
Grup Keong Racun meradang. Bu Agus dan gerombolannya marah karena mereka tidak diundang pada acara pernikahan Anna. Mereka makan baso di Kedai Baso Gaol.
Makan baso jam 10 pagi paling nyaman. Jam segini yang makan baso cuma ibu ibu rumah tangga. Jadi gak terlalu rame.
“Sombong sekali !. Saya dulu menikahkan si Reza kan ngundang mereka. Ini kok cuma ngundang pengajian.” kata Bu Agus emosi
“Udah masukin aja lagi ke infotainmen he…he…” kata Bu Joni
“Loh emang dulu yang kasus Sonny itu, Bu Agus yang kasih tau wartawan ? gimana ceritanya ?.” kata Fawzi penasaran
“Waktu kasus Agnes Monira itu pasang foto perempuan dengan Sonny di pesta, Bu Fawzi. Saya ingat Anna pakai baju itu waktu ketemu kami. Anna kan tunangan adiknya Sonny. Ya sudah pasti dia.” kata Bu Agus bangga
“Kok ibu bisa yakin ?. Bisa aja orang lain kan ?” kata Bu Fawzi
“Aduh Bu Fawzi…konglomerat sih gak mungkin pake baju murahan. Apalagi beli di toko Yuliana. Amboiiiy.” kata Bu Agus mencibir dan tertawa
“Waah memang jenius bos kita nih. Bisa menghubungkan semua fakta. Harusnya ibu jadi penyidik atau wartawan.” puji Bu Joni
Semua tertawa
Dua perempuan muda saat itu juga lagi makan baso. Mereka terkejut dan saling pandang. Mereka anak Bu RW dan anak Bu Handoko tetangga mamih yang juga jamaah pengajian. Pulang dari makan baso, mereka lapor pada ibunya masing - masing.
Mas Giri pemilik kedai baso juga kesal. Dia biasanya tidak usil dengan obrolan pelanggannya. Tapi kali ini, dia tidak bisa tinggal diam. Bu Agus sudah keterlaluan. Bergosip sampai mencemarkan nama baik seseorang kepada masyarakat se- Indonesia.
Pak Sukron, pengurus mesjid makan baso dengan istrinya pada sore hari. Mas Giri curhat sama mereka. Pak Sukron dan istri sama reaksinya. Bu Agus sungguh dengki.
____________________***______________________
Adnan sangat marah dengan pernikahan Anna. Dia melampiaskannya pada Riska. Badan Riska banyak memar.
Riska bolos terapi dengan dr. Lisna dan juga konseling dengan dr. Farid. Dia mengaku sedang flu berat.
Adik Riska yang tertua bernama Naomi. Dia sudah jadi perawat. Dia berhutang budi pada Riska yang membiayai sekolahnya di akademi perawat. Dia dan suaminya baru satu tahun menikah. Dia membeli sebuah tas sebagai hadiah ultah untuk Riska.
“Ade sudah beli kue ulang tahun buat Kak Riska ?.” kata Naomi pada Elsa adik bungsunya.
“Sudah kak. Tapi Kak Riska sakit. Katanya flu dari tadi malam. Oh ya, aku suruh Kak Ester beli lilin 2 dan 9. Di toko kue tadi gak ada.” kata Elsa
Naomi masuk ke kamar Riska. Dia sedang tidur dengan selimut sampai leher. Naomi balik ke dapur. Dia membawa air yang sudah dicampur es untuk mengkompres.
Naomi menurunkan selimut kakaknya. Dia membuka dua kancing piyama Riska. Dia bermaksud mengelap keringat di sekitar dada dan leher. Riska tidak memakai bra.
“Astaga apa ini ?.” kata Naomi melihat bekas gigitan yang mulai membiru di pundak. Ada memar yang samar di dada.
Naomi bermaksud membuka semua kancing piyama Riska. Tapi Riska keburu bangun. Dia kaget dan menepis tangan adiknya.
Riska histeris dan mengusir adiknya. Dia langsung mengunci kamar
Naomi bingung. Akhirnya dia memutuskan menemui ibunya di warung nasi. Elsa tetap di rumah menjaga ayahnya yang lumpuh karena stroke.
Satu jam kemudian, Naomi dan ibunya tiba di rumah.
Riska sudah mandi air hangat, dandan rapi, dan bekas gigitan sudah dia kasih salep dan dia perban.
Dia duduk di ruang TV sambil minum susu coklat hangat.
__ADS_1
Ibunya duduk didampingi Naomi
“Naomi kakak minta maap tadi histeris. Maklum lagi demam dan sedang tidur. Jadi kaget banget.” kata Riska
“Kata Naomi kamu ada bekas gigitan di pundak. Coba ibu lihat ?.” kata ibunya
“Iya kemarin pulang dari lapangan mobil mogok. Saya pengen pipis. Masuk kebun karet eh ada anak monyet. Aku kaget jadi kulempar. Eh dia malah loncat dan menyerang. Aku langsung banting. Terus lari ke mobil.” kata Riska dengan meyakinkan
“Kakak sudah ke dokter kan ?” kata Naomi sambil beranjak mendekati Riska.
Riska melotot dan memberi kode agar Naomi duduk lagi.
“Ya iyalah. Memangnya aku bodoh. Sopir rental bawa aku ke klinik pas masuk kota.” kata Riska jutek
" Ya udah kamu harus minta ganti rugi sama kantormu. Kerja sampai bertaruh nyawa." kata Ibunya
Riska begitu pandai berbohong. Satu jam yang lalu, dia bepikir keras untuk menutupi kejadian yang sebenarnya.
Keluarga berkumpul pada jam 7 malam untuk merayakan ulang tahun Riska. Adik bungsunya memimpin doa dalam agama kristen protestan. Keluarga Riska mungkin tidak sempurna. Tetapi mereka mencintai Riska sepenuh hati. Sayang Riska tidak menganggapnya. Dia hanya mendamba cinta Adnan.
____________________***_____________________
# Penhouse Hotel Andromeda
Rye dan Anna tinggal di Penhouse. Mereka akan pindah ke rumah baru setelah selesai dibangun. Mamih dan adik adik gembira sekali, bahwa Rye menuruti kemauan Anna untuk tinggal di Kota P.
Rye segera mengurus pembaharuan status permanen residentnya di Amrik, Oz, dan Korsel. Mereka akan bulan madu ke New York begitu visa permanen resident untuk Rye dan Anna sebagai suami istri selesai.
“Qin, Bou Bei rapat pemegang saham dulu di kantor pusat Erlangga Group selama 3 hari. Tau kan Bou Bei juga dewan direksi.” kata Rye sambil memasang dasi.
“Iya aku juga mulai kerja hari ini. Kerjaanku numpuk padahal cuma cuti seminggu.” kata Anna mengancingkan blusnya.
“Hallo Nyonya selamat pagi.” kata Daniel tersenyum lebar
“Nyonya dari Hongkong. Panggil aku mbak aja. Ya pap ?.” kata Anna sambil melihat ke arah Rye.
Rye menangguk
“Ok deh mbak. Tapi kalau di depan publik saya panggil Bu Anna ya.” kata Daniel tertawa
Rye mengecup Anna dan pergi dengan Daniel dengan mobil sendiri. Anna pergi ke kantornya dengan mobil hotel.
#Rapat tertutup di ruangan Hendra Erlangga
Ruang kerja Hendra sangat mewah dan maskulin. Aura kekuasaan sangat terasa ketika membuka pintu ruangan.
Hendra duduk bersama Rye dan Kornelius Lamin di sofa ruang kerja. Pak Kornel adalah salah satu anggota dewan direksi yang sangat loyal pada Hendra.
“Intel kita bilang, Roby mulai bergaul dengan orang orang yang sangat berbahaya. Waktu kamu menikah Rye, si Roby kalah 1,2 jt dollar di Las Vegas. Konon dia main dengan salah satu bos mafia Rusia di sana. Minggu lalu di Macau dia kalah 3 milyar rupiah. Kecanduannya pada judi sangat parah. Beberapa triad (mafia) cina mulai mendekati dia…heuuuuh…” kata Hendra penuh kekesalan campur khawatir
“Mereka pasti mengincar saham Roby di group kita. Saham dia kan sama dengan aku 10%.” kata Rye khawatir
“Itulah. Sekarang dia hanya punya 7% . Sahamnya yang 3% sudah dijual. Ayahnya Stefani membeli 2% dan 1% dia jual ke publik. Aku sudah bilang padanya, kalau mau jual saham itu pada keluarga saja. Tapi dia angkuh sekali.” kata Hendra mendengus
“Kita harus mengambil langkah antisipasi segera Pak Hendra. Jangan sampai ada kelompok kriminal atau mafia di dewan direksi kita. Mereka sudah beli saham kita di bursa saham. Itu kita gak bisa cegah. Tapi klu transaksi di luar bursa itu bisa kita cegah. Asal kita cepat.” kata Kornelius
__ADS_1
“Betul. Saat ini kita pasang intel untuk ngawasi Roby. Sekarang kita perlu masukkan orang di dalam lingkarannya. Begitu ada kesempatan kita turunkan dia dari Dewan Direksi dengan mengambil alih sahamnya.” kata Hendra
“Saya akan mencari cara lebih dekat dengan Roby. Kita sama sama cari orang yang bisa masuk ke lingkarannya.” kata Kornelius
Rye mengangguk setuju.
Dua bulan kemudian, intel yang direkrut Rye berhasil masuk sebagai sopir Roby. Dia kawan Zaky di pasukan khusus. Sopir lama mengundurkan diri karena secara mengejutkan dapat warisan dari pamannya.
Sedangkan orang kornelis berhasil masuk menggantikan sekertaris Roby, yang tiba tiba keluar karena mau menikah.
____________________***_____________________
Dua bulan setelah kelicikan Bu Agus tersebar. Banyak jamaah pengajian yang diam diam melakukan boikot. Ini termasuk tiga pemain rebana di grup habsyi Masjid Al Barokah.
“Ini Mama Anna mana temen pian ?. Gimana mau latihan kalau pemain rebana cuma satu. Sudah dua kali latihan 3 orang itu bolos.” kata Bu Agus sewot
" Saya tidak tau bu. Mereka tidak bilang." kata mamih
“Ya koordinasi dong sesama pemain rebana !.” kata Bu Agus. Dia terus mencari cari alasan untuk bisa ngomelin mamih
Mamih kalah seperti biasa. Dia langsung menelepon tiga pemain rebana itu. Semuanya tidak bisa dihubungi.
#Satu minggu kemudian
Pak Zaenal, mantan jaksa adalah ketua Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Al Barokah. Dia berkunjung dengan dua pengurus lainnya ke rumah Bu Agus.
Pak Zaenal membahas rencana rehab tempat wudlu dengan Pak Agus. Sebelum pulang dia membahas rencana pemilihan pengurus baru.
“Bu Agus untuk pengurus pengajian perempuan kan akan berakhir bulan depan ya ?. Kalau kami kan sudah lebih dulu, bulan lalu.” kata Pak Zaenal
“Iya pak. Saya sudah capek jadi ketua terus. Teman teman minta saya nyalon lagi.” kata Bu Agus. Padahal gak ada yang nanya dia mau nyalon lagi atau tidak.
#Pemilihan Ketua Pengajian Perempuan Mesjid Al Barokah
Bu Agus dan grup Keong Racun merasa senang karena yang mau dicalonkan sebagai lawan cuma satu orang. Dia adalah Bu Aswin.
Bu Aswin namanya Sri Rusmini. Dia kepala sekolah SMP. Dia orangnya kalem dan jamaah senior di mesjid. Dia didatangi bu RW dengan beberapa jamaah memintanya untuk nyalon. Dia bersedia karena sangat kesal dengan kelakuan Bu Agus.
Panitia pemilihan yang terdiri dari Bu Joni, Bu RW, dan Mama Tania menghitung perolehan suara di depan jamaah.
Bu Agus syok. Dia ternyata hanya mendapatkan 45 suara. Sedangkan Bu Aswin mendapatkan 75 suara.
Bu Agus pamit pulang dengan wajah bersungut sungut. Dia tidak mau menerima kekalahan.
#Di bandara Soetta
Stefani menyerahkan koper pada sopir yang menjemputnya. Wajahnya masam.
Di duduk melihat ke jendela. Hatinya masih panas membara karena merasa jadi pecundang. Dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan Rye setelah mendengar Rye dan Anna menikah.
Aku akan cari laki laki yang lebih hebat darimu Rye. Lihat saja ! katanya dalam hati.
______________
Readers yang budiman,
__ADS_1
Ikuti episode finalnya ya
Terus dukung otor ya dengan like, komen, dan vote