dari Fakultas Pertanian. Saya suka baca novel romantis yang karakter cowoknya tampan, kaya raya dan berkuasa. Terus dia dingin dan kasar sama perempuan. Tapi akhirnya dia jatuh cinta dan menjadi baik. Apakah saya salah menyukai hal itu ?.” kata Moira disambut guyonan dari peserta lainnya
“Pertanyaan yang sangat baik. Saya itu penggemar web novel baik yang gratis maupun yang bayar. Sama dengan Moira, saya juga penggemar genre romantis. Itu tidak salah. Namun, kita harus membekali diri dengan pengetahuan tentang relasi gender yang bener tuh yang kayak apa. Sehingga kita bisa menikmatinya sebagai hiburan saja, tanpa terpengaruhi dan menerima relasi yang terjadi dalam novel itu sebagai nilai.” kata DR. Ririn menyimpulkan
_____________________***_____________________
Sejak kasus Sonny masuk ke ranah hukum karena dianggap melakukan hubungan intim dengan anak anak, kehidupan mamih semakin tidak nyaman. Dia bahkan sampai bolos pengajian karena sudah gak tahan dengan sindiran dan lelucon yang membuat kuping panas dan hati sakit. Mamih jadi murung dan kesehatannya terganggu.
“Mamih mau Derri temenin ke dokter ? kok sudah 3 hari flu, gak sembuh juga. Padahal sudah minum vitamin, obat dan istirahat.” kata Derri khawatir
“Gak apa apa. Nanti juga baikan. Kamu mulai besok ada kuliah ?.” tanya mamih agak parau suaranya.
Derri mengangguk sambil makan kripik singkong. Sesaat kemudian, Rangga masuk ke ruang keluarga.
“Kenapa kamu de ? kok muka ditekuk gitu ?.” tanya mamih
“Aku benci sama si Tedi anak Bu Fawzi. Dia cerita cerita sama temen di kelas kalau calon iparku keluarga Sonny Raharja. Jadi heboh deh satu sekolah. Murid beda kelas, guru, bibi kantin namyain terus. Ade kan gak ngerti dan gak suka ditanya tanya banyak orang.” kata Rangga pasang muka mau nangis
“Ade gak mau sekolah sampe masalah ini reda” kata Rangga merajuk
" Eh gak boleh gitu. Ade harus belajar tegar. Semakin dewasa akan semakin banyak cobaan. Jalani aja jangan baper." kata mamih padahal hatinya paham betul apa yang diderita anaknya.
Jangankan kamu de. Mamih juga gak sanggup rasanya. batin mamih
“Besok kamu jemput Anna di bandara jam 4 sore ya Derri. Kamu dah beres kuliah kan ?.” kata mamih
“Ok mih.” jawab Derri
Ibu dan dua anak nonton acara komedi Opera van Indonesia. Kemudian ada breaking news, live dari RS Bintang: Agnes Monira masuk rumah sakit karena stress. Pihak keluarga sudah pindah entah kemana. Agnes diantar manajernya. Sesaat kemudian datang pengacaranya.
" Agnes sangat tertekan karena respon publik dan netizen yang memojokkannya. Jadi mohon pengertiannya." kata Farhat Amir
Keesokan harinya…
Dari sejak pagi semua saluran infotaiment ramai menayangkan cuplikan wawancara pengacara kondang dan juga selebritis, Hotman Paris Sidabutar mengkritik kemampuan Farhat Amir sebagai pengacara
“Kalau aku jadi pengacaranya. Aku tidak akan pake taktik seperti itu. Isu pribadi diangkat ke publik. jadinya blunder sekarang. Ini sebenarnya kepentingan klien yang diutamakan atau cari populeritas ?.” kata Hotman
Berikutnya ditampilkan cuplikan wawancara Farhat Amir diminta merespon komentar Hotman.
“Saya kira tidak etis sesama pengacara saling mengkritik. Hanya orang oragan saja yang bersikap begitu.” kata Farhat sambil berjalan menuju mobilnya.
Maka mulailah perseteruan dua pengacara ini dibumbui dari berbagai sudut menghiasi berita di TV dan media sosial. Sementara kasus Agnes sendiri tidak dibahas.
Sorenya, berita dihebohkan dengan foto Sonny dengan seorang perempuan di sebuah pesta coctail di sebuah hotel. Disebutkan bahwa foto itu yang menyulut Agnes membuka hubungan dia dengan Sonny karena takut ditendang. Sedangkan dia baru tau kalau dirinya hamil. Foto itu biasa saja. Sonny tampak sedang tertawa dengan perempuan lawan bicaranya. Cuma kabar yang sampai pada Agnes adalah Pak Sonny sangat menyukai perempuan ini.
Bu Agus tertegun ketika melihat foto itu ditayangkan infotainment.
“Kayaknya aku hafal baju itu.” gumannya sambil makan kacang. Tak lama kemudian dia tersenyum.
__ADS_1
____________________***____________________
Pesawat Anna dari Surabaya terlambat 1 jam. Dia dan Derri sampai di komplek rumah sudah mau jam 6 sore. Anna turun untuk membuka pagar garasi. Dia melihat beberapa orang mondar mandir agak jauh dari rumah memperhatikan ke arah rumahnya. Dia memberitahu Derri.
Anna dan Derri memastikan semua pintu dan pagar terkunci rapat. Derri sampai pasang rantai di pagar kecil menuju teras pintu depan. Sedangkan pagar garasi sudah ada gemboknya. Derri menelepon satpam di gerbang komplek soal orang orang yg mencurigakan itu.
Jam 10 pagi Anna dapat telepon dari Bi Sumi
“Neng banyak wartawan di depan rumah. Mamih pingsan.” kata Bi Sumi terdengar gugup
“Kenapa bi ? dan kenapa banyak wartawan ?.” tanya Anna panik
" Gak tau. Cepet pulang." kata Bi Sumi
Anna minta izin pada Pak Ben. Dia harus pulang karena ibunya pingsan.
Di depan rumah Anna, ada beberapa mobil stasiun TV dan beberapa wartawan dengan kamera tele serta handycam. Para tetangganya berkerumun di dekat rumah.
Anna turun dari motornya. Sesaat kemudian Derri juga tiba di depan rumah. Dia dan kakaknya menerobos masuk ke pintu pagar menuju teras dan pintu depan. Anna tetap menggunakan helmnya. Mereka melihat kondisi ibunya. Mamih sudah siuman ditemani Bi Sumi dan Bu Aswin
Derri keluar dari rumah menghampiri para wartawan yang bergerombol di balik pagar.
“Sodara sodara apa yang kalian lakukan di depan rumah saya ?.” kata Derri lantang
“Apakah benar sodara perempuan anda punya hubungan dengan Sonny Raharja Erlangga ?.” kata salah satu wartawan.
“Sodara maupun keluarga saya tidak ada hubungan dengan Sonny Raharja. Silahkan tinggalkan kami.” kata Derri
“Bagaimana dengan foto di sebuah pesta antara sodara anda dengan Sonny ?.” tanya wartawan lainnya
“Eh mas orang ngobrol di pesta itu biasa. Silahkan pergi.” kata Derri mulai kesal
Para wartawan infotainment itu tidak menggubris. Mereka bertanya bersahutan. Derri sudah tidak bisa menahan amarahnya.
“Sejak kapan orang ngobrol di muka umum harus menjelaskan apa yang diobrolkannya ? kalian malu dong ngaku jurnalis.” kata Derri marah
“Iya mas makanya suruh keluar sodaranya biar kami tau dan gak bertele tele.” kata seorang wartawan atau ngaku wartawan. Entah lah.
" Eh eloe masih ngeyel. Dasar kalian kecoa berkamera ! pergiiii dari sini atau gua lapor polisi !" teriak Derri
Para wartawan memprotes Derri. Mereka gak terima dibilang kecoa
“Sodara sodara ! saya Ketua RW Bukit Berbunga XII meminta sodara sekalian untuk meninggalkan tempat ini segera. Kami telah menelepon polisi jika sodara tidak mau meninggalkan tempat ini dengan sukarela.” kata Pak RW menggunakan toa. Dia didampingi beberapa bapak bapak. Warga yang sedang menonton menyingkir dan memberikan jalan.
“Bapak gak bisa menghalangi kami mencari berita. Kami jurnalis dilindungi oleh hukum.” kata seorang wartawan. Tampaknya dia koresponden sebuat TV swasta.
“Saya ini mantan jaksa. Saya tau bagaimana hukum bekerja. Warga saya di dalam rumah ini, pingsan gara gara kalian. Saya akan menuntut kalian !.” kata Pak RW makin nyaring suaranya pakai toa.
“Bukannya Pak RW mantan Kadis Perhubungan ?” bisik Pak Dodi. Dialah yang sesungguhnya mantan jaksa.
“Gpp ja pak. Nanti kita ralat kalau ada yang mempermasalahkan.” bisik Pak RW
Para wartawan saling sahut berbicara diantara mereka. Tampaknya ancaman Pak RW mempan. Akhirnya mereka bubar.
Bu Agus dan grup keong racun ada diantara kerumunan penonton.
“Heuuh belum menikah sudah banyak masalah. Gimana nanti ya ?.” kata Bu Joni
" Demi harta Bu Joni. Demi hartaaa !." kata Bu Agus mencibir
Ibu ibu disekitarnya jadi ikut ikutan mencibir padahal gak ngerti urusannya.
Di dalam rumah, Anna menangis memeluk ibunya.
“Maapin teteh bikin mamih jadi susah.” kata Anna disela tangisnya
“Kamu gak salah. Mamih cuma lelah.” kata mamih sambil mengelus punggung Anna.
______________________
Readers yang budiman,
__ADS_1
Apakah Anna dan keluarganya bisa melewati badai ini ? ikuti terus kisahnya
Jangan lupa like, komen, dan vote