CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 36 PERPISAHAN


__ADS_3

Rye saat ini sedang di Kanada untuk urusan bisnis. Dia baru sampai di hotel. Begitu duduk di sofa, HPnya berbunyi.


“Hallo Rye. Ini Ce Ros. Kamu cepet pulang. Kasus si Sonny merembet ke Anna. Detailnya nanti setelah kamu nyampe Jakarta.” kata Rosita di telepon


Perjalanan udara dari Montreal ke Jakarta perlu 16 jam dan transit di Hongkong. Rye sangat gelisah. Apa yang sebenarnya terjadi. Dia memutuskan menyewa jet dari Hongkong ke Jakarta. LuAnnan menghemat 2 jam meskipun harus membayar 500 juta rupiah.


Sesampainya di Bandara Soetta, dia video call dengan Rosita.


"Kamu jangan khawatir awak media hanya hari itu saja mengganggu. Tim legal sudah urus semuanya. Kak Nancy dan lawyer kita datang menemui keluarga Anna sebagai bentuk sopan santun dan menyampaikan permohonan maap atas nama keluarga.


"Jadi Ce Nancy sudah di Kota P menemui mamih sama lawyerku ? baguslah. Aku akan segera menemui Anna dan keluarganya.


Dalam perjalanan menuju hanggar helikopter, Rye berubah pikiran.


“Hallo Ko Sonny. Koko ada dimana ?.” tanya Rye di telepon.


“Di kantorku di Nusantara Media. Kenapa ?.” tanya Sonny


Rye menutup telepon tanpa menjawab.


“Zaky kita ke Nusantara Media.” kata Rye sambil memasang seatbelt.


Helikopter itu terbang dan hanya perlu waktu lima menit sampai di atas gedung Nusantara Media. Rye turun dari helikopter dan menuju pintu masuk. Zaki menyusul beberapa saat kemudian.


Braaak !! pintu ruangan kantor Sonny yang mewah itu terbuka lebar. Sonny dan sekertarisnya terlonjak kaget. Mereka sedang membahas satu dokumen.


“Rye apa apaan ini ?.” tanya Sonny sambil berdiri dari kursinya


Bukkk ! tinju Rye melayang ke wajah Sonny.


“Jaga nafsu loe ! gara gara loe istri gue dan keluarganya susah !.” teriak Rye penuh amarah


Beberapa pengawal Sonny datang tapi dihadang Zaky


" Kamu kerasukan apa ? aku gak ada urusan dengan CALON istri loe. Sejak kapan kamu jadi kurang ajar begini hah ?!." teriak Sonny


Dia keluar dari belakang mejanya dan mencoba menarik kerah baju Rye. Hal serupa dilakukan Rye. Mereka saling mencengkram.


“Pak tolong jangan bertengkar. Tolong sabar bapak bapak.” kata Susy, sekertaris Sonny memohon sambil menangis


Rye melepaskan cengkramannya.


Dia mundur satu langkah


“Ini peringatanku Ko. Aku gak main - main. Selesaikan dalam satu hari ! aku tidak mau istriku terseret masalahmu. Apapun itu !.” kata Rye dengan suara memburu


Sonny mengelap darah di bibirnya. Rye berlalu keluar dengan langkah cepat. Dia harus menemui Anna segera.


“Hei jagoan. Hari ini loe mulai kurang ajar sama kakak loe. Jangan sebut Sonny kalau gak bisa rebut Anna dari loe !.” teriak Sonny dengan seringai di wajahnya. Dia ingin memprovokasi Rye.


Rye yang sudah mau keluar dari ruangan Susy berbalik dan menyerbu kembali ke ruanganan Sonny. Tapi dia dihalangi empat pengawal Sonny yang berjejer rapat. Zaky menahan Rye.


“Lain kali kita selesaikan bos.” kata Zaky tegas


Rye mengacungkan kepalan tangannya dan berlalu menuju lift.


Sonny duduk di kursi sambil mengaduh ketika Susy mengompresnya dengan es yg dibalut serbet handuk. Dia sangat terkejut. Rye yang selalu jadi anak kalem dan penurut, kini jadi garang dam berani mukul kakaknya sendiri.


_____________________***_____________________


Rye sangat kalut. Sejak kemarin di Kanada, Anna tidak bisa dihubungi. Mamih dan Derri juga tidak bisa.


Dalam waktu 16 jam ketika Rye mengudara menuju Jakarta, keluarga Anna semakin digoncang badai.


Berita Derri mencak mencak marahin reporter menghiasi semua saluran TV dan media sosial. Dia jadi bahan lelucon dalam aneka bentuk meme, parodi singkat dan banyak lagi. Hastag KecoaBerkamera jadi trending topik. Banyak juga netizen yang memuji keberanian Derri selain yang nyinyir.


Di kampus Derri juga jadi pusat perhatian dan guyonan. Ketika dia berjalan di halaman kampus, beberapa mahasiswa mengganggunya


"Aiii kecoaak !!! kata seorang mahasiswa yang lagi duduk di meja kayu. Tiga temannya tertawa


“Pergiii pergiii…” kata mahasiswa lainnya sambil jingkrak jingkrak meniru orang takut kecoa.


Derri cuek aja. Dia tentu jengah dilihatin beberapa mahasiswa yang melihatnya sambil bisik bisik. Ada juga yang cuma mandang sambil senyum. Tapi empat mahasiswa yang teriak kecoa itu, bener bener bikin kesel.


Plak ! satu biji salak menghantam punggungnya. Derri berbalik. Dia lihat ke bawah dan ada biji salak tergeletak. Dia melihat ke grup mahasiswa tadi. Dia melihat yang duduk di meja lagi makan salak. Sontak amarahnya meluap. Dia datang menghampiri, dan BUKK !! dia menonjok muka orang tersebut.


“Hei loe berani mukul temen gue ! dasar kecoa loe !” kata satu mahasiswa yang berdiri di sebelah kanan

__ADS_1


“Iya loe mau juga ?.” tantang Derri


Bak buk bak buk ! Derri dikeroyok empat orang


Di hanggar helikopter Rye di Kota P…


Rye turun dari heli dan langsung naik mobil hotel yang menjemputnya di hanggar.


Rye mencoba mencari berita tentang Anna dan keluarganya di internet. Tidak ada satu beritapun. Rye merasa lega. Ini artinya tim cyber yang dibayar kakaknya telah berhasil mengatasinya. Rye menelepon lawyernya dan sudah terkonfirmasi bahwa berita itu hanya tampil satu kali di semua layar TV.


Rye membuka pagar menuju pintu depan. Bi sumi membuka pintu dan memberitahu Rye bahwa semua orang sedang di rumah sakit menjenguk Derri. Bi sumi memberikan nama RS dan kamarnya.


Di Rumah Sakit


Nancy berjuang keras agar tawarannya memindahkan Derri ke ruang VVIP disetujui mamih.


" Gpp Ce Nancy. Kami ada BPJS kelas satu dari pensiunnya abah." kata mamih dengan mata masih sembab


“Kami tidak bermaksud meremehkan Bu Ros. Tapi ini semua permohonan kami untuk mengurangi rasa malu dan rasa bersalah. Mama pasti sangat terpuruk saat ini jika tawaran kami ditolak.” kata Nancy masih terus berusaha


“Kalian keluarga yang baik bahkan sangat baik. Meskipun kami sekarang kena kasusnya Ko Sonny, tapi kalian tidak bersalah. Tukang pitnah dan tukang sebar gosip itu yang salah.” kata mamih menenangkan


“Baiklah agar Ny. Hani tidak terlalu stress, kami terima tawarannya.” lanjut mamih


Akhirnya Derri dipindah ke ruang VVIP


Nancy menyambut Rye di koridor VVIP


" Syukurlah kamu sudah datang. Cece pulang dulu ya karena kamu sudah disini. Si Andre agak demam waktu Cece tinggal. Mama gak bisa datang. Kamu ngerti kan kondisi saat ini. Mama kurang sehat karena stress masalah Sonny dan Roby." kata Nancy sambil mengusap ngusap kedua lengan Rye.


"Iya Cece. Makasih banget


Rye memeluk Cecenya. Nancy pamit pada mamih dan Anna. Mereka berpelukan


Lawyer Rye ikut mengantar Nancy ke hanggar helikopter di bandara.


Rye mencium kedua tangan mamih. Dia melangkah mendekati Anna. Dia bermaksud memeluknya tapi Anna menjaga jarak. Anna diam saja.


Derri masih pingsan ketika diobati. Kepalanya bocor ditimpuk batu. Dia siuman setelah kepalanya dijahit. Muka dan badannya memar. Ada perban di tangan kanannya karena sobek oleh patahan pagar besi dekat tempat dia dikeroyok. Dia sekarang tidur karena diberi obat tidur oleh dokter.


"Oh iya mamih mau bawa baju ganti sama perlengkapan sholat. Biar nanti malem mamih datang lagi dengan Rangga.


Baru diomongin, Rangga sudah datang. Rye memeluknya.


“Kak Rye kapan datang ? aku sekarang beraliansi dengan Joy ngalahin musuh dari Thailand.” kata Rangga. Dia tidak terlalu paham apa yang sedang terjadi. Bi Sumi hanya memberitahu kalau Derri cedera dan sedang diobati di RS.


“Kakak baru datang. Hebat dong kamu berdua jadi penguasa virtual game.” kata Rye sambil mengajak tos 5 jari.


Rangga cukup prihatin melihat kakaknya. Dia masih pakai seragam sekolah. Maka dia menemani ibunya pulang diantar Pak Salim, sopir hotel.


Rye duduk di samping Anna. Ruang VVIP itu cukup luas. Selain ada sofa, kulkas, AC dan TV flat screen, ada meja makan juga.


“Kamu sudah makan ?.” tanya Rye


Anna menggeleng.


“Kamu sebaiknya pulang. Kamu pasti jetleg dari Kanada langsung kesini.” kata Anna


Anna tampak murung dan tidak mau melihat Rye. Hati Rye rasanya perih seperti diiris.


“Aku minta maap kalian jadi susah. Tapi tolong jangan hukum aku karena kesalahan saudaraku.” kata Rye dengan mata berkaca kaca


Anna menghela napas, " Bou Bei tau makna tainted by association kan ?. Nah saat ini aku kesal padamu gara gara saudaramu. Aku gak nyalahin kamu tapi aku gak bisa bersikap ganda pada saat yang bersamaan. Aku perlu waktu untuk bisa tenang dan berpikir jernih. So, tolong beri aku ruang untuk melakukan itu. Jadi kamu gak kena imbas dari kekesalanku pada Sonny."


Rye terdiam lama. " Ok aku tunggu di Penhouse. Tapi aku gak akan pulang sebelum kamu makan."


Rye menelepon room assistance. Ada lima orang untuk melayani 10 kamar. Pelayanan asisten kamar ini hanya ada di ruang VVIP. Rye meminta si asisten membelikan dua nasi padang dan dua bubur kacang ijo. Banyak restoran, toko dan penjual aneka makanan di depan RS.


Sambil menunggu si asisten datang, Rye mengambil air mineral di lemari logistik pantry dan jus apel dari kulkas. Dia memberikan jus apel pada Anna.


Waktu menunjukkan jam 2 siang. Rye mendapat pesan WA dari lawyernya, pak tolong nyalakan TV ada breaking news di semua saluran TV nasional. Agnes Monira mengadakan konferensi press.


“Agnes bikin konpress qin” kata Rye sambil menyalakan TV


Agnes Monira duduk di belakang meja konpress. Disamping kiri ada pengacaranya, Farhat Amir dan disamping kanan ada manajernya.


“Rekan rekan wartawan yang saya hormati. Saat ini saya ingin menyampaikan pada publik kebenaran dari cerita yang simpang siur ini. Benar saya menggugat Pak Sonny Raharja Erlangga sebagai pemilik label musik SRH Music. Itu saya lakukan sebagai tindakan bodoh dan putus asa. Saya sangat mengagumi dan mencintai Pak Sonny. Meskipun dia sangat sibuk sebagai pemilik berbagai usaha media dan hiburan, namun beliau mau meluangkan waktu untuk memberi motivasi pada kami para artis dan penyanyi baru untuk berkarya. Saya berhubungan dengan beliau sudah empat bulan. Saya panik ketika mendengar beliau tidak serius dengan saya karena saya terlalu muda. Kami bermesraan tapi tidak sampai berhubungan intim. Suatu hari bapak sangat mabuk dan tidur dengan saya di hotel. Maka saya meminta teman saya untuk menghamili saya.” kata Agnes dengan airmata berurai

__ADS_1


“Saya mohon maap pada publik, pada keluarga saya, pada keluarga Pak Sonny dan keluarga perempuan yang fotonya saya unggah di Sosmed hiks hiks sehingga hidupnya terganggu. Saya sungguh memohon maap yang sebesar besarnya.” lanjut Agnes tersedu sedu.


Konpress itu tidak ada tanya jawab. Breaking News pun berakhir.


Anna terdiam cukup lama. Rye mengguncang pelan tangan Anna.


“Sayang are you okay ?.” tanya Rye cemas


Anna menatap Rye dengan pandangan sayu,


“Bou Bei kita putus aja ya. Hubungan kita terlalu rumit. Aku gak mau nerusin. Maapkan aku.”


“Enggak ! no ! teganya kamu May. Apanya yang rumit ? Hubungan kita sangat indah. Pertengkaran kita kecil saja, dan gak sampai sehari kita selesaikan. Please jangan lakukan itu padaku.” kata Rye memohon


“Bou Bei lihat tadi si Agnes. Aku yakin dia hamil oleh Sonny. Tapi entah dengan ancaman atau sogokan, dia menyangkalnya sekarang. Kamu tau, tadi di berita pagi, kakakmu Roby juga bebas. Hasil penyelidikan polisi ternyata dia hanya kebetulan ada di dekat tempat penangkapan. Uang dan kekuasaan yang begitu besar membuat kebohongan dan kejujuran sulit dibedakan. Jika aku menikah denganmu, aku akan menjadi bagian dari lingkaran itu. Aku kira kasus yang dialami Sonny dan Roby ini bukan yang pertama kali, dan pasti bukan yang terakhir. Maapkan aku.” kata Anna berurai air mata.


“Terus salahku dimana ?.” tanya Rye putus asa


“Kamu tidak salah sayang. Aku cuma tidak bisa menikah denganmu. Melihat perbuatan Sonny dan Roby bukan hanya memuakkan tapi juga mengerikan. Kejadian sekarang dengan keluargaku bisa terjadi lagi di kemudian hari. Aku mencintaimu tapi aku lebih mencintai mereka. Aku mohon mengertilah.” kata Anna. Giliran dia yang memohon


“Aku akan putuskan hubungan dengan keluargaku. Aku akan ganti nama. Aku kembalikan warisanku pada mama. Aku sudah biasa kerja dari SMA. Aku pasti bisa bekerja dengan mudah. Minimal sebagai manajer. Kamu mau kan ?.” Rye memegang erat kedua tangan Anna


“Bagaimana dengan ibumu ? mama sudah sakit karena kedua kakakmu. Terus dia kehilangan kamu juga ? aku gak mau. Maapkan aku. Please.” kata Anna dengan tangis yang pilu


“Terus apa yang harus kulakukan agar bisa bersamamu ?.” teriak Rye histeris


“Mamih…” panggil Derri lirih. Dia terbangun oleh teriakan Rye


“Derri…ini teteh.” kata Anna beranjak mendekati adiknya


Rye ikut mendekat


“Pulanglah.” kata Anna lembut


Rye keluar dari kamar itu dengan hati berkeping keping


____________________***____________________


Diamond Country Club adalah salah satu klub golf dan olahraga bergengsi untuk kaum elit. Di tempat itu para pengusaha dan kaum profesional papan atas diseleksi dengan ketat untuk mendapatkan kartu anggota. Tempat ini selain tempat untuk rileks dan olahraga juga tempat untuk memperkuat relasi bisnis.


Farhat Amir sangat gugup masuk ke klub itu. Dia begitu gugup. Hari ini aku datang sebagai tamu. Besok aku datang sebagai anggota. batinnya.


“Saya sudah ada janji dengan Presdir dari Firma Hukum Endriko and Associate.” kata Farhat pada resepsionis sambil menyerahkan KTP


“Oh ya pak. Disini sudah tertulis nama bapak sebagai tamu dari anggota kami. Silahkan ikuti staf kami menuju ruang Lawyer Club.” kata salah satu resepsionis yang melayaninya.


" Bapak pertama kali ke sini ?" tanya si staf. Farhat mengangguk.


“Di ruangan bapak tidak boleh berisik, merokok atau tindakan lain yang mengganggu ketenangan tamu lain.” kata si staf. Farhat lagi lagi hanya mengangguk


Ruangan itu sangat elegan dan terasa sangat khusus dimana privacy semua orang terjaga. Ada meja bundar jati dengan dua sofa kulit, empat sofa kulit, ada enam sofa kulit. Ada sekitar 10 set meja dan jaraknya berjauhan.


Farhat tiba di meja bundar denga empat kursi jok kulit asli. Tampilan kursi yang gagah dan nyaman diduduki.


“Pak Farhat selamat datang.” sapa Endriko Kawilarang. Dia seorang pria berumur 72 tahun tetapi penampilannya sangat terawat rapi, segar, dan bermartabat. Tiga rekannya yang senior tapi tampak lebih muda diperkenalkan. Di belakang dengan jarak satu meter berdiri tegap 3 ajudan atau mungkin bodyguard.


“Saya lihat konpress berjalan lancar. Saya mendengar Pak Hotman ternyata ada andil dalam suksesnya konpress tersebut. Well, itu bisa dimaklumi. Masalah ini cukup pelik. Tentu saja memerlukan skill lawyer yang lihai seperti dia.” kata Endriko tenang tapi penuh penekanan


" Itu bohong ! saya melakukannya sendiri. Saya minta Agnes menarik tuntutannya. Saya yang membuat konsep pernyataan dia." kata Farhat sewot


“Itu sudah seharusnya Anda lakukan. Anda seharusnya membantu klien Anda mendapatkan keadilan. Ini malah diseret untuk mendapatkan populeritas bagi Anda. Saya sudah mendapatkan pernyataan Agnes. Andalah yang memaksa dia untuk tampil di media membawa kasus ini. Anda bilang untuk mendapat dukungan publik ?.pada kasus ABG yang jadi selingkuhan Om-Om, orang bodoh mana yang Anda mau minta dukungan ?.” kata Endriko masih dengan intonasi yang sama


Farhat terbata bata. Endriko dan mitra berdiri. Dia berjalan dengan penuh kemuliaan. Rekannya mengikuti.


“Bagaimana dengan uang 2 Milyar yang anda janjikan ?.” kata Farhat sambil berdiri dan mencoba mengejar


Satu pengawal memegang tangan Farhat dan memberi kode pada Farhat untuk diam. Farhat menurut. Satu kolega Endriko berbalik dan mendekati Farhat.


“Anda mungkin salah dengar. Uang itu untuk kompensasi Agnes yang hidupnya hancur gara gara anda.” kata si kolega.


“Tapi…” kata Farhat tidak diteruskan


“Welcome to the lawyer club !.” kata si kolega sambil menepuk bahu Farhat dan diapun berlalu.


Readers yang budiman,


Ikuti terus kelanjutannya...

__ADS_1


__ADS_2