
Banyak penduduk datang dan pergi ke biara. Ada yang datang untuk bantuin para sukarelawan, ada yang cuma nongkrong, dan ada juga yang datang untuk minta bantuan.
Anna ditongkrongin 3 ibu ibu, dua anak kecil, satu bapak dan satu pemuda. Anna memang multi talenta. Dia sedang memperbaiki aki agar bisa dipakai charger hp. Ada rice cooker dan jam tangan menanti untuk diperbaiki. Si pemuda yang berdiri sambil mengamati Anna bekerja mulai bertanya:
(Pemuda --- Anna)
“Mbak bisa betulin kulkas gak ?” - Nggak
“Motor ?”- Nggak
“Jenset ?” - Nggak
“Kok mbak segala gak bisa ? emang di sekolah belajar apa saja ?” tanya si pemuda menyebalkan
“Menjahiiit !!!” teriak Anna sewot. Si pemuda kaget dan langsung ngacir
___________________***_______________________
Kapten Arnold menyampaikan kabar gembira. Bahwa jembatan yang tertutup longsor telah selesai dibersihkan. Para pengungsi maupun para relawan bertepuk tangan. Namun demikian arus kendaraan tetap dibatasi untuk mencegah jembatan runtuh.
Anna saat ini sedang pergi ke desa tetangga untuk membeli peralatan untuk mengurus pengungsi di biara. Jaraknya 35 km dari biara. Dia diantar oleh Silvester dengan menggunakan colt mini. Ternyata sudah tidak ada barang tersisa. Jadi Anna harus pergi ke kota. Tapi malang tak bisa dihalang, mobil tua itu mogok. Silvester mendorongnya ke bengkel dan Anna pergi ke terminal angkot dan bis.
Terminal itu sangat ramai karena melayani 5 desa. Sejak gempa, loket karcis ditutup. Si petugas berdiri di bangku dan orang berkerumun. Gak ada pengaturan antrian sehingga orang rebutan. Anna mencoba menerobos antrian tapi tidak berhasil.
Diantara riuh rendah orang orang berebut tiket, Anna mendengar suara kalem yang bisa meruntuhkan iman para biarawati muda…
“Butuh bantuan ?” katanya
__ADS_1
Anna menoleh ke belakang, tampak Rye naik motor bebek warna hijau. Pria itu tersenyum. Dia segera menjelaskan meskipun tidak ditanya, kenapa pria super hot seperti dia naek motor bebek…" Ini punya biara, saya melihat kamu pergi dan saya tidak bisa menahan diri untuk mencari tau…" ( itu namanya stalker maaas)
Rye meminta Anna memegangi pinggangnya karena jalannya rusak dan berbelok. Sebagai orang timur, Anna agak sungkan tapi gak apa apalah secara kondisinya memang rawan 😅 Motor yang melaju itu terpaksa menghindar secara ekstrim karena ada colt mini membawa ratusan ayam melaju kencang.
Sriiittttttt … brukk !! Anna dan Rye terpelanting dan jatuh di tumpukan sayur yang ada di pinggir jalan. Sayuran itu baru mau dinaikkan ke mobil pengangkut. Rye terhunyung hunyung bangun sambil melepas untaian pete dari kepalanya. Anna bangun sambil membersihkan bajunya yang kena tanah. Motornya rusak.
Pemilik warung menawarkan motornya untuk mengantar Rye dan Anna bergantian. Rye menolak dengan sopan. Dia mengatakan kalau kendaraannya ada di lapangan di balik tikungan. Jauhnya sekitar 300 meter sampai tikungan, dan 200 meter menuju lapangan.
“Kamu kuat jalan ?” tanya Rye. Anna mengangguk. Akhirnya mereka sampai di tikungan. Ketika berjalan menuju lapangan Anna melihat ada helikopter di tengah lapangan. Di ujung pinggir lapangan ada dua mobil dan satu motor parkir. Anna berjalan cepat menuju parkiran mobil agar cepat sampai.
“May sebelah sini !” Rye melambaikan tangan sambil menunjuk pada kendaraannya. Anna terbengong bengong. Ternyata yang disebut “kendaraan” oleh Rye adalah helikopter itu. Wuiih si abang meman tajir beneran.
Seorang pria botak yang gagah seperti wajah mirip Zenedin Zidane, keluar dari balik helikopter. Dia membawa kanebo ditangannya. Rupanya dia lagi ngelapin tuh helikopter. “Hallo selamat datang. Saya Zaky the pilot” katanya ramah sambil menjabat tangan Anna. Kemudian, dia balik ke helikopter untuk mengambil minuman. “What do you want guys ?” teriaknya dari dalam heli…" ada Mizone, Yakult, Teh Pucuk, atau air mineral ?" wkkk…wkkk
Bepergian ke luar kota pakai helikopter tentu sangat menyenangkan. Tidak macet dan sangat cepat he…he…he. Barang dipesan dan diantar oleh pemilik toko dengan tips yang memuaskan dari Rye.
Mereka turun dari pesawat di lapangan rumput, 300 meter dari biara. Setelah agak jauh dari heli, Anna berhenti. Dia mengecup pipi kanan Rye dan berbisik …“thank you”
“Heuuuuuh lebay” Anna memukul perut Rye kesal. Rye menghindar
_____________________***______________________
Di biara para biarawati, para pengungsi, Bu Dian dkk, Kepala Desa, para tentara anak buah Kapten Arnold dan eeeeh sebentar ! ada sekitar selusin tentara asing juga. Mereka semua duduk di lantai. Sementara duduk beberapa orang di balik meja. Kapten Arnold sedang memberikan pengarahan.
“Bapak dan ibu sekalian disamping kanan saya Ibu Ariani dari Kemenlu dan disebelah kiri saya Kolonel Jim Madsen perwakilan pasukan khusus Australia. Saat ini kita akan melakukan pencarian rombongan DR Rose Palmer, peneliti tumbuhan dari Dewan Riset Australia dan Prof. Jajang dari BPPT. Ada sekitar 6 orang anak buah dari kedua peneliti ini dan 2 orang guide dari penduduk desa.
Total 6 warga Australia dan 8 WNI. Tim volunteer yang akan berangkat ke Desa Tumbang Ara. Itu desa terjauh setelah Desa Tumbang Lambe. Jalan ke sana harus melewati hutan kan. Maka saya minta bantuan Bapak Rye, CEO PT. Eka Prakarsa untuk meminjamkan helikopternya dan satu lagi menggunakan helikopter yang digunakan ibu Ariani. Mengingat kita masih masa pemulihan dari bencana dan sedang ada upaya pencarian orang di hutan. Kami harap penduduk tidak pergi berburu atau lainnya ke hutan. Demikian dan terima kasih”
__ADS_1
Rye memberikan kode setuju dengan anggukan. Rye sudah dimintai tolong sebelumnya. Makanya datang. Dia sangat girang ternyata Anna ada di sini juga. Dia dan Zaky sang pilot berdiri di baris paling belakang. Sedangkan Anna sudah duduk bergabung dengan yang lainnya.
Sementara itu di kantor gubernur telah hadir para perwira tinggi dari polri dan TNI. Hadir juga Duta Besar Australia dan dua orang stafnya. Rapat tertutup di ruangan gubernur juga disambungkan melalui telecon dengan Wakapolri dan kepala staf TNI.
“Bapak dam ibu yang saya hormati, dua orang ahli ini memiliki keahlian pada bidang biokimia sehingga kita akan tetapkan status genting. Sesuai arahan Kapolri misi penyelamatan ini akan dilakukan secara berlapis. Meskipun sampai saat ini tidak ada permintaan tebusan atau ancaman dari penjahat yang mengaku menculik mereka. Kita akan berasumsi bahwa sekenario itu ada. Mohon bantuan Pak Gubernur dan semua pihak agar misi ini tetap rahasia dan tidak tercium media.” Kata Kapolda memulai rapat khusus itu.
“Ada tim Kapten Arnold yg kebetulan sudah ada disana untuk respon bencana. Mereka jadi lapis pertama dengan pasukan dari Australia. Lapis kedua adalah kopasus yang akan datang lewat laut dan masuk ke hutan dari arah Kabupaten Z”… Seorang Jendral dari TNI menjelaskan
_____________________***_____________________
Empat cewek jagoan yang akan pergi ke Desa Tumbang Ara berjalan seirama dan penuh percaya diri. Ayunan tangan ke kanan dan ke kiri kompak. Angin lembut menerpa wajah mereka sehingga mereka harus memalingkan wajah mereka dengan gerakan slow motion…wow kerenn
Para tentara Indo dan Aussie melongo menelan ludah. Tak satupun berani bersiul karena mereka kagum dan respect … tapi sebagian lagi karena takut kena pasal harrasment he…he…he…Edwin sampai istigfar beberapa kali. Detik itu pula semua tentara Indonesia berjanji dalam hatinya, selain membela bangsa dan negara serta menemukan orang orang yang hilang itu, Mereka juga berjanji tidak akan membiarkan para cewek keren itu jatuh ke tangan asing !.
Mereka mengulang do’a yang diajarkan Kapten Arnold pafa briefing khusus peletonnya tadi malam: Ya Tuhan. Berilah kami kekerenan (awasomeness) untuk memenangkan hati para perempuan keren itu…Merdeka !!
Nukila yang superior tentu saja berjalan paling depan. Mereka semakin dekat dengan kumpulan tentara itu. Sampai kemudian … sreeet … Nukila tergelincir. “Kampret !!” Nukila menyumpah. Romansa itu seketika buyar dan diganti gelak tawa.
__________________***____________________
Sementara itu di dalam hutan
“Maapkan aku…aku tak sanggup lagi” DR Rose Palmer bertumpu pada lututnya. Dia menangis…“oh tuhanku…bagaimana nasib tim kami yang terpisah…”
Dor ! dor ! dor ! terdengar bunyi tembakan. Nona mengajak rombongannya untuk masuk ke lubang bekas kubangan babuy. Dia dibantu dua orang anggota tim peneliti menumpuk bebebera batu di depan kubangan itu dan menutupinya dengan tumpukan pohon merambat.
“Babuynya sudah mati. Mereka pasti berlindung di gua ini tadi malam. Kita makan saja dulu. Mereka tidak bisa jauh”. Begitu suara lantang salah seorang penjahat
__ADS_1
“Ya hutan ini sangat luas dan lebat. Ini dunia kita. Mereka akan tertangkap.” salah satu menyahut.
100 meter dari suara itu, Nona dkk menarik napas lega. Mereka merangkak naik dari lubang persembunyian dan pelan pelan berjalan mencari jalan menuju biara…