CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 32 RANJAU CINTA


__ADS_3

Riska menjelaskan hasil studinya pada rapat bulanan LSM Hijau Lestari.


" Saya studi di lima desa terdekat dari lokasi tambang PT. Eka Prakarsa. Temuan saya selama dua minggu secara garis besar adalah: pada umumnya perempuan yang sudah menikah punya beban ganda yaitu harus mengurus rumah tangga, anak dan bekerja bersama suaminya di ladang atau di tambang tradisional." kata Riska


Dia berhenti dahulu karena bolpennya jatuh.


"Menurut bidan desa yang jadi informan kunci kita, kekerasan seksual cukup sering terjadi. Hal ini mungkin disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan pemahaman tentang membina rumah tangga yang baik. Hal itu termasuk menjalin hubungan seksual yang baik. Data akan saya olah dan analisis. Selanjutnya akan disampaikan rekomendasi intervensi program seperti apa untuk CSR perusahaan. Rekomendasi juga termasuk untuk penyusunan SOP anti pelecehan dan kekerasan di perusahaan." lanjut Riska


“Good job Riska. Ibu Dian bisa lanjutkan bagaimana rekomendasi ini dirancang ?.” kata Pak Ben.


“Terima kasih Pak Ben. Saya akan minta Riska melakukan wawancara khusus dengan dr. Farid Ridwan dan dr. Lisnawaty. Merancang program intervensi pada isu sensitif perlu dikenali dulu kendala kendala phisikologis dari kelompok sasaran yang ingin dibantu.” kata Bu Dian.


Langkah yang disampaikan Bu Dian logis dan tepat secara profesional. Hanya Jamilah yang tau, langkah ini juga bagian dari misi pribadi Bu Dian. Dia ingin Riska mendapat pencerahan secara tidak langsung dari para ahli.


_____________________***____________________


“Silahkan duduk Mbak Riska.” kata dr. Farid


“Terima kasih dok. Seperti sudah saya sampaikan via email, ingin mendapat masukan untuk merancang program gender kami untuk pencegahan kekerasan.” kata Riska sambil duduk.


“Ya okay. Program semacam ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena sangat sensitif. Hal ini sangat sensitif karena menyangkut aspek paling pribadi dari seseorang. Tantangan terbesar dari program intervensi pada kekerasan terhadap perempuan adalah penolakan dari perempuan itu untuk dibantu. Pertama karena takut. Kedua karena ketergantungan secara ekonomi. Ketiga karena rasa malu. Alasan ketiga ini secara phisikologis sampai pada tahap dia melakukan penyangkalan bahwa itu terjadi pada dirinya. Itu diyakini sebagai mimpi buruk yang panjang. Dia tidak mau hidup mendapat tatapan kasian atau cemoohan dari orang orang di sekitarnya. Nah ini yang paling sulit diselamatkan karena mereka tidak mau mengakui mereka teraniyaya.” kata dr. Ridwan panjang lebar


“Jadi bagaimana kita melakukannya dok ?.” kata Riska


" Edukasi. Seperti DR. Ririn bilang, ini merupakan gerakan senyap dengan proses yang panjang. Para perempuan harus dibuka wawasannya bagaimana dia tidak minder dan lemah. Disamping itu kita juga mengedukasi masyarakat tentang kesetaraan gender, bahwa Tuhan menciptakan laki laki dan perempuan bukan untuk saling menindas tetapi untuk saling menghargai dan bekerjasama." kata dr. Farid memberi solusi


Riska merenungkan apa yang terjadi padanya. Dia merasa begitu sedih.


______________________***_____________________


Anna duduk bersender di kepala ranjang. Dia bersiap - siap untuk video call dengan Rye.


“Selamat malam cantik. Pacar Bou Bei ngapain aja hari ini ?.” tanya Rye memulai pembicaraan.


“Di sekertariat dan kantor. Sibuk nyiapin laporan akhir tim Prospect. Bou Bei minggu ini ke luar kota atau luar negri gak ?.” kata Anna. Dia merasa bergairah melihat Rye. Malam ini Rye tampak sangat sexy. Padahal Rye sama saja dengan malam sebelumnya, pakai kaos dan rambutnya baru keramas.


“Enggak. Cuma bolak balik X dan Jakarta. Sabtu paling ke tempatmu mau ngapelin he…he…he…” jawab Rye tersenyum. Dia menatap Anna lekat penuh kerinduan. Tampaknya yang bergairah bukan hanya Anna.


“Bagus. Sabtu temenin aku kondangan ya. Mas Reza, anak temen mamih menikah. Kebetulan di Hotel Andromeda. Bou Bei tinggal di situ kan. Jadi nanti ketemu aku dan mamih di sana.” kata Anna merapihkan rambutnya dengan 5 jari.


" Siap ! gimana kalau kita juga menikah aja habis kondangan ?." kata Rye sambil nyengir. Rye senang sekali diajak ke kondangan temen mamih. Itu pertanda mamih sudah menerimanya sebagai calon mantu.


“Oh ya qin. Hari minggunya kalian sekeluarga ke Jakarta ya. Aku mau ngundang kalian ke acara ultah Kak Rosita. Coctail Party. No worry selain champaigne ada air mineral dan jus juga he…he…Zaky nanti yang antar jemput.” kata Rye.


____________________***_______________________


Acara pernikahan Reza dan Andita merupakan event of the year komplek perumahan di Jalan Bukit Berbunga atau biasa disebut Jalan BB. Di Kota P yang namanya komplek itu bisa sangat luas seperti Jalan Bukit Berbunga itu dari BB 1 sampai 22. Mesjid Al Barokah menjadi pusat kegiatan jamaah masjid dari BB 12 sd BB 15.


Mamih datang dengan Anna dan Derri. Si bungsu mana mau dibawa ke kondangan. Kecuali hiburannya video game, baru dia mau he…he…he.


Rye tampak sudah menanti di lobby. Dia sedang berdiri dan ngobrol dengan GM Hotel Andromeda. Si GM tampak sangat hormat.


Mamih tampak senang dan kagum pada calon mantunya itu. Dia sumringah ketika Rye mencium tangannya.


Derri agak kecewa dengan penampilan calon iparnya ini. Ya, Rye tampak keren dan tampan. Tapi dia berharap Rye tampil seperti di telenovela dan sinetron. Menggunakan tuxedo mahal dengan manset berlian. Kalau begini caranya, sulit bagi Derri untuk memberi pelajaran pada grup keong racun itu.


Hadeuuh si koko. Ini malah pake batik harga 9 jt. Bukannya pake jas yang 50 jt. Susah kalau punya ipar rendah hati, ramah, dan suka menolong. Aku yakin, dia juga pasti rajin menabung ! heuh !. batin Derri. Seoalah olah semua sifat yang dia umpat itu adalah hal yang buruk 😅


“Yo koko aceng, narai kabar (apa kabar) ?.” kata Derri sambil menjabat tangan Rye

__ADS_1


Plak ! Anna nyambit lengan atas Derri.


“Jangan panggil dia begitu !.” kata Anna sewot


Rye dan mamih tertawa geli


" Aduh … kan biar kerasa cinanya. Orait ya ko ?. kata Derri sambil mengelus ngelus lengan tapi muka cengengesan


“Mamih juga manggil nak Adi aja ya.” kata mamih nimbrung.


Rye mengangguk sambil masih tertawa.


Derri menarik tangan Rye.


"Mamih dan teteh duluan aja. Aku bicara dikit sama Kak Rye. kata Derri


“Cepetan.” kata mamih sambil menarik tangan Anna.


Rye agak penasaran tentang apa yang akan disampaikan Derri.


“Koh tolong dengerin aku. Ini yang punya pesta yaitu keluarga Drs. Agus entah apa belakangnya (otor lupa lagi 😌) itu sebelumnya ngelamar teteh. Tapi ditolak karena teteh sudah pacaran sama Ko Rye. Waaah…mereka merasa terhina. Padahal mamih sudah setuju tuh. Nah dari situ mamih dicuekin dan disindir sindir sama Bu Agus dan para pengikutnya. Dia kan ketua grup keong racun di mesjid.” kata Derri panjang lebar.


" Jadi kakak harus ngapain ?" tanya Rye makin penasaran


" Gini koh. Tolong kasih hadiahnya agak menonjol gitu. Tapi jangan sampai bikin kaya raya. Cukup mereka menganga mulutnya dan terpaksa mengakui kalau Ko Rye horang kayah yang tajir melintir." jawab Derri penuh semangat


“Oh ya rencananya kakak mau ngasih apa ? ampau kah ?.” sambung Derri


“Wah belum tau nih. Nanya dulu sama Mamih. Ada sih di dompet dua juta dan 100 dollar dua lembar.” kata Rye


" Ya gpp ja segitu. Kakak tinggal ambil lagi di ATM kan ?." kata Derri polos


" No worry." katanya sambil menggandeng pundak Derri. Diperjalanan menuju Ballroom, Derri menjelaskan siapa Bu Agus. Kesedihan mamih yang dikucilkan padahal sudah jadi ajudan selama 20 tahun.


Rye merasa terharu ketika mengetahui bahwa Anna begitu tegar mempertahankan cinta padanya. Dia bertekad akan mencari cara untuk memenuhi permintaan Derri. Dia mengirim pesan pada GM hotel.


Di ruangan resepsi…


Aduh Mamah Anna dan Mbak Anna…cantik sekali ini ibu dan anak. Mana dong tunangannya ? kata Bu Joni dengan suara nyaring sehingga para tamu yang masih orang komplek dan kolega keluarga pengantin ikut menoleh.


Anna memang tampak cantik dengan baju abu terusan, model executive look gitu. Dia memakai kalung emas tipis dan kecil dipadu liontin kristal berisi batu bara. Itu kalung hadiah ulang tahun dari Rye.


“Masih di luar sama Derri tante.” jawab Anna dengan senyum simpul.


Rye dan Derri masuk. Derri langsung memanggil Bu Aswin dengan suara agak nyaring karena jaraknya agak jauh. Itu semua dilakukannya dengan sengaja.


“Bu Aswiiin…ini kenalkan tunangannya teteh dari Jakarta.” kata Derri lantang. Semua melihatnya dan Rye yang ada disampingnya.


“Aduuh gantengnya. Waah serasi sama Neng Anna.” kata Bu Aswin sambil menyalami Rye


Ibu ibu pengajian Al Barokah datang mendekat dan berkenalan dengan Rye. Beberapa diikuti suaminya.


“Waah hilang sudah harapan si Agung anak saya, dapetin Anna nih. Tapi gpp semoga nak Adrian dan Anna segera menikah dan bahagia ya.” kata Pak Sarwanto yang juga ketua DKM Mesjid Al Barokah. Beliau nenyalami sambil tertawa. Para tamu yang lain ikut tertawa


Reza begitu takjub melihat kecantikan Anna. Jangankan berdandan dengan baju bagus seperti ini, pake piyama doang dia mah sudah mempesona di mata Reza. Hatinya sakit ketika bersalaman dengan Rye.


Pak Agus dan Bu Agus tersenyum hambar ketika bersalaman. Setelah Anna turun dan berbaur dengan tamu lainnya, Reza masih celingukan mencari dia. Dia gak mau kehilangan pandangannya dari Anna. Andita harus mencolek Reza beberapa kali agar fokus menerima ucapan selamat dari para tamu.


MC naik ke panggung ketika satu lagu telah selesai dinyanyikan biduan yang bersuara sangat merdu.

__ADS_1


“Bapak dan ibu serta hadirin sekalian. Mohon perhatiannya. Di hari bahagia Mas Reza dan Mbak Andita ini ternyata mendapat kejutan yang istimewa. Salah satu pemegang saham terbesar hotel ini telah hadir dan ikut merayakan hari bahagia ini.


Kepada Bapak Adrian Salman Erlangga dipersilahkan ke panggung untuk mengucapkan selamat pada pengantin.” kata MC dengan takjim


Semua mata memandang Rye yang naik ke panggung.


“Terima kasih Mas MC. Sebenarnya saya malu harus dipanggil ke panggung seperti ini. Tapi tentu saja saya juga turut bahagia serta mendo’akan Mas Reza dan istri menjadi keluarga yang samawa. Saya hadir disini menemani calon mertua yaitu Ibu Hj. Rosidah Suparman dan calon istri saya, Anna. Sebagai hadiah, saya telah berpesan pada General Manager Hotel ini untuk menyiapkan paket bulan madu ke Thailand, Vietnam, dan Kamboja selama 8 hari. Semoga berkenan. Terima kasih.” kata Rye


Tepuk tangan gemuruh menyertai turunnya Rye dari podium. Keluarga dr. Parlan dan Andita sang mempelai perempuan tampak sumringah. Bu Agus dan suaminya tampak bete. Reza menghela napas dalam. Rye bukan tandingannya dalam segala hal.


Rye sesungguhnya sangat tidak nyaman melakukan hal itu. Dia meskipun jarang sholat tapi soal bersedekah sangat terpelihara dari riya. Istilahnya tangan kanan memberi, sementara tangan kiri tidak tau. Sifat itu sama dengan Anna. Dia mau melakukan itu untuk mengembalikan harga diri calon mertuanya yang dicibir karena memilih dia sebagai menantu.


______________________***_____________________


Hari minggu pagi, Bu Dian pergi ke car free day atau CFD dengan Riska. Dia sengaja mengajak Riska agar punya kesempatan ngobrol. Sambil makan bubur ayam, dia mulai mengorek informasi dari Anna.


“Ris kamu pacaran sama Adnan ?.” tanya Bu Dian to the point


“Kok ibu nyangka gitu ?.” kata Riska heran


“Eh biar gak nikah dan jomblo. Aku kan sudah banyak pengalaman hidup. Aku dan Jamilah tau karena pernah lihat kalian berdua di sebuah perumahan. Kalau gak ada apa apa kenapa kalian malah diem dieman di kantor ?.” kata Bu Dian sambil memandang Riska penuh rasa khawatir.


" Iya Bu sebenarnya kami sudah pacaran. Cuma kak Adnan mau ini dirahasiakan. Soalnya gak enak, kan satu kantor." jawab Riska sambil mengalihkan pandangannya ke mangkok bubur.


" Kamu bahagia ?." tanya Bu Dian sambil memandang lekat Riska


" Iya bu." jawab Riska jengah.


Akhirnya terkonfirmasi kalau mereka punya hubungan. Tapi apakah Riska baik baik saja ? dia menunjukkan beberapa ciri korban kekerasan. Anyway, ini sebuah permulaan. Aku dan Jamil bisa fokus menyelidiki Adnan sekarang. batin Bu Dian


_____________________***_____________________


Mamih dan anak anaknya sudah tiba di hanggar. Zaki menyalami mereka. Rangga begitu senang mau naik helikopter. Dia berjalan mengelilingi pesawat itu. Dia merengek pada Anna agar boleh duduk di depan. Derri ingin juga tapi mengalah karena Anna punya kuasa.


Derri membantu ibunya naik pesawat. Anna masih ngobrol dengan Zaky sambil nunggu porter hanggar kembali dari toilet.


" Derri tolong kasih kue ini buat mamang pilot." kata mamih sambil memberikan kotak tupperware kecil pada anak keduanya


“Apa mamih bilang ? …mamang ! hadeuh ulew (ndeso) banget mamih nih. Pilot kok dipanggil mamang ?.” kata Derri heboh


" Ah pilot juga dia mah da nyupirin pesawat kecil." kata mamih membela diri.


" Whatever miiiih…mau besar mau kecil, pilot itu dipanggilnya kapten." kata Derri pasang muka mau nangis. Dia menyerahkan tupperware itu pada Rangga yg sudah duduk di depan.


Anna dan Zaky naik bersamaan. Pria botak yan seksi ini menyapa para penumpang.


" Ini om, kue dari mamih ha…ha…ha…" kata Rangga tiba tiba merasa geli dan tertawa terbahak bahak


Anna dan Zaky kebingungan


Derri dan mamih memberi peringatan pada rangga dengan serempak


" Ranggaaa diam !."


_______________________


Readers yang budiman,


Bagaimana pertemuan dua keluarga beda suku ini ? ikuti kisah selanjutnya

__ADS_1


Dukung otor dengan like, komen, dan vote


__ADS_2