
Setelah mandi air dingin lamaaaaa sekali, Rye akhirnya keluar dari ruang ganti. Dia melihat Anna sudah tertidur dengan selimut menutupi sampai ke leher. Ryepun tidur disampingnya dan terlelap dengan memeluk Anna.
Setelah sarapan pagi Rye harus segera berangkat ke Jakarta. Ada hal penting menyangkut perusahaan dan keluarga. Rye juga telah mendapat kabar soal motif penculikan Anna.
“Qin tadi malam semua penculik dan dalangnya sudah selesai diinterogasi. Mereka menculikmu karena kamu disangka salah satu tim peneliti. Soal menemui keluargamu, minggu depan kita agendakan ya. Aku mau bicara dulu dengan keluargaku. Maklum keluarga besar.” Rye duduk dipinggir ranjang sambil melihat Anna merapihkan isi kopernya.
“Oh ya Bei. Seperti pernah kuceritakan soal si penjaga waktu aku diculik, bagaimana ada info tentang keluarganya ?”
“Nanti kusuruh tim legalku untuk cari tau dan ngurus beasiswa ketiga anaknya. Kamu senang ?” Rye menatapnya sambil tersenyum.
Anna mengangguk. Senyum bahagia terpancar di wajah cantiknya.
Rye mengecup bibir Anna waktu pamit mau berangkat ke Jakarta. Daniel memalingkan mukanya. Anna melambaikan tangannya dari pintu pagar villa. Rye tersenyum sambil mengedipkan mata sedikit.
___________________***_______________________
Perjalanan dari Kota X ke Jakarta menempuh jarak sekitar 1169 KM. Dengan helikopter, jarak tempuh itu bisa dicapai hanya dengan 2 jam. Helikopter yang dimiliki Rye memiliki kemampuan jarak tempuh terjauh dari kelas helikopter yaitu 3562 km. Meskipun Model Bell 505 miliknya merupakan helikopter private (non militer) tapi punya Rye telah dimodifikasi dengan mesin Roll Royce untuk heli tempur. Coba bayangkan kalau pake moda transportasi biasa nih: 3 jam dari Kab. X ke bandara di Kota P, check in dan boarding satu jam (kalau gak delay), dan terbang menuju Jakarta 1,30 menit. So, total jendral sekitar 5,5 jam. Jadi kalau pakai heli menghemat 3,5 jam. Ahh… senangnya jadi konglomerat.
Rye menikmati angkasa yang cerah. Baru satu jam perjalanan dan dia sudah rindu pada Anna.
Rumah orang tua Rye hanya punya delapan kamar utama, dua kamar pembantu, ruang tamu, ruang keluarga, ruang baca, ruang olah raga, dapur kering, dapur basah, dan kolam renang. Itu aja. Oh iya, tentu ada taman depan dan belakang serta garasi muat empat mobil dan dua motor. Jadi standar lah.
“Eehhh…si bungsu anak mama paling ganteng” … perempuan gemuk, putih tapi tampak anggun dan terawat memeluk Rye. Baju gamisnya menggunakan model dan motif Jordania. Kebetulan tuh baju memang dibeli di negara tersebut.
“Mama apa kabar ?” Rye memeluk ibunya.
Belum ibunya menjawab, dia sudah disibukkan dengan cucu - cucunya. Ada yang menangis dan ada yang kejar kejararan.
Ibunya memang sangat penyayang. Dia sangat memanjakan anak dan cucunya. Dia juga wanita yang sangat dermawan.
Rye memandangi foto keluarganya yang terpampang besar. Foto itu diambil satu tahun sebelum ayah Rye meninggal. Ayahnya, Satria Raharja Erlangga asalnya beragama Khong Hu Chu menikah dengan Marlina Lumintu. Mereka punya dua anak yaitu Hendra Raharja Erlangga dan Rosita Marlina Erlangga. Ketika Ibu Lina meninggal, dua tahun kemudian ayahnya menikah lagi dengan Henidar Sahar, muslimah asal Bengkulu. Maka ayahnya jadi mualaf. Mereka punya empat anak: Sonny Raharja Erlangga, Felicita Henidar Erlangga, Boby Raharja Erlangga, dan Adrian Salman Erlangga yang ngetop dipanggil Rye. Sehingga banyak orang menyangka, namanya itu Rye Adrian Raharja. Erlangganya malah jarang kesebut.
Rye, yang dua bulan lagi berumur 32 tahun duduk disebelah Boby sang pembuat onar keluarga, 35 tahun, dan Felicita sang dokter bedah yang brilian tapi juteknya minta ampun, 37 tahun. Disebrang meja ada Hendra 50 tahun, pemimpin klan Erlangga sekarang, Rosita 47 tahun, CEO tangguh di sektor property, dan Sonny 40 tahun si sosialita. Mama Heni, begitu panggilannya duduk di kursi kepala di ujung kanan. Suasana makan malam itu tampak sedikit tegang dan canggung. Para menantu dan cucu makan di ruang makan dekat kolam renang.
Mereka makan cepat dan dilanjut rapat di ruang keluarga. Makanan penutup (dessert) dan buah dihidangkan di sana.
Nyonya Hani memulai pembicaraan
“Ulang tahun mama yang ke 66 gak mau dirayakan khusus. Mama hanya ingin dekat dengan kalian, melihat hidup kalian bener, dan rukun”
“Fely kapan kamu mau menikah ? mau cari yang seperti apa ? ramahlah sedikit jangan judes begitu.”
Felicita hanya mengangkat bahu
“Sonny kapan kamu mau serius ? gonta ganti pacar dengan artis. Mama malu kamu bikin sensasi terus. Mama sudah bosen harus nanggepin kolega dan keluarga kita setiap kali kamu muncul di infotaimen.” Bu Heni tampak gusar. Dia meletakkan cangkir tehnya.
“Bisnisku kan dunia hiburan. Ya aku ketemunya dengan artis artis dong mam” Sonny menjawab santai sambil makan anggur.
__ADS_1
“Anakmu sudah empat dari dua kali pernikahan. Belum sebulan kamu cerai dengan istri ketigamu yang pemain sinetron itu. Sekarang sama penyanyi ABG. Bersikaplah lebih bijaksana. Kamu tau gak sih, kalau banyak skandal juga bisa mempengaruhi saham kita ?” Hendra menegur adiknya.
Sonny diam gak berani membantah kakaknya.
Nyonya Hani semakin gusar. Dia menarik napasnya kecewa. Rosita melihat wajah ibu tirinya yang sedih.
“Mama tau gak. Rosi ketemu staf khusus presiden kemarin di acara penghargaan pengusaha property terbaik. Katanya si Rye membantu misi penyelamatan tim peneliti yang tersesat di hutan. Iya de ?” Kata Rosita sambil melihat Rye. Rye mengangguk dan tersenyum.
“Ah senang sekali bisa mendengar kabar positif. Ada lagi yang mau kasih kabar gembira ?” tanya Nyonya Hani sambil memandang Boby. Boby melengos menghindari tatapan tajam ibunya.
“Aku…ehm mau menikah. Kalau bisa secepatnya bulan depan he…he…” Rye mengangkat tangan sambil tersipu sipu
“APA ?” semua serempak melihat Rye
____________________***_____________________
Di kamar, Rye video call dengan Anna pake tablet biar puas. Begitu tampak wajah Anna di layar, Rye langsung meluk tabletnya. Hadeeuh nih CEO norak banar.
“Beiiii…kok gelap layarnya ?” terdengar suara Anna menggema di dadanya. Rye langsung melepas pelukannya dan bersikap jaim. “Sorry lepas tabletnya. Jadi jatuh ke dada.” 😌
Anna tampak di layar pake kaos belang belang. Dia menyanggul sembarang rambutnya dan dijepit dengan pinsil di tengah. Bagi Rye dia adalah perempuan paling seksi di dunia.
“Lagi ngapain qin ?” Rye memulai pembicaraan.
“Kejar setoran Mas. Laporan tim Prospect yang bagianku, mana sempat dikerjakan. Kamu gimana disana pap ?”
“Tadi sudah kasih tau keluarga kalau aku mau menikahimu. Mereka kaget tapi pada prinsipnya mendukung.” Rye menyampaikan kabar gembira dengan penuh senyum
“Ya wajarlah mamimu begitu. So, kita gunakan waktu kita seminggu ini untuk saling mengenal lebih banyak ya qin.” Rye memahami sikap calon mertuanya itu.
“Betul sekali kakanda” Anna tersenyum jenaka. Rye ikutan tertawa…“Oh ya by the way kenapa kamu panggil aku shin (qin dibacanya shin) ?”
“Qin itu artinya yang atau beb, cintaku” Rye menatap Anna penuh cinta
“Oh syukurlah. Kupikir sinchan” jawab Anna datar sambil menggaruk pipi kanannya dengan 2 jari. Rye tertawa geli
“Ehm Anna, kalau minggu depan lamaranku diterima. Kita nikah agama aja langsung panggil ustad gitu. Pestanya bisa dua bulan lagi. Aku udah gak sanggup kalau harus nunggu lebih lama lagi. Nerusin yang di villa” katanya dengan wajahnya agak memerah
Anna terdiam sejenak lalu dia bilang, " Oh itu. Iya aku juga pengen kenalan sama si ujang he…he…"
“Siapa si ujang ?” Rye bingung
“Itu batang abang” Anna tersipu sipu
Rye terbahak bahak…“Waduh junior resmi punya nama ha…ha…ha…tapi kenapa ujang ? kenapa gak asep gitu ? temenku di London dulu namanya Asep. Dia bilang Asep itu populer karena artinya kasep atau cakep. Bener kan ?”
“Iya sih. Cuma nama kakekku tuh Asep Sanjaya. Klu batangmu kupanggil Asep, rasanya kurang sopan sama leluhur” jawab Anna serius. Rye kembali tertawa sampai mau nangis rasanya.
__ADS_1
“I love you Liliana Soraya Noor”
" I love you too Bou bei"
______________________***_____________________
Setiap malam Rye dan Anna video call. Mereka saling menggali cerita kehidupan mereka masing - masing untuk saling mengenal lebih jauh.
Anna memanggil Rye semaunya tidak khusus Bou bei. Kadang Bou bei, Mas, Bei, Bobey, Abang, Kakanda, Kak, Yang, atau Pap.
Ternyata dari semua panggilan itu, ada dua panggilan yang selalu membuat dada Rye berdesir dan si ujang siaga. Panggilan itu Mas dan Pap.
Saat itu Rye sedang bergairah karena siklus alamiah laki laki harus membuang laharnya setiap tiga hari sekali. Mana Anna manggilin dia Mas lagi. Rye bener bener tersiksa. Makanya obrolannya menjurus terus soal si ujang.
“Qin kalau punyaku ujang. Punyamu namanya siapa ?” Rye mulai nyerempet nih
“Ehmm…Imas aja ya” kata Anna jenaka.
Rye tersenyum. Dia mulai membayangkan pertemuan ujang dan imas.
Pada kesempatan lain, mereka fokus pada masa kecil dan masa sekolah. Termasuk pacar dan gebetan tentu saja.
“Sejak papa meninggal waktu aku umur 8 tahun, aku lebih dekat dengan kakak sulungku. Meskipun aku satu rumah dengan mama tapi Ko Hendra lah yang mendidikku dan membesarkanku. Mama tersita perhatiannya mengurus Ko Sonny dan Ko Boby yang sering buat ulah. Aku bersyukur banget karena berkat didikannya aku bisa hidup baik dan bertanggungjawab” Rye memulai ceritanya.
" Ko Hendra mengirimku ke Australia waktu masuk SMA. Mama sempet gak setuju karena khawatir. Tau lah ibu ibu, anak bungsu selalu dianggap bayi kecilnya. Terus aku ambil S1 di Jepang dan S2 di Inggris, seperti dulu pernah kuceritakan Makanya aku sudah terbiasa hidup mandiri. Kalau pacar…SMA aku punya pacar Stefani tapi aku gak sampai ML. Aku ML sama pacarku waktu kuliah tapi gak sering karena aku sibuk magang dan kerja di perusahaan keluarga kan. Tapi sekali dua kali aku melakukannya. Makanya aku pacaran gak bertahan lama. Total aku punya 3 pacar." So kamu ?" Rye menjelaskan datar saja.
Sementara Anna cemberut. Dia merasa gak rela dan cemburu. Meskipun itu masa lalu, dia tetep gak terima. Hadeuuh cinta memang gak pake logika…
“Qin kok ditanya malah cemberut ? kenapa sayang ?” Rye bingung
“Tau ah. Udah dulu ya aku ngantuk” Anna gak mau jawab pertanyaan Rye
“E - ehhh…jangan dulu. Awas kalau ditutup aku datengin ke rumahmu malam ini. Kamu tau aku punya helikopter kan ?” Rye menekankan kata helikopter agar Anna tertawa. Tapi gak mempan.
Anna masih cemberut tapi urung memutus video callnya karena takut Rye tidak bercanda.
“Ayo sayang kenapa ?” Rye memohon. Duh dia juga makin terangsang lihat Anna merajuk.
“Habis kamu gak setia !” jawab Anna emosi sambil mau nangis
Rye bingung campur geli. Kok dibilang gak setia, padahal ketemu aja belum saat itu. Tapi dia memilih untuk mengalah.
“Ya udah aku minta ampun. Seandainya bisa membaca masa depan, Bou bei gak akan pacaran apalagi ML. Bou bei pasti nungguin neng Anna” Rye menatap penuh cinta.
Anna seperti anak kecil disogok permen. Dia langsung luluh.
“Cari penghulu yuk” Rye putus asa
__ADS_1
“Sabar ya Mas” …Anna merasa prihatin
Duh dipanggil Mas lagi !. Rye mengakhiri video call mereka. Dia buka celana dan menyelesaikan hajatnya sambil memanggil nama Anna.