CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 7 WAKIL GUBERNUR


__ADS_3

Bu Dian sangat gembira ketika menerima kabar dari kakaknya yang memutuskan untuk tinggal di Kalimantan. Kakaknya berumur 43 tahun dan suaminya meninggal 4 bulan yang lalu. Anak satu satunya baru masuk perguruan tinggi di Australia. Setelah berhasil mengosongkan rumahnya di Bekasi. Dia menyewakan rumahnya itu dan pindah ke Kalimantan untuk tinggal dengan Bu Dian dan ibundanya.


Bu Dian punya dua kakak laki laki yang sulung di Pekanbaru dan yang kedua di Bontang.


“Itu kabar bagus bu. Jadi sekarang bisa lebih optimal mengurus program ya karena ada kakakmu menemani ibu sepuh.” kata Pak Ben ketika mendengar kabar itu dari Bu Dian.


“Saya dan Anna akan berangkat sekarang aja pak. Kata ajudan Wagub (wakil gubernur), sebaiknya kami stand by.” Ibu Dian sudah siap dengan ransel di pundaknya. Meskipun dia pake gamis tapi dia tetap kelihatan sporty. Beratnya yang 72 kg tidak mengurangi kelincahannya. Baju gamis yg dia pakai biasanya dari bahan katun tebal dan jeans. Biasanya dilapis pake legging. Sepatu kets tanpa tali dan kerudung kaos sedada adalah ciri khasnya.


Janji ketemu Wagub sekitar jam 10 pagi. Tapi sesuai anjuran ajudan, dia dan Anna sudah stand by dari jam 9. Ini untuk antisipasi tamu dadakan yg nyelip ketika ada waktu luang sedikit dari janji berikutnya Walhasil malah jadi molor. Tamu tamu ini biasanya yg punya akses langsung ke bu Wagub atau karena dibawa oleh pejabat tinggi lainnya. Bu Dian dan Anna dipersilahkan menunggu di ruang tunggu dalam. Sedangkan di ruang tunggu luar, orang lebih banyak nunggu antrian.


" Kalian pikir saya itu seperti wakil gubernur atau wakil bupati lainnya yang cuma jadi penggembira gubernur ?. NO WAY ! saya diminta jadi Wagub karena profesionalisme dan populeritas saya bisa mendongkrak elektabilitas gubernur. Jadi klu kalian mau ngadu sama gubernur karena gak terima saya marahin. SILAHKAN !!" brak meja terdengar digebrak.


" tidak bu tidak…kami terima salah." Salah saeorang yg tampaknya sedang dimarahi Wagub menyahut.


Bu Dian dan Anna kaget dan saling berpandangan. Lalu saling senyum. Bu Wolly memang sosok Wagub yang terkenal tegas seperti Bu Risma, Walikota Surabaya. “Mulai minggu depan kalian tidak boleh melakukan perjalanan dinas luar kota sebelum kinerja instansi kalian meningkat !.”


Beberapa saat kemudian, ada empat orang yang tampaknya Kepala Dinas keluar dari ruangan wagub. Adit sang ajudan ngasih kode agar Bu Dian dan Anna masuk.


“Eeh Mbak Dian ayo masuuk. Maap tadi berisik ya ? hadeeuh jengkel aku sama para kepala dinas. Kerjanya gak jelas. Cuma ngandelin nepotisme. Saya dengan Pak Gubernur sudah sepakat. Saya yg ngurusin birokrasi dan dia yang ngurusin investasi. Eh ngomong ngomong ini neng cantik siapa ?” Wagub mempersilahkan mereka duduk di sofa.


“Saya Anna bu. Staf Riset dan kebijakan publik.” kata Anna sambil menjabat tangan. “Anna baru kembali dari Belanda, ambil S-2 selama 2 tahun.” Timpal Bu Dian


DR. Wolly Praditama Magat adalah seorang akademisi yang populer. Beliau sering tampil di TV dan konsultan untuk proyek proyek lembaga donor internasional yang menjalankan programnya di Indonesia. Jabatan beliau sebelum jadi wakil gubernur adalah wakil rektor 1. Jadi beliau paham kerja kerja donor dan LSM.


“Alhamdulillaah ya mbak. Program besar untuk pengurangan emisi karbon 5 tahun ke depan sudah gol. Nah mulai bulan depan kalian sebagai organisasi tuan rumah akan memfasilitasi tim gabungan untuk riset dan persiapan program. Untuk acara launching atau kick off program bulan depan, Wakil Presiden gak jadi datang. Nanti dibuka oleh Menko perekonomian ditemani Mentri LH dan Kehutanan serta Kepala Bappenas. Nah dari konsorsium donor akan diwakili oleh Pak Tony Blair, mantan Perdana Mentri Inggris. Lain - lainnya tentu kalian sudah dapat tembusan dari bagian kerjasama luar negri. Bagaimana persiapan kalian ?” Bu Wolly penuh antusias menjelaskan panjang lebar.


“Iya bu. Sekertariat untuk tim gabungan sudah siap di gedung Korpri yg lama sesuai instruksi Sekda (Sekertaris Daerah). Menurut Kabag umum, peremajaan gedung termasuk instalasi listrik dan internet akan selesai minggu depan. Minggu berikutnya kami akan pasang semua fasilitas pendukung seperti furniture dan lain lain.” Bu Dian terdiam sesaat membuka buka catatannya memastikan tidak ada yg terlupakan…“oh iya bu. Welcome dinner di Hotel Andromeda dimana semua tamu dan tim gabungan menginap. Setelah acara kick off selesai, tim gabungan akan pindah ke Wisma Asterik. Wisma tsb sudah menang tender untuk menjadi tempat tinggal tim gabungan untuk enam bulan. Demikian bu”. Bu Dian mengakhiri penjelasannya.

__ADS_1


“Bagus. Semoga semua lancar. Oh ya untuk kunjungan lapangan ke lima kabupaten target proyek, besok kita diskusikan ya. Adit (ajudan) akan memberitahukan Pak Bambang Kadis Perhubungan dan dr. Yanti, Kadis Kesehatan untuk rapat koordinasi. Mereka perlu hadir karena kondisi jalan di beberapa titik sedang rawan longsor dan saat ini sedang ada wabah malaria karena hujan menggenangi banyak lahan bekas tambang tradisional. Aduuh pusing pala berbie” Bu Wolly memijat kedua pelipisnya dengan ekspresi lucu.


_____________________***______________________


“Daebaak ! keren banget ya Bu Wolly. Aku penasaran kayak apa dia waktu mudanya.” Kata Anna sambil masang helm di parkiran kantor Wagub. " Kayak kamu". timpal Bu Dian kalem.


Anna: " Haaah masa sih. Aku sih cablak iya tapi gak galak kalee"


Bu Dian: " iya waktu muda cerewet makin tua bawel dan galak ha…ha…ha"


Anna: " Ha…ha…ha …mungkin !"


Di kantor…


Anna langsung sibuk mengerjakan concept note untuk proposal kerjasama dengan PT. Eka Prakarsa.


“Judiiii” tiba tiba Indri yg lagi nge-print berdua Prajudi menjerit kecil


“Aduh drii soriiii. Itu ada nyamuk di dada loe ! nooh lihat ! darahnya banyak ya. Ini sampe gendut gini”. kata Prajudi menunjukkan telapak tangannya.


“Whatever ! loe jangan maen tampar aja kan gue kaget banget !” Indri sewot. " Ya udah nih gue balikin" kata prajudi sambil mau menempelkan telapak tangannya ke dada Indri. Belum sampai, Indri sudah berteriak sambil menghindar.


“Judiiiii…”


🎼 “Meracuni keimanaaan” lagi lagi staf Hijau Lestari nan gokil ini serempak menyanyi.


Pak Ben tampak sangat kesal. “Jamil urus itu !” Dia menoleh pada Mbak Jamilah, Manager HRD dan Keuangan. Mbak Jamil(lah) segera beranjak dari duduknya dan memberi kode pada Indri dan Prajudi untuk mengikutinya.

__ADS_1


Pak Ben masih kesal. Dia berdiri dan bilang, " Dan kalian ! kenapa setiap Indri bilang judi, kalian serempak menyanyi ?" tidak ada yang menjawab. Para penyanyi jadi jadian itu cuek aja sambil menahan senyum. Dasar jahil ! 😅


__________________***_________________________


'CERITAKAN ! Jamil, 33 tahun perempuan tomRye dengan rambut cepak bertanya sambil membuat teh untuk dirinya.


“Gini kak, kejadiannya sangatlah cepat dan memerlukan reaksi cepat ! tau sendiri lah kaum nyamuk itu gak seperti siput !” Judi langsung membela diri.


“Indri bagaimana denganmu ?” jamil duduk di kursi menghadap ke kedua bocah itu.


" seharusnya dia bilang. Aku kan kaget banget. Tapi krn tujuannya menolong. Ya udah aku maapin. Tapi dia bikin aku kesel lagi mau nempelin tuh bangkai nyamuk di dadaku". Indri melotot ke arah Prajudi.


“Tapi kan itu cuma bercanda” bela Judi ngeyel


“OK. Karena kasus pertama sudah dimaapkan tapi tetap harus jadi catatan, karena caranya tidak tepat. Kedua, bercanda atau tidak, yang kamu lakukan Mas Judi…tetap masuk kategori haressment alias pelecehan. Kantor kita sudah punya kebijakan dan SOP anti kekerasan dan berbagai bentuk pelecehan.


Maka saya beri sanksi SP 1 secara lisan. Jika terulang pada siapapun akan menjadi SP 1 tertulis, dan itu akan masuk pada penilaian kinerjamu di akhir tahun. Mengerti ?” Jamilah secara tegas membuat keputusan.


“Iya kak"Judi menjawab lemah. Dia melihat ke Indri. " Sori ya”…Indri mengangguk dan mencibirkan mulutnya sebagai tanda dia sudah tidak marah. Judi membalasnya dengan cibiran juga. Jamilah geleng geleng kepala sambil beranjak untuk kembali ke lantai 2.


“Dasar BOCAHH”…


Indri dan judi tertawa


____________________***______________________


Ke-esokan harinya, Anna terkagum kagum lagi dengan sikap dan gaya tegas Bu Wolly, Wakil Gubernur pada para pejabat yg hadir di rapat.

__ADS_1


“Saya akan ikut ke lapangan dengan tim Hijau Lestari. Saya ingin kalian ikut ! bukan hanya Kadis Perhubungan dan Kadis Kesehatan. Semua acara delegasikan pada anak buah !”.


Wajah para pejabat yang malas blusukan mulai pucat dan menahan tangis. Anna terkekeh melihat hal itu.


__ADS_2