
Nukila tidak menggubris banyak pesan yang dikirim Pongky via WA. Setelah pesan ke tujuh, Nukila membalas. “Temui aku kalau kau ke kota P”.
Kembali dari perjalanan panjang setelah dua minggu di lapangan membuat semua orang kelelahan. Akhir pekan itu semua orang memilih istirahat.
Adnan sangat merindukan Anna. Hari minggu akhirnya mereka baru bisa kencan. Ini kencan pertama. Namun selalu saja ada tantangan. Di Kota P meskipun ibukota provinsi hanya punya satu mall, satu bioskop dan beberapa taman kota yang cantik. Hotel sih banyak dari yang bintang lima sampai losmen. Ketika mereka jalan di mall, Anna ketemu temen temen kantor dan temen SMA. Akhirnya mereka ngobrol dan jalan rame rame. Di bioskop, Anna ketemu teman SMP dan teman kuliah. Maka reunian lah mereka.
Hari berikutnya Adnan ngajak Anna kencan di Taman. Tamannya penuh dan beberapa kali berpapasan dengan teman, kolega, bahkan tetangga Anna. Meskipun cuma say hello tapi tetap saja menggangu.
Hari ketiga, Adnan akhirnya menemukan taman lansia di pinggir kota dekat RS Jiwa. Tamannya indah dan sepi. Hanya ada dua tiga orang saja yang duduk duduk di sana. Baru 10 menit mereka duduk sambil makan jagung rebus, sekelompok preman masuk. Mereka bicara sangat berisik sambil tertawa dan menenggak minuman keras. Adnan dan Anna buru buru menyingkir.
Anna akhirnya mengajak Adnan makan malam di Hotel Andromeda menggunakan voucher hadiah karena insiden pelayan mesum satu bulan yang lalu.
Mereka duduk di pojok dekat jendela restoran. Adnan memulai cerita duluan.
“Aku anak sulung dari empat bersaudara. Ayah dan ibuku guru SMA swasta. Mereka mengajar di sekolah yang sama.” Adnan mulai menjelaskan siapa dirinya. “Aku sekolah di Bandung dari TK sampai kuliah. S-2 beasiswa di Australia karena memenangkan Youth Leadership Award. Proposalku dibiayai oleh CSR BUMN tentang “Sungaiku Surgaku” sukses membersihkan beberapa anak sungai oleh komunitas pemuda umur 15 - 17 thn. Makanya aku direkrut bekerja di LSM Internasional di Jakarta. Bekerja selama 3 tahun dan sekarang ketemu kamu deh” Adnan mengakhiri cerita singkat hidupnya dengan senyum.
“Pacar” kata Anna sambil memakan hidangan pembuka.
"Ehm…SMA punya satu pacar yang serius. Kuliah S1 dua pacar, S2 ehmm punya satu, dan waktu kerja di Jakarta satu pacar. Nah sekarang di sini SATU ! " Adnan mengatakannya dengan jenaka, menunjuk dengan jarinya pada Anna sambil memandang Anna penuh cinta. “Giliran kamu” Adnan meminta Anna menceritakan dirinya.
__ADS_1
" Aku juga anak sulung. Satu satunya perempuan dari 3 bersaudara. Sekolah sampai S1 di Kalimantan. S2 di Belanda, beasiswa NGO Award. Pacar…baru punya setelah mau lulus SMA. Itupun akhirnya pisah karena dia pindah dengan ortunya ke Semarang. Kuliah punya satu pacar tapi baru sebulan sdh diajak nikah. Maklum cucu Habib dan punya pesantren pula. Ya aku nolak karena belum mau nikah. Di Belanda aku naksir dua cowok yaitu Kyle dan Amadio. Tapi ternyata dua duanya gay…" Anna belum selesai, Adnan sudah tertawa ngakak…
“Heuuuh si kakak happy banget denger ceritaku yang apes!” Anna kesal sambil mencibir…"dan setelah itu aku menjomblo, sampe akhirnya jadian sama KAKAK " Anna sengaja menekankan kata kakak dan berhasil membuat Adnan ngakak lagi.
____________________***_____________________
Hanya perlu satu minggu bagi Anna untuk menyesali keputusannya mendukung Dino dan Cecen untuk jadian. Dua anak itu lebay sekali. Kalau deketan selalu saja hahaha…hihihi...Terus saling memuji…terus tersipu sipu…hadeeuh pengen muntah deh ! begitu Anna mengomel dengan tatapan matanya. Dia tidak sadar kalau kelakuan dia kurang lebih sama kalau dengan Adnan 😅
Hari ini rapat pertama tim Prospect setelah dua minggu di lapangan. Dino diundang rapat karena dia ikut pada kegiatan itu. Dino yg duduk di sebrang Cecen, iseng godain pacarnya itu. Dia tendang tendangin kaki pacarnya itu pelan. Cecen memdelik dan ngasih kode agar Dino menghentikan aksinya. Dino ngeyel. Cecen kesal dan membuang muka. Dino makin kencang…
“Aduuuh !” Bu Ririn mengaduh. Dino kaget. Cecen tertawa dam buru buru berhenti ketika semua orang melihatnya heran.
“Selama dua minggu di lapangan maka dua minggu pula, kita akan mengolah data. Kunjungan kedua akan dilakukan dua minggu mendatang. Silahkan dimulai dari tim tambang” Bu Ririn memimpin rapat sambil mengarahkan pandangannya pada Bu Dian dan Nukila.
“Program menghutankan kembali desa desa yang hilang hutannya karena kegiatan pertambangan rakyat dan sebagian di jual ke perkebunan sawit, saat ini bisa diterima oleh masyarakat di Kab X. Sedangkan Kabupaten lain masih perlu diyakinkan kembali." kata Bu Dian
" Sementara bagi yang kegiatan tambang rakyatnya masih produktif, mereka jelas jelas menolak. Di Kab. X kita beruntung karena kampanye penyadaran bahaya merkuri oleh LSM kami cukup berhasil. Kelompok penambang perempuan yang menggunakan dulang saat ini telah dilatih keselamatan dan kesehatan kerja, serta membentuk kelompok usaha bersama. Mungkin jika proyek Prospect ini bisa mereplikasi program kami untuk 4 kabupaten lain, maka akan memudahkan jalan pada upaya menghutankan kembali atau re-forestry dengan partisipasi masyarakat.” lanjut Bu Dian
“Ya dan untuk mengembangan model bisnis ekonomi kerakyatan bisa dilakukan dengan dua intervensi: program pemerintah dan CSR. Maka kunjungan berikutnya kita fokus pada dunia usaha khususnya perusahaan pertambangan, kehutanan, dan perkebunan. PT. Eka Prakarsa sudah menunjukkan komitmen dan praktek baik. Apalagi sekarang mereka akan bekerja sama dengan Hijau Lestari. Maka kunjungan minggu depan kami akan ke sana.” Nukila menambahkan
__ADS_1
“Saat ini jumlah perusahaan sawit semakin banyak. Maka konsolidasi dengan mereka untuk mengolah energi alternatif seperti biogas harus masuk prioritas utama." kata Denni.
Sebagian Bupati dan Wakil Bupati merupakan bagian dari bisnis sawit. Maka seharusnya negosiasi bisa lebih mudah. Di sisi lain, NGO atau LSM lingkungan anti sawit perlu kita ajak bicara. Saya menemukan nama Yolanda Nona sebagai aktifis pelesarian hutan yang cukup disegani oleh pemda maupun perusahaan. Kunjungan berikutnya kita prioritaskan bertemu beliau.” Deni menambahkan
“Dari peta relasi kekuasaan dan komitmen pemerintah cukup beragam. Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten V, W dan Y memiliki komitmen dan kinerja yang bagus. Sedangkan di Kab. X dan Z perlu advokasi lebih intensif karena disana politik dinasti sangat kuat dan sebagian besar industri ekstraktif dikuasai mereka” Anna melanjutkan setelah Deni.
Laporan temuan lapangan dilanjutkan oleh Omar, Triana, Cecen dan Dino.
____________________***_______________________
Tim Prospect tiba di Wisma jam 5 sore. Mereka sengaja pulang tepat waktu meninggalkan sekertariat mereka di bekas gedung KORPRI yang ada di komplek perkantoran pemprov. Mereka punya rencana nonton bioskop bareng.
Triana menolak ikut dengan alasan capek dan mau vicon lama dengan keluarganya di Palabuhanratu. Rindu katanya.
Mendengar Triana gak ikut, Omar membatalkan diri dengan alasan perutnya tiba tiba mulas. Akhirnya merekapun pergi.
Triana kesal sekali sudah dari 10 menit yang lalu dia mengintip gordin jendela kamarnya. Dia berencana pergi ke dokter. Omar masih saja mondar mandir di depan kamarnya.
Badannya mulai panas dingin, menahan sakit bisul di pantatnya. Tidak boleh seorang pun, apalagi Omar, orang yang menaksir dirinya tau kondisinya saat ini. Triana yang selalu charming dan modis, tidak siap mental melihat tatapan orang orang yang mungkin geli campur kasian melihat dia sarungan karena bisul. Pokoknya NO WAY !!. Triana sudah tak sanggup lagi. Diapun menangis sambil memeluk bantal.
__ADS_1
Aiiih ternyata berpacaran itu bisa jadi merepotkan he…he…he…