
Anna ada di Kabupaten V sekarang. Dia menemui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Pak Yemi Fathur Ridzky. Mereka mengunjungi pedagang di emperan pasar. Anna ingin pamer kemampuan Bahasa Banjar di depan kepala dinas itu.
Anna menghampiri dua orang pedagang sayuran di emper trotoar. Dia bermaksud memberi saran pada kedua pedagang itu untuk bekerjasama usaha kue. Mumpung ada Kadis Koperasi dan UMKM. Kan bisa langsung difasilitasi.
“Handaklah pian kerjasama dua ulun san maolah usaha pawadaian” ( Kiranya ibu mau bekerjasama dengan saya untuk usaha kue)
Si ibu A menjawab:
“Misal gimana tuh bu. Ulun gin bingung. Nah pang dulu maolah contohnya” (contohnya gimana bu. Saya masih bingung)
Si Ibu B nimbrung:
“Ulun juga mau bu ai.” ( saya juga mau bu)
Anna bingung. Dia menoleh ke Pak Yemi.
" Lah saya kan barusan nyuruh mereka kerjasama. Kenapa masih bingung dan si Ibu B minta diajak ?"
“Oh Mbak Anna tadi bilang agar Ibu A kerjasama dengan Mbak Anna bukan nyuruh mereka bekerjasama he…he…he” Pak Yemi geli campur kasihan sama Anna.
" Waduh salah ulun pa ai. Tolong deh bapak yang bilang ke mereka he…he…he…" Anna tersipu malu. Harga dirinya sepertinya pindah ke sepatu.
Di perjalanan balik ke kantor, Anna memuji Pak Yemi.
“Wah hebat ya Pak Yemi masih muda sudah jadi kepala dinas”
“Wah muda dari mana mbak. Anak saya sudah 3 dan yang besar sudah SMP” kata Pak Yemi tersanjung.
“Oh ya ? kirain anaknya masih TK” Anna serius memuji
Pak Yemi tersipu sipu sambil mengelus rambutnya yang sudah rapih. Jarang jarang nih dipuji wanita muda yang pintar dan cantik.
_____________________***______________________
DR. Ririn memberikan kabar gembira pada timnya ketika kembali ke Hotel Anggrek. Hotel itu tempat mereka menginap di Kabupaten V.
__ADS_1
“Kita diundang bertemu presiden lusa !”
“Loh bukannya minggu lalu, undangan hanya untuk ibu mewakili tim ?” tanya Nukila
" Pak presiden ingin ketemu langsung dengan tim penyelamat. Jadi sebenarnya teman teman lebih layak ketemu presiden. Tapi intinya kita satu tim lengkap diundang hadir !"
Keesokan harinya, tim sudah kembali ke kota P. Mereka mau menyiapkan diri bertemu presiden.
____________________***_______________________
Tim menginap di Hotel Bintang 4 di Jakarta dekat kawasan istana presiden. Setiap orang dapat kamar sendiri.
Anna sedang mematut diri di kaca. Dia memakai baju andalan yang harganya pake dollar itu. Hanya satu satunya baju sutra taffeta merk Dior.
Sesaat kemudian, bel pintu kamarnya berbunyi. House Keeping…terdengar samar dari luar. Anna segera membuka pintu.
“Bou Bai ! kok kamu ada disini ?” Anna sangat terkejut melihat sosok tampan yang dirindukannya. Rye memakai setelan jas hitam dengan dasi sutra hitam yang serasi.
Rye memeluk pujaan hatinya.
“Bou Bai diundang presiden juga ?” Tanya Anna sambil merapikan dasi Rye. Rye mengangguk.
“Aku lagi di Batam. Eh si Daniel bilang, staf Sekneg meminta aku hadir dan ngasih undangan via email dan WA. Ya udah namanya presiden yang ngundang, Bou Bei punya alasan untuk mundurin pertemuan di Brisbane.” Rye asik memainkan ujung rambut Anna.
Anna dan Rye bergabung dengan tim Prospect di lobby. Anna dan Cecen bergabung di mobil Rye. Sisanya naik mobil rombongan.
Di istana Hesty dan Haya bersama CEO PT. KSK sudah ada. Bu Wagub juga hadir. Kapten Arnold dan Edwin mewakili timnya. Mereka seperti reuni.
Duta besar Australia hadir dengan sejumlah diplomat. Ada beberapa mentri dan pejabat lainnya.
“Saudara saudara sekalian. Malam ini sungguh membanggakan bagi saya. Sejumlah putra putri terbaik bangsa telah mengharumkan negara dengan tindakan heroiknya menyelamatkan tim peneliti dari Australia dan Indonesia.” Presiden menyampaikan pidatonya diikuti dengan tepuk tangan
Selanjutnya Duta Besar Australia juga menyampaikan penghargaan pada tim penyelamat. Beliau menyerahkan plakat penghargaan yang ditandatangani Perdana Mentri. Selain itu memberi voucher liburan gratis selama seminggu ke Australia. Ini berlaku dari sekarang sampai tahun depan.
Tepuk tangan kembali memeriahkan ruangan
__ADS_1
Sebelum makan malam ada acara keakraban dimana para tamu saling berinteraksi. Rye diberi kehormatan menemui presiden dan duta besar. Menteri ESDM dan Sekneg juga menemani. Presiden memuji Rye sebagai pengusaha muda yang hebat. Selain tanggap membantu logistik dan helikopter. Rye juga turun langsung dalam misi penyelamatan. Presiden meminta agar izin produksi perusahaan Rye bisa segera diterbitkan oleh kementrian. Sedangkan Duta Besar Australia menanyakan apa yang bisa dibantu pemerintah Australia. Rye tentu tidak butuh liburan gratis ke Australia karena selain dia tajir melintir, dia juga permanent residen di sana.
“Sebenarnya saya memerlukan bantuan Anda untuk mengeluarkan visa turis minggu depan untuk Liliana Pradipta. Kamis minggu depan, saya berulang tahun. Dan saya masih di Australia.” Kata Rye sambil tersipu sipu.
Duta Besar tertawa senang mendengarnya. Permintaan Rye ternyata sederhana. Dia menjanjikan, Anna akan dapat visa jalur diplomatik. Pada hari Selasa, Anna sudah bisa mendapatkan visanya.
Selesai acara, Rye mendatangi kamar Anna. Dia mengundang Anna untuk merayakan ulang tahun Rye di apartemen Rye di Sidney. Apartemen mewah di lantai 29 dengan pemandangan opera house dan gemerlap kota di malam hari.
Rye tidur di kamar Anna malam itu. Hanya berpelukan saja dan ritual dari pinggang ke atas. Jam 7 pagi Rye sudah keluar dari hotel menuju Brisbane Australia.
___________________"***______________________
Terbang dengan kelas bisnis menuju tempat kekasih merayakan ulang tahun rasanya seperti menuju langit ketujuh. Hati Anna berdebar debar dan tidak sabar untuk sampai.
Anna begitu takjub dengan apartemen Rye. tembok kaca membuat Anna bebas menikmati pemandangan kota Sidney yang gemerlap dengan gedung opera house di tengah tengahnya.
“Selamat ulang tahun” Anna mengecup pipi kanan Rye. Rye merangkulnya dan mengajak duduk di meja makan untuk berdua. Ada karangan bunga mawar merah di tengahnya. Mereka menikmati makan malam yang romantis.
Mereka menghabiskan malam dengan ngobrol diselingi cumbuan. Mereka tidur sampai fajar menyingsing.
_____________________***_____________________
Sementara itu di Bandara Soetta seorang perempuan tinggi semampai dengan kaki jenjang bak foto model, baru tiba dari London.
Stefani sangat senang, penantiannya selama lima tahun akhirnya berbuah hasil. Rye menawarinya menjadi manajer CSR di PT. Eka Prakarsa. Bunga cinta yang tertunda lima tahun yang lalu, kini punya kesempatan untuk mekar bersemi.
Mobil jaguar yang diimpor keluarganya telah siap menunggu. Stefi begitu panggilannya, masuk ke mobil dan memakai kacamata hitamnya.
" Rye, I am coming…"
___________________
Readers yang budiman,
Siapa perempuan ini sesungguhnya ? ikuti kisah selanjutnya
__ADS_1
Tolong dukung otor dengan like, komen dan vote