CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 22 MAMIH GAK SETUJU


__ADS_3

Sejak resmi pacaran, Anna jadi rajin belajar masak, luluran, dan mulai pake lipstik ke kantor meskipun tipis ja. Orang serumah melihat perubahan itu. Terutama mamih


“Anna apa kamu sedang jatuh cinta ?” tanya mamih to the point. Anna yang lagi ngaduk adonan dadar gulung terkejut.


" Idih mamih kenapa nyangka aku jatuh cinta ?" Anna blingsatan, grogi ditembak maminya begitu.


“Ah itu mah tanda tandanya seperti dalam panduan jatuh cinta. Ada semua di kamu: jadi lebih bersih - gak jorse, rajin berdandan dan merawat diri, ujug ujug rajin ke dapur belajar bikin kue dan masak. Padahal dulu malesnyaaaa minta ampun” mamih senang sekali menjabarkan penilaian pada anak gadisnya itu.


Anna senyum aja. “Ada sih yang lagi pendekatan cuma aku pengen tau kira kira mamih mau punya mantu kayak apa ?”…


"Ya semua orang tua tentu ingin yang terbaik. Ya bebet, bibit , bobot dan yang utama sholeh. Terus siapa orangnya ? mamih kenal gak ? orang mana ? suku apa ? kerja dimana ? …


“Stop stop stooop…mamih nih nanya sampai diborong begitu” Anna memotong sambil tertawa. Dia merasa senang. Tampaknya Rye memenuhi semua kriteria.


Anna ngajak ibunya duduk di meja makan. Maka interogasipun dimulai…


( mamih ---- Anna)


“Nama ?” ---- “Adrian Salman Erlangga. Dipanggil Rye. Anak bungsu dari 6 bersaudara. Tinggal di Jakarta. Tapi punya usaha disini.” Anna menjawab lebih. untuk menyingkat waktu pikirnya


“Umur dan pekerjaan ?” ------ 32 tahun nanti 1 bulan 3 minggu lagi. Dia pengusaha batubara"


Mamih sumringah.


“Orang mana dia ? kalau denger namanya seperti orang Sunda” Mata mamih berbinar binar


“Bukan. Dia campuran Bengkulu Cina” kata Anna memandang ibunya


“Apa ? CINA ? enggak enggak ! mamih gak setuju. Cari yang lain. Temen temenmu di kantor itu. Siapa bosmu yang masih muda itu ? emang gak ada yg mau sama kamu ? sampe harus pacaran dengan orang Cina.” mamih sewot


Anna terhenyak. Dia tidak menyangka dengan reaksi ibunya.


“Emang kenapa kalau Cina mih?” Anna memelas


“Annaaa kamu gak lihat kalau orang kita tuh pada gak suka sama orang cina ?” nanti mereka mencibir kita jadi antek antek aseng.


Anna menghela napas dalam…


“Okey. Pertama, mamih harus perjelas - siapa yg dimaksud orang kita itu ?. Kedua, apa hubungannya punya pacar orang cina dengan jadi antek antek aseng ? …Rye itu WNI keturunan Cina Bengkulu mih… bukan orang cina jadi investor disini. Pun klu dia orang cina sonoo …kita gak boleh nuduh sembarangan. Kalau kenanya sama orang yg gak salah. Fitnah jadinya”


Belum ibunya menjawab, HPnya bunyi. Beliau beranjak dan bilang pada Anna…" pokoknya mamih gak mau kamu pacaran sama orang cina. Titik." dan diapun berlalu…


“Hallo Wa’alaikum Salaam Bu Agus. Oh ya ? Alhadulillaah…selamat yaa…” mamih ke ruang tamu dan bertelepon ria di sana.


Anna memandangi punggung ibunya yang pergi ke ruang tamu. Terus dia pandangi adonan kulit dadar gulung yg belum selesai dia buat. Dia duduk di ruang makan sambil memijat jidatnya kanan kiri dengan kedua tangannya.


“Kenape lu lok (cilok) mijit kepala. Migren ya, mabok sambel kacang ?” tanya Derri adiknya sambil buka tudung saji.


“Nyokap kita ternyata rasis reng (cireng)” Anna merajuk sambil terus mijit jidatnya.


“Maksud loh ?” Derri duduk depan Anna.


“Gue gak boleh pacaran ma orang cina” Anna tiba tiba merasa sedih


“Kenape emang ?” Derri merasa heran

__ADS_1


“Karena dia Cinaaaa” that’s the point of being racist !" Anna frustasi


" Wow mamih rasis ? ambooyy sulit dipercaya. Masa sih ? bukannya mamih soulmate banget tuh sama Tante Silvy yg punya Toko Kue Legit. Mamih jadi pelanggan fanatik sejak gue SD kale. Terus sama koh Abun yg punya toko mebel. Ni barang semua beli dari dia kan ? keduanya cina tulen bukan KW. " Derri mencoba mengurai kontradiksi ibunya sebagai seorang anti cina.


Anna hanya menggelengkan kepala.


“Ya udah kalau gua bantu lo dapetin restu mamih, gua dapet apa ?”


“Lu tega ya. Kakak lagi susah masih mau cari untung. Ya udah gue kasih tabungan gue. Sisain 500 ribu buat saldo” Anna putus asa dan butuh pertolongan


“Emang berapa tabungan lo ?” Derri harus memastikan kesepakatan ini menguntungkan. Jangan sampai tabungan Anna ternyata cuma satu juta. Berarti dia cuma dapat 500 ribu kan he…he…he


“5 juta potong saldo 500 rb, jadi 4,5 juta buat lo” Anna serius


“Waah berarti lo ngebet banget nih ma cowok. Wokeh tunggu aja besok. Lihat gua beraksi !” Derri sumringah bakal dapat uang 4,5 juta


___________________***________________________


Anna masih terlentang di atas kasurnya. Waktu menunjukkan hampir jam 11 malam. Dia tidak bisa tidur. Apa yang harus dia katakan pada Rye. Duuuh gusti…


HP Anna bunyi. Tanda video call masuk. Anna yang biasanya loncat loncat kegirangan, kini merasa segan untuk mengangkat. Diapun menghela napas dalam.


“Hai Bou bei. Kok gak pake baju ? baru mandi ya ? udah sana dibaju - sama keringin dulu tuh rambut.” Anna geleng geleng…“tuh airnya nyepret ke layar”


Rye gak peduli malah cengar cengir sambil ngeringin rambut pake handuk kecil.


" Aku kangen banget. Baru selesai meeting jam 11 tadi. Langsung mandi kilat biar cepet lihat kamu" Rye bicara sambil mondar mandir ambil kaos.


" Emang di Hongkong jam berapa sekarang ?" Anna beringsut dari tidurnya dan duduk nyender ke bagian kepala ranjang.


Anna mengangguk. Untuk beberapa saat mereka hanya diam sambil saling menatap.


" I miss you" Rye menatap dalam


“Me too” Anna menjawab lirih. Tiba tiba hatinya terasa perih. Matanya berkaca kaca


“loh loh kok mau nangis ? kenapa sayang ?” Rye kaget campur bingung


“Ya rindu. Banget.” Jawab Anna mencoba ceria tapi tidak berhasil


“Tinggal sehari besok qin. Aku langsung pulang. Tapi mungkin nyampe malem. oh enggak enggak…aku suruh si Daniel re-schedule yg meeting sore. Jadi habis makan siang aku bisa pulang. Gimana kamu senang ?” Rye menatap penuh harap kekasihnya itu tidak sedih lagi.


“Gak usah. Selesaikan tugasmu. Lusa kita ketemu gpp” Anna perlu waktu untuk mendapat restu mamihnya


“Ya udah jangan sedih lagi. Kita ngobrol apa malam ini biar gembira ?” Rye merasa otaknya kosong. Dia kasian campur seneng lihat Anna. Ternyata dia begitu dirindukan.


Anna malah berlinang air mata. Rye makin bingung. Bagaimana cara dia menghibur Anna ?


“Aduuuh qin kok malah jadi nangis ? apa dong yang bisa menghiburmu ? …ehmmm aaah…gimana mau lihat si ujang ?” Rye sudah benar benar blunder


“Bobeiiii kamu ini eksibionis apa ? suka mamerin batang !” Anna swing mood dari sedih jadi sewot.


Rye terbata bata gak bisa ngomong. Dia merasa malu. Dia minta maap sambil cengengesan. Mukanya merona.


Akhirnya mereka mengakhiri pembicaraan karena sudah terlalu malam.

__ADS_1


______________________***_____________________


Anna minta bicara sama ibunya habis sholat Isya. Mereka duduk di ruang tamu. Derri datang menyusul.


“Mamih dan Cilok eh Teteh. Malam ini si ganteng anak mamih akan menjadi mediator antara kalian berdua. Menurut Teteh, mamih keberatan Teteh pacaran sama orang cina. Betul ?”


Mamih mengangguk


“Bisa mamih sampaikan alasannya ?”


“Masyarakat kita itu banyak yang gak suka sama orang cina. Kalau ada kerusuhan mereka tuh jadi sasaran penjarahan bahkan waktu dulu tuh kejadian Mei 98 perempuan Tionghoa pada diperkosa. Masyarakat kita gimana reaksinya ? apakah ada yang bersimpati ?. Mamih juga tau itu dari Cece Silvy. Ponakannya di jakarta diperkosa. Rumah dan tokonya rusak dijarah !. Cece Silvy sampai stress dan sakit. Nah gimana kalau nanti ada kerusuhan lagi ? kakakmu nikah sama orang cina, gimana coba ? Amit amiiit ya Allah ya Rabb…”


Derri terdiam. Alasan itu tidak sepenuhnya relevan. Tapi siapa yang bisa nyalahin cinta seorang ibu yang begitu takut hidup anaknya celaka bahkan di masa yang mungkin masih jauuuh di depan.


“Ok sekarang kita gak bisa menggantungkan kebahagian kita khususnya anak gadis mamih ini pada selera masyarakat. Kasian dong si cilok. Sekarang kita kembali pada agama sebagai pegangan kita. Agama mengatakan pilihlah pasanganmu karena rupanya…cilok punya foto pacarmu gak ?” Anna langsung lari ke kamarnya untuk mengambil HP.


Anna menunjukkan foto Rye…" Waaah cakep mih. Kayak pemain di Drakor kesukaan pacar aku" Derri memuji sambil ngedipin mata sama Anna.


“Kamu sudah punya pacar ?” mamih dan Anna nanya serempak


“Eeh fokeus fokeus sama Neng Anna he…he…Oookeh…yang kedua agama mengatakan atau pilihlah karena hartanya. Cilok gimane ?”


“Menurut Forbes Asia Edisi Januari 2020 keluarga dia orang terkaya nomor 14 di Indonesia.” Anna menatap ibunya tegang. Duuh semoga ibunya setuju. Rye sdh memenuhi dua syarat.


" Daaan yang ketiga atau pilihlah agamanya. Cilok ?’’ Derri melanjutkan


“Dia Islam dari lahir” Anna merasa lega, Rye memenuhi semua syarat


“Naah mamih…agama memandu kita untuk memilih jodoh itu seperti itu … boleh pilih karena rupa, boleh pilih karena harta, dan boleh pilih karena agama. Dan sebaik baiknya pilihan adalah karena agamanya !.” Derri mengakhiri mediasinya dengan gaya ustad.


“Nah pacar si cilok ini malah punya semuanya itu ? kurang apa lagi mih ?”


“Kamu bilang pacarmu itu keluarga terkaya nomor 14. Berarti dia konglomerat ya ?” tanya mamih serius


“Iya” Anna menjawab dengan mantap


“Oh enggak deh. Eeenggak !. Gimana kalau dia itu terlibat hutang BLBI atau Bank Century.” mamih menggeleng geleng kepala


Anna menghela napas dalam…


“Mamih perlu surat keterangan dari Kapolri kalau mereka gak ngemplang duit negara ?”


Derri melipat tangannya di dada dan memandang ibunya.


“Oh ya dan soal agama. Dia sudah umroh dan haji apa belom ?” klu belum kita wajib meragukan keimanannya. Masa konglomerat gak pergi umroh dan haji. Pokona mamih mah gak silau sama harta. Yang penting dia punya kerja yang layak dan bisa jadi imam yang baik. Gak usah ganteng. Yang penting manis." mamih tampaknya sulit untuk diyakinkan


“Mamih memang pada dasarnya gak mau merestui aku dan kak Rye. Sebaik apapun dia tetap aja mamih cari kelemahannya.” Air mata Anna berderai.


Mamih dan Derri tampak terkejut melihat Anna menangis. Mamih tampak canggung.


“Ya udah mih. Mamih beri kesempatan Kak Rye untuk saling mengenal dengan kita. Mamih bisa menilai sendiri nanti.” Derri coba menengahi


“Gak usah dulu. Mamih mau istikharah dulu. Beri waktu mamih satu minggu. Dan kamu Anna. Mamih bersikap seperti ini karena mamih sayang sama kamu.”


Derri memuji ibunya dalam hati. Jarang banget kali, ada ibu yang nolak konglomerat jadi mantu.

__ADS_1


__ADS_2