
Waktu tak terasa sudah 3 minggu dari sejak rapat dengan gubernur. Anna sudah menyelesaikan concept note untuk kerjasama dengan PT. Eka Prakasa dan menyerahkan pada Adnan. Itu sesuai tenggat waktu yaitu satu minggu.
Adnan mengambil alih, menjaring masukan dari semua divisi termasuk unit pendukung dan keuangan.
Saat ini merupakan rapat bulanan kedua bagi Adnan. Pak Ben memberikan kesempatan pada Adnan untuk memimpin rapat.
“Terima kasih Elsi barusan sudah memimpin do’a meskipun masih ngos-ngosan”. Semua orang tertawa mengingat Elsi penuh perjuangan untuk bisa tiba lebih dulu dari Agus. Secara mereka berdua paling bontot. Tapi sayangnya rok Elsi nyangkut di baud papan flipchart yg dia lewati. “Ok kita mulai dari manajemen ya: Proposal untuk PT. Eka Prakarsa sudah selesai dan sedang direview Pak Ben. Kedua, acara launching atau kick off program pengurangan emisi karbon atau disebut Proyek Prospect akan dilaksanakan minggu depan. Ibu Dian selaku koordinator sekertariat tim Prospect akan memberikan pengarahan untuk semua orang yang terlibat sebagai panitia. Setelah rapat ini selesai tentu saja. Saya kira itu untuk manajemen…oh ya satu lagi. Selama Riska ikut pelatihan di Vietnam selama dua minggu, maka semua pekerjaan dan laporan ditangani oleh Winda dan Dodi. Jadi kalian berdua langsung lapor ke saya.” Demikian Adnan membuka rapat dan dilanjutkan dengan laporan tiap tim seperti biasa.
Hari itu hanya rapat dan rapat saja. Tidak banyak canda tawa. Semua orang sibuk menyiapkan tugasnya masing - masing.
____________________****______________________
H-2 para anggota tim Prospect sudah tiba di Hotel. Bu Dian dan Anna stand by di hotel sejak pagi. Mereka dapat kamar gratis.
Setelah manager marketing tau klu Anna salah satu panitia. Mereka pun dapat tambahan komplimen dari pihak hotel. Spa, pijat dan upgrade kamar VIP. Pihak hotel merasa berterima kasih karena Anna tidak mengumbar insiden petugas kebersihan mesum ini ke publik. Sedangkan untuk Anna sendiri dapat gratis menginap 6 kali di kelas superior selama satu tahun ke depan. Jatah spa lengkap untuk dua orang dan makan siang atau malam 12 kali untuk jangka waktu yang sama. Sedangkan sepasang kekasih mesum itu tentu saja sudah dipecat secara tidak hormat.
Tim gabungan Prospect adalah orang orang yg punya keahlian yang mumpuni. Setiap orang punya latar belang yang menarik. Orang pertama yang datang adalah Triana. Dia bukan orang asing buat Bu Dian dan Anna karena mereka pernah bekerjasama dalam dua proyek sebelumnya.
Triana adalah seorang advokat lingkungan di sebuah LSM nasional yang bermarkas di Jakarta. LSM Wahana Anugrah Alam merupakan organisasi yang dihargai oleh pemerintah maupun komunitas LSM, dan juga donor. Hal ini karena prestasi dan reputasinya yang baik. Triana adalah advokat yang merangkap jadi pemilik salon kecantikan. Sebenarnya dia dulu orang rumahan tapi cintanya kandas. Fadli anak pesantren yang jadi kekasih di kampungnya, terpaksa menikah dengan pilihan orang tuanya. Pernikahan Fadli ini sebenarnya ada campur tangan dan tekanan Faisal pada orang tua fadli yang bekerja di pasar ikan. Faisal adalah bandar ikan Jangilus di Pelabuhanratu yang cintanya ditolak Triana. Akhirnya Triana melamar kerja di Jakarta. Akankah Triana membuka hatinya untuk pria lain ?
Selanjutnya datang Omar. Dia seorang ahli kehutanan dan menjadi Direktur untuk LSM yang fokus pada advokasi tambang dan lingkungan. Dia anak juragan kacang mete dari Makassar. Orang tuanya bisa dibilang konglomerat dengan kesuksesannya menguasai 1/3 ekspor kacang mete Indonesia ke mancanegara. Namun statusnya sebagai konglomerat harus dibayar mahal dengan kehilangan Siti Nurbaya yang selama ini ditolak keluarganya karena dianggap tidak sederajat. Akhirnya Siti menikah dengan laki laki lain.
Omar mulai jatuh cinta lagi, dan itu pada Triana. Saat itu Triana menjadi pembicara di Forum Indonesia Timur untuk energi terbarukan. Dia bertekad akan mendapatkan Triana dengan segala cara !.
__ADS_1
Deni adalah ahli energi terbarukan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dia mewakili unsur pemerintah di tim itu. Prestasi Deni membuat terobosan pada proyek energi terbarukan membuat dirinya mendapatkan banyak penghargaan internasional. Dia baru saja diangkat jadi Direktur pd divisi energi terbarukan. Sebagai direktur, anak buahnya lah yang seharusnya bergabung di tim itu. Tapi dia memutuskan untuk turun langsung setelah tau kalau LSM Hijau Lestari adalah sekertariat untuk proyek ini. Ada seseorang yang sangat ingin dia temui di sana.
Setelah Deni, datanglah Nukila Ambarwati. Dia adalah juragan multi level marketing yg nyambi jadi salah satu komisioner dunia untuk Women Leadership Organization. Organisasi ini merupan konsorsium yang digagas oleh 18 negara dari berbagai belahan dunia. Kantor pusat ada di Roma Italia. Apa yang membuat dia berminat gabung di tim ini ? mari kita flashback dulu enam bulan ke belakang …
Sergio berambut gelombang sebahu. Dada bidang, perut six pack (maklum pelatih gym). Dia benar benar cowok Italy kece idaman banyak cewek. Dia pacar Nukila selama 3 tahun. Saat ini, Nukila tidak merasakan chemistry yang bikin dia panas dingin dan kadang masuk angin (apa-an sih ?)… semuanya serba klise dan monoton. Maka dia memutuskan untuk kembali sendiri dan mencari pengganti. Seseorang yang bisa menyalakan magic yang sudah lama hilang. Dia senang karena hal itu terjadi ketika dia terpeleset di Bandara Incheon Korea. Seorang pria manis dengan mata sipit yang menyejukkan, telah menyelamatkannya. “Thank u” ucap nukila lirih sambil berdiri. " Hi I’m Nukila" katanya sambil menjulurkan tangan. Si pria menyambut, “I am Rye”.
Cendikia Florisia Tampubolon, gadis Medan yang cantik dan supel. Tau lah orang Batak kalau cantik pake bangeeet. Kulitnya sangat putih seperti artis Korea. Dia datang dengan rombongan donor. Dia menjadi anggota perwakilan donor. Tugasnya di knowledge management. Sementara para bos langsung menuju kamar masing - masing. Dia bergabung dengan tim yang lain.
Jam 5 sore, seluruh personel tim Prospect sudah berkumpul di ruang pertemuan kecil. Mereka saling berkenalan dan membahas welcome dinner nanti malam. Dino sudah bergabung dgm Anna dan Bu Dian. Dia mencubit pinggang Anna." Yo, itu siapa bintang kejora yang pake selendang merah ?". “Oh orang donor di tim. Namanya Cendikia. Loe panggil dia Kia”. Jawab Anna santai.
Beberapa saat kemudian, Bu Dian memperkenalkan Dino pada semua orang.
Ketika pertemuan selesai, orang orang keluar menuju kamar masing masing. Dino berjalan cepat dan memanggil…“Mbak Kia ! Mbak Kia !”. Orang yg dipanggil cuek aja. wah cakep cakep kok budeg ya nih cewek, batin Dino. Akhirnya Dino berteriakl… “Mbakkiaaa(k)”…semua orang di lobby hotel melihatnya termasuk Cendikia. Dino menghampirinya…Mbak kok gak nyahut sih ? kata Dino dengan nafas agak cepat. " Oh Mas Dino manggil saya. Maap mas kirain panggil orang lain. Soalnya nama panggilan saya Cecen." jawabnya dengan senyum.
Eerrrgh…wanita itu !, batin Dino geram
________________________***_________________
Welcome dinner dimulai jam 7 malam. Para mentri sudah datang saat maghrib dan bergabung tepat waktu. Malam itu juga hadir Tony Blair, mantan Perdana Mentri Inggris. Beliau akan menjadi Keynote Speaker untuk acara kick off besok pagi. Dia duduk disebalah gubernur dan para tamu pejabat lainnya.
Staff Hijau Lestari hadir semua kecuali tim lapangan yang sudah berangkat ke lokasi dampingan masing - masing. Indri (I&C), Tiara (Akunting), Neni dan Omest (Admin) datang dengan baju seragam yg sengaja mereka pesan ke tukang jahit. Dari sejak nyampe lobby, mereka sudah jeprat jepret wefie dan selfie. Tuh kumpulan bocah memang sudah heboh bener dari sejak bulan lalu, mempersiapkan diri untuk acara ini. Padahal mereka cuma piguran doang he…he…he
Anna mematut dirinya di cermin. Bu Dian sedang memasang bros di kerudungnya. Anna memakai lagi baju merk Carolina Herrera yang dibelikan Rye bulan lalu.
__ADS_1
Bajunya memang keren tetapi terlalu sederhana untuk acara makan malam resmi di hotel bintang lima. Tapi Anna gak punya baju bagus lainnya. Dua baju terusan selutut andalan dia ke kondangan terlalu sering dipakai. Pilihannnya cuma baju gamis yang ada bling blingnya. Itu tuh yang dibeliin emaknya untuk Idul Fitri. So jadilah baju terusan warna salem muda itu menyelamatkan dirinya.
Adnan dan Mbak Jamil(ah) tampak gagah dengan baju batik lengan panjang dan celana hitam. Pak Ben pake jas biru tua lengkap dengan dasi. Anna bergabung dengan para bocah rusuh. " Iiih cakep bajunya…aduh tapi terlalu polos. Gak cucok buat fancy dinner kayak gini. Paka asesoris dong !" Omest nyerocos." Bodo ah" jawab Anna santai. “Mana si Dince (Dino) dari tadi gak kelihatan ?”. Anna celingukan. Mereka tidak ada yg lihat dan ikut celingukan.
Di meja tamu, si Dino tergopoh gopoh ngambil kalung pengenal panitia dari staf protokol pemda yg jadi panerima tamu.
Panitia memang gabungan dari Pemda dan Hijau Lestari. Dino menghampiri Cecen. “Hai mbak Cecen lama gak jumpa” katanya sambil ngusap ngusap kepala bagian samping kanan. Dino pengeeeeeen banget cecen memperhatikan rambutnya. Soalnya dia sudah susah payah tadi sore ngacir pulang, dan gedor gedor pintu rumah tukang cukur langganannya.
“Aduuuh Mas Dino, gak bisa tho, sebentar lagi maghrib. Pamali kata orang Sunda”. Tolak Mas Joko yang baru selesai mandi. "Ayolah Mas, hablul minannaas hablul minannaas !"rengek Dino. “Walah Mas Dino ini biar kresten tapi tau hablul minannas. Yo wis masuk ke bengkel saya.” kata Mas Joko asli Tegal terkekeh, sambil menunjuk ke ruangan sebelah kontrakannya.
Cecen tersenyum lebar mendengar sapa-an Dino. “Bukankah tadi sore kita baru saja ketemu ?”. Dino cengengesan
Anna wara wiri bagi tugas dengan Bu Dian untuk memastikan semuanya lancar karena sebentar lagi acara akan dimulai. Tapi bruuk…seorang perwira tinggi TNI menabraknya. Air di gelasnya tumpah kena dada Anna cukup banyak. “Aduuuh mbak maapkan saya. Gimana dong ? Hotel ini terhubung dengan mall. Mau saya ganti ?” kata si perwira.
“Oh gpp pak. Biar saya ganti aja” kata Anna sambil melepas kalung panitia yg talinya ikut basah. Anna berlalu ke kamarnya dengan bete.
Anna terpaksa memakai kemeja kurung batik dan kulot selutut yang harusnya dia pakai untuk workshop besok. Biar mamih anterin besok baju gantinya. Begitu dia membatin. Ketika dia membuka pintu kamar, seorang pelayan berjalan ke arahnya. “Mbak ini ada titipan baju dari manager banquet.” si pelayan menyerahkan tas baju bertuliskan Dior. Anna bingung tp mungkin si perwira itu yang beliin.
Anna menghampiri si perwira untuk mengucapkan terima kasih. Ternyata si perwira tidak membelikan dia baju ganti.
Anna bingung, dia mengedarkan pandangannya. Di sebrang kiri dia melihat Deni tersenyum dan mengacungkan jempol memuji penampilannya. Di sebrang kanan, dia melihat Adnan mendekatinya sambil memberi ekspresi takjub pada penampilan Anna.
Siapakah yang sudah membelikan aku baju ? batin Anna
__ADS_1