CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 30 PERSAINGAN


__ADS_3

Anna duduk bersama Stefani di kabin penumpang. Sedangkan Rye duduk disebelah pilot. Helikopter itu hanya singgah di Kota P. Rye mengantar Anna pulang ke rumahnya. Sedangkan Stefani dan Zaky langsung ke Hotel Andromeda. Mereka menginap di sana bersama sama dengan Rye.


“Ayo tinggal aja dulu dan ikut makan siang.” kata mamih sama calon mantunya itu.


Rye tampak bimbang tapi akhirnya dia menyetujui. Dia menelepon Stefani sebelum masuk rumah.


“Hai Stefi. Sorry aku baru balik ke hotel setelah makan siang. Kamu jalan jalan aja dulu sama Zaky. Ini pertama kali kamu ke Kalimantan kan. Tanya Zaky tempat yang bagus dan makanan enak di sini.” kata Rye


Anna makin kesal melihat Rye sempat ragu dan alasannya ternyata karena Stefani. Dia masuk ke rumah sambil manyun.


Ini adalah pertemuan kedua bagi mamih dan Rye. Tapi mereka begitu akrab seperti ibu dan anak.


“Mamih punya foto album Anna dari bayi nggak ?. Waktu Anna di Jakarta, mama ngasih foto albumku dari lahir sampai wisuda S2. Jadi kebongkar deh rahasia masih culun.” kata Rye dengan senyum


" Oh ada ada. Tapi campur dengan adik adiknya. Ya foto kami sekeluara lah." kata mamih sambil membuka laci di bawah meja sofa di ruang tamu.


Sesaat kemudian terdengar mereka tertawa mengomentari foto Anna waktu 5 tahun dan wajahnya belepotan oleh es krim.


Ciih, sok akrab banget. guman Anna sambil memisahkan pakaian bersih dan kotor dari koper. Setelah itu membereskannya.


15 menit kemudian…


“Ini enak, enak banget. Kok bisa sampai lunak gini ya mih tulang ayamnya.” kata Rye sambil menikmati pepes ayam, goreng tempe, dan lalapan rebus di dalam piringnya


Mamih merasa tersanjung melihat Rye yang khusyu makan dengan tangannya langsung. Sesekali dia menjilati bumbu pepes ayam dari jari jarinya.


“Kamu cuti berapa hari May ?” tanya mamih sambil melihat anaknya yang jadi pendiam


" Hari ini aja." jawab Anna pendek


Rye melihat sekilas pada Anna. Dia kemudian khusyu lagi pada piringnya.


Baru selesai makan, adzan berkumandang.


" Mih bolehkah saya sholat disini aja, tidak ke mesjid ?." tanya Rye


" Ayo ja sholat di kamar Anna. Ada kamar mandi di dalam." kata mamih dengan senyum


Rye mengikuti Anna ke kamarnya. Sesampai di dalam kamar, Rye memeluk Anna dari belakang.


“Apa-an sih. Ini mau sholat malah maksiat.” kata Anna sambil berusaha melepaskan diri


" Kangen. Dari sejak tadi, kok kamu diem aja." kata Rye sambil membalikkan badan Anna.


“Salah siapa ? sudah jauh jauh ke Jakarta. Kamu sibuk terus. Malah kakak kakakmu yang nemenin aku. Eh pulang malah bawak cewek !.” kata Anna sewot. Seneng juga ditanya Rye. Jadi dia merasa dibukakan pintu untuk mengeluarkan kekesalannya.


" Bawa cewek gimana maksudmu ? Stefi ? lah dia kan Manajer CSR baru di perusahaanku" kata Rye keheranan


“Kata Cece Feli, dia itu naksir kamu dari SMA. Sekarang kamu rekrut dia. Huh kayak gak ada orang lain aja.” kata Anna cemberut


Rye tersenyum sumringah. Anna cemburu pada Stefi.


“Itu sih urusan dia. Bou Bei perlu dia buat kerja aja. Gimana kalau weekend ini kamu tinggal di villa bersamaku ? Bou Bei mau menghabiskan sepanjang hari dengan kamu aja.” kata Rye mendekat dan memegang kedua pipi Anna.


Anna mengangguk. Dia tuh bener bener kayak anak kecil. Cepet marah tapi mudah luluh kalau disogok.


Sehabis sholat Rye pamit dan mencium tangan mamih.


_____________________***______________________


Anna berangkat jum’at sore. Pulang kantor dia naik taksi online ke hanggar helikopter milik Rye yang ada di komplek bandara.


Anna sudah minta izin pada ibunya mau pergi ke perusahaan Rye di Kab. X. Mamih merestui karena dipikirnya anaknya sedang melakukan tugas kantor. Hal ini sudah biasa bagi Anna. Dia pergi ke lapangan di hari libur. Dia bisa klaim hari pengganti di kemudian hari.


Begitu sampai di villa, Anna langsung mandi. Dia masuk dari pintu belakang yang menghubungkan rumah utama dengan rumah mungil, tempat Daniel dan Zaky tinggal. Anna mengirim pesan pada Rye bahwa dia telah sampai di villa. Rye baru datang saat makan malam.


“Oh Bou Bei kangen sekali sama wo de airin” kata Rye sambil memeluk dan menghujani wajah Anna dengan kecupan.


“Bou Bei hentikan ! nanti mukaku jerawatan.” kata Anna blingsatan menghindar


Setelah makan malam, Rye dan Anna duduk rebahan di sofa. Sebelah tangan Rye merangkul Anna.

__ADS_1


“Ngomong - ngomong kenapa ayahmu dipanggil abah sedangkan ibumu dipanggil mamih ?” tanya Rye


“Gak maching ya ? he…he…he…kita mah anti mainstream (beda dengan yg umum). Abah tuh waktu nikah ma mamih umurnya sudah 30 tahun. Jadi bujang lapuk gitu kayak Bou Bei.” kata Anna ceria


Rye cemberut dibilang bujang lapuk. Anna tertawa geli. Dia mencoba mencium pipi Rye tapi si pemilik membuang muka.


“Oh ya besok company gathering Bou Bai ikutan kompetisi dong. Jangan mentang mentang bos, cuma nonton dan kasih hadiah” kata Anna mengalihkan pembicaraan.


“Bou Bei takut gak kuat tulangnya. Maklum bujang lapuk.” jawab Rye dendam 😅


Skakmat ! Anna merasa gak berkutik. Tapi dia gengsi kalau minta maap.


Cih gitu aja baper. payah ini si yayang. batin Anna. Diapun beranjak dan pergi ke kamar


" Ya udah aku bobo aja. Kamu payah. Gitu aja ngambek." Anna berlalu dengan gaya jaim


nih cewek sudah meledek bukannya menghibur. Ini malah pergi. Awas pembalasanku. gerutu Rye dalam hati.


Rye mengikuti Anna dengan kesal. Anna tersenyum merasa Rye mengikutinya. Dibalik pintu kamar terdengar suara jeritan tertahan diselingi tawa geli dari Anna. Entah pembalasan apa yang sedang Rye lakukan.


_____________________***______________________


Company gathering dilakukan 2 bulan sekali. Acaranya selalu sama tapi tetep aja heboh dan seru.


Rye memperkanlan kembali Stefi di acara sambutan. Para karyawan cowok pada tepuk tangan meriah. Stefi tertawa dan tersipu. Spontan dia memeluk tangan Rye. Hal itu langsung disambut meriah oleh khalayak. Hanya Anna yang emosi tingkat dewa.


Huh giliran si Stefi diperkenalkan. Sedangkan aku yang calon istri dibiarkan. batin Anna tak suka. Dia lupa, dia sendiri yang minta Rye dulu untuk low profile, sampai saatnya mereka menikah.


Stefi tampil cemerlang di semua permainan. Anna akhirnya berhadapan dengan Stefi. Lomba masukin bola pimpong ke ember pake sendok. Dulu Anna terpeleset dan nabrak penonton yg minum es jeruk. Kali ini dia tidak boleh gagal.


Hati Anna sakit, para staf PT. Eka Prakarsa lebih banyak mendukung Stefi. Mungkin karena Stefi manager disana. Nova dan Franz yang merupakan staf lapangan LSM Hijau Lestari, menyoraki Anna. Mereka direkrut untuk program dengan perusahaan ini. Mereka tinggal di mes karyawan dekat gerbang timur yang cukup jauh dari guess house dan villa.


Napas Anna memburu. Aku harus menang ! aku harus menang ! batinnya.


Sreeeet …langkah besar diambil Anna, dan pluk ! bola pingpongnya jatuh. Anna melotot gak rela. Dia mencak mencak dengan sendok masih di mulutnya. Para penonton tertawa riuh. Dengan demikian, Stefi keluar jadi pemenangnya.


Rye tidak tau apa yang terjadi. Dia berdiri jauh dengan dua orang direktur bagian dan satu tenaga ahli. Tampak mereka diskusi serius. Siapa sangka kalau jadi bos itu malah lebih sibuk bekerja.


“Hai Anna. Kamu orangnya lucu banget sih. Pantes Al suka sama kamu.” kata Stefi sambil menepuk pelan lengan Anna.


“Al itu siapa kak ?.” tanya Anna


"Rye dong sayang. Masa tunangan gak tau ?. Di Oz (,Australia), States (Amrik), dan di London, pokoknya di luar negeri, dia dipanggil dengan nama aslinya Adrian.


“Oh” respon Anna pendek


" Oh ya besok kami termasuk dua temanmu itu akan pergi ke lahan bekas tambang warga. Kamu ikut ?. Rye memang suka perempuan yang punya jiwa petualangan ya." tanya Stefi. Entah kenapa dia bumbui dengan pernyataan tentang selera Rye pada perempuan. Rasanya kok tidak nyambung ya pemirsah.


Anna terdiam. Dia tentu tidak tau soal itu. Dia datang ke site untuk weekend dengan Rye bukan untuk kerja.


“Oh iya iya” jawab Anna menutupi ketidaktauannya


“Ayo kita makan sosis panggang.” ajak Stefi sambil melangkah duluan


Sesampainya di stand sosis…


"May sini makan sosis kata Franz dan Nova bersamaan. Mulut mereka sedikit belepotan oleh saos. Dua orang Batak ini memang sangat kompak. Mereka tertawa, geli dengan kelakuan mereka sendiri.


“Tau gak. Ini stand sosis sosis adalah salah satu favorit staf, selain stand bakso dan bapau.” kata si penjaga stand yang sehari seharinya jadi satpam. Dia dengan lihai membolak balik sosis yang berjejer di atas panggangan.


Bu Jum sang koki melambaikan tangan pada Anna dari stand baso. Anna mengangguk sambil tersenyum.


Anna langsung menyambar sosis besar premium yang mahal itu


Duh jadi inget batang Bou Bai. Cuma lihat sih. batin Anna. Dia tersipu malu dengan pikiran mesumnya sendiri. Lalu dia teringat batang Pak Pongky yang model ulekan besar. Anna langsung bergidik.


Stefi memilih untuk membuat bumbu racikan sendiri untuk sosisnya. Dia minta madu sachet dari stand minuman lalu pergi ke stand baso dan meminta sambal cabe ulek di piring kecil. Anna dan penjaga stand sampe geleng geleng kepala melihat Stefi mau repot membumbui sosis bakar untuknya.


Rye dan orang orang yg tadi ngobrol dengannya datang mendekat. Anna tersenyum dengan mulut penuh. Penjaga stand mempersilahkan mereka mengambil sosis .


“Ini aja. Aku membuat dengan bumbu kesukaanmu Al.” kata Stefi menyodorkan sosis miliknya yang sudah matang dan diberi mayonaise.

__ADS_1


Rye menerimanya dan memakannya dengan senang. Anna hanya melongo


"Ehmm …enak banget. Kok kamu tau sih aku suka banget sosis bakar pake madu dan cabe ulek. Ini fovoritku kalau pulang ke Indo Pak Bram. Di luar negri kan susah cari cabe ulek ha…ha…ha. " kata Rye sambil tertawa dan diikuti orang orang disekitarnya.


Anna pesan teh madu hangat di stand minuman untuknya. Dia melihat Stefi memberi air mineral dan tissue pada Rye.


Anna memutuskan kembali ke villa. Dia membersihkan diri dan naik ke ranjang. Hatinya terasa sesak. Air matanya berderai. Anna bingung sendiri kenapa dia menangis. Dia baru menyadari kalau dia gak banyak tau tentang Rye. Apa yang disukai dan tidak disukainya, apa saja kebiasaannya. Anna merasa malu bahwa Stefi tau lebih banyak, dan memperhatikan Rye lebih baik darinya. Anna nangis sesegukan. Dia merasa kalah.


Rye datang dan membersihkan diri. Anna pura pura sudah tidur dengan menarik selimut sampai ke lehernya. Rye tidur disampingnya.


______________________***_____________________


Anna bangun sekitar jam 7.30 pagi. Habis sholat subuh dia dan Rye tidur lagi. Ketika bangun, Rye sudah tidak ada di sampingnya. Anna keluar kamar sambil matanya masih memicing.


“Good morning sleepy head.” kata Rye dari pantry.


Anna tertegun melihat pemandangan yang begitu indah di depannya. Sesekali dia mengucek matanya. Sinar pagi dari jendela samping membuat pria tampan dengan celemek bergaris garis abu itu tampak menakjubkan. Pencahayaan yang sempurna dari Tuhan.


“Loh kok malah berdiri di situ. Sini cicipin nasi gorengnya.” kata Rye memandang penuh kasih


Anna melangkah dan mendekati Rye. Anna berdiri disampingnya. Rye menyuapi Anna dengan nasi goreng yg sudah dia tiup tiup.


“Ehmm enak banget beb ! pake minyak babuy ya ?.” tanya Anna kagum tapi masih juga iseng


“Bukan. Pake daging cicak.” jawab Rye kalem


" Hueeek. Iih Bou Bei jijay tau !." Anna memuntahkan makanannya tp gak ada karena sudah tertelan 😌


“Habis kalian ini ya. Mau sampai kapan kami ini orang Cina dituduh macam - macam.” kata Rye pura pura kesal. Padahal hatinya geli lihat Anna yang mengusap ngusap lidahnya dengan punggung tangan. Jorse !


“Maapin aku ya pap. Aku kurang perhatian dan mengurus Bou Bei dengan baik selama ini.” kata Anna sambil memeluk Rye dari belakang.


“Ini maap beneran atau basa basi.” tanya Rye sambil mematikan kompor.


“Beneran dong.” jawab Anna manja sambil mempererat pelukannya.


“Ya udah lepas dulu nanti Bou Bei kasih waktu untuk penebusan dosa.” kata Rye sambil memegang tangan Anna yang melingkar di pinggangnya.


“Bentar lagi.” kata Anna gak mau lepas


“Annaa lepas. Ini si ujang mulai bangun nih. Dan kali ini aku gak mau berakhir di kamar mandi !.” kata Rye mengancam


Anna segera melepaskan tangannya dan membawa dua piring nasi goreng ke meja makan. Dia menyiapkan minum dan sendok garpu untuk Rye dan dirinya. Sementara Rye membuka celemek dan beres beres di pantry.


Mereka duduk berhadapan dipisahkan oleh meja makan kecil memanjang.


“Kenapa kamu tiba tiba minta maap begitu qin ?.” tanya Rye


“Aku baru tau kamu hiks suka sosis bakar hiks…pake cabe hiks.” jawab Anna terbata bata dan mulai menangis


“Loh terus kenapa ?.” kata Rye bingung


“Enggakk hu…hu…hu…sosisnya hu…hu…hu.” Anna menangis tersedu sedu


Rye semakin bingung. Dia beranjak dan pergi memeluk Anna. Anna memeluk pinggang Rye sambil duduk. Sementara Rye berdiri.


“Ya udah Bou Bei gak akan makan sosis pake cabe lagi. Kamu gak mau Bou Bei sakit perut kan ?.” kata Rye sambil membelai rambut Anna.


“Wuahhh…bukan gitu hu…hu…” tangis Anna makin kencang


“Ya apa dong ?.” tanya Rye nyaris frustasi


__________________


Readers yang budiman,


Kasian Rye ya tapi lucu juga ngadepin pacar kayak Anna Yuk ikuti episode berikutnya tentang dinamika cinta mereka


Like, komen , dan vote ya


Kamsia...

__ADS_1


__ADS_2