CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 16 PETUALANGAN


__ADS_3

Nukila memejamkan mata sambil memijat jidatnya. Sepulang dari perjalanan lapangan tempo hari, Pak Tomo terus terusan kirim pesan dan telepon. Nukila sampai terganggu konsentrasinya untuk menyingkirkan Anna dari persaingan merebut Rye. Dia harus hati hati menghadapi Pak Tomo. Hal ini jangan sampai mengacaukan kegiatan tim di Kabupaten X.


Pak Tomo yang sudah 10 tahun menduda, naksir Nukila sejak sering ketemu di lapangan. Nukila mencoba menolak secara halus tapi Pak Tomo pantang menyerah!. Kemarin malam, Pak Tomo dengan rambut kelimis mengkilat, pakai minyak Tancho, datang jauh jauh dari Kabupaten X ke Kota P untuk ngapelin. Nukila ngacir dan kabur ke dapur Wisma Asterik. Dia panik melihat Pak Tomo mencarinya ke arah dapur. Akhirnya Nukila nekat naik tembok dan loncat. Dia mendarat di atas kubangan lumpur (duuh nasibmu mbak 🤦)


Sedangkan Anna merasa ada yang salah dengan dirinya. Kalau di lapangan, dia lupa kalau dia tuh punya pacar. Begitu ketemu Adnan, dia baru inget. Padahal dia pengeeen banget punya pacar. Giliran dapet eh kok lupa. Anna boro boro rindu sama Adnan, inget aja enggak. Oleh sebab itu, Anna akan mulai serius. Dia telah menyiapkan rencana untuk mengenalkannya pada keluarga. Dengan demikian akan ada mamihnya yang setiap saat pasti bawel ngomongin ini itu soal Adnan dan pernikahan. Maka, dia akan ingat terus kalau dia punya pacar. Hadeuuh…


Anna baru bangun jam 9 pagi. Habis sholat subuh, dia biasa tidur lagi kalau hari libur.


“Cireeeeeengggggg…” tega loh. Pasti elo yang ngabisin cilok gue !"…Anna murka melihat semangkok cilok tinggal jejak bumbu kacangnya doang.


“Aa Derri pergi Car Free Day sama temennya Neng. Belum pulang.” Kata Bi Sumi sambil menyimpan belanjaan dari pasar.


“Ahh si cireng. Pergi CFD udah siang. Orang pulang dia dateng. Padahal di sana banyak tukang cilok” Anna masih ngomel.


Beberapa saat kemudian bel berbunyi dari arah pintu depan. Anna beranjak dari dapur. Bi sumi sibuk masuk masukin belanjaan ke kulkas. Masak urusan ibunya Anna. Terus dia ngeloyor ke belakang rumah untuk nyuci.


Ibunya Anna kalau hari sabtu suka ikut pengajian di Masjid Agung deket kantor gubernur. Pulang dzuhur. Sesi dua lanjut sampai sore pengajian deket rumah. Rangga anak itu entah kemana. Intinya Anna sendirian di rumah.


“Iya mbak mau cari siapa ?” tanya Anna pada seorang perempuan mungil berparas manis. Jawa banget. Dia tampak lelah.


“Ini rumahnya Mbak Liliana ? teman satu kantor Mas Adnan ?” katanya balik nanya.


Anna mengangguk.


“Saya Arini. Boleh saya masuk ? maap berantakan. Saya naik pesawat subuh dari Semarang.”


Anna mengangguk, mempersilahkan duduk. Dia langsung ngeloyor ke dapur untuk membuat teh manis hangat.


“Maap kalau saya lancang. Saya datang ke sini mau memohon kebaikan Mbak Anna.” Wanita itu menunduk dengan suara bergetar… "Saya tunangan Mas Adnan. Kami sudah pacaran selama tiga tahun. kami satu kantor di jakarta. Dia mendukung saya ambil S3 di Aussie. Sementara dia pindah ke sini untuk bekerja di tempat mbak. Dia ambil pekerjaan di sini karena gajinya lebih besar. Dia mau nabung buat bekal pernikahan kami …hiks…hiks…hiks" Arini tidak bisa melanjutkan ceritanya.


Anna hanya bengong saja. Sekujur tubuhnya terasa seperti mati rasa. Otaknya seperti kosong.


Arini melanjutkan lagi pembicaraannya.


" Kami hidup bersama seperti suami istri selama 3 tahun. Saya bahkan sempat keguguran…" tiba tiba Arini bersimpuh di hadapan Anna…" Mbak Masih lebih muda dan cantik dari saya…tolong tinggalkan Mas Adnan. Siapa tau dia mau kembali kepada saya hiks …hiks…hiks"


Anna memegang kedua pangkal lengan Arini. Dia membantu Arini untuk bangun. Setelah Arini duduk, Anna berkata " Mbak tau dari siapa ?"


“Teman kantor di Jakarta yang kasih tau. Katanya teman dia bilang, klu Adnan hebat sekali baru 1,5 bulan bekerja, langsung dapat gebetan”. Teman dari temanku itu adalah Direktur Energi Terbarukan di LIPI. Dia sedang riset disini dengan tim gabungan katanya.


"Mbak Arini. Saya tidak tahu soal ini. Saya tidak bisa menjanjikan apapun tapi saya pasti akan mengambil keputusan nanti. Semoga Mbak Rini diberi ketabahan" kata Anna


Arini pamit. Dia senang Anna menerimanya dengan baik.

__ADS_1


Sepulang Arini dari rumahnya, Anna masuk lagi ke kamar. Dia tidak mandi dan tidak makan. Air matanya berlinang. Tampaknya kisah cintanya layu sebelum berkembang.


Keesokan harinya, Anna datang ke kosan Adnan. Dia menyatakan putus pada Adnan.


Adnan tidak terima diputusin. Dia ngaku salah gak bilang soal Arini. Dia berniat mutusin setelah Arini libur kuliah. Hal ini agar tidak mengganggu studinya.


"Terlepas ada Arini atau tidak kak, …aku baru menyadari kalau aku tidak terlalu mencintai Kakak. Buktinya klu ke lapangan aku lupa sama kakak. Selama satu bulan kita pacaran seharusnya itu honeymoon kita kan kak. Tapi jangankan menggebu gebu ingin selalu dekat, ingat aja nggak. So, kita akhiri saja dan kita kembali sebagai mitra kerja OK ". Anna beranjak dari kursi di depan kamar kosan Adnan. Dia naik motornya dan pulang ke rumah.


Adnan menggebrak meja kecil disampingnya itu. Dia tampak galau, marah dan sedih. " Arini sialaaan" kutuknya.


Di kantor mereka tidak saling menegur. Mereka bicara seperlunya ketika rapat. Anna memilih bekerja di sekertariat tim Prospect di komplek kantor gubernur. Bu Dian juga mondar mandir antara kantor dan sekertariat.


Adnan sangat frustasi.


Riska merasa mendapat angin segar ketika di kantor sedang sepi. Pak Ben dkknya pada umumnya sedang ke lapangan. Hanya ada Tim HR dan keuangan. Riska mengikuti Adnan ke ruang logistik dan menggodanya dengan suara manja dan bahasa tubuh yang mengundang. Adnan mendorong tubuh Riska dan menekannya ke tembok.


“Kamu bisanya cuma merayu saja ? klu cuma main main hentikan !” Adnan menekan dada Riska sampai nafasnya terdengar karena begitu dekat. Riska merasa gugup…


“Aku serius suka sama kakak” jawab Riska sesak.


"Seberapa serius ? kalau sekarang aku suruh kamu kulum batangku, kamu mau ? napas Adnan memburu, suaranya dalam, dan matanya liar. Riska mengangguk


“Tapi di kosan kakak aja …” suaranya serak mendesah


Di kosan Adnan , dua orang yang sudah diliputi birahi membuka pakaian dengan terburu buru. Adnan menyuruh Riska mengulum batangnya. Riska tampak canggung dan beberapa kali tersedak. Maklum dia belum pernah melakukan. Bahkan ciumanpun belum.


Adnan sangat kesal, akhirnya Riska diseret ke ranjang dan ditindih dengan kasar. Adnan mencium dengan rakus. Bibir Riska sampai bengkak dan berdarah. Adnan meremas dan menggigit di berbagai tempat. Dia menggauli Riska dengan ganas. Riska menangis kesakitan. Dia mengalami pendarahan. Adnan tidak perduli, dia terus melakukannya sampai Riska pingsan.


Saat itu jam 3 sore. Riska siuman jam 7 malam. Dia tidak bisa bangun. Badannya sakit apalagi bagian bawahnya. Riska telepon orang tuanya dan bilang klu dia menginap di Kab. X karena kemaleman pulang.


Besoknya Riska cuti sakit dengan alasan kelelahan. Dia pergi ke rumah sakit mengobati intinya (alat reproduksi). Dia mengaku pengantin baru. Riska istirahat di rumah 2 hari. Orang tuanya melihat Riska sakit demam karena kecapean kerja.


Riska tidak menyangka Adnan begitu ganas dan liar. Tapi Riska sangat menginginkan Adnan dan semua sentuhannya. Dia 29 tahun dan belum pernah pacaran. Dia sangat mendamba bisa ciuman dan melakukan hubungan badan. Dia menghibur diri kalau dirinya seperti di novel novel yang dia baca, awalnya dikasari bahkan diperkosa tapi lama lama jadi cinta dan hidup bahagia selamanya. Dia berpikir, Adnan menjadi ganas dan liar itu karena melihat dia yang sangat menggairahkan.


Dengan keyakinan seperti itu Riska mulai terangsang dalam kesakitan.


______________________***_____________________


Waktu tak terasa berlalu begitu cepat. Tim Prospect akan pergi lagi ke lapangan. Mereka bekerja sudah masuk bulan ke-4.


Hujan deras pake petir pula, belum ada tanda akan berhenti. Bandara udara terpaksa membatalkan beberapa jadwal penerbangan selama 3 hari ini. Anna dan tim harus tinggal lebih lama di Kabupaten V. Longsor mulai terjadi di beberapa titik jalan di Kabupaten V dan kabupaten lainnya.


Keesaokan harinya cuaca mendung tapi luAnnan tidak hujan. Tim melanjutkan kegiatannya di Kabupaten W. Omar, Anna, Cecen, dan Triana berangkat ke site perusahaan tambang emas, PT. Kalimantan Surya Kemilau. Anggota yg lain berpencar ke pemda dll. Omar, Cecen dan sejumlah pekerja sedang melihat ke dalam terowongan baru yang 10% lagi akan rampung. Sedangkan Triana dan Anna sedang diskusi dengan manajer operasional dan stafnya.

__ADS_1


Tiba tiba bumi bergetar dan semua orang panik. Gempa dengan kekuatan 6,5 SR dengan pusat gempa di Kabupaten Z mengguncang hebat. Anna dan lainnya berhamburan ke luar. Mereka berkumpul di titik kumpul yg sudah ditetapkan dalam rute keselamatan kerja untuk protokol bencana.


Pasca gempa, posko bantuan. DR Ririn dkk membantu di posko. Anna dan Triana bahu membahu menolong pekerja yang terluka. Triana bekerja sambil berlinang air mata. Sampai sore, Omar dan 3 orang lainnya belum keluar.


Cecen memapah Omar yang kakinya terluka parah. Ketika melihat cahaya dari luar terowongan, tampak sesosok wajah yang sangat Cecen rindukan. Cecen melepaskan Omar dan berlari menuju sang malaikat…“Dinoo…”


Omar ditandu dan dirinya nyaris pingsan karena keluar banyak darah. Dino dan tim Comdev yang sedang pelatihan di beberapa desa di Kabupaten W, telah datang ke posko bantuan. Wira tampak sedang memberi laporan pada Pak Ben via telepon. Cecen minta maap pada Omar karena melepaskan pegangannya ketika ke luar dari terowongan. Semua itu gara gara dehidrasi. Jadi dia gak bisa berpikir jernih katanya. (alesan ja 😅)


Triana memilih tinggal di klinik darurat dan menemani Omar yang betisnya dibalut perban. Meskipun lukanya memang parah, dia masih bisa jalan pake tongkat. Tapi manjanyaaaa minta ampun. Makan minum harus disuapin sama Triana. DR Ririn dan Deni koordinasi dengan tim pusat via video call di kantor Pemda.


Mobil Avanza itu penuh sesak. Jalanan bumpy dan berliku. Cecen, Nukila, Hesty dan Haya (staf humas PT KSK) yg duduk di tengah tertawa terbahak bahak berbagi cerita lucu dengan Bu Dian yang duduk di depan. Sementara di belakang terdengar suara …“Aw…awww” …Anna bersungut sungut karena ketimpuk koper melulu. Apalagi koper Haya yan hijau itu. Sudut sudutnya sempurna ! pas ketimpuk cukup nyetrum.


Jembatan perbatasan antara kecamatan Ole - Ole dengan kota sudah terlihat. Hujan deras pasca gempa membuat medan jalan jadi licin. Gempa terjadi lagi meskipun tidak terlalu besar. Kejadian ini menyebabkan longsor dan menimbun jembatan. Nukila dkk yang berencana pulang ke kota terpaksa kembali ke Kecamatan Ole Ole dan mengevakuasi para penduduk yang terluka ke Biara Santa Angela di atas bukit.


Hari itu tidak ada hujan dan bantuan logistik datang dengan pesawat Hercules. Nukila sedang memerintah para tentara untuk menyimpan logistik di tempat yang sudah dia tentukan.


Pagi ini Haya lari tergopoh gopoh menuruni tangga biara yang terbuat dari batu batu yang di semen.Tangga itu seperti spiral mengikuti kontur tanah yang berbukit. Di bawah suasana seperti adegan di film drakor yang sangat populer itu, Turunan sang Matahari. Anna, Cecen, Nukila, dan Hesty masih pake baju tidur, berkalung handuk dan masing masing pegang sikat gigi dan segelas air.


Haya memaksa masuk barisan para cewek ini di balik pagar. Beberapa saat kemudian rombongan tentara bertelanjang dada lari pagi dipimpin Kapten Arnold Swasembada… one two three four INDONESIA !! begitu mereka menyuarakan yel yel dengan semangat. Mereka memperlambat larinya. Lalu mereka lari di tempat, di depan para cewek yang cekikikan… “Ladies” Kapten Arnold mengangguk dan tersenyum pada para cewek cantik yang belum mandi itu. Dia memandu regunya untuk lanjut lari. Haya terbatuk batuk karena odolnya tertelan 😊


Pak Ben menarik semua stafnya dari lapangan dan pulang ke kota sampai bencana berlalu dan keadaan pulih. Dino memohon agar dia bisa ikut rombongan konsorsium donor dan Bu Wagub naik pesawat Hercules. Pak Ben setuju. Dino harus datang membantu karena kekasih dan sahabatnya ada di situ.


Dino begitu girang melihat Cecen. Begitu turun pesawat dia berlari menuju kekasihnya. Namun malang, jalan berbukit itu membuat Dino terkilir kakinya. Sudah dua hari Dino dirawat di ruangan pengungsi yang sakit.


____________________***_______________________


Satu kilometer dari biara itu adalah Hutan. Hutan itu begitu luas dan panjang. Ujung barat hutan itu nyambung ke Kabupaten V dan ujung timur nyambung ke kabupaten Z. Yolanda Nona menarik tangan perempuan bule setengah baya sambil terus berlari


" Ayo sebenar lagi kita sampai di gua" Nona berbicara ngos ngosan. Agak jauh susah payah tiga laki laki dan satu perempuan mengikuti Nona. Akhirnya mereka sampai juga di gua. Dulu gua ini tempat walet tapi sekarang sudah kosong.


Gua ini kecil saja dan sering dimanfaatkan para perambah hutan untuk istirahat. Dulu ketika lahan di bawah masih jadi ladang, gua ini dipakai petani untuk berteduh dan istirahat juga.


“Malam ini kita tidur dan sembunyi di sini. Sebaiknya tidak menyalakan api agar para penjahat itu tidak menemukan kita. Besok pagi kita ke arah selatan. Di dekat hutan ada biara dan kita bisa mencari pertolongan …”


________________


Readers yang budiman,


Petualangan makin seru nih. Ikuti terus ya


Tolong like, komen, dan vote


Trims

__ADS_1


__ADS_2